Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Penyelesaian Masalah
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi Keterampilan Metakognisi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 11 Tarakan Ditinjau dari Hasil Belajar Menyelesaikan Masalah Soal Cerita SPLDV

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan metakognisi siswa dalam menyelesaikan soal cerita Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Partisipan penelitian terdiri dari empat siswa sekolah menengah pertama yang dipilih berdasarkan kinerja akademik yaitu dua siswa hasil belajar tinggi dan dua siswa hasil belajar rendah. Metode menggunakan pendekatan fenomenologi, dengan teknik pengumpulan data berupa analisis dokumen lembar jawaban siswa dan wawancara semi-terstruktur. Analisis data dilakukan melalui proses pengkodean sehingga diperoleh tema untuk mengidentifikasi indikator keterampilan metakognisi, yaitu perencanaan, pemantauan, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa hasil belajar tinggi cenderung memiliki strategi yang lebih terstruktur, mampu memahami informasi dalam soal dengan baik, serta dapat memantau dan mengevaluasi proses penyelesaian secara sistematis. Sebaliknya, siswa hasil belajar rendah menunjukkan kesulitan dalam memahami soal, merencanakan penyelesaian, dan mengevaluasi hasil kerjanya. Penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan keterampilan metakognisi dalam pembelajaran matematika, khususnya dalam menyelesaian masalah kontekstual seperti soal cerita SPLDV. Berdasarkan temuan ini, perencanaan merupakan indikator metakognisi yang paling dominan, indikator pemantauan muncul dengan intensitas sedang, dan indikator evaluasi menjadi indikator yang paling lemah dalam proses penyelesaian soal SPLDV, khususnya pada siswa dengan hasil belajar rendah. Temuan ini menegaskan pentingnya pendidikan matematika yang tidak hanya berorientasi pada jawaban akhir, tetapi juga menekankan proses berpikir siswa. Hal ini dapat diwujudkan melalui pembelajaran berbasis pemecahan masalah, pelatihan refleksi, serta pengembangan bahan ajar yang mendorong siswa untuk aktif memantau dan mengevaluasi pemikirannya sendiri.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EKSPLORASI PENYELESAIAN MASALAH PECAHAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR DITINJAU BERDASARKAN FLEKSIBILITAS KOGNITIF

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kesulitan dalam penyelesaian masalah matematika khususnya dalam materi operasi hitung perkalian dan pembagian pecahan menimbulkan berbagai persepsi jawaban yang diberikan oleh siswa, baik jawaban benar maupun jawaban yang kurang tepat. Dari kenyataan tersebut diketahui bahwa siswa memiliki kemampuan fleksibilitas kognitif yang berbeda dalam menyelesaikan masalah. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi penyelesaian masalah pecahan pada siswa kelas V SD ditinjau berdasarkan fleksibilitas kognitif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik purposive sampling dalam menentukan subjek. Adapun instrumen penelitian yang digunakan ialah tes penyelesaian masalah yang berupa esai dan pedoman wawancara, kemudian semua instrumen divalidasi terlebih dahulu oleh validator sehingga layak untuk digunakan dalam penelitian. Hasil yang didapatkan dari penelitian ialah bahwa subjek mampu menyelesaikan masalah operasi hitung perkalian dan pembagian pecahan dengan menggunakan beberapa alternatif jawaban menggunakan berbagai strategi atau teknik penyelesaian yang menghasilkan jawaban sama dan benar di setiap prosesnya. Tahapan penyelesaian masalah yang digunakan adalah tahapan penyelesaian dari Polya dengan 4 tahapan yaitu: Memahami masalah, Menyusun rencana, Melaksanakan rencana, dan Melihat kembali. Proses kognitif yang terlibat meliputi kemampuan dalam memvisualisasikan soal ke dalam bentuk gambar, melakukan trial-and-error (tebak dan periksa), dan menggunakan masalah matematis. Kemudian, didapati juga bahwa fleksibilitas kognitif ditemukan dalam proses atau tahapan penyelesaian masalah menurut Polya yang memunculkan adanya 3 tahapan, yaitu: (1) Memahami masalah, (2) Menyusun rencana, dan (3) Melaksanakan rencana.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail