Pengembangan instrumen complex problem solving peserta didik pada materi lingkungan di smp wilayah pesisir kota tarakan
Kemampuan complex problem solving (CPS) merupakan salah satu keterampilan penting abad ke-21 yang perlu dikembangkan melalui pembelajaran sains, khususnya pada materi lingkungan yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Namun, ketersediaan instrumen yang mampu mengukur kemampuan CPS peserta didik SMP dalam konteks lingkungan pesisir masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan instrumen CPS yang memenuhi kriteria valid dan reliabel pada materi lingkungan bagi peserta didik SMP di wilayah pesisir Kota Tarakan. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Pengembangan instrumen mengacu pada lima indikator CPS, yaitu complexity of the problem situation, connectivity between involved variables, dynamics of the situation, intransparency, dan polytely. Instrumen awal terdiri atas 40 soal pilihan ganda dan 20 soal esai yang disusun berdasarkan permasalahan lingkungan pesisir Kota Tarakan. Uji coba dilakukan kepada 57 peserta didik SMP Negeri 10 Tarakan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui validasi ahli dan uji coba instrumen, kemudian dianalisis untuk mengetahui validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 33 soal pilihan ganda dan seluruh 20 soal esai memenuhi kriteria valid. Nilai reliabilitas yang diperoleh sebesar 0,736 untuk soal pilihan ganda dan 0,751 untuk soal esai. Dengan demikian, instrumen CPS yang dikembangkan dinyatakan valid dan reliabel serta layak digunakan dalam pengukuran kemampuan CPS peserta didik pada materi lingkungan.