Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: siswa SD
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR KESULITAN BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPAS PADA SISWA KELAS III-B SDN 017 TARAKAN

2026•

Kesulitan ini muncul karena siswa yang kurang dalam memahami materi atau konsep dan juga media pembelajaran yang kurang memadai, seperti penggunaan gambar dan benda konkret. Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab kesulitan belajar siswa dalam pembelajaran IPAS pada siswa kelas III-B SDN 017 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sampel data dari penelitian ini sebanyak 6 siswa, yang mana peneliti mengambil berdasarkan nilai terendah siswa pada materi metamorfosis. Data dalam penelitian dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, angket, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor internal yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa meliputi, sikap siswa positif terlihat dari aktifnya mereka bertanya dan menyelesaikan tugas, meskipun ada yang cenderung pasif. Minat siswa berada di tingkat sedang, meningkat saat ada penggunaan media menarik, tetapi menurun ketika materi sulit atau membosankan. Motivasi siswa juga bervariasi, banyak yang semangat dan tekun, namun beberapa kurang aktif. Faktor eksternal meliputi, lingkungan belajar umumnya mendukung, meski ada masalah seperti silau cahaya yang mengganggu fokus. Metode ceramah yang sering digunakan membuat siswa bosan sehingga partisipasi siswa menjadi kurang di dalam pembelajaran. Fasilitas pembelajaran seperti video pembelajaran dan gambar sudah digunakan, namun untuk alat peraga masih kurang dalam penggunaannya sehingga pembelajaran masih kurang optimal. Guru diharapkan dapat mengelola metode dan fasilitas pembelajaran agar siswa tidak kesulitan dalam memahami materi IPAS.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Keterampilan Menulis Teks Narasi Pada Siswa Kelas IV C SDN 017 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keterampilan menulis merupakan salah satu kemampuan berbahasa yang penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar, khususnya dalam menulis teks narasi. Namun, pada praktiknya, siswa masih mengalami berbagai kesulitan dalam menuangkan ide secara runtut dan sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan menulis teks narasi siswa kelas IV C SDN 017 Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa tes menulis, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan menulis siswa terbagi ke dalam tiga kategori, yaitu terampil, cukup terampil, dan kurang terampil. Siswa kategori terampil mampu mengembangkan isi dan struktur narasi dengan baik, sedangkan kategori cukup terampil masih memerlukan perbaikan dalam organisasi dan pilihan kata. Sementara itu, siswa kategori kurang terampil mengalami kesulitan pada hampir seluruh aspek penilaian. Temuan ini menunjukkan adanya variasi tingkat keterampilan menulis yang perlu ditindaklanjuti melalui strategi pembelajaran yang lebih efektif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI PERAN GURU DALAM PENANAMAN SIKAP ANTI BULLYING SISWA KELAS IV-C SDN 005 TARAKAN

2025•

Bullying merupakan bentuk kekerasan yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah dasar dan dapat mengganggu perkembangan sosial, emosional, serta prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam menanamkan sikap anti bullying pada siswa kelas IV-C SDN 005 Tarakan. Fokus penelitian meliputi tiga indikator utama, yaitu guru sebagai motivator, fasilitator, dan mediator dalam upaya pencegahan dan penanganan bullying. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek satu guru kelas IV-C dan tiga siswa, serta teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sementara keabsahan data diperoleh melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan aktif sebagai motivator dengan memberikan nasihat rutin setiap pagi, mengingatkan siswa agar saling menghormati, serta memberikan pemahaman tentang dampak negatif bullying melalui cerita dan diskusi kelas. Sebagai fasilitator, guru menjadi teladan dalam berbicara sopan, mengendalikan emosi, dan menyelesaikan konflik tanpa kekerasan. Guru juga menciptakan lingkungan belajar yang kondusif melalui media edukatif seperti poster anti bullying. Sebagai mediator, guru menangani kasus bullying dengan mendamaikan pelaku dan korban, memberikan sanksi edukatif, serta melibatkan orang tua dan kepala sekolah pada kasus yang lebih serius. Penelitian menyimpulkan bahwa peran guru berjalan efektif, meskipun kerja sama dengan orang tua perlu ditingkatkan. This research aimed to determine the role of the principal as a motivator on teacher performance at SD Negeri 050 Tarakan. This research employed a qualitative approach with a descriptive research design. Data collection was conducted through interviews, observation, and documentation. The research subjects consisted of the principal and teachers from SD Negeri 050 in Tarakan. The research focus concerned five indicators of the principal's role as a motivator: providing an adequate physical environment, creating a comfortable work atmosphere, fostering discipline, providing work encouragement, and recognizing outstanding teachers. The research results indicated that the principal has performed their role as a motivator satisfactorily. Regarding the physical environment provision indicator, most teachers stated that school facilities have supported learning activities. Creating a comfortable work environment and enforcing discipline have also been done, although not completely evenly. Work encouragement is provided through verbal motivation and example, but its intensity still needs to be increased. Meanwhile, awards have been given to outstanding teachers, but this has been limited and not implemented consistently. Overall, the principal's role as a motivator has had a positive impact on teacher performance, but improvements are still needed in the consistency of implementation, equitable distribution of facilities, and the reward system to optimize teacher performance.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PERKALIAN MATERI PECAHAN DI KELAS V SD 002 MUHAMMADIYAH NUNUKAN

2024•

NUR FARAH FADILA, 2024. Deskripsi Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Perkalian Materi Pecahan di Kelas V SD 002 Muhammadiyah Nunukan. (Dibimbing oleh A Wilda Indra N dan Kartini) Matematika adalah mata pelajaran yang paling kompleks dan selalu dihindari, utamanya di jenjang sekolah dasar (SD). Hal tersebut terjadi karena konsep matematika bersifat abstrak, menggunakan simbol kosong dari arti, taat asas dan kontradiksi, serta perlu menggunakan pemikiran deduktif. Dampaknya, siswa sering melakukan kesalahan dalam proses penyelesaian soal, terutama pada soal cerita matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan soal cerita perkalian materi pecahan. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan pendekatan secara deskriptif. Fokus utama pada penelitian ini adalah membaca masalah (reading), memahami masalah (comprehension), transformasi masalah (transformation), keterampilan proses (process skill), serta penulisan jawaban (encoding). Subjek penelitian adalah kelas V SD 002 Muhammadiyah Nunukan yang berjumlah 17 orang, dan 4 diantaranya menjadi informan penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes, observasi, dan wawancara. Analisis data bersifat induktif dengan 4 langkah utama yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan membaca yang dilakukan adalah belum mampu menentukan kata kunci serta mengartikan kata yang diajukan dalam soal. Kesalahan memahami yang dilakukan adalah tidak mampu menuliskan apa yang “diketahui” dan “ditanyakan”, tidak mampu menjelaskan maksud dari pertanyaan; hanya menuliskan apa yang diketahui dengan simbol yang dibuat sendiri; serta mampu menuliskan hal yang ditanyakan tapi tidak sesuai dengan yang diminta soal. Kesalahan dalam keterampilan proses yang dilakukan adalah tidak tepat dalam memilih operasi hitung yang digunakan. Kesalahan dalam penulisan jawaban adalah tidak mampu menuliskan jawaban dan kesimpulan, menuliskan jawaban dan kesimpulan tapi tidak tepat, serta tidak menyertakan satuan yang sesuai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI OPERASI HITUNG CAMPURAN SISWA KELAS II-A SD NEGERI 035 TARAKAN

2024•

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya kesulitan siswa dalam memahami materi operasi hitung campuran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesulitan dan faktor penyebab kesulitan siswa kelas II-A SD Negeri 035 Tarakan dalam memahami materi operasi hitung campuran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif Data dikumpulkan melalui wawancara dengan 4 siswa mewakili subjek penelitian. Data dianalisis secara kualitatif untuk mendeskripsikan jenis kesulitan yang dialami siswa dalam memahami materi operasi hitung campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelemahan dalam berhitung dialami oleh subjek S1,S2, S3, dan S4 dimana S1 keliru dalam menempatkan angka yang akan dikerjakan serta S1 kurang tepat dalam menggunakan bilangan yang akan digunakan selanjutnya, kemudian S2 kesulitan dalam menentukan hasil karena subjek S2 tidak menggunakan cara menurun, selanjutnya S3 sudah benar menggunakan cara menurun namun kurang tepat dalam menempatkan angka sehingga menemukan hasil akhir yang kurang tepat. S4 kurang tertarik pada pembelajaran matematika sehingga S4 tidak bisa berhitung. Kesulitan dalam mentransfer pengetahuan yang dialami oleh subjek S2 dan S4 yaitu subjek S2 beranggapan bahwa ia telah selesai mengerjakan soal yang diberikan. Sedangkan S4 ia kesulitan dalam mentukan operasi hitung yang akan digunakan karena S4 belum bisa membaca. Pemahaman bahasa matematika yang kurang yang dialami oleh subjek S1,S2, dan S4 terjadi karena subjek tersebut kurang tepat dalam memahami soal yang diberikan. S1 sesekali keliru dalam menentukan operasi hitung yang akan digunakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kesulitan Belajar Matematika Siswa Kelas VI-A SDN 043 Tarakan pada Materi Operasi Hitung Bilangan Bulat

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya kesulitan siswa dalam memahami materi operasi hitung bilangan bulat negatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesulitan siswa kelas VI-A SDN 043 Tarakan dalam memahami materi operasi hitung bilangan bulat negatif. Penelitian ini melibatkan peserta didik kelas VI-A SDN 043 Tarakan yang berada di Kelurahan Karang Harapan. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan 4 peserta didik mewakili subjek penelitian. Data dianalisis secara kualitatif untuk mendeskripsikan jenis kesulitan yang dialami peserta didik dalam memahami materi operasi hitung bilangan bulat negatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesulitan memahami simbol bilangan negatif dialami oleh subjek S1 karena memahami terkait konsep bilangan negatif. Subjek S2 mengalami kesulitan dalam memahami simbol bilangan negatif karena subjek S2 tidak mengetahui bagaimana bentuk dari tanda negatif, serta subjek S2 tidak mengetahui bahwa dalam bilangan bulat terdapat bilangan negatif dan positif. Sedangkan subjek S3 dan subjek S4 tidak mengalami kesulitan dalam memahami simbol bilangan negatif. Kesulitan dalam memahami konsep yang dialami oleh subjek S1, S2, S3 dan S4 karena subjek belum mampu menentukan rumus yang harus digunakan pada operasi hitung bilangan negatif. Selain itu pada materi operasi hitung bilangan negatif yang melibatkan soal cerita, keempat subjek mengalami kesulitan memahami konsep karena subjek tidak mampu memahami maksud soal sehingga kesulitan dalam mengubah soal menjadi kalimat matematika. Akibatnya, keempat subjek tersebut mengalami kesulitan saat melakukan langkah-langkah dalam menyelesaikan soal. Kesulitan dalam memahami prosedur yang dialami oleh subjek S1, S2, S3, dan S4 terjadi karena keempat subjek belum memahami konsep operasi hitung bilangan bulat negatif. Selain itu, keterampilan berhitung subjek yang masih kurang menyebabkan terjadinya kesulitan dalam memahami langkah-langkah yang digunakan dalam menyelesaikan operasi hitung bilangan negatif.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail