Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

10 hasil
Subjek: Sarana
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Deskripsi Penggunaan Sarana Dan Prasarana Dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila Pada Kelas I-C Di SDN 024 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan sarana dan prasarana dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila pada kelas I-C di SDN 024 Tarakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana penggunaan sarana dan prasarana dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru kelas. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sarana dan prasarana dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila pada kelas I-C di SDN 024 Tarakan sudah berjalan cukup baik. Sarana dan prasarana yang tersedia seperti ruang kelas, perpustakaan, alat pelajaran, alat peraga, media pembelajaran, serta lingkungan sekolah dimanfaatkan untuk menunjang proses pembelajaran. Guru menggunakan sarana dan prasarana sesuai dengan materi pembelajaran dan kebutuhan siswa sehingga membantu menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan menarik. Selain itu, guru juga menggunakan lingkungan sekitar sebagai alternatif alat peraga dan media pembelajaran ketika fasilitas belum tersedia. Penggunaan sarana dan prasarana dalam pembelajaran disesuaikan dengan jadwal yang telah disusun oleh pihak sekolah untuk menghindari terjadinya benturan pemakaian seperti penyusunan jadwal atau roster pelajaran di setiap kelas. Secara keseluruhan, penggunaan sarana dan prasarana memberikan dampak positif terhadap kelancaran proses pembelajaran di SDN 024 Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pertanggunganjawaban Pidana bagi pelaku penyedia sarana judii online

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perjudian online merupakan salah satu bentuk tindak pidana yang semakin berkembang dan marak terjadi dengan berkembang teknologi dan informasi yang sangat pesat. Dalam hal hukum pidana di Indonesia, tindakan menyediakan atau memfasilitasi sarana untuk melakukan perbuatan perjudian online termasuk dalam tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 303 dan 303 bis Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), serta Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalis bagaimana pertanggungjawaban pidana bagi pelaku penyedia sarana judi online dan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab tindak pidana penyedia sarana judi online. Dalam penelitian ini menggunakan metode yang digunakan adalah metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan studi kasus. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa pelaku penyedia sarana perjudian online dapat dimintai pertanggungjawaban pidana sebagai pelaku utama, turut serta atau membantu melakukan kejahatan, tergantung pada peran dan keterlibatan dalam aktivitas tersebut, penyedia sarana perjudian jika dilakukan oleh perorangan atau melalui korporasi (melalui sistus web atau platform digital), maka pertanggungjawaban pidana dapat diarahkan pada pengurus, pemilik maupun korporasi itu sendiri, sesuai dengan prinsip corporate criminal liability. Selain itu, masih terdapat tantangan dalam penegekan hukum terhadap tindak pidana ini, terutama terkait dengan aspek yurisdiksi dan identifikasi pelaku yang kerap menggunakan identitas samaran. Oleh karena itu, diperlukan upaya kolaboratif antara aparat penegak hukum, penyedia layanan internet, dan lembaga internasional untuk menanggulangi kejahatan ini secara efektif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Sarana dan Prasarana Sanitasi Lingkungan dengan Status Gizi Stunting Balita Usia 0-59 Bulan Di Wilayah Pesisir Pantai Amal Kota Tarakan

2025•

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi perhatian utama kesehatan masyarakat, khususnya pada balita di wilayah pesisir. Kondisi sanitasi lingkungan yang kurang memadai dapat meningkatkan risiko penyakit infeksi yang berdampak pada gangguan pertumbuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sarana air bersih, sarana jamban, sarana saluran pembuangan air limbah, sarana pembuangan sampah dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan tahun 2026. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross-sectional, melibatkan 71 sampel yang diambil dengan teknik random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan sarana air bersih (p=0,399>p=0,05) dan sarana jamban (p=0,965>p=0,05) dengan kejadian stunting. Terdapat hubungan signifikan sarana pengelolaan sampah (p=0,002

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH TENAGA KERJA KESEHATAN DAN SARANA PRASARANA TERHADAP BEBAN KERJA DAN KUALITAS PELAYANAN DI PUSKESMAS KECAMATAN TANA LIA TAHUN 2024

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Puskesmas di Kecamatan Tana Lia, menghadapi berbagai tantangan serta keterbatasan dari sisi tenaga kerja maupun sarana prasarana yang belum memadai, sehingga berpengaruh terhadap beban kerja dan menurunkan kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tenaga kerja kesehatan dan sarana prasarana terhadap beban kerja serta dampaknya terhadap kualitas pelayanan di Puskesmas Tana Lia. Ketersediaan tenaga kerja kesehatan dan kondisi sarana prasarana merupakan dua faktor krusial yang memengaruhi kinerja pelayanan kesehatan di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan metode analisis jalur, responden pada penelitian ini menggunakan seluruh tenaga kesehatan berjumlah 35 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga kerja kesehatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan beban kerja, dan kualitas pelayanan kesehatan. Sedangkan, sarana prasarana berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas pelayanan, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap beban kerja. Beban kerja tenaga kesehatan ternyata tidak berperan sebagai mediator yang signifikan dalam hubungan antara tenaga kerja maupun sarana prasarana dengan kualitas pelayanan. Evaluasi model menunjukkan bahwa variabel tenaga kerja dan sarana prasarana mampu menjelaskan 69,7% varians kualitas pelayanan, sedangkan varians beban kerja yang dapat dijelaskan oleh variabel independen relatif rendah, yakni sebesar 17,6%. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas pelayanan dipengaruhi secara langsung oleh ketersediaan tenaga kerja dan sarana prasarana.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Fasilitas Sarana dan Prasarana Terhadap Penyelenggaraan Pendidikan Inklusi di SDN 010 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Argena Mery, 2025 “Fasilitas Sarana Dan Prasarana Terhadap Penyelenggaraan Pendidikan Inklusi Di SD Negeri 010 Tarakan”. Pembimbing Utama Riski Sovayunanto, S.Psi.,M.Si dan Pembimbing Anggota Nazwa Manurung, M.Psi.,Psikolog. Dalam buku Pedoman Umum Penyelenggaraan Pendidikan Inklusi menyampaikan bahwa keberadaan anak berkebutuhan khusus di sekolah regular perlu meningkatkan sarana dan prasarana yang dapat menunjang pembelajaran di sekolah. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sarana dan prasarana di SD Negeri 010 Tarakan dalam mempersiapkan sekolah inklusi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kulitatif dengan pendekatan deskriptif dan informan penelitian sebanyak tiga orang terdiri dari satu kepala sekolah, satu guru dengan keahlian anak berkebutuhan khusus sekaligus guru pendamping khusus dan anak berkebutuhan khusus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dan dokumentasi, Teknik analisis data menggunakan metode Miles dan Huberman terdiri dari reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa sarana yang dimiliki sekolah dalam kesiapan penyelenggaraan sekolah inklusi terdiri dari adanya guru PPPK dengan keahlian anak berkebutuhan khusus sekaligus berperan sebagai guru pendamping khusus, wali kelas juga berperan sebagai guru bimbingan konseling, namun demikian sekolah perlu mempertimbangkan adanya guru bimbingan konseling. Selanjutnya, fasilitas prasarana yang dimiliki sekolah terdiri dari satu ruang bimbingan konseling dan pintu kelas yang aksesibel/permukaannya rata. Jika sekolah siap menerima siswa berkebutuhan khusus dengan jumlah banyak, maka perlu adanya prasarana penunjang untuk anak berkebutuhan khusus yang diatur dalam buku saku penyelenggaraan Pendidikan inklusif di sekolah dasar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kebutuhan Sarana dan Prasarana Terhadap Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif di SDN 009 Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1997 Pasal 5, setiap penyandang cacat atau berkebutuhan khusus memiliki hak dalam aspek kehidupan dan penghidupan. Untuk mendukung hal ini pendidikan inklusif dibentuk yaitu layanan pendidikan yang mengikutsertakan anak-anak berkebutuhan khusus bersama anak-anak sebayanya di sekolah reguler. Merujuk pada Permendiknas RI No. 70 Tahun 2009, pemerintah kabupaten/kota diwajibkan menunjuk minimal satu sekolah dasar dan satu sekolah menengah pertama di setiap kecamatan serta satu satuan pendidikan menengah atas untuk menyelenggarakan pendidikan inklusif. Namun kota Tarakan yang merupakan pusat perekonomian dan pendidikan di Kalimantan Utara belum memiliki sekolah inklusif. Oleh karena itu Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Utara mulai membentuk sekolah inklusif di wilayah tersebut. Salah satu sekolah yang ditunjuk adalah SDN 009 Tarakan dengan tujuan mendirikan sekolah inklusif sejak dini. Ketika berhadapan pada pembentukan sekolah tentu memiliki kebutuhan pada tahap proses pembentukan tersebut. Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik untuk meneliti kebutuhan sekolah dalam hal sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah adapun pelaksanaan penelitian ini dilakukan di SDN 009 Tarakan dengan metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskritif dan kepala sekolah maupun wakil kepala sarana prasarana sebagai sumber informasi dengan teknik analisis data melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan adapun untuk menguji keabsahan data dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan sarana dan prasarana terhadap penyelenggaraan pendidikan inklusif di SDN 009 Tarakan telah cukup terpenuhi/cukup memadai dengan acuan terpenuhinya beberapa Prosedur Operasi Standar Pendidikan Anak Usia Dini Inklusif yang dikeluarkan oleh Kemendikbud seperti terdapatnya ramp, guiding block, dan pintu-pintu yang aksesibel. Mengingat penyelenggaraan sekolah inklusif yang baru dilaksanakan di Kalimantan Utara khususnya Kota Tarakan hal tersebut dinilai telah cukup baik sebagai langkah awal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Sarana Pendukung, Budaya, dan Motivasi Terhadap Intensi Knowledge Sharing dalam Implementasi E-Learning (Studi Pada : Dosen Universitas Borneo Tarakan)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh sarana pendukung, budaya dan motivasi terhadap intensi knowledge sharing dalam implementasi e-learning pada dosen Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probabilty sampling dengan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian adalah dosen Universitas Borneo Tarakan dengan persyaratan sampel dosen aktif atau tidak sedang lanjut studi dan pernah menggunakan aplikasi BEL (borneo e-learning) dan google classroom, dengan jumlah sampel 105 responden. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS versi 26. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel sarana pendukung dan budaya tidak berpengaruh signifikan terhadap intensi knowledge sharing dalam implementasi e-learning pada dosen Universitas Borneo Tarakan. Sedangkan, variabel motivasi berpengaruh signifikan terhadap intensi knowledge sharing dalam implementasi e-learning pada dosen Universitas Borneo Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA DI SDN 013 TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berfokus tentang bagaimana Pelaksanaan dan Pengelolaan Ekstrakurikuler Olahraga. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan lokasi penelitian di SDN 013 Tarakan. Sumber data utama kepala sekolah dan pembina ekstrakurikuler. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumen. Proses analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian tentang pelaksanaan ekstrakurikuler olahraga di SDN 013 Tarakan terdapat ada 4 (empat) jenis kegiatan ekstrakurikuker olahraga yaitu : sepak bola, futsal, voli dan karate. Pembina yang ditetapkan sebagai penanggung jawab ekstrakurikuler hanya satu pembina. Jumlah keseluruhan siswa-siswi yang ikut dalam kegiatan olahraga adalah 25 peserta, yaitu dari kelas 4 sampai dengan kelas 5. Kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan pada hari selasa dan kamis pada jam 14.00-16.00. Jika pembina berhalangan hadir atau cuaca pada hari tersebut tidak baik, maka pelaksanaan ekstrakurikuler akan diganti ke hari yang lain sesuai arahan dari pembina. Berdasarkan hasil pengelolaan tentang sarana dan prasarana olahraga di SDN 013 Tarakan bahwa hasil menunjukan terdapat sarana yang kurang memadai yaitu peralatan bola voli dalam kategori kurang sekali dengan persentase 16,67% dan peralatan sepak bola dalam kategori kurang sekali dengan persentase 16,67%, kemudian peralatan atletik dalam kategori kurang dengan persentase 40% sedangkan untuk sarana yang memadai yaitu peralatan bola basket dengan kategori sedang dengan persentase 50%, dan peralatan senam dalam kategori baik dengan persentase 62,5%. Untuk prasarana atau lapangan yang ada di SDN 013 Tarakan hanya mengunakan halaman depan sekolah dalam melaksanakan olahraga dan bermian. Ekstrakurikuler olahraga memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk melatih dan menggembangkan bakat yang dimilikinya, diharapkan bagi pihak sekolah untuk memperhatikan pelaksanaan kegiatan, sarana dan prasarana yang mendukung proses ekstrakurikuler disekolah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KESULITAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN DARING PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VII DI SMP NEGERI 5 TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat kesulitan belajar IPA yang di alami siswa dalam pembelajaran daring dari aspek minat belajar dan sarana prasarana. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII G SMP Negeri 5 Tarakan sebanyak 28 orang. Instrumen dalam penelitian ini adalah angket kesulitan belajar peserta didik, dimana di dalam angket ini aspek yang dilihat adalah minat belajar dan sarana prasarana. Teknik analisis data pada penelitian ini digunakan untuk melihat persentase yang diperoleh pada masing-masing item pernyataan yang kemudian ditafsirkan ke dalam kriteria jawaban yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kesulitan belajar IPA siswa secara Daring dari aspek minat belajar dengan persentase keseluruhan sebesar 63,78% yaitu dengan kategori sebagian besar memiliki kesilitan belajar dari aspek minat belajar; (2) Kesulitan belajar IPA siswa secara Daring dari aspek sarana dan prasarana memiliki persentase rata-rata keseluruhan 68,63% yaitu dengan kategori sebagian besar siswa mendapatkan kesulitan belajar dari aspek sarana dan prasarana. This research aims to describe how the level of learning difficulty in learning science faced by students in online learning from the aspects of learning interest and learning facilities, This research employed quantitative descriptive research The research subject was Seventh Grade Students of SMP Negeri 5 Tarakan, namely G Class, consisting of 28 students. The research instrument was a questionnaire that consisted of the learning interest and learning facilities aspect. The data analysis technique was used to describe the percentage for each statement item which was then interpreted into the predetermined answer criteria. The research results showed that (1) the learning difficulty in learning science Online indicated overall 63,78%, which means that most students faced learning difficulties in the aspects of learning interest; (2) related to the online learning facilities, students faced difficulties 68 63%. It means that most students needed help with learning facilities and infrastructure.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MODEL STRUKTURAL PERAN PRASARANA BUDIDAYA PERTANIAN TANAMAN PANGAN UNGGULAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

MODEL STRUKTURAL PERAN PRASARANA BUDIDAYA PERTANIAN TANAMAN PANGAN UNGGULAN ABSTRAK Safira Nur Alifah. (17.40202.029). 2020. Model Struktural Peran Prasarana Budidaya Pertanian Komoditas Tanaman Pangan Unggulan. Dibimbing oleh Adi Sutrisno. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini dilatar belakangi untuk mengetahui pentingnya mengetahui komoditas basis dan komoditas unggulan di Provinsi Kalimantan Utara dan Prasarana budidaya pertanian apa saja yang menjadi prioritas untuk mendukung peningkatan kegiatan usahatani dan produksi tanaman pangan di Provinsi Kalimantan Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) analisis Location Quotient (LQ) untuk mengetahui komoditas basis dan non basis tanaman pangan di Provinsi Kalimantan Utara, (2) Metode Perbandingan Eksponensial (MPE) untuk mengetahui komoditas unggulan tanaman pangan di Provinsi Kalimantan Utara, dam (3) analisis Interpretative Structural Modelling (ISM) untuk mengetahui prasarana budidaya pertanian yang sebaiknya menjadi prioritas untuk mendukung peningkatan kegiatan usahatani dan produksi tanaman pangan di Provinsi Kalimantan Utara. Hasil penelitian yang didapatkan pada penelitian ini adalah, (1) komoditas tanaman pangan yang basis adalah padi, kedelai, ubi kayu dan ubi jalar. (2) komoditas tanaman pangan unggulan di Provinsi Kalimantan Utara yang pertama adalah padi, ubi kayu dan kedelai. (3) prasarana budidaya pertanian yang sebaiknya menjadi prioritas untuk mendukung peningkatan kegiatan usahatani dan produksi tanaman pangan adalah prasarana pemegang kunci antara lain, jaringan irigasi dan/atau drainase, jalan penghubung, gudang, dan bangsal penanganan pascapanen. Implikasi kebijakan dari hasil penelitian ini adalah menjadikan komoditas unggulan sebagai komoditas prioritas yang dikembangkan di Wilayah Provinsi Kalimantan Utara. Selain itu, prasarana budidaya pertanian yang harus diprioritas dalam rangka untuk meningkatkan produksi tanaman pangan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail