2026 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan operasi penjumlahan bilangan 1–10 pada siswa tunagrahita melalui penggunaan media batang Cuisenaire. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua Siklus, setiap Siklus terdiri atas perencanaan, tindakan & observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 5 siswa tunagrahita di kelas VIII SLB Negeri Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi aktivitas guru dan siswa dan tes kemampuan operasi penjumlahan. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan penjumlahan setelah diterapkannya media batang Cuisenaire. Pada Siklus I tingkat ketuntasan belajar siswa mencapai 40%, kemudian meningkat menjadi 80% pada Siklus II dan telah melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu 60%. Aktivitas siswa menunjukkan peningkatan dari kategori cukup aktif pada Siklus I menjadi sangat aktif pada Siklus II. Aktivitas guru juga meningkat dari kategori baik pada Siklus I menjadi sangat baik pada Siklus II. Perbaikan pembelajaran dilakukan melalui penyederhanaan LKPD, penambahan contoh konkret, serta pendampingan individual terutama bagi siswa yang mengalami hambatan.
2025 · Thesis ·
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan operasi penjumlahan bilangan 1–10 pada siswa tunagrahita melalui penggunaan media batang Cuisenaire. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua Siklus, setiap Siklus terdiri atas perencanaan, tindakan & observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 5 siswa tunagrahita di kelas VIII SLB Negeri Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi aktivitas guru dan siswa dan tes kemampuan operasi penjumlahan. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan penjumlahan setelah diterapkannya media batang Cuisenaire. Pada Siklus I tingkat ketuntasan belajar siswa mencapai 40%, kemudian meningkat menjadi 80% pada Siklus II dan telah melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu 60%. Aktivitas siswa menunjukkan peningkatan dari kategori cukup aktif pada Siklus I menjadi sangat aktif pada Siklus II. Aktivitas guru juga meningkat dari kategori baik pada Siklus I menjadi sangat baik pada Siklus II. Perbaikan pembelajaran dilakukan melalui penyederhanaan LKPD, penambahan contoh konkret, serta pendampingan individual terutama bagi siswa yang mengalami hambatan.
2025 · Book ·
Sikap sosial merupakan kesadaran individu yang memengaruhi tindakan nyata dalam aktivitas sosial terhadap objek sosial, yang melibatkan aspek kognitif, afektif, dan perilaku. Sikap ini mencerminkan kesiapan seseorang untuk merespons secara konsisten terhadap lingkungan sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap sosial siswa pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas IV-A SDN 050 Tarakan. Fokus penelitian ini mencakup tiga indikator sikap sosial, yaitu disiplin, toleransi, dan sopan santun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitat if dengan metode deskript if. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam indikator sikap disiplin, 64,29% siswa menunjukkan perilaku disiplin, sementara 35,71% masih kurang disiplin. Pada indikator toleransi, sebanyak 71,43% siswa telah menunjukkan sikap toleran, dan 28,57% menunjukkan kurang toleransi. Sedangkan pada indikator sopan santun, hanya 21,43% siswa yang menunjukkan sikap sopan, sementara 78,57% lainnya masih perlu pembinaan dalam aspek tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran IPAS telah memberikan kontribusi terhadap pengembangan sikap sosial siswa, namun masih diperlukan penguatan strategi pembelajaran yang kontekstual dan berkelanjutan, khususnya pada aspek sopan santun.
2025 · Thesis ·
Sikap sosial merupakan kesadaran individu yang memengaruhi tindakan nyata dalam aktivitas sosial terhadap objek sosial, yang melibatkan aspek kognitif, afektif, dan perilaku. Sikap ini mencerminkan kesiapan seseorang untuk merespons secara konsisten terhadap lingkungan sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap sosial siswa pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas IV-A SDN 050 Tarakan. Fokus penelitian ini mencakup tiga indikator sikap sosial, yaitu disiplin, toleransi, dan sopan santun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitat if dengan metode deskript if. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam indikator sikap disiplin, 64,29% siswa menunjukkan perilaku disiplin, sementara 35,71% masih kurang disiplin. Pada indikator toleransi, sebanyak 71,43% siswa telah menunjukkan sikap toleran, dan 28,57% menunjukkan kurang toleransi. Sedangkan pada indikator sopan santun, hanya 21,43% siswa yang menunjukkan sikap sopan, sementara 78,57% lainnya masih perlu pembinaan dalam aspek tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran IPAS telah memberikan kontribusi terhadap pengembangan sikap sosial siswa, namun masih diperlukan penguatan strategi pembelajaran yang kontekstual dan berkelanjutan, khususnya pada aspek sopan santun.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana masyarakat suku Dayak Kayan di desa Data Dian memanfaatkan ikan dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana upaya konservasi masyarakat terhadap ikan yang dimanfaatkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnografi realis dengan pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara interaktif dengan warga desa. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2024 dengan jumlah subjek penelitian 15 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan 17 jenis ikan untuk dikonsumsi, 5 jenis ikan yang dijadikan obat tradisional dan terdapat 1 jenis ikan yang digunakan dalam ritual adat. Bentuk konservasi yang dilakukan oleh masyarakat setempat berupa pelarangan kegiatan meracun ikan dan pelarangan menggunakan alat tangkap ikan yang dapat merusak lingkungan, serta melakukan pembiakan seperti kolam ikan. Kata Kunci: Etnozoologi, Suku Dayak Kayan, Konservasi.
2024 · Thesis ·
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana masyarakat suku Dayak Kayan di desa Data Dian memanfaatkan ikan dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana upaya konservasi masyarakat terhadap ikan yang dimanfaatkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnografi realis dengan pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara interaktif dengan warga desa. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2024 dengan jumlah subjek penelitian 15 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan 17 jenis ikan untuk dikonsumsi, 5 jenis ikan yang dijadikan obat tradisional dan terdapat 1 jenis ikan yang digunakan dalam ritual adat. Bentuk konservasi yang dilakukan oleh masyarakat setempat berupa pelarangan kegiatan meracun ikan dan pelarangan menggunakan alat tangkap ikan yang dapat merusak lingkungan, serta melakukan pembiakan seperti kolam ikan. Kata Kunci: Etnozoologi, Suku Dayak Kayan, Konservasi.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Masa remaja dikenal sebagai masa dimana penuh masalah, masa remaja adalah masa transisi dalam rentang kehidupan manusia yang menghubungkan masa kanak-kanak dan masa dewasa. Dalam hal ini bimbingan dan konseling sangat diperlukan mengingat bahwa dalam kehidupan manusia tidak terlepas dari berbagai persoalan dan permasalahan yang dapat menghambat pengembangan hakekat manusia yang berasal dari kondisi prasarana, sarana, dan kelembagaan masyarakat, kelembagaan pendidikan, perkembangan dan teknologi dan kondisi individu itu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan layanan bimbingan kelompok di MTs DDI Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penelitian survey yang bersifat deskriptif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 90 siswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 31 siswa yang diambil adalah siswa yang pernah mengikuti bimbingan kelompok dan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan bimbingan kelompok di MTs DDI Tarakan, secara garis besar berjalan dengan baik dengan nilai presentase (90,3%) dan sisanya merespon dengan cukup dan kurang. Adolescence is know as a problematic period. Adolescence is the transition in human life connecting childhood with adulthood. In this case, guidance and counseling are greatly needed given that human life cannot be separated from various problems and issues which may inhibit human nature’s development from the cinditions of infrastructures, facilities, and community condition. The objective of this research was to examine the effectiveness of group guidance service implementation at MTs DDI Tarakan. This research used quantitative approach with descriptive survey research. The research used was 90 students. The research samples were 31 students who had participated in group guidance using purposive sampling technique. The data were analyzed using descriptive statistical analysis technique. The research results showed that the group guidance service implementation at MTs DDI Tarakan had generally been very effective with percentage value of (90.3%) and remainder responded it was effective and less effective.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Masa remaja dikenal sebagai masa dimana penuh masalah, masa remaja adalah masa transisi dalam rentang kehidupan manusia yang menghubungkan masa kanak-kanak dan masa dewasa. Dalam hal ini bimbingan dan konseling sangat diperlukan mengingat bahwa dalam kehidupan manusia tidak terlepas dari berbagai persoalan dan permasalahan yang dapat menghambat pengembangan hakekat manusia yang berasal dari kondisi prasarana, sarana, dan kelembagaan masyarakat, kelembagaan pendidikan, perkembangan dan teknologi dan kondisi individu itu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan layanan bimbingan kelompok di MTs DDI Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penelitian survey yang bersifat deskriptif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 90 siswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 31 siswa yang diambil adalah siswa yang pernah mengikuti bimbingan kelompok dan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan bimbingan kelompok di MTs DDI Tarakan, secara garis besar berjalan dengan baik dengan nilai presentase (90,3%) dan sisanya merespon dengan cukup dan kurang. Adolescence is know as a problematic period. Adolescence is the transition in human life connecting childhood with adulthood. In this case, guidance and counseling are greatly needed given that human life cannot be separated from various problems and issues which may inhibit human nature’s development from the cinditions of infrastructures, facilities, and community condition. The objective of this research was to examine the effectiveness of group guidance service implementation at MTs DDI Tarakan. This research used quantitative approach with descriptive survey research. The research used was 90 students. The research samples were 31 students who had participated in group guidance using purposive sampling technique. The data were analyzed using descriptive statistical analysis technique. The research results showed that the group guidance service implementation at MTs DDI Tarakan had generally been very effective with percentage value of (90.3%) and remainder responded it was effective and less effective.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
.
2021 · Thesis ·
.Biomassa adalah bahan organik yang dihasilkan melalui proses fotosintetik baik berupa produk maupun buangan. Contoh biomassa antara lain adalah tanaman, pepohonan, rumput, limbah pertanian, limbah hutan, tinja dan kotoran ternak. Biomassa ini dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti minyak bumi yang cocok dikembangkan di Tarakan. Salah satu sumber biomassa yang melimpah adalah daun pinus jarum banyak ditemukan di kampus UBT, Pesisir pantai amal dan Persemaian Kota Tarakan. Pemilihan daun pinus jarum yang berguguran sebagai biomassa pada penelitian ini didasarkan atas belum adanya pemanfaatan sampah daun pinus. Dengan demikian pada penelitian kali ini sampah daun pinus jarum kering akan dimanfatkan untuk dibuat menjadi briket yang di campur dengan batubara dengan varian komposisi perekat. Varian perekat yang digunakan ada 3 jenis, sagu, tepeng kanji dan tanah liat. Dari 3 jenis perekat masingmasing sampel diuji untuk mendapatkan nilai kadar air, kadar abu, kalor dan energi listrik. Briket dapat dikatakan baik jika memiliki nilai kadar air dibawah 8% menurut SNI. Briket sudah memenuhi niali standar SNI dibawah 8% dengan nilai kisaran 5%- 7%. Kadar abu pada penelitian ini sudah memenuhi standar SNI yaitu dibawah 8%, tetapi pada perekat tanah liat memiliki kadar abu yang mendekati 8% yaitu sebesar 7,95%. Nilai tegangan dan arus dipengaruhi oleh komposisi sampel, dimana semakin kecil persentase kadar daun pinusnya maka semakin kecil, begitu juga sebaliknya. Nilai kalor didapatkan dari hasil analisa data yang ada hingga mendapatkan nilai kalor yang cukup besar yaitu kisaran nilai 4500 J. Nilai daya yang didapatkan per satu buah briket kisaran nilai 2,8 watt. Penggunaan batu bara muda pada penelitian ini disebabkan karena lebih mudah untuk ditemukan, sedangkan jika menggunakan batu bara tua akan lebih sulit untuk mendapatkannya, yang biasanya hanya terdapat di area pertambangan.