Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Kalor
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Briket dari Limbah Daun Pisang dan Fly Ash PLTU sebagai Bahan Bakar Pendamping untuk Implementasi Co-Firing

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ketergantungan pembangkit listrik pada bahan bakar fosil mendorong perlunya energi alternatif yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan memformulasikan briket komposit dari limbah daun pisang dan fly ash PLTU, mengevaluasi pengaruh variasi rasio bahan serta jenis perekat (tapioka, molase, dan rumput laut), dan mengestimasi potensi energi listriknya. Pengujian kualitas briket mengacu pada SNI 01-6235-2000. Metode eksperimental kuantitatif diterapkan melalui optimasi pengeringan bertahap (penjemuran dan oven 100°C). Hasil penelitian menunjukkan kadar air akhir berada pada rentang 2,8%–8,3% (rata-rata 5,0%), yang secara umum memenuhi standar baku mutu (≤8%). Residu pembakaran berkisar 14%–48% akibat tingginya fraksi anorganik pada fly ash. Formulasi terbaik dicapai oleh briket 40% daun pisang, 50% fly ash, dan 10% perekat tapioka dengan nilai kalor tertinggi sebesar 15.209 J/g (3.633 kcal/kg). Kesimpulannya, briket komposit limbah daun pisang dan fly ash memiliki karakteristik termal yang potensial sebagai bahan bakar pendamping (co-firing) untuk menekan emisi gas rumah kaca sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan limbah industri dan pertanian.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan bottom ash dan arang tempurung kelapa dalam pembuatan briket

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui nilai kuat tekan pada briket hasil campuran antara bottom ash dan arang tempurung kelapa, (2) Mengetahui nilai kalor briket yang terbuat dari variasi komposisi campuran antara bottom ash dan arang tempurung kelapa. Dalam penelitian ini, metode penelitian yang digunakan Adalah metode eksperimental dengan tahapan pengujian kualitas briket yang sudah jadi dengan bahan baku campuran bottom ash dan arang tempurung kelapa, tanpa melibatkan pembuatan alat uji. Penelitian ini dilaksanakan di PLTU Malinau dan Laboratorium Teknik Sipil Universitas Borneo Tarakan, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. untuk menganalisa karakteristik briket yakni nilai kuat tekan dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi 50% bottom ash dan 50% arang tempurung kelapa memiliki nilai kuat tekan yang baik (24,16 kg/cm') dan nilai kalor (4781,846 Cal/g) yang menunjukkan keseimbangan antara kekuatan fisik dan nilai kalor briket, sehingga cocok untuk digunakan sebagai alternatif bahan bakar yang efisien dan ramah lingkungan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan bottom ash dan arang tempurung kelapa dalam pembuatan briket

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui nilai kuat tekan pada briket hasil campuran antara bottom ash dan arang tempurung kelapa, (2) Mengetahui nilai kalor briket yang terbuat dari variasi komposisi campuran antara bottom ash dan arang tempurung kelapa. Dalam penelitian ini, metode penelitian yang digunakan Adalah metode eksperimental dengan tahapan pengujian kualitas briket yang sudah jadi dengan bahan baku campuran bottom ash dan arang tempurung kelapa, tanpa melibatkan pembuatan alat uji. Penelitian ini dilaksanakan di PLTU Malinau dan Laboratorium Teknik Sipil Universitas Borneo Tarakan, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. untuk menganalisa karakteristik briket yakni nilai kuat tekan dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi 50% bottom ash dan 50% arang tempurung kelapa memiliki nilai kuat tekan yang baik (24,16 kg/cm') dan nilai kalor (4781,846 Cal/g) yang menunjukkan keseimbangan antara kekuatan fisik dan nilai kalor briket, sehingga cocok untuk digunakan sebagai alternatif bahan bakar yang efisien dan ramah lingkungan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VA SDN UTAMA 1 TARAKAN DALAM MATA PELAJARAN IPA MATERI SUHU DAN KALOR MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL)

2024•

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas V-A SDN Utama 1 Tarakan dalam mata pelajaran IPA materi suhu dan kalor menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Penelitian merupakan Penelitian Tindak Kelas (PTK) yang dilaksanakan pada kelas V-A di SDN Utama 1 Tarakan. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini adalah Tes, Observasi dan Dokumentasi. Teknik analisa data pada penelitian ini yaitu hasil penilaian afektif, psikomotorik, dan kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik kelas V-A SDN Utama 1 Tarakan telah meningkat disetiap siklus dari segala jenis aspek. Penggunaan model pembelajaran dalam pelajaran IPA materi suhu dan kalor dapat meningktakan hasil belajar peserta didik aspek kognitif dari rata-rata nilai 70,89 menjadi 88,9. Rata-rata tersebut jika dipresentasekan menjadi 86% dan telah mencapai target dimana lebih dari 75% peserta didik yang memperoleh nilai lebih dari 70. Pada hasil belajar peserta didik aspek afektif dari rata-rata nilai 28% meningkat menjadi 79%. Pada hasil belajar peserta didik aspek psikomotorik juga meningkat, pada siklus I sebesar 46% dan meningkat disiklus II menjadi 79%. Hasil pengamatan sikap peserta didik, dari siklus I dan siklus II mengalami peningkatan. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Contextual Teaching and Learning mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPA.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Kecepatan dan Beban Terhadap Panas Yang Dihasilkan Oleh Komponen Elektrik Sepeda Motor Listrik Konversi

2023•

Kendaraan listrik merupakan kendaraan yang berpenggerak motor listrik sehingga menjadi ramah lingkungan dan dapat mengatasi masalah kelangkaan bahan bakar minyak. Pada kendaran listrik terdapat tiga komponen utama yakni baterai, kontroler dan motor listrik, dimana ketiga komponen ini memiliki rentang temperatur kerja pada saat beroperasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kecepatan dan beban terhadap panas yang dihasilkan baterai, kontroler, dan motor listrik pada proses pengkonversian sepeda motor bakar menjadi kendaraan listrik. Baterai yang digunakan jenis Lithium-Ion 72V, kontroler jenis Juken 10 EV dan motor listrik jenis BLDC 2 kW. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode pengujian dengan memvariasikan kecepatan dan beban. Hasilnya menunjukkan bahwa kecepatan dan beban mempengaruhi kenaikan temperatur sehingga masing-masing komponen terjadi perubahan nilai kalor. Kalor tertinggi yang dihasilkan oleh komponen baterai dan motor listrik terjadi pada beban 113 kg dan kecepatan 40 km/jam, dimana nilai kalor baterai adalah 14.128 Joule dan motor listrik 34.437 Joule. sedangkan untuk kontroler tidak mengalami perubahan nilai kalor karena adanya sistem pendingin pada kontroler. Electric vehicles become environmentally friendly and can overcome the problem of scarcity of fuel oil. In electric vehicles, there are three main components, namely batteries, controllers and electric motors, where these three components have a working temperature range when operating. The research aimed to determine the effect of speed and load on the heat generated by the battery, controller, and electric motor in the process of converting a combustion motorbike into an electric vehicle The battery used a 72V Lithium-lon type, Juken 10 EV type controller and 2 kW BLDC type electric motor. This research was conducted using a test method by varying the speed and load. The results showed that the speed and load affect the temperature rise, so each component changes the calorific value. The highest heat generated by the battery and electric motor components occurs at a load of 113 kg. and a speed of 40 km/h, where the calorific value of the battery is 14,128 joules and the electric motor was 34,437 joules. The controller did not change in calorific value due to the cooling system in the controller.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Daun Pinus Jarum Untuk Dijadikan Briket Biocoal Sebagai Energi Listrik ALternatif

2021•

.Biomassa adalah bahan organik yang dihasilkan melalui proses fotosintetik baik berupa produk maupun buangan. Contoh biomassa antara lain adalah tanaman, pepohonan, rumput, limbah pertanian, limbah hutan, tinja dan kotoran ternak. Biomassa ini dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti minyak bumi yang cocok dikembangkan di Tarakan. Salah satu sumber biomassa yang melimpah adalah daun pinus jarum banyak ditemukan di kampus UBT, Pesisir pantai amal dan Persemaian Kota Tarakan. Pemilihan daun pinus jarum yang berguguran sebagai biomassa pada penelitian ini didasarkan atas belum adanya pemanfaatan sampah daun pinus. Dengan demikian pada penelitian kali ini sampah daun pinus jarum kering akan dimanfatkan untuk dibuat menjadi briket yang di campur dengan batubara dengan varian komposisi perekat. Varian perekat yang digunakan ada 3 jenis, sagu, tepeng kanji dan tanah liat. Dari 3 jenis perekat masingmasing sampel diuji untuk mendapatkan nilai kadar air, kadar abu, kalor dan energi listrik. Briket dapat dikatakan baik jika memiliki nilai kadar air dibawah 8% menurut SNI. Briket sudah memenuhi niali standar SNI dibawah 8% dengan nilai kisaran 5%- 7%. Kadar abu pada penelitian ini sudah memenuhi standar SNI yaitu dibawah 8%, tetapi pada perekat tanah liat memiliki kadar abu yang mendekati 8% yaitu sebesar 7,95%. Nilai tegangan dan arus dipengaruhi oleh komposisi sampel, dimana semakin kecil persentase kadar daun pinusnya maka semakin kecil, begitu juga sebaliknya. Nilai kalor didapatkan dari hasil analisa data yang ada hingga mendapatkan nilai kalor yang cukup besar yaitu kisaran nilai 4500 J. Nilai daya yang didapatkan per satu buah briket kisaran nilai 2,8 watt. Penggunaan batu bara muda pada penelitian ini disebabkan karena lebih mudah untuk ditemukan, sedangkan jika menggunakan batu bara tua akan lebih sulit untuk mendapatkannya, yang biasanya hanya terdapat di area pertambangan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail