Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

18 hasil
Subjek: artemia
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh lama perendaman terhadap profil nutrisi artemia salina yang diperkaya dengan chlorella vulgaris

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman Artemia salina terhadap profil nutrisi Artemia yang diperkaya dengan Chlorella vulgaris serta menentukan durasi perendaman optimal untuk menghasilkan Artemia dengan kualitas terbaik. Artemia salina banyak digunakan sebagai pakan alami larva ikan dan udang, namun dalam bentuk tidak diperkaya memiliki keterbatasan nutrisi, khususnya asam lemak tak jenuh rantai panjang seperti EPA dan DHA, sehingga diperlukan metode bioenrichment menggunakan mikroalga. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan, yaitu P0 (kontrol tanpa bioenrichment), P1 (bioenrichment selama 9 jam), dan P2 (bioenrichment selama 12 jam), masing-masing dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi daya tetas, Survival rate, kadar protein, lemak, karbohidrat, serta profil asam lemak Chlorella vulgaris. Hasil uji pendahuluan menunjukkan salinitas 25 ppt memberikan daya tetas dan Survival rate lebih tinggi dibandingkan 30 ppt. Bioenrichment menggunakan Chlorella vulgaris terbukti mampu meningkatkan kualitas nutrisi Artemia salina. Kadar protein meningkat signifikan dari 18,45% pada kontrol menjadi 22,75% pada perlakuan 9 jam dan 23,80% pada perlakuan 12 jam. Kadar karbohidrat dan lemak tertinggi diperoleh pada perlakuan 9 jam, masing-masing sebesar 27,46% dan 31,40%, namun keduanya menurun pada perlakuan 12 jam menjadi 23,77% dan 24,00% akibat pemanfaatan cadangan energi untuk metabolisme dan osmoregulasi. Survival rate tertinggi terdapat pada perlakuan 12 jam sebesar 49,28%, diikuti perlakuan 9 jam sebesar 44,89%, dan kontrol sebesar 39,20%, meskipun perbedaan tersebut belum signifikan secara statistik (p = 0,238). Hasil analisis GC-FID menunjukkan Chlorella vulgaris mengandung asam lemak esensial seperti EPA (0,24%), DHA (2,09%), dan ARA (0,30%) yang berpotensi meningkatkan kualitas nutrisi Artemia. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa lama perendaman berpengaruh nyata terhadap peningkatan profil nutrisi Artemia salina, dengan durasi 12 jam memberikan hasil terbaik untuk peningkatan protein serta asam lemak esensial, sedangkan durasi 9 jam menghasilkan kadar lemak dan karbohidrat tertinggi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

BIOENKAPSULASI Artemia salina DENGAN EKSTRAK RUMPUT LAUT DAN VITAMIN C UNTUK MENINGKATKAN PERFORMA LARVA UDANG WINDU (Penaeus monodon) MELALUI UJI IN-VIVO DENGAN Vibrio parahaemolyticus

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Fase larva rentan mengalami mortalitas tinggi akibat infeksi V. parahaemolyticus. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas bioenkapsulasi Artemia salina menggunakan ekstrak rumput laut Kappaphycus alvarezii, vitamin C, dan kombinasi terhadap performa larva udang windu Pascauji tantang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, ekstrak rumput laut 300 ppm, vitamin C 50 ppm, serta kombinasi ekstrak rumput laut 300 ppm dan vitamin C 50 ppm. Larva PL-12 dipelihara selama 15 hari dan diuji tantang dengan V. parahaemolyticus CFU/ml, kecuali kontrol negatif. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, gejala klinis, kualitas air, dan kelangsungan hidup. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi memberikan performa terbaik dengan pertumbuhan berat mutlak 2,0706 ± 0,224 g, pertumbuhan panjang mutlak 2,87 ± 0,16 mm, dan kelangsungan hidup 88,33 ± 2,89%. Gejala klinis pada perlakuan kombinasi lebih ringan dibandingkan dengan kontrol positif. Parameter kualitas air selama penelitian masih berada dalam kisaran yang layak untuk pemeliharaan udang windu berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 75 Tahun 2016. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa bioenkapsulasi Artemia salina dengan kombinasi ekstrak rumput laut Kappaphycus alvarezii 300 ppm dan vitamin C 50 ppm efektif meningkatkan performa larva udang windu melalui peningkatan kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan ketahanan terhadap infeksi Vibrio parahaemolyticus.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Bioenrichment Artemia salina Menggunakan Chlorella vulgaris Terhadap Laju Pertumbuhan dan Sintasan Larva Udang Windu (Penaeus monodon)

2026•

Udang windu (Penaeus monodon) merupakan salah satu komoditas unggulan Kalimantan Utara yang tingkat produksinya naik setiap tahun. Tingginya permintaan mendorong kebutuhan pakan dalam skala besar sehingga meningkatnya biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari bioenrichment Artemia salina menggunakan Chlorella vulgaris terhadap pertumbuhan dan sintasan postlarva udang windu sebagai pakan alternatif dari pakan komersial. Penelitian ini dilakukan selama 20 hari menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan yang terdiri dari P1 (A. salina), P2 (pakan komersil), P3 (bioenrichment A. salina menggunakan C. vulgaris selama 6 jam) data yang diperoleh dari hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 (bioenrichment A. salina menggunakan C. vulgaris selama 6 jam) menunjukkan pertumbuhan average body length (0,62cm), average body weight (0,0108g), dan average daily growth (0,0017g) terbaik dibanding perlakuan lainnya. Parameter survival rate terbaik terdapat pada perlakuan P1 (A. salina) yaitu (17,4%). Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa bioenrichment A. salina menggunakan C. vulgaris selama 6 jam dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan postlarva udang windu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pengkayaan Pakan Artemia salina Yang Diberi Chlorella vulgaris Terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Post Larva Udang Windu (Penaneus monodon)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keberhasilan budidaya dipengaruhi oleh kemampuan post larva udang untuk bertahan hidup, yang seringkali rentan terhadap kematian akibat kekurangan nutirisi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemberian nutrisi tambahan melalui Bioenrichment Artemia salina dengan Chlorella vulgaris. Proses Bioenrichment selama 3 jam diharapkan memungkinkan Artemia salina menyerap nutrisi dari Chlorella vulgaris sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengkayaan pakan Artemia salina yang diberi Chlorella vulgaris terhadap pertumbuhan dan sintasan post larva udang windu (Penaeus monodon). Penelitian ini dilaksanakan selama 20 hari dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari P1 (Pakan alami Artemia salina), P2 (Pakan alami Bioenrichment Artemia salina dengan Chlorella vulgaris selama 3 jam), dan P3 (Pakan komersil). Parameter yang akan diamati meliputi Average Body Weight (ABW), Average Body Length (ABL), Average Daily Growrt (ADG), Survival rate (SR), dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P1 menghasilkan nilai kelangsungan hidup (SR) 17,4% yang tinggi dibandingkan dengan perlakuan P2 dan P3 tetapi perlakuan P3 menghasilkan nilai kelangsungan hidup (SR) 4,9% tidak lebih baik dibanding perlakuan P2 menghasilkan nilai kelangsungan hidup (SR) 13,4%. Kualitas air yang terkontrol seperti suhu, pH, oksigen terlarut (DO), salinitas dan amonia selama penelitian masih dalam kisaran batas toleransi dalam budidaya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pemberian pakan Bioenrichment Artemia salina menggunakan Chlorella vulgaris selama 3 jam waktu pengkayaan tidak memberikan pengaruh yang signifikan (95%) terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva udang windu (Penaeus monodon).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PROFIL NUTRISI ARTEMIA (Artemia salina)YANG DIPERKAYA Chlorella vulgaris SEBAGAI PAKAN HIDUP POTENSIAL DIKALIMANTAN UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Artemia salina merupakan salah satu pakan hidup yang umum digunakan, namun kandungan nutrisinya masih dapat ditingkatkan melalui proses bioenrichment menggunakan Chlorella vulgaris yang kaya akan asam lemak, protein, lipid, dan karbohidrat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil nutrisi Artemia salina yang diperkaya Chlorella vulgaris serta potensinya sebagai pakan hidup bagi larva udang windu (Penaeus monodon) di Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan, yaitu kontrol tanpa bioenrichment, bioenrichment selama 3 jam, dan bioenrichment selama 6 jam dengan masing – masing tiga ulangan. Uji pendahuluan menunjukkan bahwa salinitas 25 ppt menghasilkan tingkat kelangsungan hidup Artemia salina lebih tinggi dibandingkan 30 ppt, dengan nilai tertinggi pada perlakuan 6 jam sebesar 49,62% (25 ppt) dibandingkan 47,87% (30 ppt), sehingga digunakan sebagai kondisi optimal penelitian. Parameter utama yang diamati meliputi kadar protein, lemak dan asam lemak, karbohidrat, serta tingkat kelangsungan hidup (survival rate). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bioenrichment mampu meningkatkan kandungan nutrisi Artemia salina seiring bertambahnya lama waktu perlakuan, dimana kadar protein meningkat dari 18,45% (kontrol) menjadi 22,10% (6 jam), kadar lemak dari 17,80% menjadi 46,40%, dan karbohidrat dari 20,84% menjadi 30,13%. Selain itu, tingkat kelangsungan hidup tertinggi diperoleh pada perlakuan 6 jam sebesar 81,59%, dibandingkan kontrol (66,90%) dan 3 jam (51,15%). Hasil ini menunjukkan bahwa durasi bioenrichment 6 jam memberikan waktu optimal bagi Artemia salina untuk mengakumulasi nutrien dari Chlorella vulgaris. Dengan demikian, Artemia salina yang diperkaya Chlorella vulgaris berpotensi menjadi pakan hidup berkualitas untuk mendukung pertumbuhan dan sintasan larva udang windu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS BIOENRICHMENT PAKAN Artemia salina DENGAN PERENDAMAN Chlorella vulgaris TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN LARVA UDANG WINDU (Penaeus monodon)

2026•

Permasalahan yang sering terjadi pada budidaya larva udang windu (Penaeus monodon) yaitu mengalami rendahnya survival rate dan pertumbuh yang tidak seragam, salah satu cara untuk mengatasi permasalah tersebut adalah pemberian pakan alami berupa Artemia salina yang di enricment dengan menggunakan Chlorella vulgaris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan dan survival rate larva udang windu yang diberi pakan Artemia salina dengan pengayaan Chlorella vulgaris. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Budaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan selama 20 hari, menggunakan post larva stadia 13. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap serta 3 perlakuan dan 5 ulangan. K (pakan A. salina tanpa pengkayaan), A (Pakan komersil pelet), dan B (Pakan A. salina yang di perkaya). Parameter yang diamati beruapa Panjang Mutlak, Berat Mulak, Specific Growth Rate (SGR), SR dan Kualitas Air (suhu, pH, oksigen terlarut, salinitas dan amonia). Data dianalisis menggunakan Microsoft Excel, uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai panjang mutlak K (4,84mm + 0,6504), A (2,77mm + 1,0626) dan B (5,78mm+1,0378) nilai berat mutlak, pada K (0,1149 + 0,0366), A (0,1030 + 0,0376) dan B (0,2760g + 0,0812 ). Nilai SGR K (5,125% + 2,302), A (8,574% + 4,262), dan B (11,078% +1,413). Sedangkan pada nilai survival rate larva udang windu K (17,40% + 4,81), A (3,66% + 1,25), dan B (10,70% + 3,15). Nilai kualitas air selama penelitian pada parameter DO, salinitas, suhu, pH dan amonia secara keseluruhan sudah memenuhi buku mutu. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pemberian pakan Artemia salina yang di Bioenrichment menggunakan Chlorella vulgaris mampu mempengaruhi pertumbuhan (Panjang mutlak, berat mulak dan SGR) bagi larva udang windu dimana perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan B, sedangkan pada SR K, lebih unggul dibandingkan dengan A, dan B. Low survival rate ad uneven growht are common issues in culturing black tiger shrimp larvae. This study examines and survival rae in Artemia salina fed Chlorella vulgaris. He researcg was conducted at Universitas Boorneo Tarakan for 20 days, using the post-larvae stage 13. This experiment used a completely randomized design witth tthree treatment and five replication; K (A. salina without C. vulgaris), A (commercial pellet feed), and B (A. salina enrichment with C. vulgaris). Obsevved prameters were Absolute weight gain, Absolute weight gain, Specific Growth Rate (SGR), survuval rate (SR), and water quality (ttemoeraure, pH,dissolved oxygen, salinity, ammonia). Data were analyzed by Microsoft Excel, ANOVA and TSD test. The result showed that Absolute length gain values were K (4,84mm + 0,6504), A (2,77mm + 1.0626) and B (5,78mm + 1,0378), and Absolute weight gain values were K (0,1149 + 0,0366), A (0,1030 + 0,0376) and B (0,2760g+0,0812 ), and SGR values were K (5,125% + 2.302), A (8,574% + 4,262), dan B (11,078% +1,413). The SR were K (17,40% + 4,81), A (3,66% + 1,25), dan B (10,70% + 3,15). Water qualiy parametters, including dissolved oxygen, salinity, temperature, pH and ammonia generirally met sandar threshonds. The study concludes that feeding black tiger shrimp larvae A. salina encrichment with C. vulgaris (B) results in the highest growth permormance, as Absolute weight gain, Absolute weight gain, and Specific Growth Rate. However, the highes survival rate was observed in the group fed unenriched A. salina (K). Therefore, while enrichmen improves growth, it does not increase survival compared to unenrichment feed.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh penambahan vitamin c pada rotifera dan artemia terhadap sintasan larva kepiting bakau (Scylla serrata)

2025•

Abstrak Tingkat sintasan larva kepiting bakau (Scylla serrata) selama masa pemeliharaan di hatchery masih tergolong rendah, terutama pada stadia zoea. Salah satu penyebab utama adalah kurangnya kualitas nutrisi dari pakan alami seperti rotifera (Brachionus plicatilis) dan Artemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan vitamin C pada rotifera dan artemia terhadap kelangsungan hidup (sintasan) larva kepiting bakau. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan berupa perbedaan dosis vitamin C (0 ppm, 200 ppm, 250 ppm, dan 300 ppm). Parameter utama yang diamati adalah sintasan larva selama pemeliharaan dari stadia zoea I hingga crablet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan vitamin C secara signifikan meningkatkan sintasan larva, dengan hasil terbaik diperoleh pada perlakuan dosis 300 ppm. Hasil sintasan stadia crablet tertinggi sebesar 5,83%. Kualitas air selama penelitian masih berada dalam kisaran optimal. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengayaan pakan alami menggunakan vitamin C dapat meningkatkan nutrisi dan memperbaiki tingkat kelangsungan hidup larva kepiting bakau pada stadia Zoea- Crablet.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemberian Probiotik Pada Rotifera dan Artemia Terhadap Sintasan Larva Kepiting Bakau Scylla Serrata

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kepiting bakau Scylla serrata merupakan salah satu komoditas ekonomis dan saat ini kondisi kepiting sangat memprihatinkan diakibatkan ekploitasi. Permasalahan yang sering dihadapi dalam budidaya kepiting adalah rendahnya tingkat kelangsungan hidup dari larva kepiting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik EM4 pada pakan alami rotifera dan artemia terhadap sintasan larva kepiting, sebagai upaya pengembangan budidaya mulai dari larva kepiting bakau (Scylla serrata) sampai crablate. Penelitian dilaksanakan di mini hatchery koperasi produsen nelayan Kalimantan Utara menggunakan metode rancangan acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan meliputi pakan tanpa pengkayaan probiotik (P1) dan pakan yang diperkaya probiotik EM4 dengan dosis 0,01 ml/L (P2), 0,1 ml/L (P3), dan 1 ml/L (P4). Parameter utama yang diamati adalah tingkat sintasan larva dari stadia zoea I hingga crablate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P2 dengan dosis 0,01ml/L memberikan sintasan tertinggi hingga mencapai 7,50% pada fase crablate, sementara perlakuan tanpa probiotik (P1) memberikan sintasan terendah yaitu 3,33%. Penggunaan probiotik terbukti meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi oleh larva, yang berdampak pada kelangsungan hidup larva.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH SALINITAS BERBEDA TERHADAP DAYA TETAS KISTA Artemia sp

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pada habitat alaminya Artemia hidup pada salinitas yang tinggi. Artemia merupakan salah satu pakan alami bagi larva udang dan ikan yang banyak digunakan di tempat balai pembenihan atau pembudidaya benih udang dan ikan baik air laut maupun air tawar di seluruh Indonesia. Pada habitat alaminya Artemia hidup pada salinitas yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui salinitas optimal untuk penetasan kista Artemia sp. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknologi Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Metode pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif dilakukan dengan cara mengukur jumlah tetas artemia sp.. Sedangkan metode kualitatif dilakukan dengan pengamatan secara langsung yang kemudian dituliskan dalam bentuk kalimat. One-way Analysis of Variance (ANOVA) digunakan untuk melihat perbedaan hatching rate Artemia antar perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai tertinggi untuk penetasan kista Artemia sp adalah pada salinitas 30 ppt yaitu sekitar 107.000 individu/L, selanjutnya secara berurutan pada salinitas 35 ppt sekitar 83.000 individu/L, salinitas 25 ppt sekitar 65.666 individu/L, dan salinitas 40 ppt sekitar 53.666 individu/L. Berdasarkan uji ANOVA perlakuan salinitas 30 ppt berbeda nyata dengan seluruh perlakuan salinitas lainnya. Hasil uji duncan menunjukkan perlakuan dengan salinitas 25 ppt tidak berbeda nyata dengan salinitas 40 ppt tetapi berbeda nyata dengan salinitas 35 ppt.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI PROKSIMAT Artemia salina YANG DI PERKAYA DENGAN EKSTRAK DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Artemia salina merupakan salah satu jenis pakan alami yang banyak digunakan dalam usaha budidaya karena mudah dibudidayakan dan memiliki kandungan nutrisi yang cukup baik, namun masih perlu meningkatkan kandungan nutrisi agar pertumbuhan biota budidaya semakin meningkat. Peningkatan nutrisi A. salina dapat dilakukan dengan pengkayaan salah satunya dengan menggunakan ekstrak daun mengkudu. Daun mengkudu (Morinda citrifolia) mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh ikan seperti protein 15-20% juga asam amino esensial dan non esensial, vitamin serta mineral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrisi A. salina yang diperkaya dengan ekstrak daun mengkudu melalui uji proksimat. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen dan perbandingan menggunakan 4 perlakuan yang berbeda. Artemia salina dimasukkan ke dalam botol berukuran 1 liter dengan kepadatan 2 gram kemudian dilakukan pemeliharaan, pengkayaan dan pengujian proksimat. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan uji proksimat terbaik terdapat pada perlakuan P4 (150 ppm) dengan nilai protein 55,3%, lemak 16,4%, air 6%, abu 11,7%. Pengkayaan dengan ekstrak daun mengkudu pada A. salina dengan dosis yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda terhadap pertambahan kandungan nutrisi pada A. salina.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGKAYAAN Artemia salina MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) DENGAN DOSIS YANG BERBEDA PADA LAJU PERTUMBUHAN POSTLARVA (PL2) UDANG WINDU (Penaeus monodon)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tumbuhan herbal memiliki senyawa bioaktif yang mampu berperan dalam meningkatkan laju pertumbuhan organisme budidaya. Kandungan senyawa bioaktif pada tumbuhan karamunting seperti falavonid, tanin, saponin, dan isoflavonid, berpotensi meningkatkan laju pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pengkayaan Artemia Salina Menggunakan Ekstak Daun Karamunting (Melastoma malabathricum) Dengan Dosis Yang Berbeda Pada Laju Pertumbuhan Post Larva (PL2) Udang Windu (Penaeus monodon). Desain penelitian terdiri 4 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu kontrol (tanpa perendaman ekstrak), dan perendaman ekstrak daun karamunting dengan dosis yang berbeda (50, 100 dan 150 ppm). Parameter yang diamati adalah Pertumbuhan panjang mutlak, survival rate dan Kualitas air. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan ANOVA dan software SPSS hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ekstrak daun karamunting dengan dosis 100 ppm merupakan perlakuan terbaik dengan laju pertumbuhan panjang dan tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Pengkayaan Artemia salina menggunakan ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum) dengan dosis yang berbeda pada dosis 100 ppm memberikan hasil berbeda dengan signifikan terhadap laju pertumbuhan benur udang windu pada stadia post larva.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

