Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

11 hasil
Subjek: Motivator
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI PERAN GURU SEBAGAI MOTIVATOR BELAJAR SISWA KELAS IV-A DI SDN 021 SKIP TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru sebagai motivator belajar siswa kelas IV-A di SD Negeri 021 SKIP Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian yaitu guru kelas IV-A dan 3 orang siswa kelas IV-A sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar observasi, lembar wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarik kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh bahwa guru telah melaksanakan perannya dengan baik sebagai motivator belajar siswa, baik dari indikator mengawasi kegiatan dalam belajar dan indikator membantu mengatasi kesulitan belajar siswa. Namun, masih terdapat peran guru yang belum di jalankan oleh guru yaitu pada indikator membangun motivasi siswa. Guru diharapkan agar terus meningkatkan perannya dalam menjalankan perannya sebagai motivator belajar siswa dengan baik, motivasi belajar siswa dapat meningkat apabila guru menjalankan perannya sebagai motivator belajar siswa dengan maksimal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Antara Peran Guru Sebagai Motivator Terhadap Hasil Belajar Siswa Di Kelas V A SD Negeri 011 Karang Balik

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peran guru sebagai motivator terhadap hasil belajar siswa serta mengetahui tingkat kekuatan hubungan tersebut pada siswa kelas V A SD Negeri 011 Karang Balik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional yang melibatkan 28 siswa kelas V A sebagai sampel penelitian yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari populasi sebanyak 56 siswa kelas V. Data peran guru sebagai motivator dikumpulkan melalui angket yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, sedangkan data hasil belajar diperoleh melalui dokumentasi nilai siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan uji korelasi Rank Spearman dengan bantuan program SPSS versi 27 karena salah satu variabel penelitian tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi Rank Spearman (ρ) sebesar 0,247 dengan nilai signifikansi 0,206 > 0,05, sehingga H₀ diterima dan Hₐ ditolak. Artinya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara peran guru sebagai motivator terhadap hasil belajar siswa, meskipun hubungan yang diperoleh bersifat positif dengan tingkat hubungan rendah. Kontribusi peran guru sebagai motivator terhadap hasil belajar siswa sebesar 6,10%, sedangkan 93,90% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SDN 015 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran guru dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Pembelajaran matematika sering dianggap sulit dan kurang diminati oleh siswa sehingga diperlukan peran guru yang optimal untuk menciptakan proses pembelajaran yang efektif, aktif, dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam pembelajaran matematika pada siswa kelas IV-A SDN 015 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian dilaksanakan di SDN 015 Tarakan. Subjek penelitian adalah guru matematika kelas IV-A SDN 015 Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru matematika kelas IV-A SDN 015 Tarakan telah melaksanakan perannya dengan baik sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing. Sebagai fasilitator, guru menyediakan media, sumber belajar, serta strategi pembelajaran yang mendukung keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Sebagai motivator, guru memberikan dorongan, penghargaan, dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga dapat meningkatkan semangat dan minat belajar siswa. Sebagai pembimbing, guru memberikan arahan, pendampingan, serta bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi matematika. Dengan demikian, pelaksanaan peran guru sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing mampu mendukung terciptanya pembelajaran matematika yang efektif dan kondusif bagi siswa kelas IV-A SDN 015 Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Deskripsi Peran Guru Sebagai Motivator Dalam Pembelajaran Pada Siswa Kelas IV-B Di SDN 013 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Motivasi belajar merupakan faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran. Berdasarkan observasi awal di kelas IV-B SDN 013 Tarakan, masih terdapat siswa yang kurang aktif dan kurang fokus selama proses pembelajaran. Kondisi ini menunjukkan pentingnya peran guru sebagai motivator dalam meningkatkan partisipasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru sebagai motivator dalam pembelajaran pada siswa kelas IV-B di SDN 013 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas guru kelas IV-B dan tiga siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menjalankan perannya sebagai motivator melalui beberapa indikator, yaitu: (1) mendorong keaktifan siswa dengan memberikan pertanyaan, meminta siswa menjawab di depan kelas, dan melibatkan siswa dalam diskusi kelompok; (2) menciptakan suasana kelas yang kondusif dengan mengatur tempat duduk, menegur siswa yang ribut, dan memberikan ice breaking; (3) menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi seperti diskusi kelompok, tanya jawab, kuis, dan penggunaan proyektor; (4) menunjukkan antusias dan semangat dalam mengajar melalui sikap ramah, suara yang jelas, serta pemberian motivasi; (5) memberikan penghargaan berupa pujian, acungan jempol, tepuk tangan, dan nilai tambahan kepada siswa yang aktif; dan (6) menciptakan aktivitas yang melibatkan siswa secara langsung melalui kerja kelompok dan penyelesaian proyek bersama. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa peran guru sebagai motivator dalam pembelajaran telah terlaksana dengan baik meskipun masih terdapat beberapa siswa yang kurang aktif dan kurang fokus selama pembelajaran berlangsung.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN GURU MATEMATIKA SMP NEGERI 1 TARAKAN DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN NUMERASI SISWA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam mengembangkan kemampuan numerasi siswa melalui tiga indikator utama, yaitu guru sebagai fasilitator, komunikator, dan motivator. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru matematika di SMP Negeri 1 Tarakan yang terdiri dari guru kelas VII, VIII, dan IX. Analisis data dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu membaca seluruh data, melakukan pengkodean (coding), menyusun deskripsi dan tema, serta menginterpretasikan makna dari data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru sebagai fasilitator terlihat melalui pendekatan kepada siswa, menciptakan lingkungan belajar yang interaktif, memberi bimbingan, penyediaan sumber dan media pembelajaran serta pembelajaran kontekstual. Sebagai komunikator, penyampaian materi yang mudah dipahami, pemberian penjelasan ulang, penggunaan media pembelajaran, membangun interaksi dan penggunaan bahasa non formal. Sementara itu, sebagai motivator guru membangun kepercayaan diri siswa, menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, penyesuaian metode pembelajaran, menanamkan mindset positif dan menumbuhkan semangat kolaborasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI PERAN GURU DALAM PENANAMAN SIKAP ANTI BULLYING SISWA KELAS IV-C SDN 005 TARAKAN

2025•

Bullying merupakan bentuk kekerasan yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah dasar dan dapat mengganggu perkembangan sosial, emosional, serta prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam menanamkan sikap anti bullying pada siswa kelas IV-C SDN 005 Tarakan. Fokus penelitian meliputi tiga indikator utama, yaitu guru sebagai motivator, fasilitator, dan mediator dalam upaya pencegahan dan penanganan bullying. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek satu guru kelas IV-C dan tiga siswa, serta teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sementara keabsahan data diperoleh melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan aktif sebagai motivator dengan memberikan nasihat rutin setiap pagi, mengingatkan siswa agar saling menghormati, serta memberikan pemahaman tentang dampak negatif bullying melalui cerita dan diskusi kelas. Sebagai fasilitator, guru menjadi teladan dalam berbicara sopan, mengendalikan emosi, dan menyelesaikan konflik tanpa kekerasan. Guru juga menciptakan lingkungan belajar yang kondusif melalui media edukatif seperti poster anti bullying. Sebagai mediator, guru menangani kasus bullying dengan mendamaikan pelaku dan korban, memberikan sanksi edukatif, serta melibatkan orang tua dan kepala sekolah pada kasus yang lebih serius. Penelitian menyimpulkan bahwa peran guru berjalan efektif, meskipun kerja sama dengan orang tua perlu ditingkatkan. This research aimed to determine the role of the principal as a motivator on teacher performance at SD Negeri 050 Tarakan. This research employed a qualitative approach with a descriptive research design. Data collection was conducted through interviews, observation, and documentation. The research subjects consisted of the principal and teachers from SD Negeri 050 in Tarakan. The research focus concerned five indicators of the principal's role as a motivator: providing an adequate physical environment, creating a comfortable work atmosphere, fostering discipline, providing work encouragement, and recognizing outstanding teachers. The research results indicated that the principal has performed their role as a motivator satisfactorily. Regarding the physical environment provision indicator, most teachers stated that school facilities have supported learning activities. Creating a comfortable work environment and enforcing discipline have also been done, although not completely evenly. Work encouragement is provided through verbal motivation and example, but its intensity still needs to be increased. Meanwhile, awards have been given to outstanding teachers, but this has been limited and not implemented consistently. Overall, the principal's role as a motivator has had a positive impact on teacher performance, but improvements are still needed in the consistency of implementation, equitable distribution of facilities, and the reward system to optimize teacher performance.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru Kelas Dalam Menerapkan Kedisiplinan Melalui Tata Tertib Sekolah Pada Siswa Kelas V-A di SDN 032 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi ini bertujuan untuk menjelaskan fungsi guru kelas dalam menerapkan kedisiplinan siswa kelas V-A di SDN 032 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif menggunakan fokus pada fungsi guru sebagai model dan teladan serta sebagai motivator dalam membentuk perilaku siswa. Sumber data terdiri atas data primer dan data sekunder yang di peroleh dari informan, yaitu guru kelas V-A serta enam orang siswa kelas V-A. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data meliputi tahap reduksi data, penyajian data, serta penariakan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas V-A telah melaksanakan perannya dengan baik dalam menerapkan kedisiplinan siswa. Peran guru sebagai model dan teladan tercermin melalui sikap dan perilaku positif, seperti ketepatan waktu hadir di kelas serta kepatuhan terhadap aturan berpakaian yang rapi, bersih, dan sopan, sehingga menjadi contoh yang ditiru oleh siswa. Selain itu, guru juga berperan sebagai motivator melalui pemberian dorongan dan arahan sebelum pembelajaran dimulai, serta pelaksanaan penghargaan untuk siswa yang patuh dan pemberian hukuman bersifat mendidik bagi siswa yang melanggar tata tertib. Dengan demikian, peran guru sebagai teladan dan motivator berkontribusi penting dalam membentuk sikap disiplin siswa secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI PERAN GURU TENTANG MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS II-A SDN 017 TARAKAN

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam pembelajaran membaca permulaan pada siswa kelas II-A SDN 017 Tarakan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh temuan bahwa sebagian siswa mash mengalami kesulitan dalam membaca permulaan, seperti membaca dengan mengeja, kesulitan membedakan huruf, hingga pelafalan yang tidak tepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan informan utama yakni guru kelas dan tiga siswa kelas II-A. Fokus penelitian diarahkan pada empat peran utama guru, yaitu sebagai motivator, mediator, supervisor, dan evaluator dalam proses pembelajaran membaca permulaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan keempat peran tersebut dengan efektif. Sebagai motivator, guru mendorong siswa dengan strategi dan media yang menarik. Sebagai mediator, guru menghubungkan siswa dengan materi pembelajaran melalui pendekatan visual dan kontekstual. Sebagai supervisor, guru memantau secara individual perkembangan membaca siswa dan memberikan umpan balik. Sedangkan sebagai evaluator, guru melakukan penilaian secara berkelanjutan guna mengetahui kemajuan dan hambatan yang dialami siswa. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru sangat penting dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa, serta dapat menjadi dasar dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan siswa. This study aims to describe the role of teachers in teaching early reading to second-grade students at SDN 017 Tarakan. The background of this study is based on findings that some students still face difficulties in early reading, such as reading by sounding out words, difficulty distinguishing letters, and improper pronunciation. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques were conducted through observation, interviews, and documentation, with the primary informants being the class teacher and three second-grade students. The research focused on four leading roles of teachers: motivators, mediators, supervisors, and evaluators in learning to read. The study's results showed that teachers had carried out these four roles effectively. As motivators, teachers encouraged students with interesting strategies and media. As mediators, teachers connected students with learning materials through visual and contextual approaches. As supervisors, teachers monitored students' reading progress individually and provided feedback. Teachers conduct ongoing assessments as evaluators to identify students' progress and obstacles. This study's conclusion indicates that teachers' role is crucial in improving students' early reading skills and can serve as a foundation for designing more effective and responsive learning strategies tailored to students' needs.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI PERAN GURU SEBAGAI MOTIVATOR DALAM PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS IV-B DI SDN 050 TARAKAN

2022•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru sebagai motivator dalam pembelajaran di kelas IV-B SDN 050 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SDN 050 Tarakan dengan melibatkan guru dan siswa. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teori dari Miles dan Huberman yaitu mereduksi data, menyajikan data dan menyimpulkan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru sebagai motivator telah dilaksanakan. Hal tersebut terlihat guru sebagai motivator telah menghidupkan suasana kelas dengan adanya interaksi antara siswa dan guru, tidak adanya keributan yang disebabkan oleh siswa di dalam kelas, guru menggunakan metode pembelajaran yang menyesuaikan dengan materi yang ajarkan, siswa menyanyian lagu kebangsaan dan yel-yel kelas untuk meningkatkan semangat diawal pembelajaran, guru memberikan hadiah kepada siswa berupa senyum, tepuk tangan, memberikan jempo serta hadiah lainnya, serta guru selalu melibatkan siswa dalam mengerjakan proyek dan tugas di sekolah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN GURU SEBAGAI MOTIVATOR DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA DI SDN 013 TANJUNG SELOR

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Nurul Ain Audirah, 2019. Peran Guru Sebagai Motivator dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa di SDN 013 Tanjung Selor. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. (Dibimbing oleh Muhammad Yunus dan Dedi Kusnadi). Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan di SDN 013 Tanjung Selor. Fokus pada peran guru sebagai motivator dalam meningkatkan minat belajar siswa dan upaya yang dilakukan oleh guru sebagai motivator dalam meningkatkan minat belajar siswa. Adapun sumber data pada penelitian ini berupa data primer dan data sekunder dengan informan yaitu kepala sekolah, guru, pengawas sekolah dan peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di SDN 013 Tanjung Selor telah menerapkan perannya sebagai motivator dalam meningkatkan minat belajar siswa yaitu menggunakan metode yang bervariasi seperti diskusi kelompok, demonstrasi, ceramah, tanya jawab, dan metode pembelajaran lainnnya. Menciptakan persaingan/kompetisi melalui pemberian tugas individu maupun berkelompok. Memberikan evaluasi berupa soal latihan dan ulangan harian, UTS dan UAS. Memberikan nilai/angka pada hasil beajar siswa. Memberitahukan hasil belajar siswa secara keseluruhan melalui pembagian nilai rapot. Memberikan hadiah kepada siswa yang mampu mencapai nilai tertinggi di kelas. Memberikan pujian kepada siswa, serta memberikan hukuman jika tidak mengerjakan tugas. Selanjutnya, guru mampu menerapkan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan minat belajar siswa dengan baik yaitu menghubungkan bahan pelajaran yang akan diajarkan dengan kebutuhan siswa seperti memberikan penjelasan yang disertai dengan contoh yang ada disekitar, menyesuaikan materi pelajaran dengan tingkat pengalaman dan kemampuan siswa disertai dengan contoh yang berkaitan dengan pengalaman yang pernah siswa alami sehingga memudahkan siswa memahami materi serta menggunakan berbagai model dan strategi pembelajaran secara bervariasi yang disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail