ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
DESKRIPSI KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PADA MATERI OPERASI HITUNG KELAS IV-B SDN 032 TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi operasi hitung berdasarkan prosedur Newman di kelas IV-B SDN 032 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes soal cerita matematika dan wawancara. Subjek penelitian berjumlah enam siswa yang dipilih dari tiga kategori kelompok belajar, yaitu mandiri, berkembang, dan masih perlu bimbingan, dengan masing-masing kategori diwakili oleh dua siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap kategori kelompok belajar memiliki karakteristik kesalahan yang berbeda. Siswa pada kelompok belajar mandiri tidak mengalami kesalahan pada tahapan membaca dan memahami masalah, namun masih mengalami kesalahan pada tahap transformasi, keterampilan proses, dan penulisan jawaban akhir berupa ketidaklengkapan menuliskan model matematika, kesalahan perhitungan karena kurang teliti, serta tidak menuliskan kesimpulan secara lengkap. Kelompok belajar berkembang menunjukkan kemampuan membaca dan memahami masalah yang cukup baik, tetapi masih mengalami kesulitan pada tahap transformasi, keterampilan proses, dan penulisan jawaban akhir, terutama dalam mengubah soal cerita ke dalam model matematika, melakukan perhitungan dengan tepat, dan menuliskan kesimpulan akhir. Sementara itu, kelompok belajar masih perlu bimbingan mengalami kesalahan yang lebih kompleks pada semua tahap penyelesaian soal. Kesulitan yang dialami meliputi kelancaran membaca, memahami informasi dalam soal, menentukan model matematika, melakukan operasi hitung, serta menuliskan kesimpulan dan satuan pada jawaban akhir. Kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika paling banyak terjadi pada tahap transformasi, keterampilan proses, dan penulisan jawaban akhir. Kata Kunci : Kesalahan Siswa, Soal Cerita Matematika, Prosedur Newman, Operasi Hitung, Sekolah Dasar
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran interaktif pada materi operasi hitung bilangan cacah kelas iv-b di SD Negeri 013 Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini yaitu berupa media pembelajaran interaktif berbasis Microsoft Power Point yang memuat materi penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, faktor, dan kelipatan bilangan cacah. Hasil validasi menunjukkan bahwa media memperoleh persentase kelayakan dari validasi ahli media sebesar 94%, ahli materi 100%, ahli bahasa 88%, dan praktisi 100% dengan kategori sangat layak. Pada tahap uji coba terbatas diperoleh persentase 93% dan uji coba lapangan 90% dengan kategori sangat menarik. Berdasarkan hasil validasi dan uji coba tersebut, maka media pembelajaran interaktif pada materi operasi hitung bilangan cacah kelas IV-B di SD Negeri 013 Tarakan dapat digunakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran matematika sangat dibutuhkan, khususnya dalam memahami dan menyelesaikan soal operasi pecahan, terutama pada soal cerita yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan operasi hitung pecahan di kelas V SDN 014 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggali secara mendalam proses berpikir siswa melalui jawaban dan penalaran autentik. Peneliti berperan sebagai instrumen utama dalam pengumpulan data yang dilakukan secara alamiah. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa siswa kelas V-B SDN 014 Tarakan memiliki kemampuan berpikir kritis dengan kategori tinggi, sedang dan rendah. Siswa dengan kategori kemampuan tinggi mampu memenuhi dua indikator berpikir kritis yaitu interpretasi dan penjelasan, karena subjek belum mampu memenuhi seluruh indikator kemampuan berpikir kritis secara konsisten dan terdapat kesalahan pemahaman terhadap soal. Siswa kategori sedang hanya memenuhi satu indikator berpikir kritis yaitu penjelasan, karena masih mengalami kesalahan pada interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi dan regulasi diri. Sementara itu, subjek dengan kemampuan berpikir kritis rendah tidak mampu memenuhi keenam indikator berpikir kritis. Subjek mengalami kesulitan pada indikator interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, penjelasan dan regulasi diri. Penelitian ini dapat memberikan pemahaman mengenai pentingnya kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah matematika. Dengan demikian, kemampuan berpikir kritis siswa masih bervariasi dan perlu ditingkatkan melalui pembelajaran yang efektif dan terarah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui miskonsepsi yang terjadi pada siswa