ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
English learning media in elementary schools plays an important role in supporting the English language teaching process for young learners. This research aimed to develop augmented reality-based flashcards for vocabulary learning for fifth-grade students at SDN 010 Tarakan. This was a research and development study using the 4D model, consisting of the Define, Design, Develop, and Disseminate stages. The research instruments used included student needs questionnaires, interview guides for teachers, expert validation questionnaires for content and media, media usability questionnaires, and student response questionnaires. The results of the needs analysis questionnaire and interviews with teachers indicated that vocabulary learning media were highly needed by students in their English language learning. The designed product consisted of flashcards featuring vocabulary related to parts of the body, hobbies, and things in school, in accordance with the students' needs. The developed media were then validated in terms of content and media before being pilot-tested on 12 fifth-grade students at SDN 010 Tarakan. The research results revealed that the level of suitability and practicality of the media, based on the following assessments, were as follows: 1) validation by a media expert yielded a score of 93.7%, classified as “highly applicable”; 2) validation by a content expert yielded a score of 96.3%, classified as “highly applicable”; 3) 97.1% of English language teaching practitioners rated the material as “highly practical.” Student responses to this learning material following the pilot test were positive, with a score of 91% of the total possible score. Accordingly, it can be concluded that the development of augmented reality-based flashcard learning materials for fifth-grade students at SDN 010 Tarakan was deemed highly feasible and highly practical for use. Keywords: Augmented Reality, flashcard media, vocabulary learning, 4D model, elementary school
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya penggunaan media pembelajaran pada pembelajaran IPAS kelas III MI Al Fawaid Tarakan. Wawancara dan observasi menunjukkan guru masih menggunakan metode ceramah tanpa media pembelajaran, sehingga siswa kurang fokus, mudah bosan, dan sulit memahami materi simbiosis antar makhluk hidup. Penelitian ini bertujuan mengetahui kelayakan dan keefektifan media flashcard pada materi simbiosis antar makhluk hidup. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Media flashcard yang memuat materi simbiosis mutualisme, komensalisme, dan parasitisme. Kelayakan media diukur melalui validasi ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa. Hasil validasi ahli media memperoleh persentase 65,4% dengan kategori layak, validasi ahli materi 90% dengan kategori sangat layak, dan ahli bahasa 96,3% dengan kategori sangat layak, dengan rata-rata 83,9% termasuk kategori sangat layak. Keefektifan media diperoleh melalui pretest dan posttest menggunakan N-Gain. Uji coba terbatas terhadap 6 siswa memperoleh 58,16% dengan kategori cukup efektif, sedangkan uji coba lapangan terhadap 29 siswa memperoleh 61,20% dengan kategori cukup efektif. Persentase akhir sebesar 59,68% termasuk kategori cukup efektif. Dengan demikian, media flashcard yang dikembangkan dinyatakan sangat layak dan cukup efektif digunakan dalam pembelajaran IPAS materi simbiosis antar makhluk hidup kelas III MI Al Fawaid Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya karakter sopan santun peserta didik kelas V-C SDN Utama 2 Tarakan dalam penggunaan kata santun sehari-hari, yang dipengaruhi oleh dampak globalisasi dan penggunaan teknologi yang tidak terkontrol. Metode pembelajaran konvensional dinilai belum mampu membentuk kebiasaan bersikap santun secara optimal, sehingga diperlukan media pembelajaran yang lebih inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan kemenarikan media flashcard magic words berbasis pendidikan karakter sopan santun, serta mengetahui sikap sopan santun peserta didik kelas V-C dalam penggunaan media tersebut pada kegiatan belajar maupun interaksi sehari-hari di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang terdiri dari empat tahapan, yaitu Define (pendefinisian), Design (perancangan), Development (pengembangan), dan Disseminate (penyebaran). Namun, penelitian ini dibatasi hanya sampai pada tahap Development, sedangkan tahap Disseminate tidak dilaksanakan karena keterbatasan waktu, biaya, dan cakupan penelitian sehingga penyebaran media secara lebih luas belum dapat dilakukan. Subjek penelitian adalah 27 peserta didik kelas V-C SDN Utama 2 Tarakan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, lembar validasi ahli, angket kemenarikan siswa, dan lembar observasi pembiasaan sikap sopan santun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media flashcard magic words dinyatakan sangat layak digunakan berdasarkan validasi ahli media (95,38%), validasi ahli bahasa (90%), dan validasi praktisi (96,36%). Tingkat kemenarikan media pada uji coba terbatas mencapai 97,92% dan pada uji coba lapangan sebesar 91,76%, keduanya termasuk kategori sangat menarik. Adapun hasil analisis sikap sopan santun peserta didik setelah menggunakan media memperoleh persentase sebesar 61,42%, yang termasuk dalam kategori cukup baik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa media flashcard magic words layak, menarik, dan cukup baik digunakan untuk membentuk karakter sopan santun peserta didik kelas V-C SDN Utama 2 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh kartu flashcard terhadap penguasaan kosakata siswa kelas VIII di SMP Negeri 11 Tarakan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya penguasaan kosakata siswa, yang memengaruhi kemampuan mereka dalam memahami materi pembelajaran bahasa Inggris pada kegiatan membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara. Selain itu, metode pengajaran tradisional yang berbasis hafalan sering kali mengurangi motivasi siswa dan menghambat retensi kosakata dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang menarik dan efektif untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimental, khususnya desain kelompok kontrol tidak setara. Populasi penelitian terdiri dari siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Tarakan pada tahun ajaran 2025/2026. Sampel penelitian terdiri dari 58 siswa yang dipilih melalui pengambilan sampel purposif, dengan kelas VIII.3 sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII.2 sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui tes awal dan tes akhir yang mengukur tiga aspek penguasaan kosakata: makna, ejaan, dan penggunaan. Data dianalisis menggunakan Uji t Sampel Berpasangan dan Uji Wilcoxon Signed Rank. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kartu flashcard memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap penguasaan kosakata siswa. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 73,59 pada pra-tes menjadi 81,29 pada pasca-tes. Analisis statistik menunjukkan nilai signifikansi di bawah 0,05 (p 0,001), yang menunjukkan bahwa peningkatan tersebut secara statistik signifikan. Selain itu, peningkatan juga teramati pada semua aspek penguasaan kosakata, yaitu makna, ejaan, dan penggunaan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kartu flashcard merupakan media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa kelas VIII di SMP Negeri 11 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa kelas VII-6 SMP Negeri 9 Tarakan melalui penerapan teknik inovatif berupa flashcard, permainan Word Chain, dan Mind Mapping. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tiga pertemuan pada setiap siklus. Masing-masing siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 30 siswa kelas VII-6 tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui tes kosakata dan lembar observasi aktivitas guru serta siswa, kemudian dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata penguasaan kosakata siswa meningkat dari 68,83 pada Siklus I menjadi 88,5 pada Siklus II. Rata-rata aktivitas guru meningkat dari 75% menjadi 92,33%, sedangkan aktivitas siswa meningkat dari 53% menjadi 89,67%. Dengan demikian, penerapan flashcard, Word Chain, dan Mind Mapping efektif dalam meningkatkan penguasaan kosakata dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. Penelitian ini memberikan alternatif teknik pembelajaran kosakata yang interaktif bagi guru. Penelitian selanjutnya disarankan menerapkan teknik tersebut pada materi, jenjang, atau jumlah subjek yang lebih luas. This study aims to improve the vocabulary mastery of seventh-grade students in class VII-6 at SMP Negeri 9 Tarakan through the application of three innovative techniques: flashcards, the Word Chain game, and Mind Mapping. The study employs a Classroom Action Research (CAR) design implemented across two cycles, with three meetings per cycle. Each cycle followed the standard phases of planning, action, observation, and reflection. The research subjects consisted of 30 students from class VII-6 during the 2025/2026 academic year. Data were collected through vocabulary tests and teacher and student activity observation sheets, and subsequently analyzed using quantitative methods. The results show that the mean score of students' vocabulary mastery increased from 68.83 in Cycle I to 88.5 in Cycle II. The average score for teacher activity improved from 75% to 92.33%, while the average score for student activity increased from 53% to 89.67%. These findings demonstrate that the combined application of flashcards, Word Chain, and Mind Mapping is effective in improving vocabulary mastery and enhancing student engagement in English language learning. This study offers teachers a set of interactive alternative techniques for vocabulary instruction. Future research is encouraged to apply these techniques across different materials, educational levels, or larger subject groups to further validate their effectiveness.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa kelas VII-6 SMP Negeri 9 Tarakan melalui penerapan teknik inovatif berupa flashcard, permainan Word Chain, dan Mind Mapping. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tiga pertemuan pada setiap siklus. Masing-masing siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 30 siswa kelas VII-6 tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui tes kosakata dan lembar observasi aktivitas guru serta siswa, kemudian dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata penguasaan kosakata siswa meningkat dari 68,83 pada Siklus I menjadi 88,5 pada Siklus II. Rata-rata aktivitas guru meningkat dari 75% menjadi 92,33%, sedangkan aktivitas siswa meningkat dari 53% menjadi 89,67%. Dengan demikian, penerapan flashcard, Word Chain, dan Mind Mapping efektif dalam meningkatkan penguasaan kosakata dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. Penelitian ini memberikan alternatif teknik pembelajaran kosakata yang interaktif bagi guru. Penelitian selanjutnya disarankan menerapkan teknik tersebut pada materi, jenjang, atau jumlah subjek yang lebih luas. This study aims to improve the vocabulary mastery of seventh-grade students in class VII-6 at SMP Negeri 9 Tarakan through the application of three innovative techniques: flashcards, the Word Chain game, and Mind Mapping. The study employs a Classroom Action Research (CAR) design implemented across two cycles, with three meetings per cycle. Each cycle followed the standard phases of planning, action, observation, and reflection. The research subjects consisted of 30 students from class VII-6 during the 2025/2026 academic year. Data were collected through vocabulary tests and teacher and student activity observation sheets, and subsequently analyzed using quantitative methods. The results show that the mean score of students' vocabulary mastery increased from 68.83 in Cycle I to 88.5 in Cycle II. The average score for teacher activity improved from 75% to 92.33%, while the average score for student activity increased from 53% to 89.67%. These findings demonstrate that the combined application of flashcards, Word Chain, and Mind Mapping is effective in improving vocabulary mastery and enhancing student engagement in English language learning. This study offers teachers a set of interactive alternative techniques for vocabulary instruction. Future research is encouraged to apply these techniques across different materials, educational levels, or larger subject groups to further validate their effectiveness.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa media pembelajaran dan mengetahui bagaimana kelayakan pada media pembelajaran flashcard box untuk membaca permulaan siswa kelas 1 di SDN 052 Tarakan ditinjau dari validasi ahli media, ahli bahasa dan ahli praktisi serta mengetahui bagaimana ketertarikan siswa terhadap media pembelajaran flashcard box untuk membaca permulaan dengan pemberian angket ketertarikan siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Prosedur pengembangan menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu, Analysis (Analisis), Design (Rancangan), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), Evaluation (Evaluasi). Penilaian kelayakan media pembelajaran flashcard box terdiri dari validasi ahli media, ahli bahasa dan ahli praktisi. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media sebesar 92%, ahli bahasa sebesar 86% dan ahli praktisi sebesar 92%. Hasil validasi para ahli menunjukkan bahwa media pembelajaran flashcard box masuk dalam kategori sangat layak digunakan pada pembelajaran membaca permulaan siswa kelas 1. Hasil ketertarikan siswa pada uji coba terbatas sebesar 86% dan uji coba kelompok luas sebesar 86% masuk dalam kategori sangat tertarik. Hasil angket ketertarikan siswa pada uji coba terbatas dan uji coba kelompok luas menunjukkan bahwa siswa sangat tertarik terhadap media pembelajaran flashcard box untuk membaca permulaan. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran flashcard Box efektif dalam mendukung proses belajar dan mengajar membaca permulaan yang dilakukan antara siswa dan guru di SDN 052 Tarakan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This research aimed to determine whether there was a difference in vocabulary mastery between the students who were taught using flashcard media and those who were taught using word lists in the seventh grade of SMPN 5 Tanjung Palas Timur. Employing a quasi-experimental research design with a non-equivalent control design, the research sought to determine variations in vocabulary mastery between the experimental group (7A class) exposed to flashcard media and the control group (7B class) taught using word lists. The subjects were selected through a purposive sampling technique. The analysis utilized the Independent Sample T-test for hypothesis testing, revealing a significant difference in vocabulary mastery. The t-test result (2.307) surpassed the critical t-table value (2.028), leading to the acceptance of the alternative hypothesis and rejection of the null hypothesis. The alternative hypothesis posited a significant enhancement in vocabulary mastery among students who were exposed to flashcard media compared to those who were taught with word lists in the seventh grade of SMPN 5 Tanjung Palas Timur.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
The purpose of this study was to determine the effect of homophones flash cards in improving the pronunciation of class X IPA 2 students at SMA Negeri 3 Tarakan. The study used a pre-experimental design, with one experimental group consisting of six meetings, including treatment, and one pretest and post-test experimental group. Purposive sampling was used to collect the sample , which consisted of 32 students from class X IPA 2. A reading exam with a number of students and pronunciation was used as the research instruments. Pretest and posttest data were examined using flashcards media in face to face teaching and leaning activities. SPSS, a statistical analysis progam, was used to analyze the data. The result of this study showed that there were changes in the scores of the two exams when flashcards were used before and after being taught. Between the pretest and posttest, the researcher calculated the students’ average writing test score. The paired sample t-test revealed that the t-test was -12.776 in both the pretest and postest. The number of degree of freedoom (df) was 31, and the level of significance was 95%. The t-count (-12.776) was higher than the t-table in this case (2.039). The researcher found a substantial influence on students utilizing homophone flashcards at the tenth grade of SMA Negeri 3 Tarakan after analyzing the data using SPSS version 22.0. The difference in mean indicated that the mean posttest score was higher than mean pretest score (82.97). (5091). Therefore , Ha was accepted and Ho was rejected. The application of Homophones Flashcards was an effective medium to improve students’ pronunciation. The use of Homophones Flashcards was effective in improving students’pronunciation.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah penggunaan aplikasi Flashcards memiliki pengaruh pada peningkatan hasil belajar berbicara siswa pada kelas sepuluh di SMK Kesehatan Kaltara Tarakan. Penelitian ini disusun dalam bentuk Preeksperimen. Peneliti ingin menentukan perbedaan hasil belajar berbicara siswa antara sebelum dan sesudah diajarkan menggunakan Aplikasi Flashcards Apps. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas X Farmasi B yang terdiridari 22 siswa di SMK Kesehatan Kaltara Tarakan. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes lisan. Tes lisan dilaksanakan pada saat sebelum (pre test) dan sesudah (post test) penggunaan Flashcards Apps di dalam kelas. Tes lisan digunakan untuk mengukur tata bahasa, kosakata, kelancaran, dan pemahaman, berdasarkan skala kemahiran lisan standar yang mengacu pendapat Hughes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan antara skor pre test siswa dan skor post test siswa. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil nilai rata rata siswa. Setelah data dianalisa, peneliti mendapatkan bahwa skor rata-rata pre test adalah 44,70 dan skor rata-rata post test adalah 63,25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara skor pre test dan post test. Selanjutnya, hasil analisa uji-t sampel berpasangan menunjukkan bahwa uji-t (7,880) lebih tinggi dari t-tabel (2,079). Berdasarkan hasil uji tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan Aplikasi flashcards terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar berbicara siswa. Disamping itu, penggunaan aplikasi Flashcards Apps dapat membuat kegiatan belajar lebih menarik dan membuat siswa lebih aktif dikelas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•
AISYAH NURARDA, 2020. Improving Students’ Vocabulary Mastery by Using Flashcards at The Seventh Grade Students of SMPN 8 Tarakan. (dibimbing oleh Nofvia De Vega, M.Pd) Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa menggunakan flashcards. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 8 Tarakan sebagai subjek penelitian. Subjek dari penelitian ini berjumlah 32 siswa dari kelas VII-6 di SMP Negeri 8 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Desain penelitian tindakan kelas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas kolaboratif yaitu bekerjasama dengan guru Bahasa Inggris sebagai kolaborator di dalam kelas. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart yang dilakukan dalam 2 siklus dimana setiap siklus terdiri dari tahap (Planning) perencanaan, (Acting) tindakan, (Observing) observasi, dan (Reflecting) refleksi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah (observation checklist) daftar periksa observasi dan (vocabulary test) tes kosakata. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perkembangan dalam penguasaan kosakata siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil tes kosakata siswa. Hasil dari tes kosakata siswa pada siklus pertama tidak mencapai kriteria kesuksesan karena hasil menunjukkan bahwa hanya 69% dari siswa yang mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) sedangkan hasil dari tes kosakata siswa pada siklus kedua menunjukkan 84% dari siswa mencapai KKM, dengan demikian kriteria kesuksesan telah tercapai. Hasil dari daftar periksa observasi untuk aktifitas guru dan siswa telah mencapai kriteria kesuksesan dalam setiap pertemuan. Setelah pengolahan data, dapat disimpulkan bahwa penerapan flashcards berhasil dalam meningkatkan penguasaan kosakata siswa pada kelas tujuh di SMPN 8 Tarakan.