Analisis Tingkat Keramahan Lingkungan Dan Pendapatan Nelayan Pukat Kurau (Bottom Gill Net) Di Beringin Kota Tarakan
Masyarakat di Beringin sebagian besar bekerja sebagai nelayan alat tangkap diantaranya yaitu alat tangkap pukat kurau (Bottom gill net). Nelayan pukat kurau melakukan usaha penangkapan masih jarang menghitung secara rinci biaya yang diterima pada saat melakukan produski sehingga keuntungan yang dihasilkan tidak diketahui. Selain itu, Nelayan memilih pukat kurau karena harga produksi yang relatif murah, dan bahan-bahan yang mudah di dapat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat keramahan lingkungan dan pendapatan nelayan pukat kurau (bottom gill net) di Beringin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel dan pengumpulan data menggunakan pendekatan observasi yaitu melakukan pengamatan terhadap hasil tangkapan utama nelayan pukat kurau yaitu ikan kurau dan hasil tangkapan sampingan nelayan pukat kurau yaitu ikan kakap merah, ikan arut, ikan tenggiri, serta menggunakan pendekatan survei yaitu teknik wawancara tingkat keramahan lingkungan nelayan pukat kurau. Hasil analisis tingkat keramahan lingkungan yang diperoleh yaitu 29.9 skor dan termasuk dalam kategori alat tangkap yang sangat ramah lingkungan, dengan hasil analisis pendapatan nelayan pukat kurau menghasilkan keuntungan per bulan sebesar Rp. Rp 31,244,380 dan menghasilkan nilai B/C ratio pada nelayan pukat kurau lebih dari 1 sehingga alat tangkap ini menghasilkan keuntungan dan layak untuk dijalankan.