ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini menyelidiki bagaimana faktor-faktor efikasi diri memengaruhi pembelajaran kosakata siswa kelas VIII dan menganalisis strategi pembelajaran kosakata yang dianggap efektif oleh siswa serta hubungan antara strategi tersebut dengan efikasi diri mereka. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif, dengan data dikumpulkan melalui lembar analisis dokumen, observasi kelas, dan wawancara semi-terstruktur. Peserta penelitian berasal dari kelas VIII-A yang berjumlah 32 siswa. Dari jumlah tersebut, enam siswa serta dua guru Bahasa Inggris di MTs Negeri Tarakan pada tahun ajaran 2024/2025 dipilih sebagai informan penelitian melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keempat sumber efikasi diri yang diidentifikasi oleh Bandura, yaitu pengalaman penguasaan, pengalaman tidak langsung, persuasi verbal, dan kondisi fisiologis, sangat memengaruhi kepercayaan diri dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran kosakata, dengan pengalaman penguasaan terbukti sebagai faktor yang paling berpengaruh. Siswa yang mengalami kegagalan berulang menunjukkan penurunan motivasi dan menghindari tugas-tugas yang berkaitan dengan kosakata, sementara dorongan guru secara konsisten memperkuat kepercayaan diri siswa. Ditinjau dari tiga dimensi efikasi diri, yaitu besaran, kekuatan, dan generalitas, siswa menunjukkan keyakinan yang terbatas yang sebagian besar hanya mencakup kosakata yang sudah familiar dan tugas pengenalan sederhana, dengan transfer yang minim ke berbagai jenis tugas dan konteks pembelajaran yang berbeda. Berkaitan dengan strategi pembelajaran kosakata, para siswa sebagian besar mengandalkan strategi determinasi seperti penggunaan kamus dan alat penerjemah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efikasi diri dan penggunaan strategi pembelajaran kosakata memiliki hubungan yang bersifat dua arah, di mana kepercayaan diri yang lebih tinggi mendorong penggunaan strategi yang lebih kompleks. Pada gilirannya, penggunaan strategi tersebut menghasilkan pengalaman keberhasilan yang semakin memperkuat perkembangan efikasi diri siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
THE EFFECTIVENESS OF THE CHARADES GAME AS A LEARNING STRATEGY ON VOCABULARY MASTERY IN THE SEVENTH GRADE OF MTS NEGERI TARAKAN ABSTRAK Kosakata merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran bahasa inggris. oleh karena itu, untuk mengajarkan kosakata dibutuhkan strategi pengajaran yang menarik dan menyenangkan seperti charades game. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh signifikan dari implementasi charades game sebagai strategi pengajaran terhadap kemampuan meningkatkan kosakata siswa kelas 7. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pre-eksperimental. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas 7 MTs negeri Tarakan dengan sampel kelas 7-D sebanyak 32 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes tertulis berupa pre-test dan post-test. Selain itu, hasil analisis dari data yang didapatkan diolah menggunakan program spss versi 25.0. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata dari hasil pre-test adalah 50.94 dan rata-rata dari hasil post-test adalah 77.97. Hasil uji willcoxon test adalah 0.000 lebih kecil dari 0.05 yang berarti bahwa hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (H0) ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa mengajarkan kosakata bahasa inggris dengan charades game terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan kosakata bahasa inggris siswa di kelas 7-D di MTs Negeri Tarakan. Kata kunci: Permainan Charades, Strategi Pembelajaran, Penguasaan Kosakata Abstract This study aimed to determine the significant effect of implementing the charades game as a teaching strategy on the ability to improve the vocabulary of seventh-grade students. The research method used was the pre-experimental method. The population of this study was seventh-grade students of MTs Negeri Tarakan, with a sample of 32 students from the 7-D class. The research instruments used were written tests, pre-tests, and post-tests. In addition, the data analysis results were processed using the SPSS program version 25.0. The study showed that the average pre-test result was 50.94, and the average post-test result was 77.97. The results of the Wilcoxon test were 0.000, which is smaller than 0.05, which means that the alternative hypothesis (Ha) is accepted, and the null hypothesis (H0) is rejected. Therefore, teaching English vocabulary with a charades game has proven effective in improving students' English vocabulary skills in the 7-D class at MTs Negeri Tarakan. Keywords: Charades Game, Learning Strategy, Vocabulary Mastery
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penguasaan kosakata, strategi pembelajaran kosakata yang paling sering digunakan oleh siswa, dan hubungan antara strategi pembelajaran kosakata dan penguasaan kosakata pada siswa kelas delapan SMP Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas delapan. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan acuan penentuan jumlah sampel dari Isaac & Michel table sampling, diambil 142 dari 179 siswa dengan toleransi kesalahan 1%. Pengumpulan data menggunakan tes penguasaan kosakata dan kuesioner strategi pembelajaran kosakata. Data dianalisis secara statistik menggunakan deskriptif analisis statistik untuk mencari rata-rata, nilai maksimal atau minimal, dan persentase. Sementara itu Pearson Product Moment digunakan untuk uji hipotesis dengan alat bantu SPSS versi 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum siswa berada pada tingkatan frekuensi menengah. Strategi yang paling dominan digunakan oleh siswa adalah strategi penentuan dan kognitif. Peneliti menemukan korelasi yang lemah antara strategi pembelajaran kosakata dan penguasaan kosakata yang ditunjukkan dengan sig (2-tailed) .000 0.05 dengan korelasi koefisien .301, hal ini disebabkan hanya strategi penentuan sig (2-tailed) .000 0.05 dengan korelasi koefisien .312 dan kognitif sig (2-tailed) .001 0.05 dengan korelasi koefisien .285 yang memiliki korelasi dengan penguasaan kosakata. Peneliti merekomendasikan strategi penentuan dan kognitif dalam pembelajaran kosakata untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa pada tingkat SMP.