ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui nilai kuat tekan pada briket hasil campuran antara bottom ash dan arang tempurung kelapa, (2) Mengetahui nilai kalor briket yang terbuat dari variasi komposisi campuran antara bottom ash dan arang tempurung kelapa. Dalam penelitian ini, metode penelitian yang digunakan Adalah metode eksperimental dengan tahapan pengujian kualitas briket yang sudah jadi dengan bahan baku campuran bottom ash dan arang tempurung kelapa, tanpa melibatkan pembuatan alat uji. Penelitian ini dilaksanakan di PLTU Malinau dan Laboratorium Teknik Sipil Universitas Borneo Tarakan, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. untuk menganalisa karakteristik briket yakni nilai kuat tekan dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi 50% bottom ash dan 50% arang tempurung kelapa memiliki nilai kuat tekan yang baik (24,16 kg/cm') dan nilai kalor (4781,846 Cal/g) yang menunjukkan keseimbangan antara kekuatan fisik dan nilai kalor briket, sehingga cocok untuk digunakan sebagai alternatif bahan bakar yang efisien dan ramah lingkungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui nilai kuat tekan pada briket hasil campuran antara bottom ash dan arang tempurung kelapa, (2) Mengetahui nilai kalor briket yang terbuat dari variasi komposisi campuran antara bottom ash dan arang tempurung kelapa. Dalam penelitian ini, metode penelitian yang digunakan Adalah metode eksperimental dengan tahapan pengujian kualitas briket yang sudah jadi dengan bahan baku campuran bottom ash dan arang tempurung kelapa, tanpa melibatkan pembuatan alat uji. Penelitian ini dilaksanakan di PLTU Malinau dan Laboratorium Teknik Sipil Universitas Borneo Tarakan, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. untuk menganalisa karakteristik briket yakni nilai kuat tekan dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi 50% bottom ash dan 50% arang tempurung kelapa memiliki nilai kuat tekan yang baik (24,16 kg/cm') dan nilai kalor (4781,846 Cal/g) yang menunjukkan keseimbangan antara kekuatan fisik dan nilai kalor briket, sehingga cocok untuk digunakan sebagai alternatif bahan bakar yang efisien dan ramah lingkungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanah lempung mempunyai sifat plastisitas yang tinggi, permeabilitas rendah, daya dukung rendah serta perubahan volume kembang-susut yang cukup besar. Hal ini tidak menguntungkan bila tanah lempung digunakan sebagai tanah dasar untuk menopang suatu bangunan konstruksi, maka untuk mengatasi permasalahan ini dibutuhkan metode perbaikan pada tanah yang berpengaruh pada sifat fisis dan mekanik pada tanah. Stabilisasi tanah adalah salah satu metode yang bisa digunakan pada perbaikan tanah yang dilakukan dengan menambahkan bahan kimia atau bahan lainnya yang bertujuan untuk memperbaiki parameter sifat tanah sehingga menghasilkan material baru yang memiliki sifat teknis lebih baik. Pada penelitian ini menggunakan bubuk arang tempurung kelapa sebagai bahan stabilisasi pada tanah. Pencampuran bahan stabilisasi menggunakan beberapa variasi persentase, yaitu penambahan sebanyak 4%, 6% dan 8% dengan masa peram selama 7 hari, 14 hari dan 21 hari. Pengujian sifat fisis dan mekanis dilakukan pada tanah lempung asli dan tanah lempung yang telah distabilisasi dengan stabilizer. Dari hasil penelitian yang didapatkan bahwa penambahan stabilizer 8% dan masa peram selama 21 hari memberikan hasil yang maksimum pada penelitian ini, dengan beberapa parameter diantaranya adalah kadar air (w) dari 63,75% menjadi 39,15%, specific gravity (Gs) dari 2,68 menjadi 2,81, analisa saringan dari 59,16% menjadi 30,75%, batas cair (LL) dari 52,79% menjadi 45,57%, batas plastis (PL) dari 21,45% menjadi 25,53%, indeks plastis (IP) dari 31,34% menjadi 20,04% dan pada pengujian CBR mengalami peningkatan dari kondisi awal 0,72% menjadi 4,30%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penggunaan pupuk anorganik dan organik di Indonesia terus meningkat seiring dengan kemajuan teknologi dan perluasan lahan pertanian. Saat ini, pengolahan lahan di Indonesia masih sangat bergantung pada pupuk anorganik. Urea merupakan pupuk yang mempunyai daya serap dan pelarutan air yang sangat tinggi dan cepat. Untuk meningkatkan efektivitas penggunaan urea dan mengurangi kehilangan nitrogen, dapat direkayasa pupuk dalam bentuk slow release fertilizer. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) 1 faktor, 7 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu, P0 = Tanpa pemberian perlakuan (kontrol), P1 = urea = 6.7 g /tanaman, P2 = pembungkus arang tempurung kelapa = 333 g /tanaman, P3 = pembungkus limbah udang = 333 g /tanaman, P4 = urea + pembungkus arang tempurung kelapa = 6,7 g + 333 g /tanaman, P5 = urea + pembungkus limbah udang = 6,7 g + 333 g /tanaman, P6 = urea + pembungkus limbah udang + pembungkus arang tempurung kelapa = 6,7 g + 167 g + 167 g /tanaman. Perlakuan diberikan sebanyak 1 kali yaitu pada 12 hari setelah tanam. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, berat basa dan kering jaringan tanaman, berat basah dan kering akar. Hasil penelitian ini menunjukan perlakuan P6 = urea + pembungkus limbah udang + pembungkus arang tempurung kelapa = 6,7 g + 167 g + 167 g/tanaman, memberikan nilai tertinggi pada tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah dan berat kering jaringan tanaman, berat basah dan kering akar dengan nilai berturut-turut adalah 96,38 cm, 5,16, 34,25 g, 19,86 g, 15,23 g dan 7,05 g.