Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

23 hasil
Subjek: Penelitian Tindakan Kelas
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Media Permainan Puzzle untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas III SDN 013 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berawal dari kurangnya pemahaman siswa pada proses pembelajaran Pendidikan Pancasila materi makna Pancasila. Kondisi ini menunjukkan bahwa diperlukan penggunaan media pembelajaran yang menarik dan mampu melibatkan siswa secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan media permaian puzzle dalam meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran pendidikan pancasila di kelas III-C SDN 013 tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang mencakup empat tahap yaitu, perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini yaitu 27 siswa kelas III-C SDN 013 Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes pemahaman serta pengamatan aktivitas guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media permainan puzzle mampu meningkatkan pemahaman siswa. Hasil penerapan media permainan puzzle pada siklus I yaitu 48% dan meningkat pada siklus II menjadi 85%. Hasil pengamatan aktivitas siswa pada siklus I yaitu 82,5% kemudian pada siklus II meningkat menjadi 87,5%, sedangkan pada hasil pengamatan aktivitas guru pada siklus I yaitu 84,5% dan meningkat menjadi 92,3% pada siklus II dengan kategori saangat baik. Dengan demikian, penggunaan media permainan puzzle dapat meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila materi makna Pancasila di kelas III-C SDN 013 Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IMPLEMENTASI WORDWALL UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM EKSKRESI KELAS VIII SMPN 2 MALINAU BARAT

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa melalui implementasi media Wordwall pada materi sistem ekskresi kelas VIII SMPN 2 Malinau Barat. Penelitian ini menggunakan PTK dengan model Kemmis dan Mc.Taggart yang terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus,setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Subjek penelitian kelas VIII berjumlah 20 siswa yang terdiri atas 14 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif dengan indikator keberhasilan minimal 75% secara klasikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I persentase minat belajar perasaan senang sebesar 59% meningkat pada siklus II menjadi 85%, ketertarikan siklus I sebesar 65% meningkat pada siklus II menjadi 81%, keterlibatan siklus I 64% meningkat pada siklus II menjadi 77%,serta fokus dan konsentrasi siklus I 64% meningkat pada siklus II menjadi 78%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan bantuan media Wordwall dapat meningkatkan minat belajar siswa dalam proses pembelajaran pada materi sistem ekskresi di kelas VIII SMPN 2 Malinau Barat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

The Use of Duolingo Application to Improve Students' English Vocabulary Mastery at the Eighth Grade of SMP Negeri 2 Tarakan

2026•

Indonesia : Kosakata merupakan salah satu unsur penting dalam pembelajaran bahasa Inggris yang mendukung kemampuan siswa dalam memahami dan menggunakan bahasa secara efektif. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengoptimalkan penguasaan kosakata siswa melalui pemanfaatan aplikasi Duolingo sebagai media pembelajaran. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian melibatkan 31 siswa kelas VIII-E SMP Negeri 2 Tarakan tahun ajaran 2025/2026. Data diperoleh melalui tes kosakata dan lembar observasi. Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar dari Siklus I ke Siklus II. Persentase ketuntasan belajar meningkat dari 61% menjadi 77%, sedangkan nilai rata-rata siswa naik dari 74,54 menjadi 80,39. Aktivitas guru mengalami peningkatan dari 83% menjadi 92%, sementara aktivitas siswa meningkat dari 78% menjadi 88%. Selain itu, keterlibatan siswa selama pembelajaran terlihat lebih baik dibandingkan sebelumnya. Berbagai fitur yang tersedia dalam Duolingo, seperti latihan berulang, umpan balik langsung, dan aktivitas berbasis permainan, membantu menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan interaktif. Dengan demikian, Duolingo dapat digunakan sebagai media yang mendukung peningkatan penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa pada pembelajaran EFL di tingkat sekolah menengah pertama. English: Vocabulary is one of the essential components of English language learning that supports students’ ability to understand and use the language effectively. This research was conducted to improve students’ vocabulary mastery through the use of the Duolingo application as a learning medium. The research employed a Classroom Action Research (CAR) design consisting of two cycles, including planning, action, observation, and reflection stages. The participants were 31 students of class VIII-E at SMP Negeri 2 Tarakan in the 2025/2026 academic year. Data were collected through vocabulary tests and observation sheets. The findings revealed an improvement in students’ learning outcomes from Cycle I to Cycle II. The percentage of students achieving the minimum mastery criterion increased from 61% to 77%, while the mean score improved from 74.54 to 80.39. Teacher activity increased from 83% to 92%, and student activity improved from 78% to 88%. In addition, students demonstrated greater participation and engagement during the learning process. Various features provided by Duolingo, such as repeated practice, immediate feedback, and game-based activities, contributed to creating a more engaging and interactive learning experience. Therefore, Duolingo can be utilized as an effective learning medium to support the improvement of students’ English vocabulary mastery in EFL learning at the junior high school level.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL BANGUN RUANG MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA BANGUN RUANG BAGI SISWA TUNAGRAHITA KELAS VIII SLB NEGERI TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerapan alat peraga bangun ruang dalam meningkatkan kemampuan mengenal bangun ruang siswa tungarahita kelas VIII SLB Negeri Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan/pengumpulan data, dan refleksi. Subjek penelitian adalah seluruh siswa tunagrahita di kelas VIII SLB Negeri Tarakan yang berjumlah 6 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan mengenal bangun ruang dan pengamatan aktivitas guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan alat peraga bangun ruang dapat meningkatkan kemampuan mengenal bangun ruang siswa. Berdasarkan hasil tes kemampuan mengenal bangun ruang, persentase ketuntasan belajar pada Siklus I mencapai 67% dengan nilai rata-rata 55, kemudian meningkat pada Siklus II menjadi 100% dengan nilai rata-rata 100. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan mengenal bangun ruang siswa telah meningkat dan indikator keberhasilan penelitian telah tercapai. Oleh karena itu, penelitian dihentikan pada Siklus II.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Deskripsi dengan Model Project Based Learning (PjBL) berbantukan Gambar pada Siswa Kelas VII-C SMP Negeri 6 Tanjung Selor

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis teks deskripsi melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL) berbantukan gambar pada siswa kelas VII-C SMP Negeri 6 Tanjung Selor. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan menulis teks deskripsi siswa pada tahap pra siklus. Hasil awal menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan dalam mengembangkan ide, menyusun struktur teks, menggunakan ciri kebahasaan, serta menerapkan ejaan dan tanda baca dengan tepat. Pada tahap pra siklus, persentase ketuntasan belajar siswa hanya mencapai 46%, sedangkan 54% siswa lainnya belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu Siklus I dan Siklus II. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 35 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes keterampilan menulis, dan dokumentasi. Dalam proses pembelajaran, gambar destinasi wisata digunakan sebagai stimulus untuk membantu siswa mengembangkan ide dalam menulis teks deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menulis teks deskripsi siswa pada setiap siklus. Pada Siklus I, persentase ketuntasan belajar meningkat menjadi 51%, meskipun masih ditemukan beberapa kendala dalam penguasaan struktur teks dan penggunaan kaidah kebahasaan. Selanjutnya, pada Siklus II terjadi peningkatan yang signifikan dengan persentase ketuntasan mencapai 100%. Selain itu, kemampuan siswa dalam mengembangkan ide, menyusun struktur teks, menggunakan ciri kebahasaan, serta menerapkan ejaan dan tanda baca juga mengalami peningkatan. Dengan demikian, penerapan model Project Based Learning (PjBL) berbantukan gambar terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis teks deskripsi siswa kelas VII-C SMP Negeri 6 Tanjung Selor.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengununaan Media Papica (Papan Baca Pintar) Dalam Meningkatkan Kemampuan Siswa kelas III di SDN 009 Malinau Utara

2026•

Kemampuan membaca merupakan keterampilan dasar yang sangat penting bagi siswa sekolah dasar dalam menunjang keberhasilan belajar pada berbagai mata pelajaran. Namun, berdasarkan hasil observasi awal di kelas III SDN 009 Malinau Utara, ditemukan bahwa sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam membaca kata, menyusun suku kata, membaca kalimat sederhana, serta memahami isi bacaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa melalui penggunaan media PAPICA (Papan Pintar Baca). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa kelas III. Teknik pengumpulan data meliputi observasi aktivitas guru dan siswa, tes kemampuan membaca, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca siswa dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, persentase siswa yang mencapai kategori mandiri sebesar 40%, meningkat menjadi 65% pada siklus II. Sementara itu, siswa yang berada pada kategori perlu bimbingan menurun dari 10% pada siklus I menjadi 0% pada siklus II. II. Sedangkan kategori berkembang dari 50% pada siklus I menurun menjadi 15%. Selain itu, Terjadinya peningkatan karena media PAPICA memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret, menarik, dan interaktif, sehingga siswa lebih mudah memahami materi serta lebih termotivasi dalam mengikuti pembelajaran membaca. Dengan demikian, media PAPICA terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas III sekolah dasar serta meningkatkan kualitas proses pembelajaran secara keseluruhan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Anekdot melalui Model Pembelajaran Aptitude Treatment Interaction (ATI) pada Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Negeri Kota Tarakan

2026•

Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan menulis teks anekdot melalui model pembelajaran Aptitude Treatment Interaction (ATI) pada 36 siswa kelas X-1 MAN Tarakan. Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK), kemampuan menulis siswa mengalami peningkatan signifikan di setiap tahapnya. Pada tahap pra-siklus, keterampilan menulis siswa tergolong rendah hingga sangat kurang, di mana hanya 2 siswa (5%) yang mencapai kategori "Sangat Baik". Kondisi ini disebabkan oleh rendahnya pemahaman struktur teks dan metode pembelajaran yang masih konvensional. Memasuki siklus I, penerapan model ATI mulai menunjukkan perkembangan meskipun belum optimal, dengan tingkat ketuntasan sebesar 32% dan skor aktivitas siswa mencapai 48% atau kategori cukup. Kurangnya media konkret dan ketergantungan siswa pada kelompok menjadi kendala utama pada tahap ini. Pada siklus II, dilakukan perbaikan melalui penggunaan media komik yang lebih konkret serta pemberian tugas individu untuk meningkatkan kemandirian. Hasilnya, ketuntasan meningkat secara tajam menjadi 76% (26 siswa tuntas), melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan. Selain itu, aktivitas siswa juga meningkat ke kategori baik dengan skor 74%. Dapat disimpulkan bahwa implementasi model ATI efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis teks anekdot dan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGGUNAAN KARTU SILA UNTUK PENINGKATAN PEMAHAMAN PANCASILA SISWA KELAS II DI SDN 005 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGGUNAAN KARTU SILA UNTUK PENINGKATAN PEMAHAMAN PANCASILA SISWA KELAS II DI SDN 005 TARAKAN ABSTRAK Rendahnya pemahaman dan penerapan nilai-nilai Pancasila pada siswa sekolah dasar menjadi permasalahan mendasar dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. Kondisi ini disebabkan oleh penggunaan media pembelajaran yang kurang variatif dan belum kontekstual dengan karakteristik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman nilai-nilai Pancasila melalui penggunaan media Kartu Sila, yang menekankan visualisasi konkret untuk memepermudah daya ingat siswa dalam menerapakan nilai-nilai pancsila dan aktivitas belajar lebih aktif. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi Pada tahap perencanaan, guru menetapkan tujuan pembelajaran dan mengembangkan materi pembelajaran, Pada tahap pelaksanaan, guru menyampaikan materi dengan menggunakan media Kartu Sila. Pada tahap observasi, guru menilai keterlibatan siswa dalam pembelajaran melalui penggunaan media Kartu Sila serta melakukan pengamatan terhadap perilaku siswa. Pada tahap refleksi, guru mengevaluasi keterlibatan siswa selama proses pembelajaran dan efektivitas penggunaan media Kartu Sila.. Subjek penelitian adalah 28 siswa kelas II SD Negeri 005 Tarakan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Pancasila dari siklus I 70% menjadi 85% pada siklus II, sehingga mencapai (KKM) yang di tentukan dengan rata-rata 15%, baik dari aspek aktivitas belajar maupun hasil tes pada setiap siklus. Dengan demikian, media Kartu Sila efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran Pancasila. Penelitian ini direkomendasikan sebagai referensi bagi guru dalam mengembangkan media pembelajaran inovatif berbasis karakter.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENINGKATAN KEMAMPUAN OPERASI PENJUMLAHAN MELALUI PENGGUNAAN BATANG CUISENAIRE PADA SISWA TUNAGRAHITA DI SLB NEGERI TARAKAN

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan operasi penjumlahan bilangan 1–10 pada siswa tunagrahita melalui penggunaan media batang Cuisenaire. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua Siklus, setiap Siklus terdiri atas perencanaan, tindakan & observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 5 siswa tunagrahita di kelas VIII SLB Negeri Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi aktivitas guru dan siswa dan tes kemampuan operasi penjumlahan. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan penjumlahan setelah diterapkannya media batang Cuisenaire. Pada Siklus I tingkat ketuntasan belajar siswa mencapai 40%, kemudian meningkat menjadi 80% pada Siklus II dan telah melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu 60%. Aktivitas siswa menunjukkan peningkatan dari kategori cukup aktif pada Siklus I menjadi sangat aktif pada Siklus II. Aktivitas guru juga meningkat dari kategori baik pada Siklus I menjadi sangat baik pada Siklus II. Perbaikan pembelajaran dilakukan melalui penyederhanaan LKPD, penambahan contoh konkret, serta pendampingan individual terutama bagi siswa yang mengalami hambatan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

WORD CHAIN GAME AS A LEARNING MEDIA TO IMPROVE VOCABULARY MASTERY AT THE EIGHT GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 7 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa melalui permainan Word Chain sebagai media pembelajaran dan juga untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap penggunaan permainan word chain didalam kelas. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-9 SMP Negeri 7 Tarakan, dengan jumlah 31 Siswa. Terdapat dua siklus dalam penelitian ini, dan setiap siklus terdiri dari tiga kali pertemuan yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Pada siklus pertama terdapat 15 siswa yang berhasil mencapai kriteria ketuntasan (KKTP) dengan nilai persentase 48%, sedangkan 16 siswa dengan persentase 52% belum mencapai kriteria ketuntasan (KKTP). Pada siklus kedua, terdapat 27 siswa yang mencapai kriteria kesuksesan (KKTP) dengan persentase 87% dan 4 siswa lainnya tidak mencapai kriteria kesuksesan (KKTP) dengan persentase 13%. Selain itu, observasi terhadap guru dan siswa juga mengalami peningkatan, yang menunjukkan tanggapan siswa terhadap permainan Word Chain. Siklus pertama, lembar observasi siswa mendapatkan score tinggi dipertemuan ketiga pada persentase 74% dengan kategori cukup dan siklus kedua dengan perkembangan yang sangat baik, mendapatkan nilai persentase 91% dengan kategori sangat baik. Disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran permainan Word Chain dapat meningkatkan penguasaan kosakata siswa di kelas VIII-9 SMP Negeri 7 Tarakan. This study aimed to improve students' vocabulary mastery through the Word Chain game as a learning media and to know the students' responses to the use of the word chain game in the classroom. The research method used was Classroom Action Research (CAR), involving 31 eighth-grade students from VIII-9 at SMP Negeri 7 Tarakan. There were two cycles in this study, and each cycle consisted of three meetings that included stages of planning, action, observation, and reflection. In the first cycle, 15 students successfully achieved the mastery criteria of learning objective with a percentage of 48%, while 16 students with a percentage of 52% did not achieve the mastery criteria. In the second cycle, the number of students meeting the criteria increased significantly to 27 students (87%), with only 4 students (13%) still below the expected standard. Observational data also indicated improvement in classroom engagement. Student observation scores rose from 74% in the “fair” category during the final meeting of the first cycle to 91% in the “very good” category in the second cycle. It was concluded that the use of the Word Chain game as a learning medium could enhance students’ vocabulary mastery in Grade VIII-9 at SMP Negeri 7 Tarakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Implementasi Metode Membaca Terbimbing Melalui Perencanaan Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Kelas 2-B SD Negeri 014 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan proses dan hasil kemampuan membaca permulaan siswa dalam membaca kata dengan implementasi metode membaca terbimbing melalui perencanaan pembelajaran berdiferensiasi pada kelas 2-B SDN 014 Tarakan. Jenis peneltian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian yang terdiri dari 28 siswa. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Prosedur tiap siklus yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi metode membaca terbimbing melalui perencanaan pembelajaran berdiferensiasi dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa dalam membaca kata pada siswa kelas 2-B SDN 014 Tarakan. Pada siklus I hasil tes kognitif kemampuan membaca kata diperoleh data sebesar 68% siswa yang tuntas atau masuk pada level membaca berkembang dan mandiri dari jumlah keseluruhan siswa, pada aspek afektif diperoleh data sebesar 61% siswa yang tuntas dan pada aspek psikomotorik diperoleh data sebesar 54% siswa yang tuntas. Kemudian pada siklus II mengalami peningkatan, hasil tes kognitif kemampuan membaca kata diperoleh data sebesar 89% siswa yang tuntas atau masuk pada level membaca berkembang dan mandiri, pada aspek afektif diperoleh data sebesar 79% siswa yang tuntas dan pada aspek psikomotorik diperoleh data sebesar 82% siswa yang tuntas. Proses kegiatan pembelajaran dapat dilakukan dengan baik dan hasil penilaian tes kognitif kemampuan membaca kata siswa telah mencapai indikator keberhasilan sehingga penelitian ini dikatakan berhasil dalam menigkatkan kemampuan membaca permulaan siswa dalam membaca kata di kelas 2-B SDN 014 Tarakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Menggunakan Metode Pembelajaran Directed Reading Thinking Activity (DRTA) Pada Siswa Kelas V-B SDN 002 Selumit Pantai

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman dengan menerapkan metode pembelajaran Directed Reading Thinking Activity (DRTA) pada siswa kelas V-B SDN 002 Selumit Pantai. Jenis peneltian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Desain dalam penelitian ini secara umum terdiri dari 4 tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini terdiri dari 26 siswa yaitu 9 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran DRTA dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa pada siswa kelas V-B SDN 002 Selumit Pantai. Pada penilaian kemampuan membaca pemahaman siklus I diperoleh persentase 54% siswa yang tuntas dengan diperoleh hasil tes membaca pemahaman dengan rentang nilai 30-49 sebanyak 2 siswa dengan persentase 8%, siswa dengan tingkat akurasi nilai membaca pemahaman dengan rentang nilai 50-74 sebanyak 10 siswa dengan persentase 38%, siswa dengan tingkat akurasi nilai membaca pemahaman dengan rentang nilai 75-89 sebanyak 11 siswa dengan persentase 42% dan siswa dengan tingkat akurasi nilai membaca pemahaman dengan rentang nilai 90-100 sebanyak 3 siswa dengan persentase 12%. Pada siklus II mengalami peningkatan yaitu diperoleh persentase 85% siswa yang tuntas dan diperoleh data dengan tingkat akurasi nilai membaca pemahaman dengan rentang nilai 50-74 sebanyak 4 siswa dengan persentase 15%, siswa dengan tingkat akurasi nilai membaca pemahaman dengan rentang nilai 75-89 sebanyak 13 siswa dengan persentase 50% dan siswa dengan tingkat akurasi nilai membaca pemahaman dengan rentang nilai 90-100 sebanyak 9 siswa dengan persentase 35%. Aspek kemampuan membaca pemahaman telah mencapai 5 indikator keberhasilan dalam membaca pemahaman yaitu menemukan informasi, interpretasi, integrasi, evaluasi dan refleksi, sehingga penelitian ini dapat dikatakan berhasil dengan kategori baik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS IV-B SD NEGERI 043 TARAKAN MELALUI PENERAPAN MEDIA SIMULASI PHET DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas IV-B melalui penerapan media simulasi PhET (Physical Education Technology) dalam pembelajaran matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IV-B yang berjumlah 24 peserta didik. Data dikumpulkan melalui angket motivasi belajar, tes soal dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media simulasi PhET dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik, yang ditandai dengan peningkatan skor motivasi belajar pada siklus I dan II. Pada siklus I, skor motivasi belajar peserta didik mencapai 75,00% yang temasuk dalam kategori sangat termotivasi, dan pada siklus II meningkat menjadi 95,83% yang termasuk dalam kategori sangat termotivasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media simulasi PhET dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran matematika, karena PhET memungkinkan peserta didik untuk belajar secara interaktif dan menyenangkan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Meningkatkan Keterampilan Menulis Cerita Fantasi Dengan Menggunakan Model Pembelajaran TTW (Think, Talk, Write) Pada Siswa Kelas VII-A SMP Muhammadiyah 1 Tarakan

2023•

Tujuan utama dari penelitian ini adalah berupaya ingin meningkatkan keterampilan menulis cerita fantasi dengan menggunakan model pembelajaran TTW (Think, Talk, Write) pada siswa kelas VII-A SMP Muhammadiyah 1 Tarakan. Penelitian yang digunakan ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri atas dua siklus, yang dimana tiap siklusnya terdiri dari dua pertemuan dan dilaksanakan dengan tahapan 1) tahap perencanaan (planning), 2) tahap pelaksanaan (acting), 3) tahap pengamatan (observing), dan 4) refleksi (reflecting). Penelitian ini berlangsung pada semester ganjil tahun pelajaran 2023/2024. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VII-A SMP Muhammadiyah 1 Tarakan yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu, observasi, tes tertulis, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar penilaian menulis cerita fantasi dan lembar pengamatan aktivitas guru dan aktivitas siswa. Dari data yang diperoleh menunjukkan bahwa penerapan menggunakan model pembelajaran TTW (Think, Talk, Write) dapat meningkatkan keterampilan menulis cerita fantasi siswa kelas VII-A SMP Muhammadiyah 1 Tarakan. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil tes belajar siswa yang diperoleh pada setiap siklus. Pada siklus I, hasil belajar siswa diperoleh persentase ketuntasan 56%. Kemudian pada siklus I aktivitas siswa memiliki skor 29 kategori Baik. Selanjutnya pada siklus II hasil penilaian belajar siswa diperoleh persentase ketuntasan menjadi 81% dan aktivitas siswa memiliki skor 35 kategori Sangat Baik. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran TTW (Think, Talk, Write) dapat meningkatkan keterampilan menulis cerita fantasi siswa kelas VII-A SMP Muhamadiyah 1 Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IMPROVING READING COMPREHENSION OF NARRATIVE TEXT BY USING L-B-A (LITERATURE-BASED APPROACH) AT THE NINTH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 1 NUNUKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi siswa dalam kemampuan membaca teks narasi dengan menggunkan L-B-A (Literature-Based Approach). Maka metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX C SMP Negeri 1 Nunukan tahun ajaran 2022/2023 yang terdiri dari 31 siswa. Ada dua siklus dalam penelitian ini. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan untuk mengambil data adalah tes dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa L- B-A (Literature-Based Approach) dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa. Pada siklus pertama, diperoleh 1 siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditentukan sekolah dengan persentase (3%) dan 30 siswa yang tidak mencapai KKM dengan presentasi 97% hal ini dikarenakan selama prosess pembelajaran masih mengalami kesulitan memahami teks naratif dengan menggunakan pendekatan L-B-A (Literature-Based Approach). Pada siklus kedua, terdapat 28 siswa (91%) yang telah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang di tentukan sekolah dan terdapat 3 siswa (9%) yang tidak mencapai KKM hal ini dikarenakan siswa tidak memperhatikan penjelasan guru dengan baik dan masih kesulitan memahami teks naratif sehingga tidak dapat bekerja sama dengan baik dalam tugas kelompok. Selain itu, hasil observasi guru dan siswa juga mengalami peningkatan dilihat dari penggunaan pendekatan L-B-A (Literature-Based Approach) berhasil dalam meningkatkan pemahaman membaca siswa pada teks naratif karena dari hasil observasi pada siklus pertama, yaitu 84% dari pengamat pertama dan 87,6% dari pengamat kedua. Kemudian pada siklus kedua yaitu 91,4% dari pengamat pertama dan 91,4% dari pengamat kedua dilihat dari para siswa terlihat lebih aktif dan antusias dalam proses belajar mengajar yang lebih baik dibandingkan sebelum penerapan L-B-A (Literature-Based Approach). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengunaan pendekatan L-B-A (Literature-Based Approach) dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa pada teks narasi di kelas IX C SMP Negeri 1 Nunukan tahun ajaran 2022/2023.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IMPROVING STUDENTS’ ACHIEVEMENT IN READING COMPREHENSION OF RECOUNT TEXT THROUGH TEAMS ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) AT TENTH-GRADE STUDENTS OF SMK NEGERI 2 TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi siswa dalam kemampuan membaca teks recount dengan menggunakan model pembelajaran Teams Assisted Individualization (TAI). Sesuai dengan tujuan penelitian, maka metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X TAB 1 SMK Negeri 2 Tarakan tahun ajaran 2022/2023 yang terdiri dari 33 siswa. Penelitian ini dimulai dari bulan April sampai dengan bulan Mei 2023. Ada dua siklus dalam penelitian ini. Setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Instrumen yang digunakan untuk mengambil data adalah tes dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Teams Assisted Individualization (TAI) dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa. Pada siklus pertama, hasil tes membaca siswa adalah sebanyak 36% atau 12 siswa yang mencapai KKM dan 64% atau 21 siswa tidak mencapai KKM. Pada siklus kedua, terjadi peningkatan hasil belajar siswa sebanyak 91% atau 30 siswa mencapai KKM dan hanya 9% atau 3 siswa yang tidak mencapai KKM. Selain itu, hasil observasi guru dan siswa juga mengalami peningkatan pada siklus kedua. Hasil observasi guru di siklus pertama memperoleh skor rata-rata 65.6 dan meningkat menjadi 87 pada siklus kedua. Skor rata-rata hasil observasi aktivitas siswa pada siklus pertama yaitu 56.3 dan meningkat menjadi 82.9 pada siklus kedua. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Teams Assisted Individualization (TAI) dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa pada teks recount di kelas X TAB 1 SMK Negeri 2 Tarakan tahun ajaran 2022-2023.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK SISWA KELAS II SDN 007 TANJUNG PALAS

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kurangnya perhatian untuk keterampilan menyimak terlihat dari ketidaksediaan tes kompetensi menyimak, sarana, dan media yang tidak memadai, guru yang gagap teknologi, penugasan yang kurang otentik, pembelajaran yang konvensional, dan sikap siswa ketika guru menjelaskan pelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan keterampilan menyimak peserta didik dengan menggunakan media audio visual kelas II SD Negeri 007 Tanjung Palas. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri 4 tahap yaitu; perencanaan, tindakan, observasi, refleksi dengan proses penelitian (1) pembelajaran dengan menggunakan media audio visual, (2) merencanakan bentuk tindakan pada siklus II berdasarkan hasil refleksi siklus I. Sedangkan indikator penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menyimak siswa. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas II SD Negeri 007 Tanjung Palas semester ganjil tahun ajaran 2021/2022, yang berjumlah 24 orang peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus pertama hanya 16 orang peserta didik yang mencapai nilai KKM (75%), sedangkan 8 orang berada dibawah KKM. Siklus kedua menunjukkan bahwa hanya 6 orang yang nilainya tidak mencapai nilai KKM. Sementara 18 orang yang nilainya melampaui nilai KKM. Gambaran hasil keterampilan menyimak peserta didik berdasarkan hasil tes siklus kedua, yaitu pada kategori tuntas yang mencapai 75%, dan hanya sedikit peserta didik yang memiliki hasil belajar 25%, pada siklus pertama peserta didik yang tuntas hanya 67% dan tidak tuntas 33%. Hal ini menggambarkan bahwa pembelajaran dengan media audio visual telah berlangsung dengan baik dan dapat menunjang keterampilan menyimak peserta didik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS CERITA FANTASI MENGGUNAKAN METODE PICTURE AND PICTURE BERBANTUAN MEDIA VISUAL GAMBAR HERO MOBILE LEGENDS SISWA KELAS VII SMP NEGERI 11 TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis cerita fantasi dengan menerapkan metode Picture and Picture berbantu media Gambar hero mobile legends pada siswa kelas VII SMP Negeri 11 Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus dengan desain atau tahapan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian siswa sebanyak 25 yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan, pengumpulan data mengunakan tes menulis cerita fantasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan metode picture and picture berbantu media gambar hero mobile legends dapat meningkatkan kemampuan menulis cerita fantasi pada siswa kelas VII-2 SMP Negeri 11 Tarakan. Berdasarkan hasil penelitian pada siklus I hasil tes kemampuan menulis cerita fantasi siswa hanya 15 siswa (60%) siswa yang tuntas, kemudian mengalami peningkatan sebesar 20% pada siklus II sehingga jumlah siswa yang tuntas menjadi 20 siswa (80%). Hal ini menunjukkan bahwa pada siklus II telah mencapai indikator keberhasilan yang ditentukan yaitu 75% dengan nilai kemampuan menulis cerita fantasi 75.Aspek kemampuan menulis cerita fantasi telah mencapai indikator keberhasilan, sehingga penelitian ini dapat dikatakan berhasil dengan katagori baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CIRCUIT LEARNING (CL) PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 3 TARAKAN

2022•

Tujuan Penelitian ini untuk menemukan langkah pembelajaran yang efektif dan bervariatif untuk meningkatkan pembelajaran menulis puisi pada siswa kelas X IPS 4 SMA Negeri 3 Tarakan menggunakan model pembelajaran Circuit Learning. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IPS 4 SMA Negeri 3 Tarakan Tahun Ajaran 2021/2022 yang berjumlah 36 siswa yang terdiri dari 18 laki-laki dan 18 perempuan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan model dari Kurt Lewin yang terdiri dari dua siklus. Penelitian ini dilakukan sebanyak 2 siklus pada tanggal 6 Januari 2022 sampai dengan 21 Januari 2022. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil tes awal menulis puisi siswa yaitu 11,78, dari hasil tes yang dilakukan dapat dilihat bahwa kemampuan menulis puisi masih sangat rendah. Hal ini karena tidak adanya model pembelajaran yang menarik siswa dalam menulis puisi, maka diterapkan lah model pembelajaran Circuit Learning. Siswa mulai mengalami peningkatan pada siklus I yang dilihat dengan nilai rata siswa yaitu 18,64 dan meningkat sebanyak 6,86. Pada siklus II nilai rata yang dicapai siswa 20,11. Hasil pengamatan di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan model pembelajaran Circuit Learning memberikan motivasi dan meningkatkan hasil belajar siswa dalam kegiatan menulis puisi pada siswa kelas X IPS 4 SMA Negeri 3 Tarakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI METODE SURVEY, QUESTION, READ, RECITE, REVIEW (SQ3R) PADA SISWA KELAS IV SDN 021 TARAKAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mardiana Risnawati, 2020. Meningkatkan Kemampuan Membaaca Pemahaman Melalui Metode Survey, Question, Read, Recite, Review (SQ3R) Pada Siswa Kelas IV SDN 021 Tarakan. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. (Dibimbing oleh Dr. Suyadi,S.S., M.Ed and Roby Zulkarnain Noer, M.Pd). Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman dengan menerapkan metode SQ3R pada siswa kelas IV-B di SDN 021 Tarakan. Jenis Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus, desain dalam penelitian ini secara umum terdiri dari 4 tahapan yang dilalui, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian siswa sebanyak 28 yang terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode SQ3R dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman pada siswa kelas IV-B di SDN 021 Tarakan. Hal tersebut dapat dilihat dari permasalahan yang dapat teratasi seperti menetukan tokoh, ide pokok, isi cerita serta amanat yang terdapat di dalam teks cerita dan terjadi peningkatan pada setiap aspeknya. Pada penilaian kemampuan membaca pemahaman siklus I diperoleh persentase 64% siswa yang tuntas dengan diperoleh hasil tes kemampuan membaca pemahaman dengan rentan nilai (50 – 69) sebanyak 10 siswa atau sekitar 36%, siswa dengan tingkat akurasi nilai membaca pemahaman dengan rentan nilai (70 – 89) sebanyak 18 siswa atau sekitar 64%. Pada siklus II mengalami peningkatan yaitu diperoleh persentase 79% siswa yang tuntas dan diperoleh data dengan tingkat akurasi nilai membaca pemahaman dengan rentan nilai (50 – 69) sebanyak 6 siswa atau sekitar 21%, siswa dengan tingkat akurasi nilai membaca pemahaman dengan rentan nilai (70 – 89) sebanyak 20 siswa atau sekitar 72%, siswa dengan tingkat akurasi nilai membaca pemahaman dengan rentan nilai (90 - 100) sebanyak 2 siswa atau sekitar 7%. Aspek kemampuan membaca pemahaman telah mencapai indikator keberhasilan, sehingga penelitian ini dapat dikatakan berhasil dengan kategori baik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail