Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Tunagrahita
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL BANGUN RUANG MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA BANGUN RUANG BAGI SISWA TUNAGRAHITA KELAS VIII SLB NEGERI TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerapan alat peraga bangun ruang dalam meningkatkan kemampuan mengenal bangun ruang siswa tungarahita kelas VIII SLB Negeri Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan/pengumpulan data, dan refleksi. Subjek penelitian adalah seluruh siswa tunagrahita di kelas VIII SLB Negeri Tarakan yang berjumlah 6 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan mengenal bangun ruang dan pengamatan aktivitas guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan alat peraga bangun ruang dapat meningkatkan kemampuan mengenal bangun ruang siswa. Berdasarkan hasil tes kemampuan mengenal bangun ruang, persentase ketuntasan belajar pada Siklus I mencapai 67% dengan nilai rata-rata 55, kemudian meningkat pada Siklus II menjadi 100% dengan nilai rata-rata 100. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan mengenal bangun ruang siswa telah meningkat dan indikator keberhasilan penelitian telah tercapai. Oleh karena itu, penelitian dihentikan pada Siklus II.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENINGKATAN KEMAMPUAN OPERASI PENJUMLAHAN MELALUI PENGGUNAAN BATANG CUISENAIRE PADA SISWA TUNAGRAHITA DI SLB NEGERI TARAKAN

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan operasi penjumlahan bilangan 1–10 pada siswa tunagrahita melalui penggunaan media batang Cuisenaire. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua Siklus, setiap Siklus terdiri atas perencanaan, tindakan & observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 5 siswa tunagrahita di kelas VIII SLB Negeri Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi aktivitas guru dan siswa dan tes kemampuan operasi penjumlahan. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan penjumlahan setelah diterapkannya media batang Cuisenaire. Pada Siklus I tingkat ketuntasan belajar siswa mencapai 40%, kemudian meningkat menjadi 80% pada Siklus II dan telah melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu 60%. Aktivitas siswa menunjukkan peningkatan dari kategori cukup aktif pada Siklus I menjadi sangat aktif pada Siklus II. Aktivitas guru juga meningkat dari kategori baik pada Siklus I menjadi sangat baik pada Siklus II. Perbaikan pembelajaran dilakukan melalui penyederhanaan LKPD, penambahan contoh konkret, serta pendampingan individual terutama bagi siswa yang mengalami hambatan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengamatan fonologis anak tunagrahita dalam gangguan berbicara di SLB Negeri Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengamati dan menganalisis karakteristik fonologis pada anak tunagrahita dengan gangguan berbicara di SLB Negeri Tarakan. Subjek penelitian adalah seorang anak bernama DW yang mengalami kesulitan dalam memproduksi bunyi, khususnya pada pengucapan fonem tertentu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan rekaman. Data yang dianalisis terdiri atas 87 kata yang diucapkan oleh DW. Hasil penelitian menunjukkan adanya gangguan fonologis berupa perubahan, penghilangan, dan penyederhanaan kata. Contohnya, kata "pecah" diucapkan menjadi "peta", dan "cantik" menjadi "tantit", menunjukkan penggantian fonem /ʧ/ dengan /t/. Pada kasus penghilangan fonem, kata "telor" menjadi "telo", dan "aduk-aduk" menjadi "ado-ado", menghilangkan fonem /r/ dan /k/. Gangguan ini berkaitan dengan lemahnya kontrol motorik alat ucap seperti lidah dan bibir, serta keterbatasan kognitif yang memengaruhi persepsi fonem. Anak menunjukkan kecenderungan menyederhanakan struktur suku kata dan mengganti bunyi yang sulit dengan bunyi yang lebih mudah diucapkan. Penelitian ini memberikan gambaran penting tentang pola fonologis anak tunagrahita dan dapat menjadi referensi bagi guru dan terapis dalam menyusun strategi pembelajaran serta terapi wicara yang lebih tepat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI KASUS GANGGUAN BERBAHASA DALAM ASPEK FONOLOGI PADA PENYANDANG TUNAGRAHITA (KAJIAN PSIKOLINGUISTIK)

2024•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk-bentuk gangguan berbahasa dalam aspek fonologi yang dialami penyandang tunagrahita ringan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa tuturan penyandang tunagrahita ringan. Subjek penelitian ini adalah penyandang tunagrahita ringan berinisial AF yang berusia 15 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak tunagrahita ringan berinisial AF mengalami gangguan berbahasa dalam aspek fonologi yang ditandai dengan penghilangan bunyi fonem dan penggantian bunyi fonem. Dari 130 ujaran yang dianalisis, 129 ujaran mengalami penghilangan bunyi fonem, dengan jenis penghilangan berupa aferesis, bunyi-bunyi dihilangkan meliputi bunyi /b/, /c/, /d/, /f/, /g/, /h/, /k/, /l/, /m/, /n/, /ŋ/, /p/, /r/, /s/ dan /t/, apokop, penghilangan ini meliputi bunyi /l/, bunyi /t/, bunyi /ŋ/, dan bunyi /r/. Penghilangan fonem di awal dan akhir kata, pelesapan segmen. Dan penghilangan suku kata tak bertekanan. Sebanyak 11 ujaran menunjukkan penggantian bunyi fonem, dengan jenis perubahan meliputi substitusi bunyi trill /r/ menjadi /l/, substitusi bunyi peluncuran /r/ menjadi /w/, substitusi pengedepanan palatalisasi /s/ menjadi /c/, serta asimilasi velar /t/ menjadi /k/. Gangguan ini disebabkan oleh keterlambatan perkembangan bahasa dan keterbatasan kemampuan fonologis anak tunagrahita yang memengaruhi kemampuan AF dalam mengontrol dan mengoordinasikan gerakan artikulatorisnya. Sehingga, AF menyederhanakan ujarannya dengan menghilangkan dan mengganti bunyi fonem untuk memudahkan pengucapan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Teknik Modelling Terhadap Keterampilan Bina Diri SIswa Tunagrahita Ringan di SLB Negeri Tarakan

2024•

Pengembangan keterampilan bina diri merupakan hal yang perlu dilatih kepada setiap individu tidak terkecuali anak berkebutuhan khusus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh teknik modelling terhadap keterampilan bina diri siswa tunagrahita ringan di SLB Negeri Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian true experimental design dengan bentuk pre-test post-test control group design. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan karakteristik yaitu siswa kelas IV, V, dan VI dengan jenis disabilitas tunagrahita ringan. Pada penelitian ini, peneliti memilih 28 sampel dengan menggunakan rumus Slovin yang kemudian sampel tersebut dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan masing-masing kelompok berjumlah 14 sampel. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala Guttman. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan, rata-rata skor post-test kelompok eksperimen lebih besar dibandingkan rata-rata skor pre-test kelompok eksperimen, sementara rata-rata skor post-test kelompok kontrol sama dengan rata-rata skor pre-test kelompok kontrol kecuali pada sub indikator menjaga kebersihan tangan dan kuku. Adapun rata-rata skor post-test kelompok eksperimen lebih besar dibandingkan rata-rata skor post-test kelompok kontrol. Berdasarkan hasil perhitungan statistik uji hipotesis independent sample t-test dengan menggunakan SPSS 26, diketahui bahwa nilai signifikansi independent sample t-test pada bagian equal variances assumed sebesar 0,019. Sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dalam uji independent sample t-test, jika nilai signifikansi ˂ 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa teknik modelling berpengaruh dalam meningkatkan keterampilan bina diri siswa tunagrahita ringan di SLB Negeri Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail