ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berawal dari kurangnya pemahaman siswa pada proses pembelajaran Pendidikan Pancasila materi makna Pancasila. Kondisi ini menunjukkan bahwa diperlukan penggunaan media pembelajaran yang menarik dan mampu melibatkan siswa secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan media permaian puzzle dalam meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran pendidikan pancasila di kelas III-C SDN 013 tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang mencakup empat tahap yaitu, perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini yaitu 27 siswa kelas III-C SDN 013 Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes pemahaman serta pengamatan aktivitas guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media permainan puzzle mampu meningkatkan pemahaman siswa. Hasil penerapan media permainan puzzle pada siklus I yaitu 48% dan meningkat pada siklus II menjadi 85%. Hasil pengamatan aktivitas siswa pada siklus I yaitu 82,5% kemudian pada siklus II meningkat menjadi 87,5%, sedangkan pada hasil pengamatan aktivitas guru pada siklus I yaitu 84,5% dan meningkat menjadi 92,3% pada siklus II dengan kategori saangat baik. Dengan demikian, penggunaan media permainan puzzle dapat meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila materi makna Pancasila di kelas III-C SDN 013 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa melalui implementasi media Wordwall pada materi sistem ekskresi kelas VIII SMPN 2 Malinau Barat. Penelitian ini menggunakan PTK dengan model Kemmis dan Mc.Taggart yang terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus,setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Subjek penelitian kelas VIII berjumlah 20 siswa yang terdiri atas 14 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif dengan indikator keberhasilan minimal 75% secara klasikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I persentase minat belajar perasaan senang sebesar 59% meningkat pada siklus II menjadi 85%, ketertarikan siklus I sebesar 65% meningkat pada siklus II menjadi 81%, keterlibatan siklus I 64% meningkat pada siklus II menjadi 77%,serta fokus dan konsentrasi siklus I 64% meningkat pada siklus II menjadi 78%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan bantuan media Wordwall dapat meningkatkan minat belajar siswa dalam proses pembelajaran pada materi sistem ekskresi di kelas VIII SMPN 2 Malinau Barat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Kesadaran lingkungan merupakan aspek penting dalam membentuk karakter dan perilaku peduli lingkungan, terutama pada siswa SMP yang bersekolah di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan profil kesadaran lingkungan siswa SMP di wilayah pesisir Kota Tarakan ditinjau dari aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik survei. Sampel penelitian berjumlah 76 siswa kelas VIII dari SMP Negeri 10 Tarakan dan SMP Negeri 12 Tarakan. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert empat pilihan jawaban dan observasi sebagai data pendukung. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa mean, standar deviasi, frekuensi, persentase, dan kategorisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek pengetahuan didominasi kategori sedang sebesar 73,68%, rendah 17,11%, dan tinggi 9,21%. Aspek sikap didominasi kategori sedang sebesar 61,84%, rendah 22,37%, dan tinggi 15,79%. Aspek tindakan didominasi kategori sedang sebesar 65,79%, rendah 13,16%, dan tinggi 21,05%. Berdasarkan ketiga aspek tersebut, profil kesadaran lingkungan siswa SMP di wilayah pesisir Kota Tarakan berada pada kategori sedang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kesadaran lingkungan siswa telah terbentuk, tetapi masih perlu diperkuat agar berkembang secara lebih optimal melalui pembelajaran IPA yang kontekstual dan pembiasaan perilaku peduli lingkungan di sekolah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENGGUNAAN MEDIA POP-UP BOOK PADA MATERI GAYA DI KELAS IV B SDIT IBNU ABBAS TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada materi gaya dikelas IV B SDIT Ibnu Abbas Tarakan akibat pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan keterbatasan media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penggunaan media pop-up book. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas IV B SDIT Ibnu Abbas Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, dan dokumentasi. Pelaksanaan penelitian dihentikan pada siklus I karena hasil yang diperoleh telah memenuhi indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pop-up book dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa dalam pembelajaran materi gaya. Ketuntasan hasil belajar pada siklus I mencapai 91,30% dengan 21 siswa telah mencapai kriteria ketuntasan minimal ( KKM) dan 2 siswa belum mencapai KKM. Hasil observasi aktivitas siswa pada aspek sikap memperoleh presentase sebesar 84,35% dengan kategori sangat baik, sedangkan aspek keterampilan memperoleh persentase 82,52% dengan kategori sangat baik. Hasil tersebut melampaui indikator keberhasilan penelitian yang ditetapkan, yaitu 70% siswa mencapai nilai KKM 67. Dengan demikian, penggunaan media pop-up book dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi gaya di kelas IV B SDIT Ibnu Abbas Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
IMPROVING THE TENTH GRADES HOSPITALITY SPEAKING SKILLS AT SMK SWASTA PAGUNTAKA TARAKAN USING STIMULER AI: ENGLISH SPEAKING APPLICATION ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan Stimuler AI: English Speaking Application dalam meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris serta mengurangi kecemasan berbicara pada siswa kelas X Perhotelan di SMKS Paguntaka Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode Classroom Action Research (CAR) dengan model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri dari 13 siswa kelas X Perhotelan. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tiga kali pertemuan dan satu tes berbicara. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi tes speaking performance, kuesioner speaking anxiety yang diadaptasi dari Foreign Language Classroom Anxiety Scale (FLCAS), dan lembar observasi. Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan skor rata-rata, persentase, dan klasifikasi tingkat kecemasan serta keterlibatan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Stimuler AI mampu meningkatkan kemampuan berbicara siswa secara signifikan. Nilai rata-rata siswa meningkat dari siklus I sebesar 60,3 hingga mencapai ketuntasan klasikal 100% dengan nilai rata – rata 82.78 pada akhir siklus II. Peningkatan terlihat pada aspek pronunciation, grammar, fluency, dan vocabulary. Selain itu, penggunaan aplikasi ini juga membantu mengurangi kecemasan berbicara dan meningkatkan rasa percaya diri siswa karena menyediakan lingkungan belajar yang aman, interaktif, dan bebas dari tekanan sosial. Siswa menjadi lebih aktif, mandiri, dan berani berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dalam konteks perhotelan. Dengan demikian, Stimuler AI terbukti efektif sebagai media pembelajaran berbasis AI untuk meningkatkan kompetensi berbicara dan kesiapan psikologis siswa vokasi di bidang perhotelan. IMPROVING THE TENTH GRADES HOSPITALITY SPEAKING SKILLS AT SMK SWASTA PAGUNTAKA TARAKAN USING STIMULER AI: ENGLISH SPEAKING APPLICATION ABSTRACT This study aimed to determine the effectiveness of Stimuler AI: English Speaking Application in improving English speaking skills and reducing speaking anxiety among tenth-grade hospitality students at SMKS Paguntaka Tarakan. This study employed Classroom Action Research (CAR) based on the Kemmis and McTaggart model consisting of planning, acting, observing, and reflecting stages. The subjects of this research were 13 tenth-grade hospitality students. The study was conducted in two cycles, with each cycle consisting of three meetings and one speaking test. The research instruments included a speaking performance test, a speaking anxiety questionnaire adapted from the Foreign Language Classroom Anxiety Scale (FLCAS), and observation sheets. The data were analyzed quantitatively using mean scores, percentages, and classifications of anxiety and student engagement levels. The findings revealed that the use of Stimuler AI significantly improved students’ speaking skills. The students’ mean score increased from 60.3 in the cycle I to 100% classical mastery at the end of Cycle II. Improvements were observed in pronunciation, grammar, fluency, and vocabulary. In addition, the application helped reduce speaking anxiety and increase students’ confidence by providing a safe, interactive, and low-pressure learning environment. Students became more active, independent, and confident in communicating in English within hospitality-related contexts. Therefore, Stimuler AI proved to be an effective AI-based learning medium for enhancing both speaking competence and psychological readiness among vocational hospitality students.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Indonesia : Kosakata merupakan salah satu unsur penting dalam pembelajaran bahasa Inggris yang mendukung kemampuan siswa dalam memahami dan menggunakan bahasa secara efektif. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengoptimalkan penguasaan kosakata siswa melalui pemanfaatan aplikasi Duolingo sebagai media pembelajaran. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian melibatkan 31 siswa kelas VIII-E SMP Negeri 2 Tarakan tahun ajaran 2025/2026. Data diperoleh melalui tes kosakata dan lembar observasi. Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar dari Siklus I ke Siklus II. Persentase ketuntasan belajar meningkat dari 61% menjadi 77%, sedangkan nilai rata-rata siswa naik dari 74,54 menjadi 80,39. Aktivitas guru mengalami peningkatan dari 83% menjadi 92%, sementara aktivitas siswa meningkat dari 78% menjadi 88%. Selain itu, keterlibatan siswa selama pembelajaran terlihat lebih baik dibandingkan sebelumnya. Berbagai fitur yang tersedia dalam Duolingo, seperti latihan berulang, umpan balik langsung, dan aktivitas berbasis permainan, membantu menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan interaktif. Dengan demikian, Duolingo dapat digunakan sebagai media yang mendukung peningkatan penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa pada pembelajaran EFL di tingkat sekolah menengah pertama. English: Vocabulary is one of the essential components of English language learning that supports students’ ability to understand and use the language effectively. This research was conducted to improve students’ vocabulary mastery through the use of the Duolingo application as a learning medium. The research employed a Classroom Action Research (CAR) design consisting of two cycles, including planning, action, observation, and reflection stages. The participants were 31 students of class VIII-E at SMP Negeri 2 Tarakan in the 2025/2026 academic year. Data were collected through vocabulary tests and observation sheets. The findings revealed an improvement in students’ learning outcomes from Cycle I to Cycle II. The percentage of students achieving the minimum mastery criterion increased from 61% to 77%, while the mean score improved from 74.54 to 80.39. Teacher activity increased from 83% to 92%, and student activity improved from 78% to 88%. In addition, students demonstrated greater participation and engagement during the learning process. Various features provided by Duolingo, such as repeated practice, immediate feedback, and game-based activities, contributed to creating a more engaging and interactive learning experience. Therefore, Duolingo can be utilized as an effective learning medium to support the improvement of students’ English vocabulary mastery in EFL learning at the junior high school level.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerapan alat peraga bangun ruang dalam meningkatkan kemampuan mengenal bangun ruang siswa tungarahita kelas VIII SLB Negeri Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan/pengumpulan data, dan refleksi. Subjek penelitian adalah seluruh siswa tunagrahita di kelas VIII SLB Negeri Tarakan yang berjumlah 6 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan mengenal bangun ruang dan pengamatan aktivitas guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan alat peraga bangun ruang dapat meningkatkan kemampuan mengenal bangun ruang siswa. Berdasarkan hasil tes kemampuan mengenal bangun ruang, persentase ketuntasan belajar pada Siklus I mencapai 67% dengan nilai rata-rata 55, kemudian meningkat pada Siklus II menjadi 100% dengan nilai rata-rata 100. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan mengenal bangun ruang siswa telah meningkat dan indikator keberhasilan penelitian telah tercapai. Oleh karena itu, penelitian dihentikan pada Siklus II.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis teks deskripsi melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL) berbantukan gambar pada siswa kelas VII-C SMP Negeri 6 Tanjung Selor. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan menulis teks deskripsi siswa pada tahap pra siklus. Hasil awal menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan dalam mengembangkan ide, menyusun struktur teks, menggunakan ciri kebahasaan, serta menerapkan ejaan dan tanda baca dengan tepat. Pada tahap pra siklus, persentase ketuntasan belajar siswa hanya mencapai 46%, sedangkan 54% siswa lainnya belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu Siklus I dan Siklus II. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 35 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes keterampilan menulis, dan dokumentasi. Dalam proses pembelajaran, gambar destinasi wisata digunakan sebagai stimulus untuk membantu siswa mengembangkan ide dalam menulis teks deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menulis teks deskripsi siswa pada setiap siklus. Pada Siklus I, persentase ketuntasan belajar meningkat menjadi 51%, meskipun masih ditemukan beberapa kendala dalam penguasaan struktur teks dan penggunaan kaidah kebahasaan. Selanjutnya, pada Siklus II terjadi peningkatan yang signifikan dengan persentase ketuntasan mencapai 100%. Selain itu, kemampuan siswa dalam mengembangkan ide, menyusun struktur teks, menggunakan ciri kebahasaan, serta menerapkan ejaan dan tanda baca juga mengalami peningkatan. Dengan demikian, penerapan model Project Based Learning (PjBL) berbantukan gambar terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis teks deskripsi siswa kelas VII-C SMP Negeri 6 Tanjung Selor.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji struktur dan fungsi sintaksis dalam kalimat, khususnya yang berfokus pada unsur verba. Kajian ini penting karena sintaksis verba menjadi landasan utama dalam memahami hubungan antara kata kerja dengan unsur-unsur lain dalam kalimat untuk membentuk makna yang lebih kompleks. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan atau mengklasifikasikan Tipe Semantis Verba Bahasa Bulusu di Kecamatan Betayau Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Data penelitian berupa kalimat yang mengandung verba yang diperoleh dari hasil rekaman Masyarakat Dayak Bulusu. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, pengumpulan teks dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya 35 data verba yang diklasifikasikan berdasarkan verba tindakan, verba keadaan dan verba proses. Verba tindakan didapatkan sebanyak 14 data yang dikelompokkan berdasarkan subjek diawal dan diikuti oleh satu objek di belakang verbanya. Verba keadaan terdapat 6 data yang ditemukan berdasarkan dua nomina (satu sebagai objek dan satu sebagi pelengkap). Verba proses sebanyak 15 data yang didapatkan dengan tidak memiliki objek di belakang verbanya. Penelitian ini memiliki implikasi penting bagi upaya pelestarian bahasa dan budaya Suku Dayak Bulusu, serta dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar dalam kurikulum pendidikan untuk meningkatkan pemahaman dan apresiasi terhadap bahasa Dayak Bulusu dan budaya lokal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kemampuan membaca merupakan keterampilan dasar yang sangat penting bagi siswa sekolah dasar dalam menunjang keberhasilan belajar pada berbagai mata pelajaran. Namun, berdasarkan hasil observasi awal di kelas III SDN 009 Malinau Utara, ditemukan bahwa sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam membaca kata, menyusun suku kata, membaca kalimat sederhana, serta memahami isi bacaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa melalui penggunaan media PAPICA (Papan Pintar Baca). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa kelas III. Teknik pengumpulan data meliputi observasi aktivitas guru dan siswa, tes kemampuan membaca, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca siswa dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, persentase siswa yang mencapai kategori mandiri sebesar 40%, meningkat menjadi 65% pada siklus II. Sementara itu, siswa yang berada pada kategori perlu bimbingan menurun dari 10% pada siklus I menjadi 0% pada siklus II. II. Sedangkan kategori berkembang dari 50% pada siklus I menurun menjadi 15%. Selain itu, Terjadinya peningkatan karena media PAPICA memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret, menarik, dan interaktif, sehingga siswa lebih mudah memahami materi serta lebih termotivasi dalam mengikuti pembelajaran membaca. Dengan demikian, media PAPICA terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas III sekolah dasar serta meningkatkan kualitas proses pembelajaran secara keseluruhan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan menulis teks anekdot melalui model pembelajaran Aptitude Treatment Interaction (ATI) pada 36 siswa kelas X-1 MAN Tarakan. Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK), kemampuan menulis siswa mengalami peningkatan signifikan di setiap tahapnya. Pada tahap pra-siklus, keterampilan menulis siswa tergolong rendah hingga sangat kurang, di mana hanya 2 siswa (5%) yang mencapai kategori "Sangat Baik". Kondisi ini disebabkan oleh rendahnya pemahaman struktur teks dan metode pembelajaran yang masih konvensional. Memasuki siklus I, penerapan model ATI mulai menunjukkan perkembangan meskipun belum optimal, dengan tingkat ketuntasan sebesar 32% dan skor aktivitas siswa mencapai 48% atau kategori cukup. Kurangnya media konkret dan ketergantungan siswa pada kelompok menjadi kendala utama pada tahap ini. Pada siklus II, dilakukan perbaikan melalui penggunaan media komik yang lebih konkret serta pemberian tugas individu untuk meningkatkan kemandirian. Hasilnya, ketuntasan meningkat secara tajam menjadi 76% (26 siswa tuntas), melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan. Selain itu, aktivitas siswa juga meningkat ke kategori baik dengan skor 74%. Dapat disimpulkan bahwa implementasi model ATI efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis teks anekdot dan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGGUNAAN KARTU SILA UNTUK PENINGKATAN PEMAHAMAN PANCASILA SISWA KELAS II DI SDN 005 TARAKAN ABSTRAK Rendahnya pemahaman dan penerapan nilai-nilai Pancasila pada siswa sekolah dasar menjadi permasalahan mendasar dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. Kondisi ini disebabkan oleh penggunaan media pembelajaran yang kurang variatif dan belum kontekstual dengan karakteristik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman nilai-nilai Pancasila melalui penggunaan media Kartu Sila, yang menekankan visualisasi konkret untuk memepermudah daya ingat siswa dalam menerapakan nilai-nilai pancsila dan aktivitas belajar lebih aktif. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi Pada tahap perencanaan, guru menetapkan tujuan pembelajaran dan mengembangkan materi pembelajaran, Pada tahap pelaksanaan, guru menyampaikan materi dengan menggunakan media Kartu Sila. Pada tahap observasi, guru menilai keterlibatan siswa dalam pembelajaran melalui penggunaan media Kartu Sila serta melakukan pengamatan terhadap perilaku siswa. Pada tahap refleksi, guru mengevaluasi keterlibatan siswa selama proses pembelajaran dan efektivitas penggunaan media Kartu Sila.. Subjek penelitian adalah 28 siswa kelas II SD Negeri 005 Tarakan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Pancasila dari siklus I 70% menjadi 85% pada siklus II, sehingga mencapai (KKM) yang di tentukan dengan rata-rata 15%, baik dari aspek aktivitas belajar maupun hasil tes pada setiap siklus. Dengan demikian, media Kartu Sila efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran Pancasila. Penelitian ini direkomendasikan sebagai referensi bagi guru dalam mengembangkan media pembelajaran inovatif berbasis karakter.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan operasi penjumlahan bilangan 1–10 pada siswa tunagrahita melalui penggunaan media batang Cuisenaire. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua Siklus, setiap Siklus terdiri atas perencanaan, tindakan & observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 5 siswa tunagrahita di kelas VIII SLB Negeri Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi aktivitas guru dan siswa dan tes kemampuan operasi penjumlahan. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan penjumlahan setelah diterapkannya media batang Cuisenaire. Pada Siklus I tingkat ketuntasan belajar siswa mencapai 40%, kemudian meningkat menjadi 80% pada Siklus II dan telah melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu 60%. Aktivitas siswa menunjukkan peningkatan dari kategori cukup aktif pada Siklus I menjadi sangat aktif pada Siklus II. Aktivitas guru juga meningkat dari kategori baik pada Siklus I menjadi sangat baik pada Siklus II. Perbaikan pembelajaran dilakukan melalui penyederhanaan LKPD, penambahan contoh konkret, serta pendampingan individual terutama bagi siswa yang mengalami hambatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa melalui permainan Word Chain sebagai media pembelajaran dan juga untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap penggunaan permainan word chain didalam kelas. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-9 SMP Negeri 7 Tarakan, dengan jumlah 31 Siswa. Terdapat dua siklus dalam penelitian ini, dan setiap siklus terdiri dari tiga kali pertemuan yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Pada siklus pertama terdapat 15 siswa yang berhasil mencapai kriteria ketuntasan (KKTP) dengan nilai persentase 48%, sedangkan 16 siswa dengan persentase 52% belum mencapai kriteria ketuntasan (KKTP). Pada siklus kedua, terdapat 27 siswa yang mencapai kriteria kesuksesan (KKTP) dengan persentase 87% dan 4 siswa lainnya tidak mencapai kriteria kesuksesan (KKTP) dengan persentase 13%. Selain itu, observasi terhadap guru dan siswa juga mengalami peningkatan, yang menunjukkan tanggapan siswa terhadap permainan Word Chain. Siklus pertama, lembar observasi siswa mendapatkan score tinggi dipertemuan ketiga pada persentase 74% dengan kategori cukup dan siklus kedua dengan perkembangan yang sangat baik, mendapatkan nilai persentase 91% dengan kategori sangat baik. Disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran permainan Word Chain dapat meningkatkan penguasaan kosakata siswa di kelas VIII-9 SMP Negeri 7 Tarakan. This study aimed to improve students' vocabulary mastery through the Word Chain game as a learning media and to know the students' responses to the use of the word chain game in the classroom. The research method used was Classroom Action Research (CAR), involving 31 eighth-grade students from VIII-9 at SMP Negeri 7 Tarakan. There were two cycles in this study, and each cycle consisted of three meetings that included stages of planning, action, observation, and reflection. In the first cycle, 15 students successfully achieved the mastery criteria of learning objective with a percentage of 48%, while 16 students with a percentage of 52% did not achieve the mastery criteria. In the second cycle, the number of students meeting the criteria increased significantly to 27 students (87%), with only 4 students (13%) still below the expected standard. Observational data also indicated improvement in classroom engagement. Student observation scores rose from 74% in the “fair” category during the final meeting of the first cycle to 91% in the “very good” category in the second cycle. It was concluded that the use of the Word Chain game as a learning medium could enhance students’ vocabulary mastery in Grade VIII-9 at SMP Negeri 7 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan proses dan hasil kemampuan membaca permulaan siswa dalam membaca kata dengan implementasi metode membaca terbimbing melalui perencanaan pembelajaran berdiferensiasi pada kelas 2-B SDN 014 Tarakan. Jenis peneltian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian yang terdiri dari 28 siswa. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Prosedur tiap siklus yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi metode membaca terbimbing melalui perencanaan pembelajaran berdiferensiasi dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa dalam membaca kata pada siswa kelas 2-B SDN 014 Tarakan. Pada siklus I hasil tes kognitif kemampuan membaca kata diperoleh data sebesar 68% siswa yang tuntas atau masuk pada level membaca berkembang dan mandiri dari jumlah keseluruhan siswa, pada aspek afektif diperoleh data sebesar 61% siswa yang tuntas dan pada aspek psikomotorik diperoleh data sebesar 54% siswa yang tuntas. Kemudian pada siklus II mengalami peningkatan, hasil tes kognitif kemampuan membaca kata diperoleh data sebesar 89% siswa yang tuntas atau masuk pada level membaca berkembang dan mandiri, pada aspek afektif diperoleh data sebesar 79% siswa yang tuntas dan pada aspek psikomotorik diperoleh data sebesar 82% siswa yang tuntas. Proses kegiatan pembelajaran dapat dilakukan dengan baik dan hasil penilaian tes kognitif kemampuan membaca kata siswa telah mencapai indikator keberhasilan sehingga penelitian ini dikatakan berhasil dalam menigkatkan kemampuan membaca permulaan siswa dalam membaca kata di kelas 2-B SDN 014 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman dengan menerapkan metode pembelajaran Directed Reading Thinking Activity (DRTA) pada siswa kelas V-B SDN 002 Selumit Pantai. Jenis peneltian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Desain dalam penelitian ini secara umum terdiri dari 4 tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini terdiri dari 26 siswa yaitu 9 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran DRTA dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa pada siswa kelas V-B SDN 002 Selumit Pantai. Pada penilaian kemampuan membaca pemahaman siklus I diperoleh persentase 54% siswa yang tuntas dengan diperoleh hasil tes membaca pemahaman dengan rentang nilai 30-49 sebanyak 2 siswa dengan persentase 8%, siswa dengan tingkat akurasi nilai membaca pemahaman dengan rentang nilai 50-74 sebanyak 10 siswa dengan persentase 38%, siswa dengan tingkat akurasi nilai membaca pemahaman dengan rentang nilai 75-89 sebanyak 11 siswa dengan persentase 42% dan siswa dengan tingkat akurasi nilai membaca pemahaman dengan rentang nilai 90-100 sebanyak 3 siswa dengan persentase 12%. Pada siklus II mengalami peningkatan yaitu diperoleh persentase 85% siswa yang tuntas dan diperoleh data dengan tingkat akurasi nilai membaca pemahaman dengan rentang nilai 50-74 sebanyak 4 siswa dengan persentase 15%, siswa dengan tingkat akurasi nilai membaca pemahaman dengan rentang nilai 75-89 sebanyak 13 siswa dengan persentase 50% dan siswa dengan tingkat akurasi nilai membaca pemahaman dengan rentang nilai 90-100 sebanyak 9 siswa dengan persentase 35%. Aspek kemampuan membaca pemahaman telah mencapai 5 indikator keberhasilan dalam membaca pemahaman yaitu menemukan informasi, interpretasi, integrasi, evaluasi dan refleksi, sehingga penelitian ini dapat dikatakan berhasil dengan kategori baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas IV-B melalui penerapan media simulasi PhET (Physical Education Technology) dalam pembelajaran matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IV-B yang berjumlah 24 peserta didik. Data dikumpulkan melalui angket motivasi belajar, tes soal dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media simulasi PhET dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik, yang ditandai dengan peningkatan skor motivasi belajar pada siklus I dan II. Pada siklus I, skor motivasi belajar peserta didik mencapai 75,00% yang temasuk dalam kategori sangat termotivasi, dan pada siklus II meningkat menjadi 95,83% yang termasuk dalam kategori sangat termotivasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media simulasi PhET dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran matematika, karena PhET memungkinkan peserta didik untuk belajar secara interaktif dan menyenangkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP TINDAKAN PENGGUNAAN KEKUATAN OLEH OKNUM POLISI DALAM PENANGANAN AKSI UNJUK RASA Penelitian ini mengkaji tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) terhadap penanganan aksi unjuk rasa yang telah diatur tersendiri dalam Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan Dalam Tindakan Kepolisian dan bagaimana penegakkan hukum terhadap oknum Polisi yang melakukan pelanggaran dalam penanganan aksi unjuk rasa dengan aturan tanggungjawab dan sanksi yang dapat dikenakan kepada oknum Polisi tersebut. Kepolisian memiliki kewenangan untuk menjaga aksi unjuk rasa agar aksi tersebut berjalan lancar, tertib dan aman sesuai dengan apa yang menjadi tujuan unjuk rasa tersebut. Apabila keadaan dinilai ada kecenderungan dapat mengganggu kepentingan umum maka tindakan penanganan yang dilakukan oleh polisi selaku petugas keamanan lebih mengacu pada aspek keamanan. Penelitian ini menggunakan metode normatif atau kepustakaan, yakni dengan mengkaji lebih dalam melalui literatur yang telah dikumpulkan. Hasil dari penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa dalam melakukan pengamanan aksi unjuk rasa masih terdapat oknum Polisi yang melakukan Tindakan yang tidak sesuai dengan SOP dan penegakkan hukum terhadap oknum Polisi yang melakukan pelanggaran dalam penanganan aksi unjuk rasa belum mencerminkan keadilan yang bermartabat, sehingga perlu adanya evaluasi terhadap SOP penanganan dan pelaksanaan fungsi dan kewenangan dari lembaga kepolisian dalam melaksanakan tugasnya dilapangan dan perlu adanya pengawalan dan pengawasan secara masif terhadap oknum polisi selaku pelaku tindakan represif terhadap massa aksi unjuk rasa untuk diadili secara hukum Pidana.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
TINDAKAN HUKUM PEMERINTAH KABUPATEN BERAU DALAM PENANGGULANGAN ABRASI DI PULAU DERAWAN ABSTRAK Penelitian skripsi ini bertujuan untuk mengetahui tindakan hukum pemerintah Kabupaten Berau dalam penanggulangan abrasi di Pulau Derawan dan untuk mengetahui tindakan hukum pemerintah daerah Kabupaten Berau dalam penanggulangan abrasi di daerah pesisir Pulau Derawan sudah sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang Undangan. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan Peraturan Perundang-Undangan dan pendekatan konseptual dengan mengkaji sumber hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier, melakukan penelitian dengan studi kepustakaan dan wawancara serta dianalisis dengan menggunakan metode kualitatif. Hasil dari penelitian ini, yaitu: pertama, bentuk tindakan hukum pemerintah Kabupaten Berau dalam penanggulangan abrasi pantai di Pulau Derawan. Pemerintah daerah Kabupaten Berau menerapkan kebijakan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2014 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir Dan Pulau Pulau Kecil, pada Pasal 19 Peraturan Daerah Kabupaten Berau Nomor 8 Tahun 2014 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir Dan Pulau Pulau Kecil mengatur tentang penanggulangan abrasi, Pasal 41 mengatur tentang larangan dan Pasal 40 mengatur tentang sanksi administratif kedua, jika dilihat dari Peraturan Daerah Kabupaten Berau Nomor 8 Tahun 2014 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir Dan Pulau Pulau Kecil tindakan hukum pemerintah Kabupaten Berau dalam penanggulangan abrasi pantai di Pulau Derawan sesuai dengan ketentuan Perundang-undangan tindakan tersebut berupa sanksi administratif tentang pencabutan izin pemanfaatan zona wilayah pesisir, seperti diatur dalam Pasal 71 Undang Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Dan Perlindungan Wilayah Pesisir Dan Pulau Pulau Kecil, dan Pasal 76 Undang Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Tujuan utama dari penelitian ini adalah berupaya ingin meningkatkan keterampilan menulis cerita fantasi dengan menggunakan model pembelajaran TTW (Think, Talk, Write) pada siswa kelas VII-A SMP Muhammadiyah 1 Tarakan. Penelitian yang digunakan ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri atas dua siklus, yang dimana tiap siklusnya terdiri dari dua pertemuan dan dilaksanakan dengan tahapan 1) tahap perencanaan (planning), 2) tahap pelaksanaan (acting), 3) tahap pengamatan (observing), dan 4) refleksi (reflecting). Penelitian ini berlangsung pada semester ganjil tahun pelajaran 2023/2024. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VII-A SMP Muhammadiyah 1 Tarakan yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu, observasi, tes tertulis, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar penilaian menulis cerita fantasi dan lembar pengamatan aktivitas guru dan aktivitas siswa. Dari data yang diperoleh menunjukkan bahwa penerapan menggunakan model pembelajaran TTW (Think, Talk, Write) dapat meningkatkan keterampilan menulis cerita fantasi siswa kelas VII-A SMP Muhammadiyah 1 Tarakan. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil tes belajar siswa yang diperoleh pada setiap siklus. Pada siklus I, hasil belajar siswa diperoleh persentase ketuntasan 56%. Kemudian pada siklus I aktivitas siswa memiliki skor 29 kategori Baik. Selanjutnya pada siklus II hasil penilaian belajar siswa diperoleh persentase ketuntasan menjadi 81% dan aktivitas siswa memiliki skor 35 kategori Sangat Baik. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran TTW (Think, Talk, Write) dapat meningkatkan keterampilan menulis cerita fantasi siswa kelas VII-A SMP Muhamadiyah 1 Tarakan.