Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: CBR
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Penambahan Pasir Gusung Kota Tarakan Terhadap Perilaku Tanah Ekspansif

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanah merupakan dasar pondasi bangunan yang sangat memengaruhi stabilitas struktur. Jenis tanah yang harus diperhatikan salah satunya tanah ekspansif. Tanah ekspansif merupakan jenis tanah lempung yang memiliki sifat kembang-susut tinggi. Akibat dari perubahan kadar air dapat menyebabkan kerusakan konstruksi. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk memperbaiki sifat tanah ekspansif adalah stabilisasi tanah menggunakan material granular. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan pasir gusung Kota Tarakan terhadap sifat fisik dan mekanis tanah ekspansif. Tanah yang digunakan berasal dari Jalan Kuburan Cina, Gunung Lingkas, Kota Tarakan. Penelitian dilakukan secara eksperimental di Laboratorium dengan variasi penambahan pasir gusung sebesar 20%, 40% dan 60% serta masa pemeraman selama 10, 20 dan 30 hari. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian sifat fisik tanah berupa Analisa saringan, kadar air, berat volume tanah, Spesific gravity dan Atterberg limit serta sifat mekanis tanah berupa pemadatan, California Bearing Ratio (CBR), dan Unconfined Compressive Strength (UCS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pasir gusung dan peningkatan masa pemeraman memberikan pengaruh terhadap perubahan sifat fisik dan mekanis tanah ekspansif. Penambahan pasir gusung menyebabkan plastisitas tanah menurun karena dominasi material granular sehingga beberapa campuran tidak lagi menunjukkan sifat plastis. Selain itu, nilai kuat tekan bebas (UCS) meningkat dari 0,0502 kg/cm2 menjadi 0,115 kg/cm2, nilai MDD juga meningkat dari 1,393 gr/cm3 menjadi 1,679 gr/cm3 dan daya dukung tanah (CBR) meningkat dari nilai 9,59% menjadi 25,47%. Variasi campuran yang paling efektif diperoleh pada penambahan pasir gusung sebesar 60% dengan masa pemeraman 30 hari, yang menunjukkan peningkatan sifat mekanis tanah paling optimal.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KERUSAKAN JALAN DITINJAU DARI DAYA DUKUNG TANAH DAN BEBAN LALU LINTAS

2025•

Kerusakan jalan yang terjadi sebelum mencapai umur rencana merupakan salah satu permasalahan umum dalam pembangunan infrastruktur jalan, khususnya di daerah berkembang seperti Kota Tarakan. Salah satu ruas jalan yang mengalami kerusakan tersebut adalah Jalan Gunung Amal, yang memiliki tingkat lalu lintas tinggi dan dilalui oleh kendaraan berat setiap hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab utama kerusakan jalan tersebut berdasarkan dua aspek utama, yaitu daya dukung tanah dan beban lalu lintas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental di laboratorium dengan mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI). Pengujian tanah dilakukan untuk mengetahui sifat fisis (kadar air, berat jenis, analisa saringan, batas Atterberg) dan sifat mekanis tanah (nilai CBR). Penelitian ini juga menganalisis data Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) serta menghitung beban sumbu kendaraan menggunakan pendekatan Equivalent Single Axle Load (ESAL) dan Truck Factor (TF) untuk mengetahui pengaruh lalu lintas terhadap kerusakan jalan. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan bahwa jenis tanah pada lokasi penelitian tergolong lempung lanauan dengan nilai CBR 6%, yang menandakan rendahnya daya dukung tanah terhadap beban kendaraan. Selain itu, data lalu lintas menunjukkan volume kendaraan berat cukup tinggi, yang secara signifikan mempercepat kerusakan lapisan perkerasan jalan. Dari analisis ini, dapat disimpulkan bahwa kerusakan jalan pada ruas Jalan Gunung Amal disebabkan oleh kombinasi antara rendahnya daya dukung tanah dasar dan tingginya beban lalu lintas harian. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan struktur jalan yang lebih baik, termasuk perbaikan tanah dasar (soil improvement) dan pengaturan beban kendaraan, agar umur rencana jalan dapat tercapai secara optimal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS STABILISASI TANAH LEMPUNG YANG DICAMPUR DENGAN BUBUK ARANG TEMPURUNG KELAPA TERHADAP PERUBAHAN SIFAT FISIS DAN NILAI CBR TANAH

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanah lempung mempunyai sifat plastisitas yang tinggi, permeabilitas rendah, daya dukung rendah serta perubahan volume kembang-susut yang cukup besar. Hal ini tidak menguntungkan bila tanah lempung digunakan sebagai tanah dasar untuk menopang suatu bangunan konstruksi, maka untuk mengatasi permasalahan ini dibutuhkan metode perbaikan pada tanah yang berpengaruh pada sifat fisis dan mekanik pada tanah. Stabilisasi tanah adalah salah satu metode yang bisa digunakan pada perbaikan tanah yang dilakukan dengan menambahkan bahan kimia atau bahan lainnya yang bertujuan untuk memperbaiki parameter sifat tanah sehingga menghasilkan material baru yang memiliki sifat teknis lebih baik. Pada penelitian ini menggunakan bubuk arang tempurung kelapa sebagai bahan stabilisasi pada tanah. Pencampuran bahan stabilisasi menggunakan beberapa variasi persentase, yaitu penambahan sebanyak 4%, 6% dan 8% dengan masa peram selama 7 hari, 14 hari dan 21 hari. Pengujian sifat fisis dan mekanis dilakukan pada tanah lempung asli dan tanah lempung yang telah distabilisasi dengan stabilizer. Dari hasil penelitian yang didapatkan bahwa penambahan stabilizer 8% dan masa peram selama 21 hari memberikan hasil yang maksimum pada penelitian ini, dengan beberapa parameter diantaranya adalah kadar air (w) dari 63,75% menjadi 39,15%, specific gravity (Gs) dari 2,68 menjadi 2,81, analisa saringan dari 59,16% menjadi 30,75%, batas cair (LL) dari 52,79% menjadi 45,57%, batas plastis (PL) dari 21,45% menjadi 25,53%, indeks plastis (IP) dari 31,34% menjadi 20,04% dan pada pengujian CBR mengalami peningkatan dari kondisi awal 0,72% menjadi 4,30%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS UJI SIFAT FISIK DAN NILAI CBR TANAH LEMPUNG YANG DISTABILISASI DENGAN LIMBAH BAN KARET

2025•

Tanah lempung mempunyai plastisitas yang tinggi, daya dukung yang rendah dan perubahan volume kembang-susut yang cukup besar. Hal tersebut menjadikan tanah tidak stabil sehingga tidak mampu mendukung konstruksi yang ada diatasnya, oleh karena itu perlu dilakukan upaya perbaikan tanah. Stabilisasi tanah adalah salah satu metode yang bisa digunakan pada perbaikan tanah, stabilisasi dilakukan dengan menambahkan bahan kimia atau bahan lainnya yang bertujuan untuk memperbaiki sifat-sifat tanah sehingga menghasilkan material baru yang memiliki sifat teknis lebih baik. pada penelitian ini menggunakan abu ban sebagai bahan stabilisasi tanah. pencampuran bahan stabilisasi menggunakan beberapa variasi persentase, yaitu penambahan sebanyak 4%, 6%, dan 8% serta telah melawati masa peram selama 7 hari, 14 hari dan 21 hari. Pengujian sifat fisik dan mekanis dilakukan pada tanah lempung asli dan tanah lempung yang telah distabilisasi dengan bahan stabilizer. Dari hasil penelitian yang didapatkan bahwa penambahan stabilizer 8% dan masa peram selama 21 hari memberikan hasil yang maksimum pada penelitian ini, dengan beberapa parameter diantaranya adalah: kadar air (w) dari 63,75% menjadi 39,68%, analisa saringan dari 59,16% menjadi 37,20%, spesific gravity (Gs) dari 2,685 menjadi 2,723, Indeks plastisitas (IP) dari 31,34% menjadi 26,09% dan pada pengujian CBR mengalami kenaikan dari kondisi awal 0,72% menjadi 4,01%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR ALAM AKTIF (CaCO3) TERHADAP UJI FISIK DAN UJI PEMADATAN CBR PADA TANAH CLAY SHALE.

2024•

Secara umum lapisan Clay Shale merupakan jenis tanah yang bermasalah, pada dunia konstruksi banyak ditemui masalah pada tanah Clay Shale seperti pada beberapa wilayah di Indonesia banyak terjadi keruntuhan bangunan dan kelongsoran pada jalan. Hal ini disebabkan karena tanah Clay Shale yang sifatnya mudah melapuk apabila terkena paparan sinar matahari, air dan udara. Tujuan dilakukan penelitian ini guna mengetahui pengaruh penambahan kapur serta masa peram terhadap terhadap perubahan fisik dan mekanis pada tanah Clay Shale, Pada pengujian ini dilakukan dilaboratorium Universitas Borneo Tarakan. Hasil data penelitian yang diperoleh pada tanah asli Clay Shale akan dibandingkan dengan tanah yang telah distabilisasi. Pada penelitian ini menggunakan presentase 5%, 15% dan 20% dengan masa peram 7 hari, 14 hari dan 21 hari. Perolehan uji CBR tanah Asli sebesar 22,7% dan UCT tanah asli sebesar 1,31 kg/2. Hasil CBR tanah Clay shale yang telah distabilisasi mengalami peningkatan sebesar 48,54 dan UCT yang telah distabilisasi mengalami peningkatan sebesar 9,21. Penambahan stabilizer pada sampel tanah Clay Shale sangat berpengaruh terhadap sifat fisis dan sifat mekanis tanah Clay Shale, terutama terhadap nilai CBR dan UCT. Peningkatan paling maksimum pada pengujian CBR yaitu pada penambahan Stabilizer 5% dan peningkatan paling maksimum pada pengujian UCT yaitu pada masa peram selama 21 hari. Kata kunci : CBR, UCT, Stabilisasi dan Masa Peram

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail