Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Penelitian Tindakan Kelas.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

IMPLEMENTASI WORDWALL UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM EKSKRESI KELAS VIII SMPN 2 MALINAU BARAT

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa melalui implementasi media Wordwall pada materi sistem ekskresi kelas VIII SMPN 2 Malinau Barat. Penelitian ini menggunakan PTK dengan model Kemmis dan Mc.Taggart yang terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus,setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Subjek penelitian kelas VIII berjumlah 20 siswa yang terdiri atas 14 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif dengan indikator keberhasilan minimal 75% secara klasikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I persentase minat belajar perasaan senang sebesar 59% meningkat pada siklus II menjadi 85%, ketertarikan siklus I sebesar 65% meningkat pada siklus II menjadi 81%, keterlibatan siklus I 64% meningkat pada siklus II menjadi 77%,serta fokus dan konsentrasi siklus I 64% meningkat pada siklus II menjadi 78%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan bantuan media Wordwall dapat meningkatkan minat belajar siswa dalam proses pembelajaran pada materi sistem ekskresi di kelas VIII SMPN 2 Malinau Barat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

The Use of Duolingo Application to Improve Students' English Vocabulary Mastery at the Eighth Grade of SMP Negeri 2 Tarakan

2026•

Indonesia : Kosakata merupakan salah satu unsur penting dalam pembelajaran bahasa Inggris yang mendukung kemampuan siswa dalam memahami dan menggunakan bahasa secara efektif. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengoptimalkan penguasaan kosakata siswa melalui pemanfaatan aplikasi Duolingo sebagai media pembelajaran. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian melibatkan 31 siswa kelas VIII-E SMP Negeri 2 Tarakan tahun ajaran 2025/2026. Data diperoleh melalui tes kosakata dan lembar observasi. Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar dari Siklus I ke Siklus II. Persentase ketuntasan belajar meningkat dari 61% menjadi 77%, sedangkan nilai rata-rata siswa naik dari 74,54 menjadi 80,39. Aktivitas guru mengalami peningkatan dari 83% menjadi 92%, sementara aktivitas siswa meningkat dari 78% menjadi 88%. Selain itu, keterlibatan siswa selama pembelajaran terlihat lebih baik dibandingkan sebelumnya. Berbagai fitur yang tersedia dalam Duolingo, seperti latihan berulang, umpan balik langsung, dan aktivitas berbasis permainan, membantu menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan interaktif. Dengan demikian, Duolingo dapat digunakan sebagai media yang mendukung peningkatan penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa pada pembelajaran EFL di tingkat sekolah menengah pertama. English: Vocabulary is one of the essential components of English language learning that supports students’ ability to understand and use the language effectively. This research was conducted to improve students’ vocabulary mastery through the use of the Duolingo application as a learning medium. The research employed a Classroom Action Research (CAR) design consisting of two cycles, including planning, action, observation, and reflection stages. The participants were 31 students of class VIII-E at SMP Negeri 2 Tarakan in the 2025/2026 academic year. Data were collected through vocabulary tests and observation sheets. The findings revealed an improvement in students’ learning outcomes from Cycle I to Cycle II. The percentage of students achieving the minimum mastery criterion increased from 61% to 77%, while the mean score improved from 74.54 to 80.39. Teacher activity increased from 83% to 92%, and student activity improved from 78% to 88%. In addition, students demonstrated greater participation and engagement during the learning process. Various features provided by Duolingo, such as repeated practice, immediate feedback, and game-based activities, contributed to creating a more engaging and interactive learning experience. Therefore, Duolingo can be utilized as an effective learning medium to support the improvement of students’ English vocabulary mastery in EFL learning at the junior high school level.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Deskripsi dengan Model Project Based Learning (PjBL) berbantukan Gambar pada Siswa Kelas VII-C SMP Negeri 6 Tanjung Selor

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis teks deskripsi melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL) berbantukan gambar pada siswa kelas VII-C SMP Negeri 6 Tanjung Selor. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan menulis teks deskripsi siswa pada tahap pra siklus. Hasil awal menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan dalam mengembangkan ide, menyusun struktur teks, menggunakan ciri kebahasaan, serta menerapkan ejaan dan tanda baca dengan tepat. Pada tahap pra siklus, persentase ketuntasan belajar siswa hanya mencapai 46%, sedangkan 54% siswa lainnya belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu Siklus I dan Siklus II. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 35 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes keterampilan menulis, dan dokumentasi. Dalam proses pembelajaran, gambar destinasi wisata digunakan sebagai stimulus untuk membantu siswa mengembangkan ide dalam menulis teks deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menulis teks deskripsi siswa pada setiap siklus. Pada Siklus I, persentase ketuntasan belajar meningkat menjadi 51%, meskipun masih ditemukan beberapa kendala dalam penguasaan struktur teks dan penggunaan kaidah kebahasaan. Selanjutnya, pada Siklus II terjadi peningkatan yang signifikan dengan persentase ketuntasan mencapai 100%. Selain itu, kemampuan siswa dalam mengembangkan ide, menyusun struktur teks, menggunakan ciri kebahasaan, serta menerapkan ejaan dan tanda baca juga mengalami peningkatan. Dengan demikian, penerapan model Project Based Learning (PjBL) berbantukan gambar terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis teks deskripsi siswa kelas VII-C SMP Negeri 6 Tanjung Selor.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Anekdot melalui Model Pembelajaran Aptitude Treatment Interaction (ATI) pada Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Negeri Kota Tarakan

2026•

Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan menulis teks anekdot melalui model pembelajaran Aptitude Treatment Interaction (ATI) pada 36 siswa kelas X-1 MAN Tarakan. Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK), kemampuan menulis siswa mengalami peningkatan signifikan di setiap tahapnya. Pada tahap pra-siklus, keterampilan menulis siswa tergolong rendah hingga sangat kurang, di mana hanya 2 siswa (5%) yang mencapai kategori "Sangat Baik". Kondisi ini disebabkan oleh rendahnya pemahaman struktur teks dan metode pembelajaran yang masih konvensional. Memasuki siklus I, penerapan model ATI mulai menunjukkan perkembangan meskipun belum optimal, dengan tingkat ketuntasan sebesar 32% dan skor aktivitas siswa mencapai 48% atau kategori cukup. Kurangnya media konkret dan ketergantungan siswa pada kelompok menjadi kendala utama pada tahap ini. Pada siklus II, dilakukan perbaikan melalui penggunaan media komik yang lebih konkret serta pemberian tugas individu untuk meningkatkan kemandirian. Hasilnya, ketuntasan meningkat secara tajam menjadi 76% (26 siswa tuntas), melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan. Selain itu, aktivitas siswa juga meningkat ke kategori baik dengan skor 74%. Dapat disimpulkan bahwa implementasi model ATI efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis teks anekdot dan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENINGKATAN KEMAMPUAN OPERASI PENJUMLAHAN MELALUI PENGGUNAAN BATANG CUISENAIRE PADA SISWA TUNAGRAHITA DI SLB NEGERI TARAKAN

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan operasi penjumlahan bilangan 1–10 pada siswa tunagrahita melalui penggunaan media batang Cuisenaire. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua Siklus, setiap Siklus terdiri atas perencanaan, tindakan & observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 5 siswa tunagrahita di kelas VIII SLB Negeri Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi aktivitas guru dan siswa dan tes kemampuan operasi penjumlahan. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan penjumlahan setelah diterapkannya media batang Cuisenaire. Pada Siklus I tingkat ketuntasan belajar siswa mencapai 40%, kemudian meningkat menjadi 80% pada Siklus II dan telah melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu 60%. Aktivitas siswa menunjukkan peningkatan dari kategori cukup aktif pada Siklus I menjadi sangat aktif pada Siklus II. Aktivitas guru juga meningkat dari kategori baik pada Siklus I menjadi sangat baik pada Siklus II. Perbaikan pembelajaran dilakukan melalui penyederhanaan LKPD, penambahan contoh konkret, serta pendampingan individual terutama bagi siswa yang mengalami hambatan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Implementasi Metode Membaca Terbimbing Melalui Perencanaan Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Kelas 2-B SD Negeri 014 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan proses dan hasil kemampuan membaca permulaan siswa dalam membaca kata dengan implementasi metode membaca terbimbing melalui perencanaan pembelajaran berdiferensiasi pada kelas 2-B SDN 014 Tarakan. Jenis peneltian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian yang terdiri dari 28 siswa. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Prosedur tiap siklus yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi metode membaca terbimbing melalui perencanaan pembelajaran berdiferensiasi dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa dalam membaca kata pada siswa kelas 2-B SDN 014 Tarakan. Pada siklus I hasil tes kognitif kemampuan membaca kata diperoleh data sebesar 68% siswa yang tuntas atau masuk pada level membaca berkembang dan mandiri dari jumlah keseluruhan siswa, pada aspek afektif diperoleh data sebesar 61% siswa yang tuntas dan pada aspek psikomotorik diperoleh data sebesar 54% siswa yang tuntas. Kemudian pada siklus II mengalami peningkatan, hasil tes kognitif kemampuan membaca kata diperoleh data sebesar 89% siswa yang tuntas atau masuk pada level membaca berkembang dan mandiri, pada aspek afektif diperoleh data sebesar 79% siswa yang tuntas dan pada aspek psikomotorik diperoleh data sebesar 82% siswa yang tuntas. Proses kegiatan pembelajaran dapat dilakukan dengan baik dan hasil penilaian tes kognitif kemampuan membaca kata siswa telah mencapai indikator keberhasilan sehingga penelitian ini dikatakan berhasil dalam menigkatkan kemampuan membaca permulaan siswa dalam membaca kata di kelas 2-B SDN 014 Tarakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail