ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sekolah berbasis pesantren merupakan lembaga pendidikan yang memadukan kurikulum nasional dengan pendidikan keagamaan, sehingga berpotensi membentuk persepsi siswa yang khas terhadap mata pelajaran Biologi. Penelitian ini bertujuan mengetahui persepsi siswa SMA terhadap mata pelajaran Biologi di sekolah berbasis pesantren, dikaji berdasarkan aspek kognitif dan afektif dengan merujuk pada konsep persepsi sebagai proses individu dalam menerima, memahami, dan memaknai suatu objek berdasarkan pengalaman belajarnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek dua puluh siswa kelas XI dan XII MIA SMA Muhammadiyah Boarding School Tarakan yang ditentukan melalui purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik model Braun dan Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara kognitif siswa memahami Biologi sebagai ilmu kehidupan yang bermanfaat dan penting bagi masa depan, meskipun sebagian mengalami kesulitan pada materi abstrak seperti sel, enzim, dan metabolisme. Secara afektif, siswa menunjukkan respons yang cenderung positif namun bervariasi, disertai preferensi terhadap praktikum dan media visual. Persepsi terhadap integrasi Biologi dengan nilai keislaman juga beragam. Dapat disimpulkan bahwa persepsi siswa terhadap Biologi di sekolah berbasis pesantren bersifat multidimensi, dipengaruhi oleh pengalaman belajar serta konteks keagamaan lingkungan pesantren.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kecemasan matematika merupakan fenomena psikologis yang cukup umum dijumpai pada siswa sekolah dasar dan dapat berdampak negatif terhadap proses serta hasil belajar matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kecemasan matematika siswa kelas V SD ditinjau dari aspek kognitif, afektif, dan fisiologis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian siswa kelas V-A SDN 024 Tarakan yang berjumlah 27 siswa. Pemilihan subjek dilakukan melalui teknik purposive sampling, dan selanjutnya dipilih tiga orang siswa sebagai subjek utama yang mewakili masing-masing kategori kecemasan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket kecemasan matematika yang terdiri dari 28 butir pernyataan dan wawancara semi-terstruktur. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 27 siswa, sebanyak 5 siswa berada pada kategori kecemasan rendah, 21 siswa berada pada kategori kecemasan sedang, dan 1 siswa berada pada kategori kecemasan tinggi. Ditinjau dari aspek kognitif, siswa dengan kecemasan sedang dan tinggi menunjukkan adanya keraguan terhadap kemampuan diri, kesulitan berkonsentrasi, dan rasa takut gagal. Pada aspek afektif, gejala gugup, gelisah, dan kurang senang terhadap matematika muncul terutama ketika siswa menghadapi situasi evaluasi atau materi yang sulit. Pada aspek fisiologis, gejala seperti keringat dingin, jantung berdebar, sakit kepala, dan rasa mual lebih dominan pada siswa dengan kecemasan tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kecemasan matematika pada siswa kelas V SDN 024 Tarakan didominasi pada kategori sedang dan memerlukan perhatian serius dari guru melalui penciptaan suasana belajar yang suportif dan tidak mengancam.