Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: Siswa Sekolah Dasar.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA DALAM BELAJAR IPAS DI SDN 015 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kesulitan belajar yang dialami siswa dalam pembelajaran IPAS dapat dipengaruhi oleh faktor internal dari dalam diri siswa, baik aspek fisiologis maupun psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar siswa dalam belajar IPAS di kelas V-A SDN 015 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas enam siswa kelas V-A yang ditentukan. Pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik dan sumber. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Faktor internal yang diteliti meliputi aspek fisiologis dengan sub-indikator kelemahan fisik serta aspek psikologis yang meliputi sikap dalam mengikuti pembelajaran, minat dan bakat, serta motivasi dalam belajar. Aspek kelemahan fisik, ada siswa menunjukkan hambatan penglihatan yang dapat memengaruhi proses pembelajaran, sedangkan siswa lainnya tidak menunjukkan hambatan fisik yang berarti. Aspek sikap dalam mengikuti pembelajaran, siswa menunjukkan sikap baik dan lainnya cukup baik. Aspek minat dan bakat, siswa tergolong baik dan lainnya cukup baik. Aspek motivasi dalam belajar, siswa tergolong baik hanya satu siswa yang tergolong cukup baik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa setiap siswa memiliki kondisi faktor internal yang berbeda pada aspek fisiologis dan psikologis yang dapat memengaruhi proses pembelajaran IPAS. Oleh karena itu, guru perlu memperhatikan kondisi dan kebutuhan masing-masing siswa serta menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai untuk membantu mengatasi kesulitan belajar siswa.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) Terkait Konsentrasi Belajar Siswa Kelas III-B SD Negeri 048 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program yang bertujuan memenuhi kebutuhan gizi siswa selama mengikuti kegiatan di sekolah. Ketepatan waktu pembagian makanan penting diperhatikan karena kondisi fisik siswa dapat berkaitan dengan kemampuan berkonsentrasi selama pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) terkait konsentrasi belajar siswa kelas III-B SD Negeri 048 Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data penelitian adalah guru kelas III-B dan enam siswa kelas III-B SD Negeri 048 Tarakan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu pembagian MBG berkaitan dengan kondisi fisik dan konsentrasi belajar siswa. Sebelum menerima MBG: beberapa siswa menunjukkan kondisi lapar, lemas, sakit perut, kurang berenergi, dan kesulitan memusatkan perhatian selama pembelajaran. Saat pembagian MBG: fokus siswa terbagi antara kegiatan makan dan pembelajaran. Setelah menerima MBG: siswa cenderung merasa kenyang, lebih segar, berenergi, dan bersemangat mengikuti pembelajaran. Namun, pelaksanaan MBG setelah waktu istirahat, menjelang siswa pulang, atau ketika pembelajaran masih berlangsung dapat mengalihkan perhatian dan mengurangi waktu pembelajaran. Dengan demikian, MBG memberikan manfaat terhadap kondisi fisik siswa, tetapi efektivitasnya dalam mendukung konsentrasi belajar berkaitan dengan ketepatan waktu pembagian. Waktu yang lebih sesuai adalah sebelum pembelajaran atau pada awal kegiatan sekolah dengan menyediakan alokasi waktu khusus agar kegiatan makan tidak mengganggu proses pembelajaran. Penempatan waktu tersebut juga dapat membantu menjaga ketertiban dan kesinambungan aktivitas belajar siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI TINGKAT KECEMASAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS 5 SD DITINJAU DARI ASPEK KOGNITIF, AFEKTIF, DAN FISIOLOGIS

2026•

Kecemasan matematika merupakan fenomena psikologis yang cukup umum dijumpai pada siswa sekolah dasar dan dapat berdampak negatif terhadap proses serta hasil belajar matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kecemasan matematika siswa kelas V SD ditinjau dari aspek kognitif, afektif, dan fisiologis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian siswa kelas V-A SDN 024 Tarakan yang berjumlah 27 siswa. Pemilihan subjek dilakukan melalui teknik purposive sampling, dan selanjutnya dipilih tiga orang siswa sebagai subjek utama yang mewakili masing-masing kategori kecemasan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket kecemasan matematika yang terdiri dari 28 butir pernyataan dan wawancara semi-terstruktur. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 27 siswa, sebanyak 5 siswa berada pada kategori kecemasan rendah, 21 siswa berada pada kategori kecemasan sedang, dan 1 siswa berada pada kategori kecemasan tinggi. Ditinjau dari aspek kognitif, siswa dengan kecemasan sedang dan tinggi menunjukkan adanya keraguan terhadap kemampuan diri, kesulitan berkonsentrasi, dan rasa takut gagal. Pada aspek afektif, gejala gugup, gelisah, dan kurang senang terhadap matematika muncul terutama ketika siswa menghadapi situasi evaluasi atau materi yang sulit. Pada aspek fisiologis, gejala seperti keringat dingin, jantung berdebar, sakit kepala, dan rasa mual lebih dominan pada siswa dengan kecemasan tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kecemasan matematika pada siswa kelas V SDN 024 Tarakan didominasi pada kategori sedang dan memerlukan perhatian serius dari guru melalui penciptaan suasana belajar yang suportif dan tidak mengancam.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru Dalam Membina Karakter Disiplin Pada Siswa Kelas IV-A SDN 013 Tarakan

2026•

PERAN GURU DALAM MEMBINA KARAKTER DISIPLIN PADA SISWA KELAS IV A SD NEGERI 013 TARAKAN Bellasapera 2140605152 ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya penguatan pendidikan karakter di tingkat sekolah dasar, khususnya nilai kedisiplinan yang menjadi fondasi moral bagi perkembangan perilaku siswa. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara mendalam peran guru sebagai teladan dan pembimbing dalam membina karakter disiplin siswa kelas IV A di SD Negeri 013 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan perannya secara optimal melalui dua fungsi utama. Peran sebagai teladan diwujudkan melalui profesionalisme nyata, seperti konsistensi hadir tepat waktu, kepatuhan terhadap tata tertib sekolah, serta antusiasme tinggi saat mengajar yang memotivasi siswa untuk meniru perilaku positif tersebut secara alami. Sementara itu, peran sebagai pembimbing dilaksanakan melalui pendekatan persuasif, humanis, dan dialogis, di antaranya dengan memberikan arahan disiplin waktu, motivasi belajar di rumah melalui tugas yang menyenangkan, serta melibatkan siswa dalam penyusunan kesepakatan kelas. Keberhasilan pembinaan ini dibuktikan dengan adanya transformasi signifikan pada karakter disiplin siswa, yang semula berada pada kategori "Cukup" di awal observasi meningkat menjadi kategori "Sangat Baik" pada tahap akhir, yang ditandai dengan munculnya kesadaran internal siswa untuk mematuhi aturan secara mandiri. Kesimpulannya, integrasi antara bimbingan yang empatik dan keteladanan profesional guru terbukti efektif dalam menciptakan lingkungan kelas yang kondusif bagi pembentukan karakter disiplin, kemandirian, dan tanggung jawab siswa secara berkelanjutan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA SISWA KELAS III DI SDN 005 TINAMPAK 2

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca siswa kelas III di SDN 005 Tinampak 2, di mana sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam mengenal huruf, membaca dengan lancar, serta memahami isi bacaan. Kurangnya motivasi belajar, minimnya pembiasaan literasi di rumah, serta keterbatasan lingkungan literasi menjadi faktor yang memengaruhi kondisi tersebut. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana peran guru dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas III di SDN 005 Tinampak 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran guru dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas III di SDN 005 Tinampak 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah guru kelas III dan siswa kelas III. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji kredibilitas data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai pendidik, teladan, dan motivator dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa. Sebagai pendidik, guru merencanakan pembelajaran membaca secara bertahap mulai dari pengenalan huruf hingga pemahaman bacaan, serta melaksanakan kegiatan literasi 15 menit sebelum pembelajaran. Sebagai teladan, guru memberikan contoh membaca yang baik dan membiasakan budaya literasi di kelas. Sebagai motivator, guru memberikan dorongan, semangat, serta penghargaan kepada siswa agar lebih percaya diri dalam membaca. Peran tersebut berdampak pada peningkatan kefasihan membaca, pemahaman bacaan, serta penguasaan kosakata siswa meskipun masih terdapat beberapa siswa yang memerlukan pendampingan khusus.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA SISWA KELAS III DI SDN 005 TINAMPAK 2

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca siswa kelas III di SDN 005 Tinampak 2, di mana sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam mengenal huruf, membaca dengan lancar, serta memahami isi bacaan. Kurangnya motivasi belajar, minimnya pembiasaan literasi di rumah, serta keterbatasan lingkungan literasi menjadi faktor yang memengaruhi kondisi tersebut. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana peran guru dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas III di SDN 005 Tinampak 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran guru dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas III di SDN 005 Tinampak 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah guru kelas III dan siswa kelas III. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji kredibilitas data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai pendidik, teladan, dan motivator dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa. Sebagai pendidik, guru merencanakan pembelajaran membaca secara bertahap mulai dari pengenalan huruf hingga pemahaman bacaan, serta melaksanakan kegiatan literasi 15 menit sebelum pembelajaran. Sebagai teladan, guru memberikan contoh membaca yang baik dan membiasakan budaya literasi di kelas. Sebagai motivator, guru memberikan dorongan, semangat, serta penghargaan kepada siswa agar lebih percaya diri dalam membaca. Peran tersebut berdampak pada peningkatan kefasihan membaca, pemahaman bacaan, serta penguasaan kosakata siswa meskipun masih terdapat beberapa siswa yang memerlukan pendampingan khusus.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS II-B SDN 031 TARAKAN

2025•

STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS II-B SDN 031 TARAKAN ABSTRAK Kemampuan membaca permulaan merupakan kemampuan dasar yang sangat penting bagi siswa sekolah dasar karena menjadi fondasi untuk memahami pelajaran selanjutnya. Namun, hasil observasi di kelas II-B SDN 031 Tarakan menunjukkan bahwa masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan membaca, seperti belum mengenal huruf dengan baik, salah menyebutkan bunyi huruf, kesulitan menggabungkan suku kata, serta kurang berminat membaca. Oleh karena itu, guru perlu menerapkan strategi pembelajaran yang tepat untuk membantu meningkatkan kemampuan membaca siswa sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas II-B SDN 031 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan ultisenso. Keabsahan data diperoleh melalui ultis triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan beberapa strategi, yaitu strategi SAS (Struktural Analitik Sintetik), strategi ultisensory, pendampingan individual, serta program literasi harian 15 menit membaca. Strategi tersebut membantu siswa mengenal huruf dan bunyi dengan lebih baik, menggabungkan huruf menjadi kata, serta meningkatkan kelancaran membaca. Selain itu, guru juga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan memberikan motivasi kepada siswa. Dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran yang bervariasi dan sesuai dengan kebutuhan siswa berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan membaca permulaan siswa kelas II. Kata kunci: strategi guru, membaca permulaan, siswa sekolah dasar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis High Order Thinking Skill (HOTS) Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Berbasis Open Ended Matematika

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan High Order Thinking Skill (HOTS) menjadi penting dalam pembelajaran abad 21 karena melibatkan proses berpikir tingkat tinggi seperti menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta, yang esensial dalam pemecahan masalah kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan High Order Thinking Skill (HOTS) siswa dalam menyelesaikan soal berbasis open ended matematika pada siswa kelas V Sekolah Dasar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dan subjek penelitian dipilih berdasarkan kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan hasil tes HOTS. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis dan wawancara semi-terstruktur untuk menggali kemampuan berpikir siswa secara lebih mendalam. Instrumen penelitian terdiri dari tiga soal matematika berbasis open ended yang dirancang berdasarkan indikator HOTS dalam Taksonomi Bloom revisi, yaitu C4 (menganalisis), C5 (mengevaluasi), dan C6 (mencipta). Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kategori tinggi mampu menunjukkan ketiga indikator HOTS secara konsisten, baik dalam menjelaskan informasi, menyusun strategi pemecahan masalah, maupun menyimpulkan jawaban. Siswa kategori sedang mampu menganalisis dan mengevaluasi, namun mengalami kesulitan pada aspek mencipta secara tertulis. Sementara itu, siswa dengan kategori rendah hanya menunjukkan indikator menganalisis dan mengevaluasi pada satu soal sementara indikator mencipta tidak dapat terpenuhi. Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan pembelajaran berbasis open ended yang mampu menstimulasi kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail