ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS SIKAP SISWA TERHADAP TEMAN BERKEBUTUHAN KHUSUS DALAM KEGIATAN BELAJAR DAN BERSOSIALISASI DI KELAS II-B SDN 014 TARAKAN ABSTRAK Siti Wahdania. 2026. Analisis Sikap Siswa terhadap Teman Berkebutuhan Khusus dalam Kegiatan Belajar dan Bersosialisasi di Kelas II-B SDN 014 Tarakan. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. (dibimbing oleh Ahsan Sofyan dan Nur Pangesti Apriliyana). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap siswa terhadap teman berkebutuhan khusus (ABK) dalam kegiatan belajar dan bersosialisasi di kelas II-B SDN 014 Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif subjek penelitian terdiri atas satu guru kelas dan lima orang siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap siswa terhadap teman berkebutuhan khusus belum sepenuhnya inklusif. Dalam kegiatan belajar, masih ditemukan sikap menghindar, kurangnya keterlibatan teman berkebutuhan khusus dalam kerja kelompok, serta Sebagian siswa enggan untuk bekerjasama dengan siswa ABK. Dalam kegiatan bersosialisasi, Sebagian siswa mulai menunjukkan keinginan untuk berinteraksi, namun hubungan sosial yang terjalin belum konsisten. Sikap siswa dipengaruhi oleh tingkat pemahaman tentang anak berkebutuhan khusus, pengalaman berinteraksi, peran guru, serta karakteristik anak berkebutuhan khusus yang cenderung pasif dan kurang percaya diri. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan pemahaman, empati, dan sikap inklusif siswa agar tercipta interaksi yang lebih positif dan setara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menguji bagaimana literasi keuangan dan financial technology memengaruhi kinerja UMKM, dengan inklusi keuangan ditempatkan sebagai variabel mediasi pada UMKM di Kota Tarakan. Fokus penelitian ini muncul dari fenomena pertumbuhan UMKM yang sangat cepat di Kota Tarakan, namun tidak dibarengi peningkatan kinerja yang seimbang, terutama dalam aspek pengelolaan keuangan serta pemanfaatan layanan keuangan berbasis teknologi. Rendahnya tingkat literasi keuangan, tingkat adopsi financial technology yang masih terbatas, serta inklusi keuangan yang belum maksimal menjadi faktor yang menghambat daya saing dan performa UMKM. Penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang diberikan kepada 160 pelaku UMKM kuliner menggunakan metode purposive sampling. Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) digunakan dalam analisis untuk mengevaluasi korelasi langsung dan tidak langsung antara komponen penelitian. Hasil temuan mengindikasikan bahwa literasi keuangan dan financial technology memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM. Kedua variabel tersebut juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap inklusi keuangan, dan inklusi keuangan pada gilirannya juga mendorong peningkatan kinerja UMKM secara signifikan. Selain itu, hasil uji mediasi menunjukkan bahwa inklusi keuangan berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara teknologi keuangan dan kinerja UMKM, serta antara literasi keuangan dan kinerja UMKM. Selain itu, hasil uji mediasi menunjukkan bahwa inklusi keuangan berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara teknologi keuangan dan kinerja UMKM, serta antara literasi keuangan dan kinerja UMKM. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan bahwa kinerja UMKM tidak semata-mata dipengaruhi oleh kemampuan mengelola keuangan dan penggunaan teknologi keuangan secara langsung, namun juga melalui akses dan pemanfaatan layanan keuangan formal yang lebih luas. Oleh sebab itu, perlu adanya kerja sama yang sinergis antara UMKM, pemerintah, dan penyedia layanan keuangan dalam rangka meningkatkan literasi keuangan, memperluas adopsi financial technology, sekaligus memperkuat inklusi keuangan di Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Argena Mery, 2025 “Fasilitas Sarana Dan Prasarana Terhadap Penyelenggaraan Pendidikan Inklusi Di SD Negeri 010 Tarakan”. Pembimbing Utama Riski Sovayunanto, S.Psi.,M.Si dan Pembimbing Anggota Nazwa Manurung, M.Psi.,Psikolog. Dalam buku Pedoman Umum Penyelenggaraan Pendidikan Inklusi menyampaikan bahwa keberadaan anak berkebutuhan khusus di sekolah regular perlu meningkatkan sarana dan prasarana yang dapat menunjang pembelajaran di sekolah. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sarana dan prasarana di SD Negeri 010 Tarakan dalam mempersiapkan sekolah inklusi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kulitatif dengan pendekatan deskriptif dan informan penelitian sebanyak tiga orang terdiri dari satu kepala sekolah, satu guru dengan keahlian anak berkebutuhan khusus sekaligus guru pendamping khusus dan anak berkebutuhan khusus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dan dokumentasi, Teknik analisis data menggunakan metode Miles dan Huberman terdiri dari reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa sarana yang dimiliki sekolah dalam kesiapan penyelenggaraan sekolah inklusi terdiri dari adanya guru PPPK dengan keahlian anak berkebutuhan khusus sekaligus berperan sebagai guru pendamping khusus, wali kelas juga berperan sebagai guru bimbingan konseling, namun demikian sekolah perlu mempertimbangkan adanya guru bimbingan konseling. Selanjutnya, fasilitas prasarana yang dimiliki sekolah terdiri dari satu ruang bimbingan konseling dan pintu kelas yang aksesibel/permukaannya rata. Jika sekolah siap menerima siswa berkebutuhan khusus dengan jumlah banyak, maka perlu adanya prasarana penunjang untuk anak berkebutuhan khusus yang diatur dalam buku saku penyelenggaraan Pendidikan inklusif di sekolah dasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1997 Pasal 5, setiap penyandang cacat atau berkebutuhan khusus memiliki hak dalam aspek kehidupan dan penghidupan. Untuk mendukung hal ini pendidikan inklusif dibentuk yaitu layanan pendidikan yang mengikutsertakan anak-anak berkebutuhan khusus bersama anak-anak sebayanya di sekolah reguler. Merujuk pada Permendiknas RI No. 70 Tahun 2009, pemerintah kabupaten/kota diwajibkan menunjuk minimal satu sekolah dasar dan satu sekolah menengah pertama di setiap kecamatan serta satu satuan pendidikan menengah atas untuk menyelenggarakan pendidikan inklusif. Namun kota Tarakan yang merupakan pusat perekonomian dan pendidikan di Kalimantan Utara belum memiliki sekolah inklusif. Oleh karena itu Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Utara mulai membentuk sekolah inklusif di wilayah tersebut. Salah satu sekolah yang ditunjuk adalah SDN 009 Tarakan dengan tujuan mendirikan sekolah inklusif sejak dini. Ketika berhadapan pada pembentukan sekolah tentu memiliki kebutuhan pada tahap proses pembentukan tersebut. Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik untuk meneliti kebutuhan sekolah dalam hal sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah adapun pelaksanaan penelitian ini dilakukan di SDN 009 Tarakan dengan metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskritif dan kepala sekolah maupun wakil kepala sarana prasarana sebagai sumber informasi dengan teknik analisis data melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan adapun untuk menguji keabsahan data dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan sarana dan prasarana terhadap penyelenggaraan pendidikan inklusif di SDN 009 Tarakan telah cukup terpenuhi/cukup memadai dengan acuan terpenuhinya beberapa Prosedur Operasi Standar Pendidikan Anak Usia Dini Inklusif yang dikeluarkan oleh Kemendikbud seperti terdapatnya ramp, guiding block, dan pintu-pintu yang aksesibel. Mengingat penyelenggaraan sekolah inklusif yang baru dilaksanakan di Kalimantan Utara khususnya Kota Tarakan hal tersebut dinilai telah cukup baik sebagai langkah awal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) sering kali dihadapkan dengan diskriminasi termasuk di lingkungan sekolah. Kemudian masih banyak sekolah umum yang tidak dapat menerima anak-anak yang berkebutuhan khusus dikarenakan guru umum tidak memiliki pemahaman dan ilmu tentang penanganan anak berkebutuhan khusus. ABK melaksanakan Pendidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB), namun ada juga sekolah yang mampu menerima anak regular dan anak berkebutuhan khusus yang dikenal dengan sekolah inklusi. Penelitian ini dilaksanakan di 3 sekolah negeri sebagai tempat penelitian yaitu SD Negeri 009, SD Negeri 010 dan SD Negeri 049 Kota Tarakan yang telah ditunjuk langsung oleh Dinas Provinsi Kalimantaan Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap dan emosi guru pada kesiapan pelaksanaan sekolah inklusi di Kota Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode campuran (Mixed Method) dengan desain metode penelitian campuran sekuensial eksplanatori (Eksplanatory Sequential Design) yaitu penelitian kuantitatif dan kualitaitif, dengan 30 wali kelas sebagai sampel penelitian. Berdasarkan hasil kuesioner terdapat rata-rata presentase kesiapan sikap dan emosi guru yaitu 76.22%, k emudian diperkuat dengan data wawancara yang diperoleh, maka perlunya kesiapan guru yang memadai dan fasilitas yang dapat mendukung dan memperoleh bantuan dari guru pendamping dalam pelaksanaan sekolah inklusi. Sehingga sikap dan emosi guru sekolah dasar negeri memiliki kesiapan pada sekolah inklusi dengan penerapan sekolah inklusi sesuai dengan peraturan dan prosedur yang matang. Adanya kesiapan sikap dan emosi guru sekolah dasar pada pelaksanaan sekolah inklusi maka perlunya pemerintah memberikan dukungan dan fasilitas kepada guru-guru dan sekolah dalam melaksanakan sekolah inklusi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
PENGARUH LITERASI KEUANGAN DAN INKLUSI KARTU ATM TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF (STUDI PADA MAHASISWA JURUSAN MANAJEMEN ANGKATAN 2021-2023 UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN) Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh dari Literasi Keuangan, Inklusi Kartu ATM terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Jurusan Manajemen Angkatan 2021-2023 Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Responden penelitian adalah mahasiswa Program Studi Manajemen tahun Angkatan 2021-2023 dengan jumlah responden 195 mahasiswa yang diambil dengan teknik pengambilan sampel proporsional stratified random sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan aplikasi SPSS. Hasil pengujian secara parsial (uji T) menunjukkan bahwa (1) literasi keuangan memiliki nilai t hitung 1,177 t tabel 1,653, hasil tersebut menunjukkan bahwa literasi keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif. (2) Inklusi Kartu ATM memiliki nilai nilai t hitung 2,980 > t tabel 1,653. Hasil tersebut menunjukkan bahwa inklusi kartu ATM berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif. Dan hasil uji signifikansi secara simultan (uji F) memiliki nilai Fhitung 8.032 > Ftabel 3,04 dan nilai sig .000 0,05. Hal ini mengartikan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak atau variabel Literasi Keuangan dan Inklusi Kartu ATM secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Perilaku Konsumtif
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 70 Tahun 2009 tentang pendidikan inklusif bagi peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki kecerdasan atau bakat istimewa, pemerintah kabupaten/kota menunjuk minimal satu sekolah inklusi dalam setiap kecamatan, dikarenakan belum terdapat sekolah inklusi di Kota Tarakan maka dari itu keberadaan sekolah inklusi di kota Tarakan sangat diperlukan, agar anak berkebutuhan khusus yang masih bisa ditangani bisa mendapatkan hak pendidikan di sekolah regular, kesiapan guru dalam program inklusi ini sangat penting agar program inklusi berjalan dengan semestinya sesuai tujuan yang ingin dicapai dengan aspek kesiapan sikap dan emosi, kesiapan kognitif dan kesiapan berprilaku. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesiapan guru sekolah menengah atas negeri yang ada di kota Tarakan dalam persiapan program Inklusi. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan dekriptif dan informan penelitian terdiri dari 9 subjek diantaranya kepala sekolah, guru bimbingan dan konseling serta guru mata pelajaran. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data, menggunakan metode Miles dan Huberman: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa kesiapan sikap dan emosi hanya dua guru yang siap karena sudah memiliki pengalaman mengikuti pelatihan inklusi, sisanya menyatakan belum siap karena belum memahami tentang program inklusi. Pada aspek kognitif hanya dua guru yang siap karena telah memahami metode pelajaran dan proses pembelajaran pada program inklusi melalui pelatihan, sisanya terdapat guru yang belum siap karena belum memiliki pengalaman dan pemahaman terhadap inklusi. Pada aspek berperilaku guru-guru memiliki kesiapan dalam melakukan kerja sama dengan instansi manapun untuk meningkatkan kreativitas anak berkebutuhan khusus.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENINGKATAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK MELALUI INKLUSI PAJAK TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DI KOTA TARAKAN Ayu Sarinah Agus Tri Darmawanto., S.E., M.E Dr. Irawati HM., S.E., M.Ak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Peningkatan kepatuhan wajib pajak secara langsung terhadap penerimaan pajak, untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh inklusi pajak secara langsung terhadap penerimaan pajak dan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh peningkatan kepatuhan wajib pajak secara tidak langsung terhadap penerimaan pajak melalui inklusi pajak sebagai variabel moderasi. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif perbandingan kausalitas. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pegawai pajak Kantor Pelayanan Pajak Pratama Tarakan yang berjumlah 82 pegawai. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 32 sampel yaitu dari pegawai Account Representative, Seksi Pemeriksaan dan penagihan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder yaitu dengan cara penyebaran kuesioner, wawancara dan pengumpulan data dari Kantor Pelayanan Pajak Pratama Tarakan. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala likert. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif yaitu dengan wawancara dan kuantitatif yaitu dengan menggunakan metode statistik. Metode statistik yang digunakan adalah Partial Least Square 3 (PLS). Hasil penelitian menunjukkan Peningkatan kepatuhan wajib pajak tidak berpengaruh secara langsung terhadap penerimaan pajak, inklusi pajak berpengaruh secara langsung terhadap penerimaan pajak, dan Peningkatan kepatuhan wajib pajak berpengaruh secara tidak langsung terhadap penerimaan pajak melalui inklusi pajak sebagai variabel moderasi. oleh karena itu, Inklusi pajak mampu memoderasi Kepatuhan wajib pajak terhadap Penerimaan Pajak yang artinya inklusi pajak dapat memperkuat atau memperlemah hubungan antara kepatuhan wajib pajak terhadap penerimaan pajak di Kota Tarakan. Kata Kunci: Kepatuhan Wajib Pajak, Inklusi Pajak, Penerimaan Pajak.