ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menguji bagaimana literasi keuangan dan financial technology memengaruhi kinerja UMKM, dengan inklusi keuangan ditempatkan sebagai variabel mediasi pada UMKM di Kota Tarakan. Fokus penelitian ini muncul dari fenomena pertumbuhan UMKM yang sangat cepat di Kota Tarakan, namun tidak dibarengi peningkatan kinerja yang seimbang, terutama dalam aspek pengelolaan keuangan serta pemanfaatan layanan keuangan berbasis teknologi. Rendahnya tingkat literasi keuangan, tingkat adopsi financial technology yang masih terbatas, serta inklusi keuangan yang belum maksimal menjadi faktor yang menghambat daya saing dan performa UMKM. Penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang diberikan kepada 160 pelaku UMKM kuliner menggunakan metode purposive sampling. Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) digunakan dalam analisis untuk mengevaluasi korelasi langsung dan tidak langsung antara komponen penelitian. Hasil temuan mengindikasikan bahwa literasi keuangan dan financial technology memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM. Kedua variabel tersebut juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap inklusi keuangan, dan inklusi keuangan pada gilirannya juga mendorong peningkatan kinerja UMKM secara signifikan. Selain itu, hasil uji mediasi menunjukkan bahwa inklusi keuangan berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara teknologi keuangan dan kinerja UMKM, serta antara literasi keuangan dan kinerja UMKM. Selain itu, hasil uji mediasi menunjukkan bahwa inklusi keuangan berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara teknologi keuangan dan kinerja UMKM, serta antara literasi keuangan dan kinerja UMKM. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan bahwa kinerja UMKM tidak semata-mata dipengaruhi oleh kemampuan mengelola keuangan dan penggunaan teknologi keuangan secara langsung, namun juga melalui akses dan pemanfaatan layanan keuangan formal yang lebih luas. Oleh sebab itu, perlu adanya kerja sama yang sinergis antara UMKM, pemerintah, dan penyedia layanan keuangan dalam rangka meningkatkan literasi keuangan, memperluas adopsi financial technology, sekaligus memperkuat inklusi keuangan di Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dapat mengatasi permasalahan modal terhadap layanan financial technology fitur market aggregator. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik penarikan informan yang digunakan adalah teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah pelaku Usaha mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Se Indonesia dengan jumlah sampel tidak dapat di tentukan . Metode analisis yang digunakan adalah metode triangulasi, yaitu metode yang menggabungkan data dengan berbagai Teknik pengumpulan data seperti wawancara, obsevasi untuk di uji keabsahan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hanya Sebagian kecil pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang mengetahui permasalahan modal yang terjadi dalam melakukan pinjaman di platform market aggregator dengan cara : (1) memiliki pengetahuan tentang persyaratan layanan pinjam meminjam; (2) Mengetahui legalitas penyedia layanan market aggregator apakah sudah terdaftar di OJK; (3) Mengetahui tentang regulasi akses data pribadi dan penyebarluasan data pribadi bagi pengguna layanan market aggregator. Dan kebanyakan pengguna market aggregator memiliki tingkat pendidikan Strata 1(S1) dengan usia 30 tahun sampai 40 tahun dan omset perbulan sebesar Rp 5.000.000 - 25.000.0000, lokasi usaha 90% berada di jawa dan 10% di Sumatera. Informan dalam penelitian ini sebagian besar telah mengetahui financial technology(fintech) dan fitur-fiturnya serta menggunakan layanan market aggregator dengan manfaat untuk memperbaiki kinerja usaha dan menambah modal usaha, akan tetapi ada beberapa informan yang tidak mengetahui resiko yang ada apabila menggunakan layanan market aggregator, sedangkan bagi informan dalam penggunaan market aggregator dapat mengatasi masalah keuangan dalam usaha karena pembayaran(transaksi) lebih mudah dan cepat serta membuat keuangan menjadi stabil dan aman.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Bagaimana pelaku UMKM mengatasi manajemen keuangan melalui Aplikasi Fintech Risk and Investment Management?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik penarikan informan yang digunakan adalah teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah pelaku Usaha mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia dengan jumlah sampel tidak dapat di tentukan . Metode analisis yang digunakan adalah metode triangulasi,yaitu metode yang menggabungkan data dengan berbagai Teknik pengumpulan data seperti wawancara, obsevasi untuk di uji keabsahan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hanya Sebagian besar pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang mengetahui permasalahan permodalan/manajemen keuangan bagi pelaku usaha dengan menggunakan aplikasi risk and investment management berbasis fintech.: (1) memiliki pengetahuan tentang layanan risk and investment management; (2) Mengetahui legalitas penyedia layanan layanan risk and investment apakah sudah terdaftar di OJK; (3) Mengetahui tentang regulasi akses data pribadi dan penyebarluasan data pribadi bagi pengguna layanan risk and investment.