ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang telah dibatasi dengan tidak melakukan kegiatan penerbitan buku secara besar-besaran. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk buku ilustrasi cerita fantasi yang menarik dan meningkatkan minat baca serta mendeskripsikan penggunaan buku ilustrasi berdasarkan kelayakan, kepraktisan, dan keefektifannya. Instrumen penelitian dan pengembangan ini menggunakan lembar wawancara guru, angket validasi ahli, dan angket respon guru serta siswa yang pada setiap angket memiliki 10 aspek penilaian. Hasil penelitian dari validasi penyajian buku ilustrasi pembelajaran cerita fantasi melalui angket oleh ahli materi mencapai persentase 83% dengan kualifikasi sangat layak, oleh ahli bahasa mencapai persentase 95% dengan kualifikasi sangat layak dan oleh ahli media mencapai persentase 93% dengan kualifikasi sangat layak. Hasil angket respon guru terhadap buku ilustrasi pembelajaran cerita fantasi mempunyai nilai persentase sebesar 88% dengan kualifikasi sangat praktis dan angket respon siswa memiliki persentase sebesar 84% yang dikualifikasikan sangat efektif. Uji coba produk dilakukan pada kelas VII-1 SMP Negeri 9 Tarakan. Hasil penelitian dan pengembangan buku ilustrasi pembelajaran cerita fantasi layak digunakan untuk pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya pembelajaran cerita fantasi di kelas VII. This employed a research and development approach to produce an illustrated fantasy book to improve the student’s reading internet and to describe the use of illustrated books based on their feasibility, practicality, and effectiveness. The instruments included teacher interview sheets, expert validation questionnaires, and teacher and student response questionnaires each which covers 10 aspects of assesment. The validation over the presentation of illustrated books for learning fantasy stories indicates the following results; the material, language, and media expert gives scores of 83%, 95%, and 93%, respectively, meaning the book is very qualified. Meanwhile the results from the questioners of the teachers and students indicate 88%, and 84%, meaning it is practical and effective. The product trials had been implemented in seventh grader of group 1 in SMP NEGERI 9 TARAKAN. It shows that the book is appropriate to be used in the learning of fantastic stories.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Tujuan utama dari penelitian ini adalah berupaya ingin meningkatkan keterampilan menulis cerita fantasi dengan menggunakan model pembelajaran TTW (Think, Talk, Write) pada siswa kelas VII-A SMP Muhammadiyah 1 Tarakan. Penelitian yang digunakan ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri atas dua siklus, yang dimana tiap siklusnya terdiri dari dua pertemuan dan dilaksanakan dengan tahapan 1) tahap perencanaan (planning), 2) tahap pelaksanaan (acting), 3) tahap pengamatan (observing), dan 4) refleksi (reflecting). Penelitian ini berlangsung pada semester ganjil tahun pelajaran 2023/2024. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VII-A SMP Muhammadiyah 1 Tarakan yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu, observasi, tes tertulis, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar penilaian menulis cerita fantasi dan lembar pengamatan aktivitas guru dan aktivitas siswa. Dari data yang diperoleh menunjukkan bahwa penerapan menggunakan model pembelajaran TTW (Think, Talk, Write) dapat meningkatkan keterampilan menulis cerita fantasi siswa kelas VII-A SMP Muhammadiyah 1 Tarakan. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil tes belajar siswa yang diperoleh pada setiap siklus. Pada siklus I, hasil belajar siswa diperoleh persentase ketuntasan 56%. Kemudian pada siklus I aktivitas siswa memiliki skor 29 kategori Baik. Selanjutnya pada siklus II hasil penilaian belajar siswa diperoleh persentase ketuntasan menjadi 81% dan aktivitas siswa memiliki skor 35 kategori Sangat Baik. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran TTW (Think, Talk, Write) dapat meningkatkan keterampilan menulis cerita fantasi siswa kelas VII-A SMP Muhamadiyah 1 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis cerita fantasi dengan menerapkan metode Picture and Picture berbantu media Gambar hero mobile legends pada siswa kelas VII SMP Negeri 11 Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus dengan desain atau tahapan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian siswa sebanyak 25 yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan, pengumpulan data mengunakan tes menulis cerita fantasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan metode picture and picture berbantu media gambar hero mobile legends dapat meningkatkan kemampuan menulis cerita fantasi pada siswa kelas VII-2 SMP Negeri 11 Tarakan. Berdasarkan hasil penelitian pada siklus I hasil tes kemampuan menulis cerita fantasi siswa hanya 15 siswa (60%) siswa yang tuntas, kemudian mengalami peningkatan sebesar 20% pada siklus II sehingga jumlah siswa yang tuntas menjadi 20 siswa (80%). Hal ini menunjukkan bahwa pada siklus II telah mencapai indikator keberhasilan yang ditentukan yaitu 75% dengan nilai kemampuan menulis cerita fantasi 75.Aspek kemampuan menulis cerita fantasi telah mencapai indikator keberhasilan, sehingga penelitian ini dapat dikatakan berhasil dengan katagori baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan konjungsi dan kesalahan penggunaan konjungsi pada karangan cerita fantasi siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Tarakan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang menggunakan teknik analisis data kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan teknik baca, teknik simak, dan teknik catat. Data yang telah ditemukan kemudian diklasifikasi sesuai dengan fungsi konjungsi. Data dalam penelitian ini berupa kata-kata dan kalimat yang terdapat dalam karangan cerita fantasi siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Tarakan. Pada analisis data, peneliti mengaitkan kajian teori dengan data yang terkumpul mengenai arti atau maksud penggunaan data tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penggunaan konjungsi dan kesalahan penggunaan konjungsi pada karangan cerita fantasi siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Tarakan. Data penggunaan konjungsi yang diperoleh sebanyak 93 data. Data kesalahan penggunaan konjungsi yang diperoleh sebanyak 124 data.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan media audio visual dalam pembelajaran menulis cerita fantasi pada siswa kelas vii smp negeri 8 tarakan. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian eksperimen yang memiliki kelas kontrol pada penelitiannya. Penelitian eksperimen digunakan untuk mengetahui keefektifan media audio visual dengan menggunakan desain penelitian pretest-posttest control grup design. Populasi dalam penelitan adalah siswa kelas VII di SMP Negeri 8 Tarakan. Pengambilan sampel pada penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling yang terbagi menjadi dua kelas yaitu kelas VII-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-3 sebagai kelas kontrol dengan masing-masing berjumlah 18 siswa setiap kelasnya. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil analisis data deskriptif posttest, diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen yang diberi perlakuan menggunakan media audio visual dengan jumlah siswa 18 adalah 73,11 sedangkan pada kelas kontrol yang diberi perlakuan pembelajaran yang tidak media audio visual dengan jumlah siswa 18 adalah 69,33 dan pengujian statistik dengan menggunakan uji independent sample t-test pada software SPSS version 26 for window diperoleh t hitung 1,970 pada taraf signifikan a = 0,05 dan df = 34 diperoleh nilai t tabel 1,690 berarti t hitung ≥ t tabel (1,970 ≥ 1,690) artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan data pada baris equal variances assumed (varians diasumsikan sama) diperoleh t hitung 1,970 pada taraf signifikan a = 0,05 dan df = 34 diperoleh nilai t tabel 1,690 berarti t hitung ≥ t tabel (1,970 ≥ 1,690) artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan dengan menggunakan media audio visual efektif terhadap pembelajaran menulis cerita fantasi pada siswa kelas VII SMP Negeri 8 Tarakan”.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) dari model Borg and Gall antara lain (1) penelitian dan pengumpulan informasi awal, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal, (4) uji coba awal, (5) revisi produk, (6) uji coba lapangan, (7) revisi uji coba lapangan, (8) uji lapangan, (9) revisi produk akhir, (10) desiminasi dan implementasi kemudian dimodifikasi oleh Setyosari (2013: 223) yang dibatasi pada tujuh tahap yaitu (1) penelitian dan pengumpulan informasi awal, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal, (4) uji coba awal, (5) revisi produk, (6) uji coba lapangan, (7) revisi produk akhir. Instrumen penelitian dan pengembangan ini menggunakan lembar pedoman wawancara guru, angket validasi bahasa, dan angket validasi media memiliki 10 aspek penilaian, angket respon guru memiliki 10 aspek penilaian dan angket respon siswa berjumlah 8 aspek. Hasil penelitian dari validasi penyajian media buku cerita bergambar pembelajaran cerita fantasi melalui angket oleh ahli bahasa mencapai presentase 100% dengan kualifikasi layak dan ahli media mencapai presentase 90% dengan kualifikasi sangat layak. Hasil angket respon guru terhadap media buku cerita bergambar pembelajaran cerita fantasi presentasenya sebesar 90% dikualifikasikan sangat praktis dan respon siswa sebesar 99% dengan kualifikasi sangat efektif. Uji coba produk dilaksanakan di kelas VII-1 SMP Negeri 9 Tarakan. Hasil penelitian dan pengembangan media buku cerita bergambar pembelajaran cerita fantasi layak digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia khusunya pembelajaran cerita fantasi.