ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah berdasarkan teori Nolting pada siswa kelas V MI Al-Mujahidin Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Calon subjek penelitian terdiri atas 16 siswa kelas V yang diberikan tes uraian, kemudian dipilih tiga subjek yang mewakili kategori kemampuan tinggi (S1), sedang (S2), dan rendah (S3). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis dan wawancara. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi dengan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek kategori tinggi (S1) mengalami Careless Error, Application Error, dan Test-Taking Error. Subjek kategori sedang (S2) mengalami Careless Error, Application Error, dan Test-Taking Error. Sementara itu, subjek kategori rendah (S3) mengalami seluruh jenis kesalahan menurut teori Nolting, yaitu Misread-Directions Error, Careless Error, Concept Error, Application Error, dan Test-Taking Error. Kesalahan yang dialami oleh semua subjek dan pada seluruh soal yang dianalisis adalah Test-Taking Error, yang ditunjukkan dengan tidak menyajikan kesimpulan akhir sesuai dengan konteks soal. Sebagai temuan tambahan, penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam mengkomunikasikan proses dan hasil penyelesaian soal secara tertulis masih perlu ditingkatkan, terutama dalam menuliskan informasi yang diketahui dan ditanyakan, mencantumkan satuan, serta menyajikan kesimpulan sesuai konteks soal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal persamaan lingkaran berdasarkan tahapan analisis Newman (Newman Error Analysis). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 3 orang siswa kelas XI SMK Kesehatan Kaltara Tarakan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi soal tes materi persamaan lingkaran dan pedoman wawancara. Keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi metode, yaitu membandingkan hasil pekerjaan tes siswa dengan hasil wawancara. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kesalahan yang dilakukan siswa mencakup lima tahapan Newman, yaitu: (1) Kesalahan membaca (Reading Error), (2) Kesalahan memahami masalah (Comprehension Error), (3) Kesalahan transformasi (Transformation Error), (4) Kesalahan keterampilan proses (Process Skill Error), dan (5) Kesalahan penulisan jawaban akhir (Encoding Error) dari kelima kesalahan tersebut kesalahan yang paling dominan dilakukan siswa terjadi pada tahap memahami masalah (Comprehension Error) dan juga pada tahap penulisan jawaban akhir (Encoding Error. Kesalahan tersebut terjadi disebabkan oleh kurangnya pemahaman siswa tehadap langkah-langkah penyelesaiaan soal pemecahan masalah, kurangnya ketelitian siswa dalam mengerjakan soal dan juga faktor kebiasaan yang dilakukan siswa dalam mengerjakan soal pemecahan masalah. Penyebab terjadinya kesalahan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi guru untuk rajin melatih siswa mengerjakan soal pemecahan masalah dan tidak lupa menjelaskan ke siswa apa saja langkah-langkah dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah matematis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
DESKRIPSI KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PADA MATERI OPERASI HITUNG KELAS IV-B SDN 032 TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi operasi hitung berdasarkan prosedur Newman di kelas IV-B SDN 032 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes soal cerita matematika dan wawancara. Subjek penelitian berjumlah enam siswa yang dipilih dari tiga kategori kelompok belajar, yaitu mandiri, berkembang, dan masih perlu bimbingan, dengan masing-masing kategori diwakili oleh dua siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap kategori kelompok belajar memiliki karakteristik kesalahan yang berbeda. Siswa pada kelompok belajar mandiri tidak mengalami kesalahan pada tahapan membaca dan memahami masalah, namun masih mengalami kesalahan pada tahap transformasi, keterampilan proses, dan penulisan jawaban akhir berupa ketidaklengkapan menuliskan model matematika, kesalahan perhitungan karena kurang teliti, serta tidak menuliskan kesimpulan secara lengkap. Kelompok belajar berkembang menunjukkan kemampuan membaca dan memahami masalah yang cukup baik, tetapi masih mengalami kesulitan pada tahap transformasi, keterampilan proses, dan penulisan jawaban akhir, terutama dalam mengubah soal cerita ke dalam model matematika, melakukan perhitungan dengan tepat, dan menuliskan kesimpulan akhir. Sementara itu, kelompok belajar masih perlu bimbingan mengalami kesalahan yang lebih kompleks pada semua tahap penyelesaian soal. Kesulitan yang dialami meliputi kelancaran membaca, memahami informasi dalam soal, menentukan model matematika, melakukan operasi hitung, serta menuliskan kesimpulan dan satuan pada jawaban akhir. Kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika paling banyak terjadi pada tahap transformasi, keterampilan proses, dan penulisan jawaban akhir. Kata Kunci : Kesalahan Siswa, Soal Cerita Matematika, Prosedur Newman, Operasi Hitung, Sekolah Dasar
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam mengerjakan soal dapat dikatakan bahwa sebagai suatu kelalaian di lakukan oleh siswa yang terjadi disebabkan oleh belum memahami materi, serta tidak menjawab soal yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan siswa sekolah dasar dalam menyelesaikan masalah matematika berdasarkan teori Polya. Jenis penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar tes soal operasi hitung penjumlahan dan pengurangan dan lembar pedoman wawancara. Subjek terdiri dari 4 siswa yang dipilih berdasarkan gender 2 laki-laki dan 2 perempuan untuk melihat perbedaan kesalahan antara siswa laki-laki dan perempuan dalam menyelesaikan soal cerita dan dipilih berdasarkan hasil jawaban siswa dengan kriteria memiliki dua kesalahan atau lebih. Hasil penelitian menunjukkan kesalahan yang dilakukan oleh L1 dan L2 berada pada tahapan yang sama yaitu pada tahapan memahami masalah, tahapan melaksanakan rencana penyelesaian dan menarik kesimpulan. Sedangkan kesalahan yang dilakukan P1 dan P2 yaitu melakukan kesalahan pada tahapan melaksanakan rencana penyelesaian dan menarik kesimpulan. Terdapat perbedaan kesalahan pada gender, dimana subjek laki-laki melakukan tiga kesalahan sementara subjek perempuan melakukan dua kesalahan. Perbedaan ini terletak pada tahap memahami masalah, yang mana subjek perempuan tidak mengalami kendala.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
AN ANALYSIS OF GRAMMATICAL ERRORS IN DESCRIPTIVE TEXT AT TENTH GRADERS OF SMKN 4 TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan tipe-tipe kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas sepuluh SMKN 4 Tarakan ketika menulis teks deskriptif. Kemudian penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan jenis kesalahan yang paling banyak dilakukan oleh siswa. saat menuliskan teks deskriptif. Subjek penelitian ini adalah 31 siswa. Dalam mengumpulkan data, peneliti meminta siswa untuk menulis teks deskriptif dengan topic yang telah diberikan sesuai dengan silabus atau alur tujuan pembelajarannya. Hasil menunjukkan bahwa terdapat total kesalahan yang ditemukan pada tulisan siswa yang di analisis dengan menggunakan correction symbol by Oshima and Hounge 2007:184. Ditemukan 26 kesalahan dalam punctuation, 8 kesalahan dalam missing word, 93 kesalahan pada capitalization, 9 kesalahan pada verb tense, 54 kesalahan pada spelling, 4 kesalahan pada singular/plural, 13 kesalahan pada unnecessary, 6 kesalahan pada wrong word , 2 kesalahan pada pronounce reference error, 2 kesalahan pada article, 1 kesalahan pada add a transition, 4 kesalahan pada start a new paraghraph. Sementara itu, berdasarkan hasil analisa ada 12 tipe kesalahan grammar yang dilakukan oleh siswa. Dimana kesalahan terbanyak yang dilakukan ketika menulis teks deskriptif tentang idola mereka adalah di bagian capitalization dengan jumlah 93 kesalahan dan ditunjukkan dengan presentase 41,89%. Kesimpulannya, kesalahan-kesalahan gramatika sering terjadi ketika siswa diminta untuk menulis sebuah teks atau kalimat. Hal ini terjadi karena kurangnya pemahaman siswa mengenai grammar serta keterbatasan kosakata dan adanya pengaruh struktur bahasa dalam pembelajaran bahasa inggris.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi serta menganalisis faktor penyebab kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi pada karangan karangan deskripsi siswa kelas V C SD Negeri 017 Tarakan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2025 di kelas V C SD Negeri 017 Tarakan dengan sampel penelitian siswa kelas V C yang melakukan kesalahan berbahasa pada penulisan karangan deskripsi. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik tes tertulis, teknik angket (kuesioner), wawancara dan dokumentasi. Setelah data terkumpul, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan dua teknik yaitu teknik analisis data kualitatif yang digunakan untuk menganalisis data mengenai kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi pada karangan deskripsi siswa dan teknik analisis data deskriptif persentase yang digunakan untuk menganalisis faktor penyebab kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 53 kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi pada karangan deskripsi siswa kelas V C SD Negeri 017 Tarakan. Pada tataran fonologi (penghilangan fonem, perubahan dan penambahan fonem) terdapat 43 kesalahan. Sedangkan pada tataran morfologi (prefiks, sufiks dan konfiks) terdapat 10 kesalahan. Selanjutnya, yang berkenaan dengan faktor penyebab terjadinya kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi, dapat dilihat bahwa faktor penyebab tertinggi kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi pada karangan deskripsi yang dilakukan oleh siswa kelas V C SD Negeri 017 Tarakan yaitu karena kurangnya pemahaman terkait kaidah kebahasaan yang memperoleh persentase sebesar 63%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan menulis dengan penggunaan huruf kapital dan tanda baca yang tepat sangat penting dalam menghasilkan tulisan yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan penggunaan huruf kapital dan tanda baca pada karangan narasi siswa kelas V-A di SD Negeri Utama 2 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes menulis karangan narasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, terdapat lima subjek yang mewakili lima kategori penilaian kesalahan penggunaan huruf kapital dan tanda baca siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa kesalahan penggunaan huruf kapital dan tanda baca. Kesalahan dengan persentase tertinggi pada aspek huruf kapital adalah kesalahan penggunaan huruf kapital pada kata pertama awal kalimat, yaitu sebesar 48,78%. Pada aspek tanda baca titik, kesalahan terbesar ditemukan pada penghilangan tanda titik di akhir kalimat pernyataan. Sementara itu, pada aspek tanda baca koma, kesalahan tertinggi terjadi pada kesalahan penggunaan tanda baca koma untuk memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimat, dengan persentase sebesar 44,68%. Kesalahan-kesalahan tersebut disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu faktor kompetensi berkaitan dengan rendahnya pemahaman siswa terhadap kaidah penggunaan huruf kapital dan tanda baca, sedangkan faktor performansi disebabkan oleh keterbatasan dalam mengingat, seperti lupa atau tergesa-gesa saat menulis. Selain itu, hasil wawancara menunjukkan bahwa guru lebih berfokus pada isi dan keterbacaan tulisan siswa sehingga aspek kebahasaan kurang diperhatikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan mahasiswa PGSD dalam menyelesaikan soal numerasi ditinjau dari aspek self-efficacy. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek tiga mahasiswa yang dikategorikan berdasarkan tingkat self-efficacy: rendah, sedang, dan tinggi. Data dikumpulkan melalui angket, tes numerasi, dan wawancara, serta dianalisis menggunakan tahapan Newman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan self-efficacy rendah melakukan kesalahan pada tahap membaca. Mahasiswa dengan self-efficacy sedang dan tinggi menunjukkan kesalahan dalam memahami soal, yang mengakibatkan muncul kesalahan pada transformasion, Prosess skill dan Encoding. Penelitian ini menegaskan pentingnya mengetahui kesalahan dalam menyelesaikan soal numerasi untuk meningkatkan kemampuan berhitung mahasiswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan menyelesaikan soal cerita merupakan cerminan pemahaman konseptual dan keterampilan berpikir kritis mahasiswa, khususnya pada materi geometri. Namun, masih ditemukan kesulitan dalam penyelesaiannya secara sistematis. Jenis kesalahan tersebut dapat dianalisis melalui tahapan prosedur Newman, yaitu: membaca, memahami, transformasi, keterampilan proses, dan penulisan jawaban. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan mahasiswa PGSD Universitas Borneo Tarakan dalam menyelesaikan soal cerita pada materi geometri. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes terkait materi geometri dengan menggunakan prosedur Newman yang dikonfirmasi melalui proses wawancara. Sebanyak 34 mahasiswa PGSD lokal A2 angkatan 2023 menjadi pertisipan dalam penelitian dan mengerjakan tes terkait materi geomteri yang kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori kemampuan tinggi, kemampuan sedang, dan kemampuan rendah. Setelah itu, peneliti memilih enam mahasiswa secara acak untuk mewakili setiap kategori kemampuan untuk diwawancarai. Hasil penelitian menunjukkan: (1) subjek dengan kemampuan tinggi umumnya mampu menyelesaikan soal dengan baik di semua tahap tanpa melakukan kesalahan. Subjek memahami soal dengan baik, menerapkan strategi yang sesuai, serta menuliskan jawaban akhir dengan benar; (2) pada subjek dengan kemampuan sedang ditemukan kesalahan dalam tahap transformasi, keterampilan proses, dan penulisan jawaban akhir. Hal ini disebabkan oleh pemilihan rumus yang kurang tepat, kesalahan dalam penerapan konsep, serta kelalaian dalam menuliskan satuan dan menyusun jawaban secara sistematis; (3) subjek dengan kemampuan rendah hanya mampu memahami soal pada tahap awal, dan mengalami kesulitan besar mulai dari transformasi hingga penulisan akhir. Kesalahan tersebut meliputi pemilihan rumus yang tidak sesuai, kesalahan dalam perhitungan, dan ketidakmampuan menyusun jawaban akhir dengan benar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Kerusakan jalan yang terjadi sebelum mencapai umur rencana merupakan salah satu permasalahan umum dalam pembangunan infrastruktur jalan, khususnya di daerah berkembang seperti Kota Tarakan. Salah satu ruas jalan yang mengalami kerusakan tersebut adalah Jalan Gunung Amal, yang memiliki tingkat lalu lintas tinggi dan dilalui oleh kendaraan berat setiap hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab utama kerusakan jalan tersebut berdasarkan dua aspek utama, yaitu daya dukung tanah dan beban lalu lintas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental di laboratorium dengan mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI). Pengujian tanah dilakukan untuk mengetahui sifat fisis (kadar air, berat jenis, analisa saringan, batas Atterberg) dan sifat mekanis tanah (nilai CBR). Penelitian ini juga menganalisis data Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) serta menghitung beban sumbu kendaraan menggunakan pendekatan Equivalent Single Axle Load (ESAL) dan Truck Factor (TF) untuk mengetahui pengaruh lalu lintas terhadap kerusakan jalan. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan bahwa jenis tanah pada lokasi penelitian tergolong lempung lanauan dengan nilai CBR 6%, yang menandakan rendahnya daya dukung tanah terhadap beban kendaraan. Selain itu, data lalu lintas menunjukkan volume kendaraan berat cukup tinggi, yang secara signifikan mempercepat kerusakan lapisan perkerasan jalan. Dari analisis ini, dapat disimpulkan bahwa kerusakan jalan pada ruas Jalan Gunung Amal disebabkan oleh kombinasi antara rendahnya daya dukung tanah dasar dan tingginya beban lalu lintas harian. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan struktur jalan yang lebih baik, termasuk perbaikan tanah dasar (soil improvement) dan pengaturan beban kendaraan, agar umur rencana jalan dapat tercapai secara optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan soal persamaan kuadrat berdasarkan tahapan Kastolan, mengetahui faktor-faktor penyebab kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal persamaan kuadrat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan observasi, wawancara mendalam, dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa mengalami kesalahan konseptual, kesalahan prosedural, dan kesalahan teknik. Adapun faktor-faktor penyebab yaitu siswa kurang memahami konsep, siswa hanya menghafal rumus, siswa jarang mengulang kembali materi, siswa hanya belajar pada waktu tertentu, siswa kurang memahami langkah-langkah penyelesaian, siswa kurang latihan penyelesaian soal, siswa terbiasa tidak menyelesaikan soal hingga akhir, siswa kurang teliti, kebiasaan terburu-buru dan tidak memeriksa kembali jawaban akhir, lemahnya pemahaman dasar atau keterampilan operasi hitung.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Ruas jalan Pangeran Aji Iskandar merupakan jalur utama yang menghubungkan Kecamatan Tarakan Utara dan Kecamatan Tarakan Barat dengan lalu lintas yang padat, terutama dari kendaraan berat. Lalu lintas berat ini berpotensi menyebabkan kerusakan lebih cepat pada jalan akibat beban berlebih (overload). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penurunan umur sisa (remaining life) dan tingkat kerusakan jalan dengan menggunakan dua metode analisis yang memberikan gambaran menyeluruh tentang dampak beban berlebih. Penghitungan dilakukan melalui data lalu lintas harian rata-rata (LHR), vehicle damage factor (VDF), dan equivalent single axle load (ESAL). Berdasarkan hasil perhitungan umur sisa dan tingkat kerusakan menunjukan bahwa setiap tahunya mengalami penurunan. Pada LHR jampuncak menunjukkan bahwa umur sisa perkerasan pada kondisi normal hingga tahun keenam (2029) adalah 11,96% dengan tingkat kerusakan mencapai 88,04%. Namun, dengan penambahan beban 10%, umur sisa jalan pada tahun awal (2024) menjadi negatif, yaitu -13,50%, dan tingkat kerusakan mencapai 113,50%. Pada LHR kendaraan total, umur sisa jalan hingga tahun keenam (2029) adalah 3,04% dengan tingkat kerusakan 96,96%. Penambahan beban 10% mengakibatkan umur sisa perkerasan turun menjadi -39,26% pada tahun 2024, dengan tingkat kerusakan mencapai 139,26%. Penelitian ini menunjukkan bahwa beban lalu lintas yang berlebihan secara signifikan mengurangi umur jalan dan mempercepat tingkat kerusakan, sehingga diperlukan perawatan yang lebih sering untuk menjaga kondisi jalan tetap optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan dan penyebab siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika kelas VII SMP Negeri 1 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 2 orang siswa yang memiliki nilai tinggi ulangan harian dan 2 orang siswa yang memiliki nilai rendah ulangan harian materi bilangan bulat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu peneliti sendiri, adapun instrumen pembantu yaitu pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data peneliti menggunakan trianggulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa siswa mengalami 5 kesalahan bedasarkan analisis Newman yaitu 1) Kesalahan membaca, siswa dengan nilai rendah melakukan kesalahan membaca. Penyebab nya siswa tidak dapat memaknai soal dengan benar dan tidak dapat menentukan kata-kata dalam soal ke bentuk simbol matematika. 2) Kesalahan memahami, siswa dengan nilai rendah melakukan kesalahan memahami. Penyebabnya siswa tidak memahami konteks masalah dalam soal, siswa kurang teliti menentukan yang diketahui dan yang ditanyakan. 3) Kesalahan transformasi, siswa dengan nilai rendah tidak dapat menentukan operasi hitung yang akan digunakan. Penyebab siswa siswa salah dalam penulisan operasi hitung yang akan digunakan. 4) Keterampilan proses, siswa dengan nilai tinggi melakukan kesalahan keterampilan proses, penyebab siswa dengan nilai tinggi melakukan kesalahan keterampilan proses siswa kurang teliti menentukan tanda operasi bilangan bulat positif dengan bilang bulat negatif. Sedangkan siswa dengan nilai ulangan rendah tidak menggunkan proses penyelesaian dengan benar dan tepat. Penyebab siswa dengan nilai rendah yaitu mengalami kesalahan keterampilan proses yaitu siswa tidak menyelesaikan langkah-langkah proses penyelesaian dengan benar, siswa kurang kemampuan dasar matematika, 5) Kesalahan penulisan jawaban akhir, siswa dengan nilai tinggi dan rendah tidak mendapatkan hasil akhir, penyebabnya siswa tidak terbiasa untuk menuliskan jawaban akhir atau kesimpulan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan terkait kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam mengerjakan penyelesaian soal cerita matematika dengan materi operasi pecahan berdasarkan penggunaan prosedur polya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes terkait materi operasi pecahan dengan menggunakan prosedur polya yang dikonfirmasi melalui proses wawancara. Sebanyak 22 siswa kelas V-A menjadi partisipasi dalam penelitian dan mengerjakan tes terkait operasi pecahan yang kemudian peneliti mengelompokkan 22 siswa kelas V-A ke dalam tiga kategori kemampuan yaitu, kategori tinggi, sedang dan rendah. Kemudian peneliti memilih maksimal 6 siswa yang dipilih secara acak menjadi 2 siswa kategori tinggi, 2 siswa kategori sedang dan 2 siswa kategori rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Subjek dengan kategori tinggi tidak melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita berdasarkan prosedur polya, Namun subjek kategori tinggi kurang berhati-hati dalam menyelesaikan satu soal cerita; (2) subjek dengan kategori sedang melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita pada tahapan melaksanakan rencana dan melihat kembali berdasarkan prosedur polya, karena belum mampu menyelesaikan soal operasi pecahan yang memiliki penyebut yang berbeda; (3) subjek dengan kategori rendah melakukan kesalahan pada semua tahapan prosedur polya, karena masih kesulitan memahami masalah yang diberikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan kesalahan tanda baca, pilihan kata (diksi), dan ejaan yang terdapat dalam empat naskah pidato Wakil Bupati Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang dianalisis dalam penelitian ini berupa kesalahan berbahasa yang terdapat dalam naskah pidato Wakil Bupati, khususnya: 1) penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Tana Tidung dengan Pemerintah Kota Tarakan dalam bidang pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan, yang disampaikan pada tanggal 12 September 2023; 2) Focus Group Discussion (FGD) tentang revisi dan pengembangan kamus bahasa daerah serta pengelolaan dan pelestarian cagar budaya, yang disampaikan pada tanggal 4 Oktober 2023; 3) pelatihan Pertolongan Pertama Cedera Olahraga (PPCO) dan Tes Asesmen Atlet, yang disampaikan pada tanggal 16 Oktober 2023; dan 4) sesi pembinaan tentang edukasi perpajakan dan pengenalan penggunaan E-Bupot yang disampaikan pada tanggal 31 Oktober 2023. Kesalahan berbahasa yang teridentifikasi dalam pidato-pidato tersebut meliputi kesalahan pilihan kata (diksi), tanda baca, dan ejaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi membaca, menyimak, dan mencatat. Peneliti melakukan analisis kesalahan berbahasa dalam tiga aspek, yaitu pilihan kata (diksi) yang mengacu pada pemilihan kata yang tepat dan tepat untuk mengungkapkan makna dalam tulisan; tanda baca yang berkaitan dengan sistem teknis ortografi; dan ejaan yang melibatkan representasi bunyi bahasa dalam bentuk tertulis. Berdasarkan analisis data, peneliti mengidentifikasi 56 contoh kesalahan berbahasa yang dikategorikan sebagai berikut: 24 kasus kesalahan pilihan kata (diksi), 18 kasus kesalahan ejaan, dan 13 kasus kesalahan tanda baca. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kesalahan pilihan kata (diksi) merupakan jenis kesalahan berbahasa yang paling banyak ditemukan dalam naskah pidato Wakil Bupati.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan yang dilakukan siswa kelas V-B di SDN 045 Binalatung dalam menyelesaikan operasi hitung perkalian. Jenis penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar tes soal operasi hitung perkalian bilangan bulat dan lembar pedoman wawancara. Subjek penelitian ini terdiri dari 3 subjek yang dipilih secara random dari 25 siswa kelas V-B di SDN 045 Binalatung yang mengalami kesalahan berdasarkan penyelesaian masalah menggunakan prosedur Newman. Hasil penelitian menunjukan semua subjek memiliki kesalahan yang sama yaitu, pada tahapan (1) memahami, subjek tidak tahu apa ditanyakan pada soal. (2) transformasi, subjek tidak tahu operasi hitung yang digunakan untuk menyelesaikan soal. (3) keterampilan proses, subjek tidak mampu dalam mengoprasikan perkalian sehingga salah dalam perhitungan, dan (4) penulisan jawaban akhir, subjek tidak terbiasa untuk menuliskan jawaban akhir.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jenis penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 1 Tarakan dalam menyelesaikan soal aljabar berdasarkan kriteria Watson. Pengumpulan data dilakukan dengan analisis dokumen dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan jenis beberapa kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal aljabar berdasarkan kriteria Watson yaitu kesalahan data tidak tepat, siswa menghilangkan variabel serta menuliskan data yang kurang tepat; kesalahan prosedur tidak tepat, siswa menggunakan langkah penyelesaian yang kurang tepat; kesalahan data hilang, siswa menghilangkan data tanpa sebab atau tanpa disengaja; kesalahan kesimpulan hilang, siswa tidak dapat menyelesaikan proses perhitungan hingga hasil akhir; kesalahan konflik level respon, siswa hanya menuliskan hasil akhir tetapi tidak menuliskan langkah-langkah yang digunakan; kesalahan masalah hierarki keterampilan, siswa kurang tepat dalam melakukan perhitungan angka negatif sehingga prosedur dan hasil akhir yang di dapatkan selanjutnya menjadi tidak benar; dan kesalahan selain ketujuh kriteria diatas, siswa hanya menuliskan soal dan tidak ada jawaban.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas IV di SDN 030 Tarakan dalam menyelesaikan soal matematika materi bangun datar. Jenis penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa tes dan wawancara. Subjek penelitian terdiri dari 3 siswa yang melakukan kesalahan lebih dari 4 indikator pada 8 indikator kesalahan menurut Watson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek memiliki kesalahan yang sama yaitu pada indikator (1) Data Tidak Tepat (Inappropriate Data), kurangnya pemahaman terhadap permasalahan pada soal khususnya pada materi bangun datar, (2) Prosedur Tidak Tepat (Inappropriate Procedure), subjek tidak menggunakan konsep yang seharusnya digunakan dan (3) Kesimpulan Hilang (Omitted Conclusion), subjek tidak menuliskan kesimpulan pada akhir jawaban, meskipun subjek telah menemukan hasil akhir dari penyelesaian soal. Adapun 2 indikator kesalahan yang tidak muncul sama sekali yaitu Masalah Hierarki Keterampilan (Hierarchy Problem), hal ini terjadi karena tidak terjadi kekeliruan pada saat proses perhitungan dan Kesalahan Lainnya (Above Other) subjek yang diambil tidak ada yang melakukan kesalahan lainnya, karena peserta didik telah menjawab soal meskipun mengalami beberapa kesalahan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan berbahasa pada karangan narasi ekspositoris siswa kelas VIII-2 SMP Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang menekankan pada deskripsi, maka penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian deskripsi kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa karangan narasi ekspositoris siswa kelas VIII-2 SMP Negeri 1 Tarakan yang diperoleh menggunakan teknik wawancara, teknik dokumentasi, teknik membaca dan teknik catat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kesalahan berbahasa pada karangan narasi ekspositoris siswa kelas VIII-2 SMP Negeri 1 Tarakan yang ditemukan sebanyak 217 kasus kesalahan berbahasa, diantaranya: (1) kesalahan penulisan huruf kapital berjumlah 155 kasus kesalahan, (2) kesalahan penulisan ku-, kau-, -ku, -mu, dan -nya berjumlah 2 kasus kesalahan, (3) kesalahan penulisan preposisi di, ke, dan dari berjumlah 13 kasus kesalahan, (4) kesalahan penulisan partikel pun berjumlah 7 kasus kesalahan, (5) kesalahan penulisan lambang bilangan berjumlah 6 kasus kesalahan, (6) kesalahan penulisan tanda baca berjumlah 5 kasus kesalahan, (7) kesalahan penulisan tanda hubung berjumlah 8 kasus kesalahan, (8) kesalahan penulisan kata (kurang huruf dan kelebihan huruf) berjumlah 6 kasus kesalahan, (9) kesalahan penyingkatan kata berjumlah 13 kasus kesalahan, dan (10) kesalahan semantik penggunaan kata pukul dan jam berjumlah 2 kasus kesalahan. Secara keseluruhan kesalahan berbahasa pada karangan siswa kelas VIII-2 adalah kesalahan ejaan. The research goal was to find language errors in the expository, narrative essays of class VIII-2 students at SMP Negeri 1 Tarakan. This research employed qualitative research emphasising description, which was included in the type of qualitative descriptive research. The data in this research were expository, narrative essays from class VIII-2 students obtained using interviews, documentation, reading, and note-taking techniques. The results of this research showed that there were 217 cases of language errors in the expository narrative essays of students in class VIII- 2, including (1) 155 errors in writing capital letters, (2) 2 errors in writing capital letters, -, kau-, -ku, -mu, and -nya, (3) 13 errors in writing prepositions di, ke, and dari, (4) 7 errors in writing particles-pun, (5) 6 errors in writing number symbols, (6) 5 errors in writing punctuation, (7) 8 errors in writing hyphens, (8) 6 errors in writing words (fewer letters and excess letters), (9) 13-word abbreviation errors, and (10) 2 semantic errors in using the words o'clock and clock. The language errors in III-2 students' essays were spelling errors.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan ejaan, diksi, afiksasi pada berita dalam surat kabar online Benuanta edisi Agustus 2022. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah surat kabar online Benuanta edisi Agustus 2022. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi, teknik baca, simak, dan catat. Data dalam penelitian ini berupa kalimat yang mengandung kesalahan ejaan, ketidaktepatan penggunaan diksi, dan kesalahan penggunaan afiks. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan ditemukan bentuk-bentuk kesalahan ejaan sebanyak tujuh puluh satu data, di antaranya adalah: kesalahan penggunaan huruf sebanyak sembilan data, kesalahan penulisan kata sebanyak lima puluh satu data, kesalahan penggunaan tanda baca sebanyak sembilan data, dan kesalahan penulisan unsur serapan sebanyak enam data. Selain itu, ditemukan juga kesalahan diksi sebanyak dua belas data dan kesalahan afiksasi sebanyak empat data. Total kesalahan berbahasa Indonesia yang terdapat di dalam surat kabar online Benuanta edisi Agustus 2022 sebanyak delapan puluh tujuh data. Dari penjabaran sebelumnya, ditemukan kesalahan tertinggi terdapat pada penulisan kata sebanyak lima puluh satu data dan kesalahan terendah terdapat pada afiksasi sebanyak empat data. Faktor penyebab terjadinya kesalahan berbahasa, baik dari segi ejaan, diksi, maupun afiksasi adalah terbatasnya waktu dalam menulis sehingga mengakibatkan penulis berita kurang teliti serta kurangnya penguasaan terhadap kaidah bahasa.