ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan pembelajaran biologi berbasis kearifan lokal yang terintegrasi dengan studi etnozoologi dalam implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur dan studi dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas guru biologi dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum dari empat SMA yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah mengintegrasikan kearifan lokal dalam pembelajaran biologi melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler, terutama pada materi keanekaragaman hayati. Integrasi etnozoologi diwujudkan melalui pemanfaatan fauna lokal dan endemik sebagai sumber belajar kontekstual, termasuk kegiatan observasi lapangan pada ekosistem mangrove. Namun demikian, implementasi pembelajaran ini masih menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan waktu, pendanaan, sarana dan prasarana, serta motivasi peserta didik. Evaluasi pembelajaran dilakukan melalui penilaian proyek, presentasi, penggunaan rubrik, dan penilaian kualitatif. Penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran biologi berbasis kearifan lokal terintegrasi etnozoologi berpotensi meningkatkan relevansi pembelajaran biologi, memperkuat identitas budaya peserta didik, serta mendukung implementasi Kurikulum Merdeka yang kontekstual dan berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana masyarakat suku Dayak Kayan di desa Data Dian memanfaatkan ikan dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana upaya konservasi masyarakat terhadap ikan yang dimanfaatkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnografi realis dengan pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara interaktif dengan warga desa. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2024 dengan jumlah subjek penelitian 15 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan 17 jenis ikan untuk dikonsumsi, 5 jenis ikan yang dijadikan obat tradisional dan terdapat 1 jenis ikan yang digunakan dalam ritual adat. Bentuk konservasi yang dilakukan oleh masyarakat setempat berupa pelarangan kegiatan meracun ikan dan pelarangan menggunakan alat tangkap ikan yang dapat merusak lingkungan, serta melakukan pembiakan seperti kolam ikan. Kata Kunci: Etnozoologi, Suku Dayak Kayan, Konservasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini merupakan studi etnozoologi yang membahas mengenai hubungan antar manusia dengan jenis fauna yang terdapat di lingkungan sekitar dalam kehidupan sosial-budaya masyarakat Kelurahan Karang Rejo dan Pengunjung KKMB kota Tarakan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pengetahuan masyarakat terhadap keberadaan jenis fauna, persepsi masyarakat terhadap pemanfaatan dan pengolahan jenis fauna yang terdapat di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) kota Tarakan serta untuk mengetahui potensi data hasil penelitian sebagai sumber belajar biologi. Adapun metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan melakukan wawancara mendalam dengan masyarakat Kelurahan Karang Rejo dan pengunjung KKMB yang didukung oleh dokumentasi. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2023 dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 25 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat mengetahui keberadaan jenis fauna yang beranekaragam, masyarakat memiliki persepsi cukup baik terhadap pemanfaatan jenis fauna yang hanya dapat dilakukan dari segi aspek ekowisata untuk dilestarikan secara berkelanjutan serta pemanfaatan dan pengolahan jenis fauna yang cukup bervariasi di luar dari KKMB kota Tarakan seperti untuk konsumsi, pengobatan tradisional dan mistis atau pertanda. Pemetaan pembelajaran terdapat pada materi biologi kelas X SMA pada Kompetensi Dasar (KD) 3.2 dan Kompetensi Dasar (KD) 4.2.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
KAJIAN ETNOZOOLOGI MASYARAKAT SUKU TIDUNG DI DESA MANUK BUNGKUL DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI ABSTRAK Penelitian ini merupakan kajian etnozoologi, yakni hubungan antara manusia dengan hewan disekitarnya dalam kehidupan sosial-budaya masyarakat suku Tidung di desa Manuk Bungkul Kecamatan Sembakung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana masyarakat suku Tidung di desa Manuk Bungkul memanfaatkan hewan disekitarnya dalam kehidupan sehari-hari, untuk mengetahui upaya konservasi masyarakat terhadap hewan yang dimanfaatkan, serta untuk mengetahui potensi data hasil penelitian sebagai sumber belajar biologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnografi realis dengan pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara interaktif dengan warga desa yang didukung dokumentasi. Penelitian dilakukan pada bulan November-Desember 2021 dengan jumlah subjek penelitian 20 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan 51 jenis hewan dengan berbagai tujuan pemanfaatan seperti dikonsumsi, dijual, hewan peliharaan, hiasan, obat-obatan dan beberapa spesies dipercaya memiliki nilai mistis. Bentuk konservasi yang diperoleh dari masyarakat berupa pelarangan kegiatan meracun ikan dan pelarangan penggunaan alat tangkap ikan yang merusak lingkungan, serta melakukan pembiakan jenis lokal seperti ayam kampung. Pemetaan pembelajaran terdapat pada materi biologi kelas X SMA pada Kompetensi Dasar (KD) 3.2 materi keanekaragaman hayati dan Kompetensi Dasar (KD) 4.2 materi upaya pelestarian keanekaragaman hayati.