ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh kartu flashcard terhadap penguasaan kosakata siswa kelas VIII di SMP Negeri 11 Tarakan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya penguasaan kosakata siswa, yang memengaruhi kemampuan mereka dalam memahami materi pembelajaran bahasa Inggris pada kegiatan membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara. Selain itu, metode pengajaran tradisional yang berbasis hafalan sering kali mengurangi motivasi siswa dan menghambat retensi kosakata dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang menarik dan efektif untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimental, khususnya desain kelompok kontrol tidak setara. Populasi penelitian terdiri dari siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Tarakan pada tahun ajaran 2025/2026. Sampel penelitian terdiri dari 58 siswa yang dipilih melalui pengambilan sampel purposif, dengan kelas VIII.3 sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII.2 sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui tes awal dan tes akhir yang mengukur tiga aspek penguasaan kosakata: makna, ejaan, dan penggunaan. Data dianalisis menggunakan Uji t Sampel Berpasangan dan Uji Wilcoxon Signed Rank. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kartu flashcard memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap penguasaan kosakata siswa. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 73,59 pada pra-tes menjadi 81,29 pada pasca-tes. Analisis statistik menunjukkan nilai signifikansi di bawah 0,05 (p 0,001), yang menunjukkan bahwa peningkatan tersebut secara statistik signifikan. Selain itu, peningkatan juga teramati pada semua aspek penguasaan kosakata, yaitu makna, ejaan, dan penggunaan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kartu flashcard merupakan media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa kelas VIII di SMP Negeri 11 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Indonesia : Kosakata merupakan salah satu unsur penting dalam pembelajaran bahasa Inggris yang mendukung kemampuan siswa dalam memahami dan menggunakan bahasa secara efektif. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengoptimalkan penguasaan kosakata siswa melalui pemanfaatan aplikasi Duolingo sebagai media pembelajaran. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian melibatkan 31 siswa kelas VIII-E SMP Negeri 2 Tarakan tahun ajaran 2025/2026. Data diperoleh melalui tes kosakata dan lembar observasi. Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar dari Siklus I ke Siklus II. Persentase ketuntasan belajar meningkat dari 61% menjadi 77%, sedangkan nilai rata-rata siswa naik dari 74,54 menjadi 80,39. Aktivitas guru mengalami peningkatan dari 83% menjadi 92%, sementara aktivitas siswa meningkat dari 78% menjadi 88%. Selain itu, keterlibatan siswa selama pembelajaran terlihat lebih baik dibandingkan sebelumnya. Berbagai fitur yang tersedia dalam Duolingo, seperti latihan berulang, umpan balik langsung, dan aktivitas berbasis permainan, membantu menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan interaktif. Dengan demikian, Duolingo dapat digunakan sebagai media yang mendukung peningkatan penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa pada pembelajaran EFL di tingkat sekolah menengah pertama. English: Vocabulary is one of the essential components of English language learning that supports students’ ability to understand and use the language effectively. This research was conducted to improve students’ vocabulary mastery through the use of the Duolingo application as a learning medium. The research employed a Classroom Action Research (CAR) design consisting of two cycles, including planning, action, observation, and reflection stages. The participants were 31 students of class VIII-E at SMP Negeri 2 Tarakan in the 2025/2026 academic year. Data were collected through vocabulary tests and observation sheets. The findings revealed an improvement in students’ learning outcomes from Cycle I to Cycle II. The percentage of students achieving the minimum mastery criterion increased from 61% to 77%, while the mean score improved from 74.54 to 80.39. Teacher activity increased from 83% to 92%, and student activity improved from 78% to 88%. In addition, students demonstrated greater participation and engagement during the learning process. Various features provided by Duolingo, such as repeated practice, immediate feedback, and game-based activities, contributed to creating a more engaging and interactive learning experience. Therefore, Duolingo can be utilized as an effective learning medium to support the improvement of students’ English vocabulary mastery in EFL learning at the junior high school level.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa kelas VII-6 SMP Negeri 9 Tarakan melalui penerapan teknik inovatif berupa flashcard, permainan Word Chain, dan Mind Mapping. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tiga pertemuan pada setiap siklus. Masing-masing siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 30 siswa kelas VII-6 tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui tes kosakata dan lembar observasi aktivitas guru serta siswa, kemudian dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata penguasaan kosakata siswa meningkat dari 68,83 pada Siklus I menjadi 88,5 pada Siklus II. Rata-rata aktivitas guru meningkat dari 75% menjadi 92,33%, sedangkan aktivitas siswa meningkat dari 53% menjadi 89,67%. Dengan demikian, penerapan flashcard, Word Chain, dan Mind Mapping efektif dalam meningkatkan penguasaan kosakata dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. Penelitian ini memberikan alternatif teknik pembelajaran kosakata yang interaktif bagi guru. Penelitian selanjutnya disarankan menerapkan teknik tersebut pada materi, jenjang, atau jumlah subjek yang lebih luas. This study aims to improve the vocabulary mastery of seventh-grade students in class VII-6 at SMP Negeri 9 Tarakan through the application of three innovative techniques: flashcards, the Word Chain game, and Mind Mapping. The study employs a Classroom Action Research (CAR) design implemented across two cycles, with three meetings per cycle. Each cycle followed the standard phases of planning, action, observation, and reflection. The research subjects consisted of 30 students from class VII-6 during the 2025/2026 academic year. Data were collected through vocabulary tests and teacher and student activity observation sheets, and subsequently analyzed using quantitative methods. The results show that the mean score of students' vocabulary mastery increased from 68.83 in Cycle I to 88.5 in Cycle II. The average score for teacher activity improved from 75% to 92.33%, while the average score for student activity increased from 53% to 89.67%. These findings demonstrate that the combined application of flashcards, Word Chain, and Mind Mapping is effective in improving vocabulary mastery and enhancing student engagement in English language learning. This study offers teachers a set of interactive alternative techniques for vocabulary instruction. Future research is encouraged to apply these techniques across different materials, educational levels, or larger subject groups to further validate their effectiveness.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa kelas VII-6 SMP Negeri 9 Tarakan melalui penerapan teknik inovatif berupa flashcard, permainan Word Chain, dan Mind Mapping. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tiga pertemuan pada setiap siklus. Masing-masing siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 30 siswa kelas VII-6 tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui tes kosakata dan lembar observasi aktivitas guru serta siswa, kemudian dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata penguasaan kosakata siswa meningkat dari 68,83 pada Siklus I menjadi 88,5 pada Siklus II. Rata-rata aktivitas guru meningkat dari 75% menjadi 92,33%, sedangkan aktivitas siswa meningkat dari 53% menjadi 89,67%. Dengan demikian, penerapan flashcard, Word Chain, dan Mind Mapping efektif dalam meningkatkan penguasaan kosakata dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. Penelitian ini memberikan alternatif teknik pembelajaran kosakata yang interaktif bagi guru. Penelitian selanjutnya disarankan menerapkan teknik tersebut pada materi, jenjang, atau jumlah subjek yang lebih luas. This study aims to improve the vocabulary mastery of seventh-grade students in class VII-6 at SMP Negeri 9 Tarakan through the application of three innovative techniques: flashcards, the Word Chain game, and Mind Mapping. The study employs a Classroom Action Research (CAR) design implemented across two cycles, with three meetings per cycle. Each cycle followed the standard phases of planning, action, observation, and reflection. The research subjects consisted of 30 students from class VII-6 during the 2025/2026 academic year. Data were collected through vocabulary tests and teacher and student activity observation sheets, and subsequently analyzed using quantitative methods. The results show that the mean score of students' vocabulary mastery increased from 68.83 in Cycle I to 88.5 in Cycle II. The average score for teacher activity improved from 75% to 92.33%, while the average score for student activity increased from 53% to 89.67%. These findings demonstrate that the combined application of flashcards, Word Chain, and Mind Mapping is effective in improving vocabulary mastery and enhancing student engagement in English language learning. This study offers teachers a set of interactive alternative techniques for vocabulary instruction. Future research is encouraged to apply these techniques across different materials, educational levels, or larger subject groups to further validate their effectiveness.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Membaca pemahaman merupakan kemampuan esensial dalam proses pembelajaran karena berperan penting dalam menyerap informasi, memahami makna teks, dan mengembangkan kompetensi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal penyebab kesulitan membaca pemahaman pada siswa di kelas III-B SDN 032 Tarakan. Kesulitan ini diguga dipengaruhi oleh faktor internal, seperti minat membaca yang rendah, kurangnya motivasi belajar, rendahnya kepercayaan diri, serta terbatasnya penguasaan kosakata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa tes, observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini berdasarkan kategori kemampuan membaca pemahaman, yang terdiri dari siswa kategori tinggi, sedang dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat faktor internal tersebut secara signifikan berkontribusi terhadap kesulitan membaca pemahaman siswa. Minat membaca yang rendah menghambat keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan membaca. Kurangnya motivasi menyebabkan siswa tidak memiliki dorongan untuk memahami isi bacaan secara mendalam, kepercayaan diri yang rendah mempengaruhi keberanian siswa untuk mengungkapkan pemahamannya terhadap teks, sedangkan penguasaan kosakata yang terbatas membuat siswa kesulitan menafsirkan makna kata-kata dalam bacaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penguasaan kosakata merupakan salah satu aspek fundamental dalam keterampilan berbahasa yang memengaruhi kemampuan siswa dalam memahami dan menggunakan bahasa secara efektif, baik secara lisan maupun tulisan. Berdasarkan observasi awal dan wawancara dengan wali kelas III-A di SDN 015 Tarakan, ditemukan bahwa masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami makna kata, terutama ketika dihadapkan pada kosakata baru yang jarang mereka temui. Penelitian ini dengan metode kuantitatif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan tujuan untuk mendeskripsikan penguasaan kosakata peserta didik kelas III-A SDN 015 Tarakan. Sampel penelitian berjumlah 27 siswa yang diambil dengan teknik sampel jenuh, karena seluruh populasi dijadikan subjek. Teknik pengumpulan data menggunakan tes pilihan ganda sebanyak 30 butir soal, validator memberikan masukan dan koreksi terhadap beberapa soal, terutama dari segi penggunaan bahasa agar lebih mudah di pahami peserta didik. Setelah dilakukan revisi berdasarkan saran validator, seluruh soal dinyatakan layak dan valid untuk digunakan dalam penelitian ini. yang dikembangkan berdasarkan empat indikator utama: sinonim, antonim, istilah kata, dan melengkapi kalimat. Validitas isi instrumen tes soal pilihan ganda dilakukan melalui validator ahli, sedangkan reliabilitas diuji menggunakan Cronbach’s Alpha dengan dibandingkan dengan taraf signifikansi 0,05 sebagai batas pengambilan keputusan hasil Cronbach’s Alpha 0,866 yang menunjukkan bahwa instrumen sangat reliabel. Data dianalisis secara manual menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 22% siswa memiliki penguasaan kosakata kategori tinggi, 48% berada dalam kategori sedang, dan 30% berada dalam kategori rendah. Secara umum, penguasaan kosakata siswa berada dalam kategori sedang. Hal ini mengindikasikan perlunya penggunaan strategi pembelajaran yang lebih kontekstual dan interaktif agar seluruh peserta didik dapat mengembangkan kemampuan kosakata mereka secara lebih optimal dan merata.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
THE EFFECTIVENESS OF THE CHARADES GAME AS A LEARNING STRATEGY ON VOCABULARY MASTERY IN THE SEVENTH GRADE OF MTS NEGERI TARAKAN ABSTRAK Kosakata merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran bahasa inggris. oleh karena itu, untuk mengajarkan kosakata dibutuhkan strategi pengajaran yang menarik dan menyenangkan seperti charades game. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh signifikan dari implementasi charades game sebagai strategi pengajaran terhadap kemampuan meningkatkan kosakata siswa kelas 7. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pre-eksperimental. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas 7 MTs negeri Tarakan dengan sampel kelas 7-D sebanyak 32 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes tertulis berupa pre-test dan post-test. Selain itu, hasil analisis dari data yang didapatkan diolah menggunakan program spss versi 25.0. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata dari hasil pre-test adalah 50.94 dan rata-rata dari hasil post-test adalah 77.97. Hasil uji willcoxon test adalah 0.000 lebih kecil dari 0.05 yang berarti bahwa hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (H0) ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa mengajarkan kosakata bahasa inggris dengan charades game terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan kosakata bahasa inggris siswa di kelas 7-D di MTs Negeri Tarakan. Kata kunci: Permainan Charades, Strategi Pembelajaran, Penguasaan Kosakata Abstract This study aimed to determine the significant effect of implementing the charades game as a teaching strategy on the ability to improve the vocabulary of seventh-grade students. The research method used was the pre-experimental method. The population of this study was seventh-grade students of MTs Negeri Tarakan, with a sample of 32 students from the 7-D class. The research instruments used were written tests, pre-tests, and post-tests. In addition, the data analysis results were processed using the SPSS program version 25.0. The study showed that the average pre-test result was 50.94, and the average post-test result was 77.97. The results of the Wilcoxon test were 0.000, which is smaller than 0.05, which means that the alternative hypothesis (Ha) is accepted, and the null hypothesis (H0) is rejected. Therefore, teaching English vocabulary with a charades game has proven effective in improving students' English vocabulary skills in the 7-D class at MTs Negeri Tarakan. Keywords: Charades Game, Learning Strategy, Vocabulary Mastery
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Kosakata memiliki pengaruh besar terhadap kemampuan berbicara, mendengarkan, dan kemampuan kompetensi bahasa lainnya dalam bahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang signifikan dari media pembelajaran aplikasi Duolingo dalam meningkatkan penguasaan kosakata siswa kelas VII. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pra-eksperimen. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Tarakan dengan kelas VII.10 sebagai sampel yang terdiri dari 31 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pre-test dan post-test. Selanjutnya, hasil analisis data yang diperoleh diolah dengan menggunakan program SPSS versi 30. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata hasil pre-test adalah 70,81 dan rata-rata hasil post-test adalah 89,84. Hal ini menunjukkan peningkatan skor rata-rata sebesar 26,87%, yang menunjukkan bahwa perlakuan dengan menggunakan aplikasi Duolingo efektif dalam meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa. Nilai p-value yang jauh di bawah ambang batas konvensional 0,05 memberikan bukti kuat terhadap hipotesis nol (H0), yang berarti hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (H0) ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengajaran kosakata dengan menggunakan aplikasi Duolingo terbukti efektif dalam meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa Inggris siswa kelas tujuh di SMPN 1 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
This research aimed to determine the effect of scrabble game in enriching English vocabulary of students of class VIII-3 at SMPN 11 Tarakan. The research method was pre-experiment with one group pre-test and post-test design. The rescarch sample was 21 students who were selected by purposive sampling technique. Data were collected using English vocabulary tests before and after the intervention. The results showed that the use of scrabble game during teaching learning process significantly improved students' English vocabulary. The students' average score on the vocabulary test before the intervention was 76, while after the intervention it increased to 83. Students who previously had difficulty in using certain vocabulary in sentences, could use them properly after the intervention. The conclusion of this study is that the use of Scrabble game to teach English vocabulary of students in class VIII-3 at SMPN 11 Tarakan was effective and could increase students' interest and enthusiasm in learning.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ada atau tidaknya hubungan penguasaan kosakata dan keterampilan menulis teks drama pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 11 Tarakan. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yang termasuk ke dalam penelitian korelasi. Metode pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan instrument tes yang terdiri dari tes penguasaan kosakata dan tes melulis teks drama. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu tes, wawancara dan dokumentasi. Pengambilan sampel yang digunakan Teknik sampling jenuh/sensus. Persentase variabel penguasaan kosakata pada kategori rendah 14%, kategori sedang 65%, dan kategori tinggi 21%. Sedangkan persentase variabel keterampilan menulis teks drama pada kategori rendanh 0%, kategori sedang 81%, dan kategori tinggi 19%. Hasil dari penelitian ini yaitu “terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara penguasaan kosakata dengan keterampilan menulis teks drama pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 11 Tarakan”. Data yang diperoleh dari hasil dari uji korelasi menggunakan bantuan dari software SPSS 26.0 for windows analisis product moment adalah rhitung 0,402 > rtabel 0,216 maka hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa hubungan penguasaan kosakata dan keterampilan menulis teks drama pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 11 Tarakan yaitu positif “Ha diterima dan Ho ditolak”.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara penguasaan kosakata dengan keterampilan menulis teks persuasif kelas VIII Mts Negeri Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yang termasuk kedalam penelitian korelasi. Metode pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes yang terdiri dari tes penguasaan kosakata dan tes menulis teks persuasif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu tes, wawancara dan dokumentasi Pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik random sampling. Penelitian ini menggunakan bantuan Spss version-26 untuk melakukan uji prasyarat analisis. Uji prasyarat analisis dalam penelitian ini yaitu uji normalitas dan uji lineritas. Teknik analisis pada penelitian ini menggunakan analisis product moment. Hasil dari penelitian ini yaitu “terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara penguasaan kosakata dengan keterampilan menulis teks persuasif siswa kelas VIII Mts Negeri Tarakan. Data yang diperoleh dari hasil uji korelasi menggunakan analisis product moment dengan bantuan Spss Version-26 adalah rhitung 0,432 > rtabel 0,254 maka dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa “hubungan penguasaan kosakata dan keterampilan menulis teks persuasif kelas VIII Mts Negeri Tarakan yaitu positif “Ha diterima dan Ho ditolak.” This study aimed to determine whether there was a relationship between vocabulary mastery and the skills of writing persuasive texts for class VIII MTS Negeri Tarakan. this study used a quantitative research method that belongs to correlations research. The data collection research method in this study used test instruments consisting of a vocabulary mastery test and a persuasive text writing test. Data collection method techniques used tests, interviews, and documentation. The sampling used was a random sampling technique. This is study used SPSS version 26 to test prerequisite analysi. The analysis prerequisite tests wer normality test and the linearity test. The analysis technique in this study used product moment analysis. The results of this study are “ there is a positive and significant relationship between vocabulary mastery and the skill of writing for class VIII students of MTs Negeri Tarakan. The data obtained from the results of the correlation test using product moment analysis with the help of SPSS Version-26 is r-count 0.432 > r-table 0.254, so from the results of this study it can be concluded that “the relationship between vocabulary mastery and persuasive text writing skills for class VIII MTs Negeri Tarakan is positive “Ha is accepted and Ho rejected.”
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
ABSTRACT AN ANALYSIS OF STUDENTS DIFFICULTIES IN VOCABULARY MASTERY AT TENTH GRADE OF SMK NEGERI 2 MALINAU KOTA Faculty of Teacher Training And Education, Borneo Tarakan University, Tarakan Silvia Wulandari Email: [email protected] Advisor : Romlah Ulfaika, M.Pd The vocabulary has a significant contribution to support the successful students of learning English. The objective was to find out the dominant difficulties of students in vocabulary mastery of the tenth grade of SMK Negeri 2 Malinau Kota. The researcher had used a descriptive quantitative method. The subjects were the tenth-grade students of SMK Negeri 2 Malinau Kota in the 2020/2021 academic year. The total population of the researcher was 216 students. The sample had selected by using a purposive sampling technique with 35 students as the sample. The researcher collected the data by using a vocabulary test and a questionnaire. The vocabulary test and questioner had used to analyze the dominant of difficulties in vocabulary mastery in terms of grammar, meaning, spelling and pronunciation. The data were analyzed using the descriptive analysis to analyze student difficulties in the form of vocabulary tests and the percentage of the student difficulties in the form of a questionnaire. The results of the research showed. First, from the results of the vocabulary test, 48% of students were difficulty in grammar, 84% of students were difficult in meaning, 86% of students were difficulty in spelling, and than 63% of students were difficulty in pronunciation. Second, the questionnaire resulted related to the grammar, meaning, spelling and pronunciation. Thus, it concluded that the most dominant student difficulty was grammar. Keywords: Student's difficulties, Vocabulary Mastery.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penguasaan kosakata, strategi pembelajaran kosakata yang paling sering digunakan oleh siswa, dan hubungan antara strategi pembelajaran kosakata dan penguasaan kosakata pada siswa kelas delapan SMP Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas delapan. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan acuan penentuan jumlah sampel dari Isaac & Michel table sampling, diambil 142 dari 179 siswa dengan toleransi kesalahan 1%. Pengumpulan data menggunakan tes penguasaan kosakata dan kuesioner strategi pembelajaran kosakata. Data dianalisis secara statistik menggunakan deskriptif analisis statistik untuk mencari rata-rata, nilai maksimal atau minimal, dan persentase. Sementara itu Pearson Product Moment digunakan untuk uji hipotesis dengan alat bantu SPSS versi 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum siswa berada pada tingkatan frekuensi menengah. Strategi yang paling dominan digunakan oleh siswa adalah strategi penentuan dan kognitif. Peneliti menemukan korelasi yang lemah antara strategi pembelajaran kosakata dan penguasaan kosakata yang ditunjukkan dengan sig (2-tailed) .000 0.05 dengan korelasi koefisien .301, hal ini disebabkan hanya strategi penentuan sig (2-tailed) .000 0.05 dengan korelasi koefisien .312 dan kognitif sig (2-tailed) .001 0.05 dengan korelasi koefisien .285 yang memiliki korelasi dengan penguasaan kosakata. Peneliti merekomendasikan strategi penentuan dan kognitif dalam pembelajaran kosakata untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa pada tingkat SMP.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan rata-rata hasil belajar siswa menggunakan media Augmented Reality dalam meningkatkan pemahaman kosakata tentang mendeskripsikan binatang. Subjek penelitian ini adalah 26 siswa dari kelas 7-6 tahun ajaran 2021/2022 dengan menggunakan metode Pre-experiment. Penelitian ini menggunakan One-Group Pretest-Posttest Design. Pemilihan sampel menggunakan Purposive Sampling. Instrument tersebut adalah tes kosakata dalam pretest dan posttest untuk mengukur pencapaian siswa dalam proses pembelajaran selama treatments. Pengujian hipotesis menggunakan Uji Parametric Paired Sample T-test. Berdasarkan hasil uji Paired Sample T-test menunjukkan bahwa ada perbedaan antara pretest dan posttest. Ini dibuktikan dengan hasil skor rata-rata siswa. Nilai rata-rata dalam pretest adalah 53,12 dan nilai rata-rata pada posttest adalah 72,81. Skor rata-rata pada posttest lebih tinggi dari pretest. Ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dari pencapaian penguasaan kosakata siswa pada pretest dan posttest. Selain itu, nilai N Gain pada pre-test and post-test menunjukkan 0.42 dikategorikan Normal. Selanjutnya, hasil dari uji-t sampel berpasangan menunjukkan bahwa -t-test (-7,010) lebih kecil dari -t-table (-2,060). Berdasarkan hasil uji tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan media Augmented Reality terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar pemahaman kosakata dalam mendeskripsikan binatang di kelas tujuh SMP Negeri 7 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
HUBUNGAN PENGUASAAN KOSAKATA DENGAN KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF DESKRIPSI SISWA KELAS X SMAN 1 TANJUNG PALAS TENGAH ABSTRAK Penelitian iniabertujuan untuk mengetahui apakahaada hubungan atau tidak ada hubungan yang positifadan signifikan antara penguasaanakosakata dengan keterampilan menulisaparagraf deskripsi siswa kelas X SMAN 1 Tanjung Palas Tengah. Penelitian iniamenggunakan pendekatan kuantitatif dan digolongkan sebagai penelitian korelasi yaitu mencari hubungan antara dua variabel. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh. Metode pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan tes. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan product moment. Uji persyarat analisis yaitu uji normalitas dan uji linieritas. Teknik analisis dan uji prsyarat analisis dalam penelitian ini menggunakan bantuan software SPSS version 24. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil uji korelasi product moment rhitung = 0. 973 yang menunjukan bahwa hubungan antara kedua variabel tersebut memiliki hubungan atau positif. Hasil yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan rtabel jumlah N = 83 adalah 0.213 hal ini membuktikan bahwa rhitung lebih besar dari rtabel yaitu (0.973 0.213) dari hasil tersebutadapat disimpulkan bahwaaHa diterima danaHo ditolak. Yaitu terdapatahubungan yang potisif dan signifikan antara penguasaanikosakata dengan keterampilanimenulis paragraf deskripsi siswa kelas X SMAN 1 Tanjung Palas Tengah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti korelasi antara penguasaan kosakata dan kemampuan menulis bahasa inggris siswa dikelas sepuluh, siswa SMA Negeri 3 Tarakan. In adalah penelitian kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi adalah siswa kelas sepuluh dari SMA Negeri 3 Tarakan. Menggunakan teknik cluster random sampling, 59 dari 288 siswa kelas X MIA 2 dan X IIS 1 diambil sebagai sampel penilitian.Data dikumpulkan menggunakan tes. Data dianalasis secara statistic menggunakan Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS versi 24.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada korelasi signifikan antara penguasaan kosakata dan kemampuan menulis siswa di kelas sepuluh siswa SMA Negeri 3 Tarakan seperti yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi 0.006 0.05 dan nilai r yang dihitung lebih besar dari nilai r kritis (0.354 > 0.256).