Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengamati dan menganalisis karakteristik fonologis pada anak tunagrahita dengan gangguan berbicara di SLB Negeri Tarakan. Subjek penelitian adalah seorang anak bernama DW yang mengalami kesulitan dalam memproduksi bunyi, khususnya pada pengucapan fonem tertentu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan rekaman. Data yang dianalisis terdiri atas 87 kata yang diucapkan oleh DW. Hasil penelitian menunjukkan adanya gangguan fonologis berupa perubahan, penghilangan, dan penyederhanaan kata. Contohnya, kata "pecah" diucapkan menjadi "peta", dan "cantik" menjadi "tantit", menunjukkan penggantian fonem /ʧ/ dengan /t/. Pada kasus penghilangan fonem, kata "telor" menjadi "telo", dan "aduk-aduk" menjadi "ado-ado", menghilangkan fonem /r/ dan /k/. Gangguan ini berkaitan dengan lemahnya kontrol motorik alat ucap seperti lidah dan bibir, serta keterbatasan kognitif yang memengaruhi persepsi fonem. Anak menunjukkan kecenderungan menyederhanakan struktur suku kata dan mengganti bunyi yang sulit dengan bunyi yang lebih mudah diucapkan. Penelitian ini memberikan gambaran penting tentang pola fonologis anak tunagrahita dan dapat menjadi referensi bagi guru dan terapis dalam menyusun strategi pembelajaran serta terapi wicara yang lebih tepat.