ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui miskonsepsi yang terjadi pada siswa kelas VII SMP Islam Terpadu Ulul Albab Tarakan dalam menyelesaikan soal operasi hitung aljabar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari enam siswa yang mengalami miskonsepsi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah analisis dokumen dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan miskonsepsi yang terjadi antara lain miskonsepsi terjemahan, yaitu kesalahan dalam memahami maksud soal; miskonsepsi strategi, yaitu kesalahan membagi konstanta dengan koefisien pada variabel x serta memisahkan variabel dan kosntanta yang merupakan satu kesatuan; miskonsepsi konsep, yaitu siswa menganggap bahwa pangkat pada variabel x adalah milik koefisien, memahami nilai dari variabel x adalah satu, memahami koefisien pada variabel x dapat dikurangi dengan bilangan konstanta, serta miskonsepsi pada operasi perkalian aljabar; dan miskonsepsi hitung, yaitu memahami bahwa notasi negatif bukan merupakan satu kesatuan dengan konstanta sehingga terjadi kesalahan dalam operasi pengurangan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi miskonsepsi yang terjadi pada siswa SMP dalam menyelesaikan soal fungsi dengan bantuan Certainty of Response Index (CRI). Adapun penggunakan CRI dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi partisipan yang mengalami miskonsepsi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari tiga partisipan yang mengalami miskonsepsi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pemberian tugas berupa materi fungsi dengan bentuk soal pilihan ganda tingkat tiga (multiple choice three tier), analisis dokumen dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan miskonsepsi yang terjadi pada ketiga partisipan, antara lain pemahaman konseptual yang salah (early conceptunder standing), yaitu kesalahan penafsiran konsep pada suatu definisi himpunan pasangan berurutan dan definisi range; Miskonsepsi berdasarkan fakta (factual misconception), yaitu ketidaksesuaian teori dan fakta pada definisi fungsi dan relasi “setengah dari”; Miskonsepsi keyakinan tidak ilmiah (belief is not scientific), yaitu kepercayaan yang salah pada definisi “faktor dari”.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
JENIS PENELITIAN INI MENGGUNAKAN PENELITIAN KULITATIF YANG DILAKSANAKAN DI SD NEGERI 031 TARAKAN PADA SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2020/2021. PENELITIAN INI DIFOKUSKAN PADA MISKONSEPSI SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH PECAHAN PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 031 TARAKAN. SUMBER DATA DALAM PENELITIAN INI YAITU BERSUMBER PADA SISWA KELAS V DI SD NEGERI 031 TARAKAN. TEKNIK PENGUMPULAN DATA YANG DIGUNAKAN BERUPA TES MISKONSEPSI PADA MASALAH PECAHAN, WAWANCARA, DAN DOKUMENTASI. HASIL PENELITIAN INI, PENELITI MENGELOMPOKKAN KE DALAM 3 KELOMPOK TIPE JAWABAN YANG SERUPA. DALAM PENELITIAN INI, PENELITI MEMBAHAS 3 SUBJEK YANG MEWAKILI SETIAP KELOMPOK DENGAN MISKONSEPSI YANG UNIK DAN BERBEDA-BEDA. MISKONSEPSI DIALAMI OLEH SISWA A, SISWA B, DAN SISWA C DI MANA MEREKA MENGALAMI MISKONSEPSI PENGERTIAN YANG TIDAK AKURAT TENTANG SUATU KONSEP, PEMAKAIAN KONSEP YANG KURANG TEPAT ATAU SALAH, DAN SISWA MENGALAMI KEBINGUNGAN KARENA TIDAK MENGUASAI KONSEP PENDUKUNG.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hasil observasi yang dilakukan ditemukan beberapa faktor yang memicu siswa mengalami miskonsepsi diantaranya adalah minat belajar siswa yang rendah, kurang efektifnya pengajaran, serta media pembelajaran yang masih terbatas, terlebih lagi materi sistem peredaran darah merupakan materi yang berpotensi untuk terjadinya miskonsepsi karena materi ini masih bersifat abstrak dan tidak dapat dilihat secara langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Malinau Kota mengalami miskonsepsi pada materi sistem peredaran darah atau tidak. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan sampling jenuh dimana teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa soal pilihan ganda beralasan terbuka disertai kolom tingkat keyakinan siswa/Certainty of Response Index (CRI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 41,11% siswa yang mengalami miskonsepsi, 31,33% siswa yang paham konsep dan 14,67% siswa yang tidak paham konsep. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa jumlah siswa yang mengalami miskonsepsi lebih banyak dibandingkan pada kategori-kategori lainnya. Miskonsepsi yang dialami oleh siswa banyak terjadi pada beberapa konsep mengenai mekanisme sistem peredaran darah dan gangguan atau kelainan pada sistem peredaran darah manusia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan mengetahui miskonsepsi siswa kelas XIIMIASMA Negeri 3 Tarakan dengan menggunakan metode Certainty Of Response Index (CRI). Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik Probability samping yaitu seluruh siswa XII MIA. Pengumulan data mengunakan instrumen tes berbentuk pilihanberalasan terbuka disertai kolom CRI. Berdasarkan hasil penelitian kelas XII SMA Negeri 3 Tarakan siswa mengalami miskonsepsi dengan persentase rata-rata 37,32%. Miskonsepsi tertinggi terdapat pada butir soal 19 dengan persentase 60% dan miskonsepsi terendah terdapat pada butir soal 10 dengan persentase 22,96%.