kelas VII SMP Islam Terpadu Ulul Albab Tarakan dalam menyelesaikan soal operasi hitung aljabar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari enam siswa yang mengalami miskonsepsi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah analisis dokumen dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan miskonsepsi yang terjadi antara lain miskonsepsi terjemahan, yaitu kesalahan dalam memahami maksud soal; miskonsepsi strategi, yaitu kesalahan membagi konstanta dengan koefisien pada variabel x serta memisahkan variabel dan kosntanta yang merupakan satu kesatuan; miskonsepsi konsep, yaitu siswa menganggap bahwa pangkat pada variabel x adalah milik koefisien, memahami nilai dari variabel x adalah satu, memahami koefisien pada variabel x dapat dikurangi dengan bilangan konstanta, serta miskonsepsi pada operasi perkalian aljabar; dan miskonsepsi hitung, yaitu memahami bahwa notasi negatif bukan merupakan satu kesatuan dengan konstanta sehingga terjadi kesalahan dalam operasi pengurangan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan yang dilakukan siswa kelas V-B di SDN 045 Binalatung dalam menyelesaikan operasi hitung perkalian. Jenis penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar tes soal operasi hitung perkalian bilangan bulat dan lembar pedoman wawancara. Subjek penelitian ini terdiri dari 3 subjek yang dipilih secara random dari 25 siswa kelas V-B di SDN 045 Binalatung yang mengalami kesalahan berdasarkan penyelesaian masalah menggunakan prosedur Newman. Hasil penelitian menunjukan semua subjek memiliki kesalahan yang sama yaitu, pada tahapan (1) memahami, subjek tidak tahu apa ditanyakan pada soal. (2) transformasi, subjek tidak tahu operasi hitung yang digunakan untuk menyelesaikan soal. (3) keterampilan proses, subjek tidak mampu dalam mengoprasikan perkalian sehingga salah dalam perhitungan, dan (4) penulisan jawaban akhir, subjek tidak terbiasa untuk menuliskan jawaban akhir.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kesulitan dalam penyelesaian masalah matematika khususnya dalam materi operasi hitung perkalian dan pembagian pecahan menimbulkan berbagai persepsi jawaban yang diberikan oleh siswa, baik jawaban benar maupun jawaban yang kurang tepat. Dari kenyataan tersebut diketahui bahwa siswa memiliki kemampuan fleksibilitas kognitif yang berbeda dalam menyelesaikan masalah. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi penyelesaian masalah pecahan pada siswa kelas V SD ditinjau berdasarkan fleksibilitas kognitif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik purposive sampling dalam menentukan subjek. Adapun instrumen penelitian yang digunakan ialah tes penyelesaian masalah yang berupa esai dan pedoman wawancara, kemudian semua instrumen divalidasi terlebih dahulu oleh validator sehingga layak untuk digunakan dalam penelitian. Hasil yang didapatkan dari penelitian ialah bahwa subjek mampu menyelesaikan masalah operasi hitung perkalian dan pembagian pecahan dengan menggunakan beberapa alternatif jawaban menggunakan berbagai strategi atau teknik penyelesaian yang menghasilkan jawaban sama dan benar di setiap prosesnya. Tahapan penyelesaian masalah yang digunakan adalah tahapan penyelesaian dari Polya dengan 4 tahapan yaitu: Memahami masalah, Menyusun rencana, Melaksanakan rencana, dan Melihat kembali. Proses kognitif yang terlibat meliputi kemampuan dalam memvisualisasikan soal ke dalam bentuk gambar, melakukan trial-and-error (tebak dan periksa), dan menggunakan masalah matematis. Kemudian, didapati juga bahwa fleksibilitas kognitif ditemukan dalam proses atau tahapan penyelesaian masalah menurut Polya yang memunculkan adanya 3 tahapan, yaitu: (1) Memahami masalah, (2) Menyusun rencana, dan (3) Melaksanakan rencana.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemanfaatan media pembelajaran Matematika penting untuk membangun pengetahuan matematis siswa di satuan pendidikan, namun penggunaan media pembelajaran Matematika belum memanfaatkan perkembangan teknologi dan cukup banyak siswa kelas X yang melakukan kesalahan dalam perhitungan operasi hitung bilangan bulat, dimana, materi tersebut seharusnya telah dikuasai di bangku SMP. Permasalahan ini membuat siswa semakin malas belajar Matematika, sehingga untuk mengatasi masalah ini, dikembangan media Integer Adventure Electronic Comic yang merupakan media pembelajaran komik matematika yang dapat diakses secara mandiri melalui smartphone untuk memudahkan siswa mempelajari materi operasi hitung bilangan bulat. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan proses pengembangan dan menghasilkan media pembelajaran Matematika berupa Integer Adventure Electronic Comic yang layak pada materi operasi hitung bilangan bulat untuk siswa kelas X MAN Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model pengembangan 4D yang dimodifikasi menjadi 3D sebagai alur tahapan penelitian. Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik observasi, wawancara, dan angket. Subjek penelitian ini melibatkan 6 siswa kelas X MAN Tarakan. Teknik analisis data penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dan analisis statistika deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Proses pengembangan media Integer Adventure Electronic Comic yang layak adalah mengikuti alur tahapan penelitian serta tervalidasi dengan kategori minimal “layak” oleh para ahli dan siswa; (2) Media Integer Adventure Electronic Comic telah tervalidasi layak untuk digunakan siswa kelas X MAN Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya kesulitan siswa dalam memahami materi operasi hitung campuran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesulitan dan faktor penyebab kesulitan siswa kelas II-A SD Negeri 035 Tarakan dalam memahami materi operasi hitung campuran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif Data dikumpulkan melalui wawancara dengan 4 siswa mewakili subjek penelitian. Data dianalisis secara kualitatif untuk mendeskripsikan jenis kesulitan yang dialami siswa dalam memahami materi operasi hitung campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelemahan dalam berhitung dialami oleh subjek S1,S2, S3, dan S4 dimana S1 keliru dalam menempatkan angka yang akan dikerjakan serta S1 kurang tepat dalam menggunakan bilangan yang akan digunakan selanjutnya, kemudian S2 kesulitan dalam menentukan hasil karena subjek S2 tidak menggunakan cara menurun, selanjutnya S3 sudah benar menggunakan cara menurun namun kurang tepat dalam menempatkan angka sehingga menemukan hasil akhir yang kurang tepat. S4 kurang tertarik pada pembelajaran matematika sehingga S4 tidak bisa berhitung. Kesulitan dalam mentransfer pengetahuan yang dialami oleh subjek S2 dan S4 yaitu subjek S2 beranggapan bahwa ia telah selesai mengerjakan soal yang diberikan. Sedangkan S4 ia kesulitan dalam mentukan operasi hitung yang akan digunakan karena S4 belum bisa membaca. Pemahaman bahasa matematika yang kurang yang dialami oleh subjek S1,S2, dan S4 terjadi karena subjek tersebut kurang tepat dalam memahami soal yang diberikan. S1 sesekali keliru dalam menentukan operasi hitung yang akan digunakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya kesulitan siswa dalam memahami materi operasi hitung bilangan bulat negatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesulitan siswa kelas VI-A SDN 043 Tarakan dalam memahami materi operasi hitung bilangan bulat negatif. Penelitian ini melibatkan peserta didik kelas VI-A SDN 043 Tarakan yang berada di Kelurahan Karang Harapan. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan 4 peserta didik mewakili subjek penelitian. Data dianalisis secara kualitatif untuk mendeskripsikan jenis kesulitan yang dialami peserta didik dalam memahami materi operasi hitung bilangan bulat negatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesulitan memahami simbol bilangan negatif dialami oleh subjek S1 karena memahami terkait konsep bilangan negatif. Subjek S2 mengalami kesulitan dalam memahami simbol bilangan negatif karena subjek S2 tidak mengetahui bagaimana bentuk dari tanda negatif, serta subjek S2 tidak mengetahui bahwa dalam bilangan bulat terdapat bilangan negatif dan positif. Sedangkan subjek S3 dan subjek S4 tidak mengalami kesulitan dalam memahami simbol bilangan negatif. Kesulitan dalam memahami konsep yang dialami oleh subjek S1, S2, S3 dan S4 karena subjek belum mampu menentukan rumus yang harus digunakan pada operasi hitung bilangan negatif. Selain itu pada materi operasi hitung bilangan negatif yang melibatkan soal cerita, keempat subjek mengalami kesulitan memahami konsep karena subjek tidak mampu memahami maksud soal sehingga kesulitan dalam mengubah soal menjadi kalimat matematika. Akibatnya, keempat subjek tersebut mengalami kesulitan saat melakukan langkah-langkah dalam menyelesaikan soal. Kesulitan dalam memahami prosedur yang dialami oleh subjek S1, S2, S3, dan S4 terjadi karena keempat subjek belum memahami konsep operasi hitung bilangan bulat negatif. Selain itu, keterampilan berhitung subjek yang masih kurang menyebabkan terjadinya kesulitan dalam memahami langkah-langkah yang digunakan dalam menyelesaikan operasi hitung bilangan negatif.