Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Keramahan Lingkungan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS HASIL TANGKAPAN, KELAYAKAN USAHA, DAN TINGKAT KERAMAHAN LINGKUNGAN ALAT TANGKAP PUKAT HELA DI PERAIRAN JUATA LAUT KOTA TARAKAN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Juata Laut merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kota Tarakan Kalimantan Utara. Juata Laut memiliki potensi perikanan yang cukup baik hal ini ditandai dengan banyaknya alat tangkap pukat hela yang berada di Juata Laut. Dengan kesempatan ini dilakukan penelitian tentang analisis hasil tangkapan, kelayakan usaha dan tingkat keramahan lingkungan alat tangkap pukat hela di Perairan Juata Laut berdasarkan 9 kriteria keramahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan menentukan hasil tangkapan, kelayakan usaha, serta menentukan tingkat keramahan lingkungan pada alat tangkap pukat hela. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel yang dilakukan adalah metode purposive random sampling yaitu dengan dua pendekatan diantaranya dengan cara observasi dan survey. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh hasil tangkapan utama yaitu ikan nomei 682 kg serta hasil tangkapan sampingan ikan puput 329 kg, cumi-cumi 81 kg, ikan gulama 432 kg, ikan bawal 128,4 kg, udang merah/duri 53 kg, udang putih 183,2 kg, udang windu 222,9 kg, dan hasil tangkapan buangan udang manthis 3 kg, ikan layur 7 kg, dan kepiting kecil 23 kg. Kelayan usaha pada perikanan tangkap pukat hela didapatkan hasil BC/Rasio sebesar 1,730 berarti usaha tersebut layak untuk di jalankan. Adapun tingkat keramahan lingkungan yang ada di Perairan Juata Laut ini termasuk kategori ramah lingkungan dimana diperoleh skor 26,9.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Keramahan Lingkungan Perikanan Jaring Hanyut (Drift Gillnet) Pada Fishing Base Selumit Pantai, Tarakan.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keberlanjutan sumber daya ikan dipengaruhi oleh proses dan tingkat pemanfaatan alat tangkap, sehingga penggunaan alat yang memenuhi prinsip ramah lingkungan menjadi upaya penting dalam mendukung pengelolaan perikanan berkelanjutan sebagaimana ditegaskan FAO (1995) dalam Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat keramahan lingkungan jaring hanyut yang digunakan nelayan di Fishing Base Selumit Pantai, Kota Tarakan, berdasarkan sembilan kriteria CCRF, yaitu selektivitas, dampak habitat, kualitas hasil tangkapan, keselamatan nelayan, keamanan produk, tangkapan sampingan, dampak biodiversitas, spesies dilindungi, dan penerimaan sosial. Penelitian menggunakan observasi lapangan dan wawancara terstruktur dengan pendekatan purposive sampling, dianalisis melalui sistem skoring serta analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman pengelolaan alat tangkap. Hasil menunjukkan jaring hanyut memiliki selektivitas sedang, tidak merusak habitat secara signifikan, menghasilkan ikan bermutu baik, serta aman bagi nelayan dan konsumen, meski masih terdapat tangkapan sampingan non-target yang sejalan dengan prinsip FAO (1995). Analisis SWOT menunjukkan kekuatan pada keamanan dan penerimaan sosial yang tinggi, kelemahan pada rendahnya selektivitas dan potensi tertangkapnya spesies dilindungi, peluang pada modifikasi mata jaring dan pemanfaatan bycatch, serta ancaman dari tingginya keanekaragaman hayati perairan tropis, sehingga jaring hanyut tergolong ramah lingkungan namun tetap memerlukan peningkatan pengawasan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS TINGKAT KERAMAHAN LINGKUNGAN ALAT TANGKAP RAWAI (LONGLINE) DI PERAIRAN SELUMIT PANTAI KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keramahan lingkungan alat tangkap rawai (longline) di perairan Selumit Pantai, Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei dan observasi terhadap 30 nelayan dan 30 unit alat tangkap rawai. Penilaian tingkat keramahan lingkungan mengacu pada sembilan kriteria Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) FAO 1995, meliputi selektivitas alat tangkap, hasil tangkapan utama dan sampingan, serta dampaknya terhadap biodiversitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat tangkap rawai menghasilkan tujuh jenis spesies ikan dengan dominasi hasil tangkapan utama sebesar 93% berdasarkan berat dan 97% berdasarkan jumlah individu. Skor rata-rata tingkat keramahan lingkungan yang diperoleh adalah 30,1 yang termasuk dalam kategori sangat ramah lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa alat tangkap rawai (longline) memiliki selektivitas yang cukup baik, hasil tangkapan sampingan yang rendah, serta dampak minimal terhadap habitat dan keanekaragaman hayati, sehingga mendukung perikanan tangkap yang berkelanjutan di Kota Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINGKAT KERAMAHAN LINGKUNGAN ALAT TANGKAP BUBU KUBAH YANG DIOPERASIKAN DI PERAIRAN BULUNGAN DESA SALIMBATU KABUPATEN BULUNGAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perikanan tangakap bubu kubah yang berada di Perairan Desa Salimbatu merupakan perikanan tangkap yang banyak dioperasikan masyarakat Desa Salimbatu. Alat tangkap bubu merupakan alat tangkap yang banyak dikenal oleh nelayan, alat tangkap ini bersifat pasif dan termasuk dalam alat jenis perangkap. Hasil tangkapan utama alat adalah berbagai macam kepiting salah satunya kepiting bakau (Scylla sp). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keramahan lingkungan alat tangkap bubu kubah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2021 di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjnug Palas Tengah Kabupaten Bulungan. Alat tangkap yang digunakan sebanyak 15 buah dan dilakukan 8 kali penangkapan. Hasil tangkapan sebanyak 70 ekor kepiting bakau (Scylla sp.) sebagai target utama penangkapan merupakan 100% tangkapan. Ukuran layak tangkap sebesar 94%. Nilai indeks 88% pada tingkat keramahan lingkungan alat tangkap bubu kubah maka kriteria yang di peroleh termasuk dalam kategori 28-36 (sangat ramah lingkungan).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Tingkat Keramahan Lingkungan Dan Pendapatan Nelayan Pukat Kurau (Bottom Gill Net) Di Beringin Kota Tarakan

2021•

Masyarakat di Beringin sebagian besar bekerja sebagai nelayan alat tangkap diantaranya yaitu alat tangkap pukat kurau (Bottom gill net). Nelayan pukat kurau melakukan usaha penangkapan masih jarang menghitung secara rinci biaya yang diterima pada saat melakukan produski sehingga keuntungan yang dihasilkan tidak diketahui. Selain itu, Nelayan memilih pukat kurau karena harga produksi yang relatif murah, dan bahan-bahan yang mudah di dapat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat keramahan lingkungan dan pendapatan nelayan pukat kurau (bottom gill net) di Beringin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel dan pengumpulan data menggunakan pendekatan observasi yaitu melakukan pengamatan terhadap hasil tangkapan utama nelayan pukat kurau yaitu ikan kurau dan hasil tangkapan sampingan nelayan pukat kurau yaitu ikan kakap merah, ikan arut, ikan tenggiri, serta menggunakan pendekatan survei yaitu teknik wawancara tingkat keramahan lingkungan nelayan pukat kurau. Hasil analisis tingkat keramahan lingkungan yang diperoleh yaitu 29.9 skor dan termasuk dalam kategori alat tangkap yang sangat ramah lingkungan, dengan hasil analisis pendapatan nelayan pukat kurau menghasilkan keuntungan per bulan sebesar Rp. Rp 31,244,380 dan menghasilkan nilai B/C ratio pada nelayan pukat kurau lebih dari 1 sehingga alat tangkap ini menghasilkan keuntungan dan layak untuk dijalankan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Tingkat Keramahan Lingkungan Pada Perikanan Tangkap Trammel Net Di Mamburungan Kota Tarakan

2020•

Tarakan adalah sebuah pulau kecil yang dikelilingi oleh laut luas keseluruhan wilayahnya mencapai 65.733 Ha, yang terdiri atas daratan seluas 25.080 Ha dan laut seluas 40.653 Ha. Letak pulau Tarakan yang wilayahnya dikelilingi oleh laut, memiliki potensi sumberdaya ikan, udang yang besar baik dari segi jumlah maupun keanekaragamannya, hal ini dapat ditandai dengan banyaknya alat tangkap Trammel net yang digunakan oleh nelayan di Mamburungan Kota Tarakan. Pada kesempatan dilakukan penelitian tentang tingkat keramahan lingkungan alat tangkap Trammel net. Berdasarkan 9 kriteria keramahan lingkungan (acuan, FAO) dan 5 kriteria keramahan lingkungan (acuan, Monintja dan Arimoto). Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah melakukan wawancara dan pada nelayan. Penelitian ini dilaksankan pada bulan November 2019 sampai bulan Januari 2020. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk menentukan tingkat keramahan lingkungan pada alat tangkap Trammel net. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh bahwa alat tangkap Trammel net di Mamburungan Kota Tarakan termasuk dalam kategori sangat ramah lingkungan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail