BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Kesulitan belajar yang dialami siswa dalam pembelajaran IPAS dapat dipengaruhi oleh faktor internal dari dalam diri siswa, baik aspek fisiologis maupun psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar siswa dalam belajar IPAS di kelas V-A SDN 015 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas enam siswa kelas V-A yang ditentukan. Pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik dan sumber. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Faktor internal yang diteliti meliputi aspek fisiologis dengan sub-indikator kelemahan fisik serta aspek psikologis yang meliputi sikap dalam mengikuti pembelajaran, minat dan bakat, serta motivasi dalam belajar. Aspek kelemahan fisik, ada siswa menunjukkan hambatan penglihatan yang dapat memengaruhi proses pembelajaran, sedangkan siswa lainnya tidak menunjukkan hambatan fisik yang berarti. Aspek sikap dalam mengikuti pembelajaran, siswa menunjukkan sikap baik dan lainnya cukup baik. Aspek minat dan bakat, siswa tergolong baik dan lainnya cukup baik. Aspek motivasi dalam belajar, siswa tergolong baik hanya satu siswa yang tergolong cukup baik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa setiap siswa memiliki kondisi faktor internal yang berbeda pada aspek fisiologis dan psikologis yang dapat memengaruhi proses pembelajaran IPAS. Oleh karena itu, guru perlu memperhatikan kondisi dan kebutuhan masing-masing siswa serta menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai untuk membantu mengatasi kesulitan belajar siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kesulitan belajar yang dialami siswa dalam pembelajaran IPAS dapat dipengaruhi oleh faktor internal dari dalam diri siswa, baik aspek fisiologis maupun psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar siswa dalam belajar IPAS di kelas V-A SDN 015 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas enam siswa kelas V-A yang ditentukan. Pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik dan sumber. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Faktor internal yang diteliti meliputi aspek fisiologis dengan sub-indikator kelemahan fisik serta aspek psikologis yang meliputi sikap dalam mengikuti pembelajaran, minat dan bakat, serta motivasi dalam belajar. Aspek kelemahan fisik, ada siswa menunjukkan hambatan penglihatan yang dapat memengaruhi proses pembelajaran, sedangkan siswa lainnya tidak menunjukkan hambatan fisik yang berarti. Aspek sikap dalam mengikuti pembelajaran, siswa menunjukkan sikap baik dan lainnya cukup baik. Aspek minat dan bakat, siswa tergolong baik dan lainnya cukup baik. Aspek motivasi dalam belajar, siswa tergolong baik hanya satu siswa yang tergolong cukup baik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa setiap siswa memiliki kondisi faktor internal yang berbeda pada aspek fisiologis dan psikologis yang dapat memengaruhi proses pembelajaran IPAS. Oleh karena itu, guru perlu memperhatikan kondisi dan kebutuhan masing-masing siswa serta menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai untuk membantu mengatasi kesulitan belajar siswa.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Reformasi birokrasi di Indonesia mendorong peningkatan kualitas layanan publik melalui tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, serta efisien. Penerapan BLUD memberikan fleksibilitas pengelolaan keuangan bagi instansi pemerintah pelayanan publik termasuk rumah sakit daerah, namun tetap menuntut adanya akuntabilitas kinerja. Berdasarkan data realisasi pendapatan dan belanja RSUD dr. H. Jusuf SK, terlihat adanya fluktuasi pendapatan serta kecenderungan belanja yang pada beberapa tahun melebihi pendapatan sehingga menimbulkan defisit anggaran. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya evaluasi kinerja keuangan secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan Badan Layanan Umum Daerah pada RSUD dr. H. Jusuf SK Provinsi Kalimantan Utara menggunakan pendekatan Value for Money. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan populasi laporan keuangan rumah sakit tahun 2020–2024 dan sampel berupa laporan realisasi anggaran pada periode yang sama. Data dikumpulkan melalui metode dokumentasi serta didukung wawancara semi-terstruktur. Analisis dilakukan dengan menghitung rasio ekonomi, rasio efisiensi, dan rasio efektivitas sebagai indikator utama dalam konsep Value for Money. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio ekonomi pada periode 2020–2024 sebagian besar berada pada kategori tidak ekonomis. Rasio efektivitas menunjukkan hasil yang cukup berfluktuatif dimana sebagian besar hasil menunjukkan kategori tidak efektif. Namun demikian, rasio efisiensi menunjukkan kondisi yang belum stabil karena pada beberapa tahun masih berada pada kategori tidak efisien. Secara keseluruhan, rumah sakit masih menghadapi permasalahan dalam pengelolaan keuangan, baik dari aspek penghematan biaya, pencapaian target, maupun optimalisasi penggunaan sumber daya
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Reformasi birokrasi di Indonesia mendorong peningkatan kualitas layanan publik melalui tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, serta efisien. Penerapan BLUD memberikan fleksibilitas pengelolaan keuangan bagi instansi pemerintah pelayanan publik termasuk rumah sakit daerah, namun tetap menuntut adanya akuntabilitas kinerja. Berdasarkan data realisasi pendapatan dan belanja RSUD dr. H. Jusuf SK, terlihat adanya fluktuasi pendapatan serta kecenderungan belanja yang pada beberapa tahun melebihi pendapatan sehingga menimbulkan defisit anggaran. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya evaluasi kinerja keuangan secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan Badan Layanan Umum Daerah pada RSUD dr. H. Jusuf SK Provinsi Kalimantan Utara menggunakan pendekatan Value for Money. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan populasi laporan keuangan rumah sakit tahun 2020–2024 dan sampel berupa laporan realisasi anggaran pada periode yang sama. Data dikumpulkan melalui metode dokumentasi serta didukung wawancara semi-terstruktur. Analisis dilakukan dengan menghitung rasio ekonomi, rasio efisiensi, dan rasio efektivitas sebagai indikator utama dalam konsep Value for Money. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio ekonomi pada periode 2020–2024 sebagian besar berada pada kategori tidak ekonomis. Rasio efektivitas menunjukkan hasil yang cukup berfluktuatif dimana sebagian besar hasil menunjukkan kategori tidak efektif. Namun demikian, rasio efisiensi menunjukkan kondisi yang belum stabil karena pada beberapa tahun masih berada pada kategori tidak efisien. Secara keseluruhan, rumah sakit masih menghadapi permasalahan dalam pengelolaan keuangan, baik dari aspek penghematan biaya, pencapaian target, maupun optimalisasi penggunaan sumber daya
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Pencemaran lingkungan akibat limbah industri tekstil, khususnya zat warna azo seperti Congo Red (CR), menjadi permasalahan serius karena bersifat toksik, karsinogenik dan sulit terurai. Biodegradasi mikroorganisme menawarkan solusi ramah lingkungan untuk mengatasi masalah ini. Penelitian ini mengeksplorasi potensi bakteri simbion spons laut Stylissa sp. dalam mendengradasi CR. Dari 20 isolat awal, diperoleh empat isolat unggul (SS05, SS08, SS09 dan SS18) yang mampu mendegradasi CR. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dekolorisasi CR, pengaruh suhu (30℃,35℃ dan 40℃), pengaruh pH 5 sampai 10, pengaruh konsentrasi inokulum (106, 107, dan 108 CFU/mL) dan pengaruh konsentrasi zat warna CR (100,150, dan 200 mg/L). Hasil skrining menunjukan bahwa empat isolat (SS05, SS08, SS09 dan SS18) mampu mendengradasi CR dengan perubahan warna setelah 7 hari inkubasi dari warna merah terang menjadi warna tidak bewarna. Isolat SS18 menunjukan efisiensi yang baik dalam mendengradasi mencapai ±70% pada suhu 35℃ dan pH 6. Konsentrasi inokulum optimum Adalah 1x108 CFU/mL dengan waktu degradasi tercepat 72 jam. Namun, efsiensi degradasi menurun seiring dengan peningkatan konsentrasi CR, dengan hasil tertinggi ±70% pada konsentrasi 100 mg/L oleh isolat SS18 hasil ini menunjukkan bahwa bakteri simbion Stylissa sp., khususnya SS18, berpotensi sebagai agen bioremediasi efektif dan ramah lingkungan untuk pengolahan limbah cair tekstil yang mengandung pewarna azo.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pencemaran lingkungan akibat limbah industri tekstil, khususnya zat warna azo seperti Congo Red (CR), menjadi permasalahan serius karena bersifat toksik, karsinogenik dan sulit terurai. Biodegradasi mikroorganisme menawarkan solusi ramah lingkungan untuk mengatasi masalah ini. Penelitian ini mengeksplorasi potensi bakteri simbion spons laut Stylissa sp. dalam mendengradasi CR. Dari 20 isolat awal, diperoleh empat isolat unggul (SS05, SS08, SS09 dan SS18) yang mampu mendegradasi CR. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dekolorisasi CR, pengaruh suhu (30℃,35℃ dan 40℃), pengaruh pH 5 sampai 10, pengaruh konsentrasi inokulum (106, 107, dan 108 CFU/mL) dan pengaruh konsentrasi zat warna CR (100,150, dan 200 mg/L). Hasil skrining menunjukan bahwa empat isolat (SS05, SS08, SS09 dan SS18) mampu mendengradasi CR dengan perubahan warna setelah 7 hari inkubasi dari warna merah terang menjadi warna tidak bewarna. Isolat SS18 menunjukan efisiensi yang baik dalam mendengradasi mencapai ±70% pada suhu 35℃ dan pH 6. Konsentrasi inokulum optimum Adalah 1x108 CFU/mL dengan waktu degradasi tercepat 72 jam. Namun, efsiensi degradasi menurun seiring dengan peningkatan konsentrasi CR, dengan hasil tertinggi ±70% pada konsentrasi 100 mg/L oleh isolat SS18 hasil ini menunjukkan bahwa bakteri simbion Stylissa sp., khususnya SS18, berpotensi sebagai agen bioremediasi efektif dan ramah lingkungan untuk pengolahan limbah cair tekstil yang mengandung pewarna azo.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Abstrak Tingkat sintasan larva kepiting bakau (Scylla serrata) selama masa pemeliharaan di hatchery masih tergolong rendah, terutama pada stadia zoea. Salah satu penyebab utama adalah kurangnya kualitas nutrisi dari pakan alami seperti rotifera (Brachionus plicatilis) dan Artemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan vitamin C pada rotifera dan artemia terhadap kelangsungan hidup (sintasan) larva kepiting bakau. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan berupa perbedaan dosis vitamin C (0 ppm, 200 ppm, 250 ppm, dan 300 ppm). Parameter utama yang diamati adalah sintasan larva selama pemeliharaan dari stadia zoea I hingga crablet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan vitamin C secara signifikan meningkatkan sintasan larva, dengan hasil terbaik diperoleh pada perlakuan dosis 300 ppm. Hasil sintasan stadia crablet tertinggi sebesar 5,83%. Kualitas air selama penelitian masih berada dalam kisaran optimal. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengayaan pakan alami menggunakan vitamin C dapat meningkatkan nutrisi dan memperbaiki tingkat kelangsungan hidup larva kepiting bakau pada stadia Zoea- Crablet.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Abstrak Tingkat sintasan larva kepiting bakau (Scylla serrata) selama masa pemeliharaan di hatchery masih tergolong rendah, terutama pada stadia zoea. Salah satu penyebab utama adalah kurangnya kualitas nutrisi dari pakan alami seperti rotifera (Brachionus plicatilis) dan Artemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan vitamin C pada rotifera dan artemia terhadap kelangsungan hidup (sintasan) larva kepiting bakau. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan berupa perbedaan dosis vitamin C (0 ppm, 200 ppm, 250 ppm, dan 300 ppm). Parameter utama yang diamati adalah sintasan larva selama pemeliharaan dari stadia zoea I hingga crablet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan vitamin C secara signifikan meningkatkan sintasan larva, dengan hasil terbaik diperoleh pada perlakuan dosis 300 ppm. Hasil sintasan stadia crablet tertinggi sebesar 5,83%. Kualitas air selama penelitian masih berada dalam kisaran optimal. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengayaan pakan alami menggunakan vitamin C dapat meningkatkan nutrisi dan memperbaiki tingkat kelangsungan hidup larva kepiting bakau pada stadia Zoea- Crablet.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas VIII di SMP negeri 13 Tarakan kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan yang penting dalam kehidupan sehari-hari dan juga dalam dunia akademik keterampilan ini melibatkan kemampuan menganalisis informasi mengevaluasi argumen dan membuat kesimpulan berdasarkan bukti yang tersedia. Keterampilan berpikir kritis berarti kemampuan mengevaluasi informasi secara kritis dan objektif, dengan tujuan untuk mengambil keputusan yang tepat titik berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa data keterampilan berbagi kritis sebelum diberikan dan perlakuan dan sesudah diberi perlakuan seluruhnya berdistribusi normal dan homogen. Instrumen yang di gunakan adalah skala keterampilan berpikir kritis, skala yang digunakan yaitu skala likert tentang keterampilan berpikir kritis berdasarkan teori (Ennis, 2011). Berdasarkan hasil uji paired sample test diperoleh nilai teh hitung sebesar 15,545 lebih besar dari tabel 1,833. Sebagaimana dasar pengambilan keputusan maka ho ditolak dan ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dalam pemilihan kelompok terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas VIII di SMP negeri 13 Tarakan.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep siswa kelas IX MTs Negeri Tarakan pada masa pembelajaran daring. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas IX semester genap tahun ajaran 2021/2022 di MTs Negeri Tarakan. Metode pengumpulan data menggunakan tes kemampuan pemahaman konsep. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX MTs Negeri Tarakan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 90 siswa yang diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki kemampuan pemahaman konsep yang rendah dengan persentase 62,22% (56 siswa). Adapun nilai rata-rata untuk setiap indikator pemahaman konsep dan persentase jumlah siswa yang memperoleh pencapaian tinggi pada setiap indikator pemahaman konsep yaitu, pada indikator menyatakan ulang sebuah konsep dengan nilai rata-rata 54.17 dan persentase sebesar 37,78%, pada indikator mengklasifikasikan objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan konsepnya dengan nilai rata-rata 84.44 dan persentase sebesar 85,56%, pada indikator memberi contoh dan bukan contoh dari suatu konsep dengan nilai rata-rata 81.94 dan persentase sebesar 82,22%, pada indikator menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematika dengan nilai rata-rata 18.89 dan persentase sebesar 10%, pada indikator mengembangkan syarat perlu dan syarat cukup dari suatu konsep dengan nilai rata-rata 38.06 dan persentase sebesar 25,56%, pada indikator menggunakan dan memanfaatkan serta memilih prosedur atau operasi tertentu dengan nilai rata-rata 61.39 dan persentase sebesar 63,33%, dan pada indikator mengklasifikasikan konsep atau algoritma pada pemecahan masalah dengan nilai rata-rata 36.39 dan persentase sebesar 22,22%.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•
Pola belajar merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan siswa untuk memahami materi pembelajaran. Apabila Pola tersebut dilakukan oleh siswa maka dapat mempengaruhi hasil belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan pola belajar dengan hasil belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan yaitu korelasional dimana korelasional merupakan Teknik yang digunakan untuk mengukur hubungan antara pola belajar (X) dengan hasil belajar (Y). Teknik sampling pada penelitian ini adalah purposive sampling dimana tujuan khusus penelitian ini adalah mengambil siswa yang memiliki nilai Ujian Akhir Sekolah diatas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), sebanyak 35 siswa dari kelas 7.1 dan 7.2. Instrumen yang digunakan merupakan kueisioner sebanyak 35 pernyataan untuk mengetahui bagaimana pola belajar yang dilakukan oleh siswa. Analis data yang digunakan yaitu analisis korelasi Rank Spearman dengan bantuan softwer SPSS untuk mempermudah dalam perhitungan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pola belajar peserta didik dengan hasil belajar dalam pembelajaran IPA dengan nilai korelasi sebesar 0.690** yang artinya tingkat kekuatan korelasi antara kedua varibel tergolong dalam ketegori kuat dengan arah hubungan yang positif. Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa pola belajar dan hasil belajar memiliki hubungan atau korelasi yang kuat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas VIII di SMP negeri 13 Tarakan kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan yang penting dalam kehidupan sehari-hari dan juga dalam dunia akademik keterampilan ini melibatkan kemampuan menganalisis informasi mengevaluasi argumen dan membuat kesimpulan berdasarkan bukti yang tersedia. Keterampilan berpikir kritis berarti kemampuan mengevaluasi informasi secara kritis dan objektif, dengan tujuan untuk mengambil keputusan yang tepat titik berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa data keterampilan berbagi kritis sebelum diberikan dan perlakuan dan sesudah diberi perlakuan seluruhnya berdistribusi normal dan homogen. Instrumen yang di gunakan adalah skala keterampilan berpikir kritis, skala yang digunakan yaitu skala likert tentang keterampilan berpikir kritis berdasarkan teori (Ennis, 2011). Berdasarkan hasil uji paired sample test diperoleh nilai teh hitung sebesar 15,545 lebih besar dari tabel 1,833. Sebagaimana dasar pengambilan keputusan maka ho ditolak dan ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dalam pemilihan kelompok terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas VIII di SMP negeri 13 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep siswa kelas IX MTs Negeri Tarakan pada masa pembelajaran daring. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas IX semester genap tahun ajaran 2021/2022 di MTs Negeri Tarakan. Metode pengumpulan data menggunakan tes kemampuan pemahaman konsep. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX MTs Negeri Tarakan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 90 siswa yang diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki kemampuan pemahaman konsep yang rendah dengan persentase 62,22% (56 siswa). Adapun nilai rata-rata untuk setiap indikator pemahaman konsep dan persentase jumlah siswa yang memperoleh pencapaian tinggi pada setiap indikator pemahaman konsep yaitu, pada indikator menyatakan ulang sebuah konsep dengan nilai rata-rata 54.17 dan persentase sebesar 37,78%, pada indikator mengklasifikasikan objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan konsepnya dengan nilai rata-rata 84.44 dan persentase sebesar 85,56%, pada indikator memberi contoh dan bukan contoh dari suatu konsep dengan nilai rata-rata 81.94 dan persentase sebesar 82,22%, pada indikator menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematika dengan nilai rata-rata 18.89 dan persentase sebesar 10%, pada indikator mengembangkan syarat perlu dan syarat cukup dari suatu konsep dengan nilai rata-rata 38.06 dan persentase sebesar 25,56%, pada indikator menggunakan dan memanfaatkan serta memilih prosedur atau operasi tertentu dengan nilai rata-rata 61.39 dan persentase sebesar 63,33%, dan pada indikator mengklasifikasikan konsep atau algoritma pada pemecahan masalah dengan nilai rata-rata 36.39 dan persentase sebesar 22,22%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Pola belajar merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan siswa untuk memahami materi pembelajaran. Apabila Pola tersebut dilakukan oleh siswa maka dapat mempengaruhi hasil belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan pola belajar dengan hasil belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan yaitu korelasional dimana korelasional merupakan Teknik yang digunakan untuk mengukur hubungan antara pola belajar (X) dengan hasil belajar (Y). Teknik sampling pada penelitian ini adalah purposive sampling dimana tujuan khusus penelitian ini adalah mengambil siswa yang memiliki nilai Ujian Akhir Sekolah diatas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), sebanyak 35 siswa dari kelas 7.1 dan 7.2. Instrumen yang digunakan merupakan kueisioner sebanyak 35 pernyataan untuk mengetahui bagaimana pola belajar yang dilakukan oleh siswa. Analis data yang digunakan yaitu analisis korelasi Rank Spearman dengan bantuan softwer SPSS untuk mempermudah dalam perhitungan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pola belajar peserta didik dengan hasil belajar dalam pembelajaran IPA dengan nilai korelasi sebesar 0.690** yang artinya tingkat kekuatan korelasi antara kedua varibel tergolong dalam ketegori kuat dengan arah hubungan yang positif. Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa pola belajar dan hasil belajar memiliki hubungan atau korelasi yang kuat.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
PENGARUH TEKNIK SELF MANAGEMENT TERHADAP PERILAKU PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 14 TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan konseling kelompok dengan teknik Self Management terhadap perilaku Prokrastinasi Akademik Siswa kelas VIII SMP Negeri 14 Tarakan. Prokrastinasi akademik adalah perilaku negatif yang memiliki kebiasaan untuk menunda mengerjakan tugas akademik. Ciri-cirinya yaitu Penundaan untuk memulai dan menyelesaikan tugas, keterlambatan dalam mengerjakan tugas, kesenjangan waktu antara rencana dan kinerja aktual dan melakukan aktivitas yang lebih menyenangkan, dan self management merupakan teknik konseling behavior yang membantu konseli untuk mendorong diri sendiri dalam mencapai perubahan kebiasaan tingkah laku yang lebih baik lagi. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design. Dengan populasi sebanyak 32 siswa dan menggunakan teknik pengambilan sampel Purposive sampling sebanyak 10 orang siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah skala Prokrastinasi Akademik. Teknik analisis data dari hasil hipotesis paired sample t-test yang diperoleh Ha diterima dikarenakan nilai signifikan 0.000 0,05 dan nilai t hitung 16,585 > t tabel 1.833. Sehingga ada pengaruh konseling kelompok dengan teknik Self Management terhadap Perilaku Prokrastinasi Akademik Siswa Kelas VIII SMP Negeri 14 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH TEKNIK SELF MANAGEMENT TERHADAP PERILAKU PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 14 TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan konseling kelompok dengan teknik Self Management terhadap perilaku Prokrastinasi Akademik Siswa kelas VIII SMP Negeri 14 Tarakan. Prokrastinasi akademik adalah perilaku negatif yang memiliki kebiasaan untuk menunda mengerjakan tugas akademik. Ciri-cirinya yaitu Penundaan untuk memulai dan menyelesaikan tugas, keterlambatan dalam mengerjakan tugas, kesenjangan waktu antara rencana dan kinerja aktual dan melakukan aktivitas yang lebih menyenangkan, dan self management merupakan teknik konseling behavior yang membantu konseli untuk mendorong diri sendiri dalam mencapai perubahan kebiasaan tingkah laku yang lebih baik lagi. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design. Dengan populasi sebanyak 32 siswa dan menggunakan teknik pengambilan sampel Purposive sampling sebanyak 10 orang siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah skala Prokrastinasi Akademik. Teknik analisis data dari hasil hipotesis paired sample t-test yang diperoleh Ha diterima dikarenakan nilai signifikan 0.000 0,05 dan nilai t hitung 16,585 > t tabel 1.833. Sehingga ada pengaruh konseling kelompok dengan teknik Self Management terhadap Perilaku Prokrastinasi Akademik Siswa Kelas VIII SMP Negeri 14 Tarakan.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Novita Sari. 2022. Hubungan Antara Resiliensi Akademik Dengan Career Readiness Siswa Kelas XII di SMK Negeri 2 Tarakan. Dibimbing oleh Bapak Hendra Pribadi, S.Pd.,M.Psi selaku pembimbing utama dan Bapak Riski Sovayunanto, S.Psi.,M.Si selaku pembimbing anggota. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan resiliensi akademik dengan career readiness pada siswa kelas XII di SMK Negeri Tarakan. Resiliensi akademik merupakan kemampuan siswa menangani kesulitan yang di alami saat pembelajaran. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan korelasi. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 siswa dari semua jurusan kelas XII di SMK Negeri 2 Tarakan. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif, teknik analisis inferensial, dan uji korelasi product moment dibantu aplikasi IMB SPSS Versi 22. Hasil penelitian diketahui nilai signifikansi sebesar 0,001 atau ≤ 0,05, dengan demikian terdapat hubungan yang signifikan antara resiliensi akademik dengan career readiness siswa kelas XII di SMK Negeri 2 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Novita Sari. 2022. Hubungan Antara Resiliensi Akademik Dengan Career Readiness Siswa Kelas XII di SMK Negeri 2 Tarakan. Dibimbing oleh Bapak Hendra Pribadi, S.Pd.,M.Psi selaku pembimbing utama dan Bapak Riski Sovayunanto, S.Psi.,M.Si selaku pembimbing anggota. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan resiliensi akademik dengan career readiness pada siswa kelas XII di SMK Negeri Tarakan. Resiliensi akademik merupakan kemampuan siswa menangani kesulitan yang di alami saat pembelajaran. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan korelasi. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 siswa dari semua jurusan kelas XII di SMK Negeri 2 Tarakan. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif, teknik analisis inferensial, dan uji korelasi product moment dibantu aplikasi IMB SPSS Versi 22. Hasil penelitian diketahui nilai signifikansi sebesar 0,001 atau ≤ 0,05, dengan demikian terdapat hubungan yang signifikan antara resiliensi akademik dengan career readiness siswa kelas XII di SMK Negeri 2 Tarakan.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 5 TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan. Jenis penelitian adalah studi kasus melalui pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII sebanyak enam siswa yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan tes, observasi, wawancara dan analisis dokumentasi yang ditulis dalam catatan lapangan kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima kelas VIII yaitu kelas VIII-A, VIII-B, VIII-C, VIII-D dan VIII-E tersebut terdapat enam siswa yang terdiri dari 2 yang tergolong dalam kemampuan pemecahan masalah tinggi, 2 yang tergolong kemampuan pemecahan masalah sedang, dan 2 yang tergolong kemampuan pemecahan masalah rendah. Berdasarkan hasil penelitian, maka diperoleh bahwa siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika tinggi mampu memenuhi keempat indikator pemecahan masalah menurut Polya, yaitu memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian dan memeriksa kembali hasil penyelesaian masalah. Kemudian siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah sedang mampu memenuhi ketiga indikator pemecahan masalah menurut Polya, yaitu memahami masalah, merencanakan penyelesaian dan melaksanakan rencana penyelesaian. Sedangkan siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika rendah mampu memenuhi satu indikator pemecahan masalah menurut Polya, yaitu memahami masalah. Kata Kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah, Studi Kasus.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 5 TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan. Jenis penelitian adalah studi kasus melalui pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII sebanyak enam siswa yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan tes, observasi, wawancara dan analisis dokumentasi yang ditulis dalam catatan lapangan kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima kelas VIII yaitu kelas VIII-A, VIII-B, VIII-C, VIII-D dan VIII-E tersebut terdapat enam siswa yang terdiri dari 2 yang tergolong dalam kemampuan pemecahan masalah tinggi, 2 yang tergolong kemampuan pemecahan masalah sedang, dan 2 yang tergolong kemampuan pemecahan masalah rendah. Berdasarkan hasil penelitian, maka diperoleh bahwa siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika tinggi mampu memenuhi keempat indikator pemecahan masalah menurut Polya, yaitu memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian dan memeriksa kembali hasil penyelesaian masalah. Kemudian siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah sedang mampu memenuhi ketiga indikator pemecahan masalah menurut Polya, yaitu memahami masalah, merencanakan penyelesaian dan melaksanakan rencana penyelesaian. Sedangkan siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika rendah mampu memenuhi satu indikator pemecahan masalah menurut Polya, yaitu memahami masalah. Kata Kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah, Studi Kasus.