ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini menganalisis secara yuridis peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam pengawasan Klien Pemasyarakatan kasus narkotika berstatus residivis di Balai Pemasyarakatan (Bapas) berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Menggunakan metode yuridis empiris, penelitian ini mengkaji pelaksanaan fungsi PK sebagai pengawas dan pembimbing serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan terhadap residivis narkotika memiliki tingkat kerentanan tinggi akibat tingginya risiko pengulangan pidana. Hambatan utama yang ditemukan meliputi beban kerja PK yang tidak seimbang dengan jumlah klien, terbatasnya sarana tes urine, serta minimnya transparansi dari lingkungan keluarga klien. Langkah optimalisasi dilakukan melalui koordinasi terpadu dengan BNN dan kepolisian, pemanfaatan sistem wajib lapor digital, serta penguatan bimbingan pascarehabilitasi untuk memutus rantai ketergantungan dan keterlibatan jaringan narkotika.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya residivisme tindak pidana pencurian pada klien Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Tarakan akibat belum optimalnya fungsi penjamin dalam mengawasi klien selama masa reintegrasi sosial. Kajian ini menggunakan teori pengawasan efektif dan Teori Kontrol Sosial Travis Hirschi, serta merujuk pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 KUHP Nasional, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, dan Permenkumham Nomor 3 Tahun 2018. Penelitian bersifat hukum empiris atau (socio-legal research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap Pembimbing Kemasyarakatan, penjamin, dan klien yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan fungsi penjamin telah dijalankan namun belum optimal karena minimnya pemahaman tugas dan tanggungjawab, bahkan temuan hasil penelitian ada penjamin yang bukan dari keluarga inti, lemahnya komunikasi dengan PK, dan kendala ekonomi, ditambah faktor eksternal seperti stigma sosial dan terbatasnya lapangan kerja. Penelitian menyimpulkan bahwa optimalisasi fungsi penjamin memerlukan penguatan koordinasi antara penjamin, PK, keluarga, dan masyarakat demi keberhasilan reintegrasi sosial klien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) pada Kantor Desa Sekatak Buji periode 2019–2023 berdasarkan rasio efektivitas dan rasio pertumbuhan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari laporan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Desa Sekatak Buji periode 2019–2023. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis rasio efektivitas dan rasio pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio efektivitas pengelolaan Alokasi Dana Desa pada tahun 2019 dan 2020 mencapai 100% sehingga dikategorikan efektif. Pada tahun 2021 rasio efektivitas mengalami penurunan menjadi 40% sehingga dikategorikan tidak efektif. Selanjutnya pada tahun 2022 rasio efektivitas meningkat menjadi 100,35% dan pada tahun 2023 sebesar 98,10% sehingga kembali dikategorikan efektif. Sementara itu, rasio pertumbuhan pengelolaan Alokasi Dana Desa menunjukkan kondisi yang fluktuatif. Pada tahun 2020 rasio pertumbuhan mengalami penurunan sebesar -13,89%, tahun 2021 kembali mengalami penurunan sebesar -58,82%, kemudian meningkat pada tahun 2022 sebesar 527,06%, dan tahun 2023 sebesar 26,31%. Hal tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan pengelolaan Alokasi Dana Desa mengalami perubahan yang tidak stabil dari tahun ke tahun. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan pengelolaan Alokasi Dana Desa di Desa Sekatak Buji secara umum tergolong efektif, meskipun pada beberapa periode masih mengalami fluktuasi pertumbuhan dan penurunan efektivitas. Kata Kunci: Kinerja Keuangan, Alokasi Dana Desa, Rasio Efektivitas, Rasio Pertumbuhan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan peran Balai Pemasyarakatan Kelas II Tarakan dalam reintegrasi sosial klien terorisme serta pembimbingan yang dilakukan terhadap klien terorisme. Penelitian menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan Pembimbing Kemasyarakatan Balai Pemasyarakatan Kelas II Tarakan, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan mengkaji kesesuaian antara ketentuan normatif dengan pelaksanaannya di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan peran Balai Pemasyarakatan Kelas II Tarakan dalam reintegrasi sosial klien terorisme belum berjalan secara optimal. Klien terorisme yang menjadi objek penelitian merupakan klien limpahan dari Lembaga Pemasyarakatan Bandung dan selama menjalani masa pembimbingan tidak pernah mengikuti program pembimbingan kepribadian, kemandirian, maupun kegiatan pembimbingan lainnya yang diselenggarakan Balai Pemasyarakatan. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara ketentuan normatif yang mewajibkan pelaksanaan pembimbingan terhadap seluruh klien pemasyarakatan dengan praktik yang terjadi di lapangan. Hambatan yang dihadapi meliputi luasnya wilayah kerja, ketidakseimbangan antara jumlah Pembimbing Kemasyarakatan dengan jumlah klien yang ditangani, serta belum adanya regulasi khusus mengenai mekanisme pembimbingan klien tindak pidana terorisme. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi dan optimalisasi pelaksanaan pembimbingan terhadap klien tindak pidana khusus guna mendukung keberhasilan reintegrasi sosial dan mencegah terjadinya pengulangan tindak pidana
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran guru dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Pembelajaran matematika sering dianggap sulit dan kurang diminati oleh siswa sehingga diperlukan peran guru yang optimal untuk menciptakan proses pembelajaran yang efektif, aktif, dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam pembelajaran matematika pada siswa kelas IV-A SDN 015 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian dilaksanakan di SDN 015 Tarakan. Subjek penelitian adalah guru matematika kelas IV-A SDN 015 Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru matematika kelas IV-A SDN 015 Tarakan telah melaksanakan perannya dengan baik sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing. Sebagai fasilitator, guru menyediakan media, sumber belajar, serta strategi pembelajaran yang mendukung keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Sebagai motivator, guru memberikan dorongan, penghargaan, dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga dapat meningkatkan semangat dan minat belajar siswa. Sebagai pembimbing, guru memberikan arahan, pendampingan, serta bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi matematika. Dengan demikian, pelaksanaan peran guru sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing mampu mendukung terciptanya pembelajaran matematika yang efektif dan kondusif bagi siswa kelas IV-A SDN 015 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
PERAN GURU DALAM MEMBINA KARAKTER DISIPLIN PADA SISWA KELAS IV A SD NEGERI 013 TARAKAN Bellasapera 2140605152 ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya penguatan pendidikan karakter di tingkat sekolah dasar, khususnya nilai kedisiplinan yang menjadi fondasi moral bagi perkembangan perilaku siswa. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara mendalam peran guru sebagai teladan dan pembimbing dalam membina karakter disiplin siswa kelas IV A di SD Negeri 013 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan perannya secara optimal melalui dua fungsi utama. Peran sebagai teladan diwujudkan melalui profesionalisme nyata, seperti konsistensi hadir tepat waktu, kepatuhan terhadap tata tertib sekolah, serta antusiasme tinggi saat mengajar yang memotivasi siswa untuk meniru perilaku positif tersebut secara alami. Sementara itu, peran sebagai pembimbing dilaksanakan melalui pendekatan persuasif, humanis, dan dialogis, di antaranya dengan memberikan arahan disiplin waktu, motivasi belajar di rumah melalui tugas yang menyenangkan, serta melibatkan siswa dalam penyusunan kesepakatan kelas. Keberhasilan pembinaan ini dibuktikan dengan adanya transformasi signifikan pada karakter disiplin siswa, yang semula berada pada kategori "Cukup" di awal observasi meningkat menjadi kategori "Sangat Baik" pada tahap akhir, yang ditandai dengan munculnya kesadaran internal siswa untuk mematuhi aturan secara mandiri. Kesimpulannya, integrasi antara bimbingan yang empatik dan keteladanan profesional guru terbukti efektif dalam menciptakan lingkungan kelas yang kondusif bagi pembentukan karakter disiplin, kemandirian, dan tanggung jawab siswa secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK EFEKTIVITAS BAPAS DALAM PROSES DIVERSI TERHADAP ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM DI TARAKAN Penelitian ini mengkaji secara empiris mengenai efektivitas pelaksanaan peran Balai Pemasyarakatan (BAPAS) dalam proses diversi terhadap Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) di Tarakan dengan locus penelitian pada BAPAS Kelas II Tarakan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya perlindungan hak anak dalam sistem peradilan pidana yang berfokus terhadap kepentingan terbaik bagi anak telah dijelasakan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Undang-undang tersebut menegaskan bahwa setiap perkara anak wajib mengupayakan diversi sebagai bentuk penyelesaian di luar proses peradilan formal dengan pendekatan keadilan restoratif. Diversi memiliki tujuan untuk mencapai perdamaian diantara korban dan pelaku, mencegah perampasan kemerdekaan anak, menghindarkan anak dari stigma negatif, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab anak atas perbuatannya. Penulisan ini menggunakan metode empiris dengan observasi, melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap Pembimbing Kemasyarakatan (PK), ABH, serta orang tua klien anak. Data sekunder diperoleh dari peraturan perundang-undangan, laporan penelitian kemasyarakatan (LITMAS), serta bacaan hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PK memiliki peran strategis dalam proses diversi, mulai dari tahap pra ajudikasi, ajudikasi, hingga pasca ajudikasi. PK tidak hanya melakukan pendampingan terhadap anak sejak tahap penyidikan, tetapi juga menyusun LITMAS yang memuat identitas anak, latar belakang keluarga, kondisi sosial dan pendidikan, faktor penyebab tindak pidana, kondisi korban, serta rekomendasi yang dapat menjadi dasar pertimbangan aparat penegak hukum dalam menentukan penyelesaian perkara. LITMAS bersifat wajib dan menentukan sah atau tidaknya proses peradilan anak, sehingga menjadi instrumen penting dalam mewujudkan perlindungan hukum bagi ABH. Data permintaan pendampingan diversi tahun 2021–2025 menunjukkan total 125 perkara dengan jenis kasus yang didominasi oleh pelanggaran lalu lintas, pengeroyokan, pencurian, perlindungan anak, dan tindak pidana lainnya, dengan tingkat keberhasilan diversi yang relatif tinggi meskipun masih terdapat hambatan seperti ketidakhadiran para pihak dan ketidaksepakatan mengenai ganti kerugian. Secara umum, pelaksanaan diversi di BAPAS Kelas II Tarakan telah berjalan efektif sesuai dengan ketentuan normatif dan prinsip keadilan restoratif, namun masih memerlukan penguatan koordinasi antar aparat penegak hukum, peningkatan kesadaran hukum masyarakat, serta optimalisasi sarana dan prasarana untuk menjamin perlindungan dan pembinaan yang berkelanjutan bagi ABH.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bullying Verbal adalah merupakan sebuah situasi dimana terjadinya penyalagunaan kekuatan atau kekuasaan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang yang mengakibatkan trauma kepada manusia. Berdasarkan fenomena bullying verbal di SMK maritim Indonesia Tarakan yaitu, mengejek antara siswa, siswa me neriaki siswa lain jika melakukan kesalahan didepan umum, saling menghina fisik dan menyebarkan berita atau gosip yang tidak sesuasi dengan fakta. Adapun indikator dari bullying verbal yaitu menghina, meneriaki, mempermalukan dimuka umum, menuduh dan menyebarkan gosip. Berdasarkan jenis penelitian atau pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dan sampel yang digunakan pada saat penelitian adalah kelas XI-B dengan menggunakan teknik simple ramdom sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket berupa skala likret tentang perilaku bullying verbal. Berdasarkan hasil penelitian pengaruh layanan infomasi dalam mengurangi perilaku bullying verbal pada siswa SMK Maritim Indonesia Tarakan ada pengaruh karna penelitian memberikan pre test dan post test sehingga ada pengaruh saat melakukan penelitian, mengapa peneliti mengatakan ada pengaruh karna disaat pengelolaan data beberapa siswa mengalami penurunan perilaku bullying verbal. Berdasarkan hasil penelitian analisis data dengan statistik deskriptif dan invernesial menggunakan uji paired sampel test dengan nilai sing (2-Tiled) sebesar 0,001 0,05, maka Ho ditolak dengan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh layanan infomasi dalam mengurangi perilaku bullying verbal pada siswa. SMK Maritim Tarakan. Kata Kunci: Layanan Informasi, Perilaku Bullying Verbal
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Guru Pembimbing Khusus (GPK) dalam memberikan bimbingan kepada siswa berkebutuhan khusus di kelas 1 SD Alam Binari pada tahun ajaran 2023/2024. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan fokus pada empat kompetensi utama GPK, yaitu merencanakan, melaksanakan, menggunakan media dan metode, serta mengevaluasi pembelajaran. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara dengan GPK, guru kelas, dan kepala sekolah, serta analisis dokumen terkait seperti rencana pembelajaran dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GPK di SD Alam Binari mampu merencanakan pembelajaran dengan mempertimbangkan kebutuhan individual siswa, termasuk berkolaborasi dengan orang tua untuk mendukung pembelajaran di rumah. Dalam pelaksanaan pembelajaran, GPK menunjukkan perhatian khusus terhadap perkembangan siswa, baik secara fisik maupun psikologis. Penggunaan media dan metode yang bervariasi, seperti alat bantu motorik dan media video, turut mendukung proses pembelajaran. Evaluasi dilakukan dengan memberikan umpan balik yang konstruktif dan melibatkan orang tua dalam menilai kemajuan siswa. Secara keseluruhan, peran GPK di SD Alam Binari penting dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif dan mendukung perkembangan siswa baik dari aspek akademik maupun sosial-emosional
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Dalam suatu proses pembelajaran tentunya akan ditemui siswa yang mengalamikesulitan dalam belajar. adapun kesulitan belajar yang sering ditemukan pada kelasrendah yaitu kesulitan belajar membaca, oleh karena itu, diperlukannya peran gurudalam mengatasi kesulitan belajar membaca tersebut. berkaitan dengan hal tersebutpenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa kelas II B-B di SDN 016 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriftif dengan lokasi penelitian yaitu di SDN 01 Tarakan. Informan pada penelitian ini adalah guru kelasa dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumen. Proses analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru SDN 016 Tarakan telah menjalankan perannya (1) sebagai pembimbing dalam mengatasi kesulitan membaca siswa yang belum mampu menyambung kata dengan baik yaitu dengan membimbing siswa tersebut membaca di awal kegiatan pembelajaran dan pada saat jam pulang sekolah. Selainitu, guru juga berkomunikasi dengan orang tua siswa dalam mengatasi permasalahan tersebut seperti menyarankan orang tua untuk memberikan les membaca kepada anaknya. Sedangkan peran guru sebagai (2) evaluator adalah peran guru sebagai evaluator adalah melakukan evaluasi terhadap hasil belajar siswa yang mengalami kesulitan membaca dengan memberikan lebih banyak pertanyaan kepada siswa dan memberikan soal yang berbeda dengan siswa yang sudah bisa membaca. Kemudian guru juga memberikan tindak lanjut kepada siswa yang memiliki nilai rendah untukdibimbing dan diberikan bantuan belajar yang dilakukan pada saat jam pulang sekolah.