ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Juata Laut merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kota Tarakan Kalimantan Utara. Juata Laut memiliki potensi perikanan yang cukup baik hal ini ditandai dengan banyaknya alat tangkap pukat hela yang berada di Juata Laut. Dengan kesempatan ini dilakukan penelitian tentang analisis hasil tangkapan, kelayakan usaha dan tingkat keramahan lingkungan alat tangkap pukat hela di Perairan Juata Laut berdasarkan 9 kriteria keramahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan menentukan hasil tangkapan, kelayakan usaha, serta menentukan tingkat keramahan lingkungan pada alat tangkap pukat hela. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel yang dilakukan adalah metode purposive random sampling yaitu dengan dua pendekatan diantaranya dengan cara observasi dan survey. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh hasil tangkapan utama yaitu ikan nomei 682 kg serta hasil tangkapan sampingan ikan puput 329 kg, cumi-cumi 81 kg, ikan gulama 432 kg, ikan bawal 128,4 kg, udang merah/duri 53 kg, udang putih 183,2 kg, udang windu 222,9 kg, dan hasil tangkapan buangan udang manthis 3 kg, ikan layur 7 kg, dan kepiting kecil 23 kg. Kelayan usaha pada perikanan tangkap pukat hela didapatkan hasil BC/Rasio sebesar 1,730 berarti usaha tersebut layak untuk di jalankan. Adapun tingkat keramahan lingkungan yang ada di Perairan Juata Laut ini termasuk kategori ramah lingkungan dimana diperoleh skor 26,9.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan membuktikan secara empiris pengaruh Green Accounting dan Kinerja Lingkungan terhadap Kinerja Keuangan dengan Good Corporate Governance (GCG) sebagai variabel moderasi. Objek penelitian berfokus pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode pengamatan tahun 2020-2024. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, sehingga diperoleh sebanyak 18 perusahaan sampel dengan periode observasi selama 5 tahun (2020-2024), menghasilkan total 90 observasi data panel seimbang. Metode analisis yang digunakan adalah Moderated Regression Analysis (MRA) dengan pendekatan Random Effect Model (REM) terpusat (mean centering) melalui bantuan software Eviews 12. Hasil pengujian parsial (uji t) menunjukkan bahwa Green Accounting berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan (Retur on Assets / ROA), sedangkan Kinerja Lingkungan terbukti berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan. Lebih lanjut, hasil estimasi interaksi membuktikan bahwa Good Corporate Governance yang diproksikan melalui proporsi komisaris independen tidak mampu memoderasi pengaruh Green Accounting maupun Kinerja Lingkungan terhadap Kinerja Keuangan. Berdasarkan tipologi moderasi, variabel GCG dalam model ini diklasifikasikan sebagai Homologiser Moderator (moderasi homogen).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi anggaran lingkungan dalam pengelolaan keuangan Desa Taras, Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau. Jenis Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kepala Urusan Keuangan/Bendahara Desa Dan Masyarakat Desa. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta uji keabsahan data melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan akuntansi lingkungan di Desa Taras telah mencakup tahapan identifikasi, pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan. Terdapat Unsur Akuntasi Lingkungan Dalam Pengelolaan Keuangan Desa Namun Masih Terintegritas Dalam Sistem Keuangan Desa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Kesadaran lingkungan merupakan aspek penting dalam membentuk karakter dan perilaku peduli lingkungan, terutama pada siswa SMP yang bersekolah di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan profil kesadaran lingkungan siswa SMP di wilayah pesisir Kota Tarakan ditinjau dari aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik survei. Sampel penelitian berjumlah 76 siswa kelas VIII dari SMP Negeri 10 Tarakan dan SMP Negeri 12 Tarakan. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert empat pilihan jawaban dan observasi sebagai data pendukung. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa mean, standar deviasi, frekuensi, persentase, dan kategorisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek pengetahuan didominasi kategori sedang sebesar 73,68%, rendah 17,11%, dan tinggi 9,21%. Aspek sikap didominasi kategori sedang sebesar 61,84%, rendah 22,37%, dan tinggi 15,79%. Aspek tindakan didominasi kategori sedang sebesar 65,79%, rendah 13,16%, dan tinggi 21,05%. Berdasarkan ketiga aspek tersebut, profil kesadaran lingkungan siswa SMP di wilayah pesisir Kota Tarakan berada pada kategori sedang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kesadaran lingkungan siswa telah terbentuk, tetapi masih perlu diperkuat agar berkembang secara lebih optimal melalui pembelajaran IPA yang kontekstual dan pembiasaan perilaku peduli lingkungan di sekolah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
HUBUNGAN POTENSI LINGKUNGAN DAN PERILAKU TIDAK AMAN TERHADAP KEJADIAN TERTUSUK JARUM DAN BENDA TAJAM PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT ABSTRAK Kejadian tertusuk jarum dan benda tajam merupakan salah satu kecelakaan kerja yang sering dialami perawat. Kejadian ini dapat dipengaruhi oleh potensi lingkungan kerja yang tidak aman maupun perilaku tidak aman dalam menangani jarum suntik dan benda tajam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan potensi lingkungan kerja tidak aman dan perilaku tidak aman terhadap kejadian tertusuk jarum dan benda tajam pada perawat di salah satu rumah sakit di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain crosssectional. Sampel berjumlah 319 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner kejadian tertusuk jarum dan benda tajam, kuesioner potensi lingkungan tidak aman, serta kuesioner perilaku tidak aman, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji koefisien kontingensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 98 perawat (30,7%) pernah mengalami kejadian tertusuk jarum dan benda tajam dalam lima tahun terakhir. Penyebab tersering adalah jarum suntik (48,9%), lokasi cedera paling banyak pada jari tangan (93,9%), dan kegiatan yang paling sering menimbulkan cedera adalah mematahkan ampul (31,7%). Sebanyak 74 perawat (23,2%) menyatakan lingkungan kerjanya tidak aman, sedangkan 287 perawat (90%) masih melakukan perilaku tidak aman. Hasil uji bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara potensi lingkungan kerja tidak aman dengan kejadian tertusuk jarum dan benda tajam (p = 0,716). Sebaliknya, terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku tidak aman dengan kejadian tersebut (p = 0,018) dengan arah korelasi positif, yaitu semakin tinggi perilaku tidak aman maka semakin tinggi peluang terjadinya kejadian tertusuk jarum dan benda tajam. Kesimpulan penelitian ini adalah perilaku tidak aman berperan sebagai faktor risiko yang berkontribusi terhadap kejadian tertusuk jarum dan benda tajam pada perawat, sedangkan potensi lingkungan kerja tidak aman belum terbukti menjadi faktor penentu utama.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keberlanjutan sumber daya ikan dipengaruhi oleh proses dan tingkat pemanfaatan alat tangkap, sehingga penggunaan alat yang memenuhi prinsip ramah lingkungan menjadi upaya penting dalam mendukung pengelolaan perikanan berkelanjutan sebagaimana ditegaskan FAO (1995) dalam Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat keramahan lingkungan jaring hanyut yang digunakan nelayan di Fishing Base Selumit Pantai, Kota Tarakan, berdasarkan sembilan kriteria CCRF, yaitu selektivitas, dampak habitat, kualitas hasil tangkapan, keselamatan nelayan, keamanan produk, tangkapan sampingan, dampak biodiversitas, spesies dilindungi, dan penerimaan sosial. Penelitian menggunakan observasi lapangan dan wawancara terstruktur dengan pendekatan purposive sampling, dianalisis melalui sistem skoring serta analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman pengelolaan alat tangkap. Hasil menunjukkan jaring hanyut memiliki selektivitas sedang, tidak merusak habitat secara signifikan, menghasilkan ikan bermutu baik, serta aman bagi nelayan dan konsumen, meski masih terdapat tangkapan sampingan non-target yang sejalan dengan prinsip FAO (1995). Analisis SWOT menunjukkan kekuatan pada keamanan dan penerimaan sosial yang tinggi, kelemahan pada rendahnya selektivitas dan potensi tertangkapnya spesies dilindungi, peluang pada modifikasi mata jaring dan pemanfaatan bycatch, serta ancaman dari tingginya keanekaragaman hayati perairan tropis, sehingga jaring hanyut tergolong ramah lingkungan namun tetap memerlukan peningkatan pengawasan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan complex problem solving (CPS) merupakan salah satu keterampilan penting abad ke-21 yang perlu dikembangkan melalui pembelajaran sains, khususnya pada materi lingkungan yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Namun, ketersediaan instrumen yang mampu mengukur kemampuan CPS peserta didik SMP dalam konteks lingkungan pesisir masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan instrumen CPS yang memenuhi kriteria valid dan reliabel pada materi lingkungan bagi peserta didik SMP di wilayah pesisir Kota Tarakan. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Pengembangan instrumen mengacu pada lima indikator CPS, yaitu complexity of the problem situation, connectivity between involved variables, dynamics of the situation, intransparency, dan polytely. Instrumen awal terdiri atas 40 soal pilihan ganda dan 20 soal esai yang disusun berdasarkan permasalahan lingkungan pesisir Kota Tarakan. Uji coba dilakukan kepada 57 peserta didik SMP Negeri 10 Tarakan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui validasi ahli dan uji coba instrumen, kemudian dianalisis untuk mengetahui validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 33 soal pilihan ganda dan seluruh 20 soal esai memenuhi kriteria valid. Nilai reliabilitas yang diperoleh sebesar 0,736 untuk soal pilihan ganda dan 0,751 untuk soal esai. Dengan demikian, instrumen CPS yang dikembangkan dinyatakan valid dan reliabel serta layak digunakan dalam pengukuran kemampuan CPS peserta didik pada materi lingkungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN KERJA DENGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT RS PRATAMA DI PERBATASAN NEGARA INDONESIA-MALAYSIA PROVINSI KALIMANTAN UTARA ABSTRAK Rumah Sakit Pratama di wilayah perbatasan menghadapi berbagai keterbatasan yang dapat memengaruhi lingkungan kerja dan kepuasan kerja perawat. Lingkungan kerja yang kurang kondusif berpotensi menurunkan kepuasan kerja serta berdampak pada mutu pelayanan keperawatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor lingkungan kerja dengan kepuasan kerja perawat di RS Pratama Perbatasan Indonesia–Malaysia Provinsi Kalimantan Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan hubungan faktor lingkungan kerja dengan kepuasan kerja perawat RS Pratama di Perbatasan Indonesia-Malaysia Provinsi Kalimantan Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling dengan total responden sebanyak 70 orang. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antaraactoror lingkungan dengan kepuasan kerja perawat dengan nilai orelasi sedang dan positif, yang artinya yang berarti semakin baik faktor lingkungan, maka kepuasan kerja cenderung semakin tinggi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi manajemen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas lingkungan kerja guna meningkatkan kepuasan kerja perawat dan mutu pelayanan keperawatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang menyebabkan tinggi badan anak lebih rendah dari standar usianya akibat kekurangan gizi jangka panjang. Kondisi ini dapat memengaruhi pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas hidup anak. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap stunting adalah sanitasi lingkungan yang buruk, karena dapat meningkatkan risiko penyakit infeksi berulang yang mengganggu penyerapan zat gizi. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui apakah ada hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting di daerah pesisir. Metode pada penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian case-control. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan teknik random sampling dengan rasio kasus dan kontrol 1:1, sehingga total sampel sebanyak 100 responden yang terdiri atas 50 kelompok kasus dan 50 kelompok kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai p=0,001 (p0,05), yang menandakan adanya hubungan signifikan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting. Balita yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi tidak memenuhi syarat memiliki risiko 87,1 kali lebih besar mengalami stunting dibandingkan balita yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi yang memenuhi syarat (OR=87,1). Terdapat hubungan yang signifikan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting di daerah pesisir. Balita yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi yang tidak memenuhi syarat memiliki risiko lebih tinggi mengalami stunting dibandingkan balita yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi yang memenuhi syarat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Ketersediaan air bersih yang memenuhi standar kualitas merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kota Tarakan air sumur bor masih menjadi sumber utama bagi masyarakat yang belum terlayani oleh saluran air perpipaan. Namun, kualitas air sumur bor belum dipantau secara rutin, sehingga berpotensi mengalami kontaminasi yang dapat membahayakan kesehatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem pemantau kualitas air dari sumur bor berbasis internet of things untuk mendukung deteksi dini kontaminasi Lingkungan. Sistem dikembangkan menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai pengendali utama yang terintegrasi dengan empat sensor, yaitu sensor pH (4502c), sensor kekeruhan (SEN0189) , sensor TDS (Total Dissolved Solids), dan sensor warna (TCS3200). Data hasil pengukuran dikirim ke Firebase Realtime Database dan ditampilkan melalui dashboard berbasis website untuk memudahkan pemantauan jarak jauh. Pengujian sistem meliputi kalibrasi sensor, pengujian performa komunikasi data, serta implementasi metode rule-based system yang mengacu pada standar baku mutu kualitas air bersih sesuai Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 2 Tahun 2023. Hasil kalibrasi sensor menunjukkan bahwa sensor pH memiliki nilai rata-rata error sebesar 1,13%, TDS memiliki rata-rata error sebesar 2,02%, sensor kekeruhan dan warna (TCS3200) memiliki rata-rata error sebesar 0%. Berdasarkan 30 data hasil pengujian pada dua sumur bor, sistem mengidentifikasi bahwa kualitas air tidak memenuhi kriteria kelayakan sehingga diklasifikasikan sebagai “Tidak Layak” dikarenakan salah satu parameter pengukuran melebihi ambang batas yang ditetapkan pada rule-based system yaitu, pada nilai kekeruhan sebesar 147 NTU dan TDS sebesar 507 ppm. Pengujian performa komunikasi data menunjukkan nilai packet loss sebesar 0% dan rata-rata latency sebesar 2,078 ms, yang menujukkan bahwa seluruh data berhasil dikirim dan diterima tanpa kehilangan paket selama proses pengujian. Dengan demikian, sistem pemantau kualitas air dari sumur bor berbasis IoT yang dikembangkan mampu melakukan pengukuran secara akurat, mendukung proses pemantauan kualitas air secara real-time, serta membantu deteksi dini terhadap potensi kontaminasi lingkungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Makrozoobentos merupakan organisme dasar perairan yang berperan penting dalam rantai makanan serta dapat digunakan sebagai bioindikator kualitas lingkungan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman makrozoobentos dan kondisi lingkungan pada tambak tradisional udang windu dengan mangrove (TDM) dan tanpa mangrove (TTM) di Kota Tarakan. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling pada tiga stasiun pengamatan pada masing-masing tipe tambak. Data yang dikumpulkan meliputi komposisi jenis, kelimpahan, indeks keanekaragaman (H'), indeks keseragaman (E), indeks dominansi (D), serta parameter kualitas lingkungan berupa suhu, pH air, pH tanah, oksigen terlarut (DO), salinitas, dan amonia. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan menggunakan uji t untuk mengetahui perbedaan komunitas makrozoobentos antara kedua lokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah jenis dan kelimpahan makrozoobentos pada TDM lebih tinggi dibandingkan TTM. Nilai indeks keanekaragaman pada TDM berkisar 1,56–1,59, sedangkan pada TTM berkisar 1,06–1,26. Hasil uji t menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan (p0,05) antara kedua tipe tambak. Komunitas makrozoobentos yang ditemukan didominasi oleh Gastropoda. Hasil pengukuran kualitas lingkungan menunjukkan bahwa sebagian besar parameter masih berada pada kisaran yang mendukung kehidupan makrozoobentos, meskipun kadar amonia melebihi baku mutu yang direkomendasikan. Keberadaan mangrove terbukti meningkatkan ketersediaan bahan organik dan kualitas habitat sehingga mendukung keanekaragaman dan kelimpahan makrozoobentos yang lebih tinggi pada tambak tradisional udang windu di Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin, motivasi, dan lingkungan kerja terhadap kinerja Guru PNS pada SMA Negeri Terpadu Unggulan | Tana Tidung Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner kepada 30 responden. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dan uji t didukung dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Disiplin, Motivaasi dan Lingkungan Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru PNS Pada SMA Negeri Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung, semakin tinggi Tingkat kedisiplin guru dalam mematuhi peraturan sekolah, maka semakin baik pula kinerja yang dihasilkan, semakin baik Motivasi yang diberikan maka semakin baik pula kinerja yang dihasilkan, Lingkungan Kerja yang aman, nyaman, kondusif serta didukung fasilitas yang memadai mampu meningkatkan Kinerja guru PNS Pada SMA Negeri Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung .
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pasca berlakunya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang kemudian ditetapkan menjadi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 membawa perubahan mendasar dalam sistem perizinan di Indonesia. Salah satu perubahan tersebut adalah penggantian izin lingkungan menjadi persetujuan lingkungan yang terintegrasi dalam sistem perizinan berusaha berbasis risiko. Perubahan ini menimbulkan berbagai pandangan mengenai kedudukan dan fungsi persetujuan lingkungan dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta dampaknya terhadap pembangunan berkelanjutan. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah tipe penelitian hukum normatif yakni penelitian pada asasnya merupakan penelitian doktrinal atau penelitian hukum teoretis. Pendekatan perundang-undangan (statue approach) pada dasarnya dilakukan dengan menelaah semua peraturan perundang-undangan yang bersangkutan paut dengan permasalahan isu hukum yang sedang dihadapi terkait dengan konsep persetujuan lingkungan sebagai model perizinan berusaha dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Pendekatan konseptual (conseptual approach) adalah pemahaman terhadap pandangan atau doktrin yang berkembang dalam ilmu hukum dapat menjadi pijakan untuk membangun argumentasi hukum ketika menyelesaikan permasalahan isu hukum yang sedang dihadapi terkait dengan dampak persetujuan lingkungan terhadap pembangunan berkelanjutan. Bahwa persetujuan lingkungan merupakan model perizinan yang berfungsi sebagai instrumen pengendalian administratif dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, Bahwa persetujuan lingkungan memiliki dampak yang bersifat dualisme terhadap pembangunan berkelanjutan, persetujuan lingkungan pada dasarnya mendukung pembangunan berkelanjutan karena berupaya menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, namun keberhasilannya sangat bergantung pada konsistensi pengawasan dan pelaksanaan ketentuan perlindungan lingkungan hidup.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil sikap peduli lingkungan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Tarakan. Sikap peduli lingkungan diukur berdasarkan tiga indikator, yaitu: (1) merawat lingkungan sekolah, (2) membuang sampah pada tempatnya, dan (3) penghematan energi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII dan VIII di salah satu SMP Kota Tarakan dengan jumlah sampel sebanyak 66 siswa yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket Skala Likert dengan empat pilihan jawaban (SS, S, KS, TS) yang telah disusun berdasarkan kisi-kisi indikator sikap peduli lingkungan. Teknik analisis data menggunakan perhitungan persentase dan dikategorikan ke dalam kriteria sangat baik, baik, cukup, kurang, hingga sangat kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata sikap peduli lingkungan siswa secara keseluruhan berada pada kategori sangat baik, dengan rincian siswa kelas VII sebesar 84,3% dan siswa kelas VIII sebesar 83%. Berdasarkan jenis kelamin, siswa perempuan memiliki rata-rata sikap peduli lingkungan (84,86%) lebih tinggi dibandingkan siswa laki-laki (82,61%). Indikator tertinggi dicapai pada penghematan energi (kelas VII 93%, kelas VIII 88%), sedangkan indikator terendah pada merawat lingkungan sekolah (kelas VII 75%, kelas VIII 74%). Dengan demikian, profil sikap peduli lingkungan siswa SMP Kota Tarakan tergolong sangat baik namun masih perlu ditingkatkan pada aspek perawatan lingkungan sekolah secara konsisten.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab perilaku agresi verbal pada siswa di SMP Negeri 4 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak tiga orang siswa yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Penggumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku agresi verbal yang dilakukan siswa meliputi agresi verbal aktif langsung, aktif tidak langsung, pasif langsung, dan pasif tidak langsung. Bentuk perilaku tersebut antara lain berkata kasar, neghina teman, menyebarkan keburukan teman, mendiamkan teman, serta menyindir secara tidak langsung. Faktor penyebab perilaku agresi verbal meliputi provokasi dari teman sebaya, kondisi lingkungan yang tidak menyenangkan (aversif), pengaruh isyarat agresi dari lingkungan pergaulan, karakteristik individu, dan pengaruh kelompok deindividuasi. Perilaku agresi verbal dipengaruhi oleh kondisi emosional siswa dan interaksi sosial di lingkungan sekolah. Dampak yang ditimbulkan antara lain terganggunya hubungan sosial antara siswa, munculnya konflik, serta terciptanya lingkungan belajar yang kurang kondusif. Oleh karena itu, diperlukan upaya dari guru sekolah, guru, dan orang tua untuk membantu siswa mengontrol emosi serta membangun pola komunikasi dan interaksi sosial positif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional, motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi terhadap kinerja guru Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh guru SD Negeri di wilayah tersebut, dengan jumlah sampel sebanyak 109 responden yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, kecerdasan emosional, motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Kecerdasan emosional memberikan kontribusi terbesar dalam meningkatkan kinerja guru, diikuti oleh motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi. Secara simultan, keempat variabel independen tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa model penelitian memiliki kemampuan yang cukup dalam menjelaskan variasi kinerja guru, meskipun masih terdapat faktor lain di luar model yang turut memengaruhi. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja guru tidak hanya dipengaruhi oleh aspek teknis, tetapi juga oleh faktor psikologis dan lingkungan organisasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya terpadu dari pihak sekolah dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kecerdasan emosional, motivasi kerja, serta menciptakan lingkungan kerja dan budaya organisasi yang kondusif guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional, motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi terhadap kinerja guru Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh guru SD Negeri di wilayah tersebut, dengan jumlah sampel sebanyak 109 responden yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, kecerdasan emosional, motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Kecerdasan emosional memberikan kontribusi terbesar dalam meningkatkan kinerja guru, diikuti oleh motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi. Secara simultan, keempat variabel independen tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa model penelitian memiliki kemampuan yang cukup dalam menjelaskan variasi kinerja guru, meskipun masih terdapat faktor lain di luar model yang turut memengaruhi. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja guru tidak hanya dipengaruhi oleh aspek teknis, tetapi juga oleh faktor psikologis dan lingkungan organisasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya terpadu dari pihak sekolah dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kecerdasan emosional, motivasi kerja, serta menciptakan lingkungan kerja dan budaya organisasi yang kondusif guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan model Problem Based Learning (PBL) berbasis laboratorium virtual terhadap hasil belajar kognitif siswa SMP pada materi pencemaran lingkungan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa serta kurang optimalnya penggunaan model pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif dan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri dari dua kelompok, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang tidak dipilih secara acak. Kedua kelompok diberikan pretest dan posttest. Kelas eksperimen diberi perlakuan berupa penerapan PBL berbasis laboratorium virtual, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran multi-metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan penggunaan model PBL berbasis laboratorium virtual terhadap hasil belajar kognitif siswa. Hal ini ditunjukkan oleh nilai rata-rata posttest kelas eksperimen yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Selain itu, model ini juga mampu meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa, khususnya pada aspek analisis (C4) dan evaluasi (C5), serta meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran. Dengan demikian, model Problem Based Learning berbasis laboratorium virtual efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa pada materi pencemaran lingkungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja, motivasi kerja, dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja staf Kantor Camat Krayan Long Bawan. Penelitian dilatarbelakangi oleh masih rendahnya disiplin kerja, belum optimalnya motivasi kerja, serta kondisi lingkungan kerja yang kurang mendukung, yang berpotensi memengaruhi kepuasan kerja staf. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, dengan populasi sebanyak 46 staf yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan wawancara dengan skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS melalui uji parsial (t) dan uji simultan (F). Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, sedangkan motivasi kerja berpengaruh positif namun tidak signifikan. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja staf. Dengan demikian, peningkatan disiplin kerja dan perbaikan lingkungan kerja menjadi faktor utama dalam meningkatkan kepuasan kerja staf, sementara motivasi kerja perlu dikelola secara lebih efektif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompensasi dan lingkungan kerja terhadap turnover intention karyawan pada PT. Damai Bangun Jaya di Kabupaten Malinau. Penelitian ini difokuskan pada analisis pengaruh kompensasi dan lingkungan kerja terhadap tingkat turnover intention karyawan sebagai upaya perusahaan dalam mempertahankan tenaga kerja. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada seluruh karyawan PT. Damai Bangun Jaya Malinau. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 80 responden dan seluruh populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen, baik secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention karyawan PT. Damai Bangun Jaya Malinau. Lingkungan kerja juga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention karyawan PT. Damai Bangun Jaya Malinau. Secara simultan, kompensasi dan lingkungan kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention karyawan PT. Damai Bangun Jaya Malinau. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik kompensasi dan lingkungan kerja yang diberikan perusahaan, maka semakin rendah keinginan karyawan untuk meninggalkan perusahaan.