ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi digital mahasiswa Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi sampel merupakan keseluruhan mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan angkatan 2021 yang berjumlah 58 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner (angket) pada 30 responden berdasarkan teknik Simple Random Sampling (SRS). Teknik analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi digital responden dalam delapan aspek yang meliputi: Functional skill and beyond, Creativity, Collaboration, Comunication, The ability to find and select information, Critical thinking and evaluation dan Cultural and social understanding, serta E-Safety, termasuk dalam kategori “Sangat Baik” dengan rentang nilai presentase 83,15% hingga 88,06%. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan literasi digital mahasiswa Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan berada pada kategori “Sangat Baik”
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Literasi digital merupakan upaya pemanfaatan teknologi untuk memahami, mengakses, merangkai dan berbagi informasi sebagai kompetensi dalam mengembangkan keterampilan membaca dan menulis. Pelajar harus menguasai literasi digital agar tidak terpengaruh hoax dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi digital mahasiswa pendidikan biologi dan mengetahui faktor-faktor yang dapat mendukung literasi digital mahasiswa pendidikan biologi dalam mengikuti proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel penelitiannya adalah mahasiswa Pendidikan Biologi yang berjumlah 78 mahasiswa dengan menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh dari hasil kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa pendidikan biologi memiliki kemampuan literasi digital pada setiap komponen penggunaan media digital (use skill) 53%, kemampuan berpikir kritis 66%, dan kemampuan komunikasi 59%. Mayoritas siswa memiliki keterampilan dasar dalam mengelola platform digital, namun masih perlu peningkatan terutama dalam mencari informasi dan menyesuaikan cara berkomunikasi, kemampuan menganalisis informasi dengan baik dan berkomunikasi secara efektif melalui media digital. Keterbatasan literasi digital dapat menyebabkan kesulitan dalam mengakses informasi yang dibutuhkan siswa, meningkatkan risiko terpapar informasi yang salah, menghambat kemampuan berkomunikasi dan berkolaborasi, serta menghambat peluang kerja. Penelitian di masa depan perlu menggali lebih dalam faktor-faktor yang mempengaruhi literasi media digital, penggunaan internet, dan mengkaji dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Plant Blindness pada Mahasiswa semester awal Pendidikan Biologi. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian adalah Mahasiswa semester awal pendidikan biologi. Data yang diperoleh berdasarkan hasil observasites dan hasil respon mahasiswa pada lembar kuesioner tentang gambaran Plant Blindness pada Mahasiswa Semester Awal Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan. Berdasarkan hasil observasi ditemukan 18 jenis tumbuhan dari tumbuhan lumut, tumbuhan paku, tumbuhan berbiji terbuka dan tumbuhan berbiji tertutup. Berdasarkan hasil tes diperoleh nilai rata – rata responden 20,57 hasil tersebut masih dibawah ≤ 25% sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat Plant Blindness pada Mahasiswa Semester Awal Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan tergolong pada kategori “Sangat Tinggi”. Berdasarkan hasil kuesioner terdapat beberapa faktor pemicu adanya Plant Blindness pada mahasiswa yaitu: 1) mahasiswa kurang mengerti cara merawat tumbuhan, 2) Mahasiswa masih kurang mengetahui manfaat dari tumbuhan, 3) kurangnya kontak pribadi secara langsung dengan tumbuhan, 4). Tumbuhan tidak dapat diajak berinteraksi seperti hewan, 5) Beberapa tumbuhan memiliki jenis yang hampir serupa sehingga sulit untuk dikenali 6) Mahasiswa lebih tertarik pada pembelajaran dengan berinteraksi atau kontak secara langsung dengan objek yang dipelajari. Hasil analisis akan dijadikan bahan evaluasi sebagai acuan bagi pendidik dalam membuat arah pembelajaran biologi kedepannya khususnya pembelajaran tentang tumbuhan.