pengaruh penambahan formula oil crab pada artemia salina terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih udang windu (penaeus monodon)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Udang windu (penaeus monodon) merupakan udang asli Indonesia yang telah dibudidayakan sejak beberapa dekade lalu. Salah satu faktor yang dapat menentukan pertumbuhan udang windu adalah hormon. Hormon merupakan zat yang dihasilkan makhluk hidup yang berfungsi untuk mengendalikan berbagai fungsi dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih udang windu menggunakan pakan alami Artemia salina yang diperkaya formula Oil crab dengan dosis yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 3 perlakuan dan 4 ulangan. Pemberian pakan Artemia salina yang diperkaya dengan perendaman Oil crab selama 2 jam dengan dosis yang berbeda (1ml/L dan 5 ml/L). Parameter yang diamati meliputi; perhitungan panjang mutlak, kelangsungan hidup ikan (SR) dan kualitas air (pH, suhu, salinitas, DO dan Amoniak). Perlakuan penambahan perendaman artemia dan oil crab dengan dosis 1 ml/L dan 5ml/L mendapatkan hasil yang berpengaruh nyata (P0,05) terhadap pertumbuhan panjang benih udang windu dibandingkan dengan kontrol. Tingkat kelangsungan hidup benih udang windu memberikan hasil yang tidak berpengaruh nyata (P>0.05). Kualitas air yang didapatkan masih dalam kisaran normal pada pH 8, suhu 25 - 30°C, salinitas 26 – 29 ppt, DO 5 mg/L, dan Amoniak 0,142 mg/L, 0,113 mg/L dan 0,164 mg/L. Perendaman Oil crab pada Artemia salina dapat meningkatkan kualitas pakan sehingga dapat membantu pertumbuhan secara optimal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGKAYAAN MOL PADA Artemia salina DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN CUPANG (Betta sp) DI KOTA TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan cupang merupakan ikan hias yang mempunyai nilai komersial yang cukup tinggi baik untuk pasar dalam negeri maupun pasar ekspor. Meningkatkan pertumbuhan ikan cupang diperlukan pakan yang berkualitas. Pakan adalah salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan karena pakan berfungsi sebagai pemasok energi untuk meningkatkan pertumbuhan dan mempertahankan kelangsungan hidup. Pertumbuhan adalah pertambahan panjang atau berat dalam kurun waktu tertentu. Pertumbuhan dalam individu diperoleh dari penambahan jaringan akibat penambahan sel secara mitosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengkayaan MOL pada Artemia salina dengan konsentrasi yang berbeda terhadap pertumbuhan ikan cupang (Betta sp). Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap, yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga pengulangan. Pemberian pakan Artemia salina yang diperkaya dengan perendaman MOL selama 3 jam dengan konsentrasi yang berbeda (20%, 40% dan 60%). Parameter yang diamati meliputi; Pengamatan pertambahan berat, kelangsungan hidup ikan (SR) dan kualitas air (pH dan suhu). Perlakuan penambahan perendaman MOL pada Artemia salina dengan konsentrasi 20, 40 dan 60 % menunjukan hasil yang tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap pertumbuhan berat mutlak larva ikan cupang bila dibandingkan dengan kontrol yang tidak diperkaya MOL. Kelangsungan hidup larva ikan cupang selama pemeliharaan 30 hari menunjukan hasil SR yang baik disetiap perlakuan dengan jumah larva 12 ekor. Kelangsungan hidup larva ikan cupang pada akhir penelitian adalah 100%. Kualitas air yang didapatkan masih dalam kisaran normal pada suhu 27 - 28°C dan Ph 6 – 7. Penambahan perendaman MOL pada Artemia salina dapat dijadikan sumber pakan alternatif untuk kegiatan pertumbuhan pada ikan cupang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGKAYAAN MOL Maja PADA ARTEMIA Sp DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN CUPANG (Betta Sp) DI KOTA TARAKAN

2022•

Ikan cupang dengan nama ilmiah (Betta Sp) merupakan salah satu jenis ikan hias yang berasal dari Asia Tenggara. Ikan hias ini sangat diminati oleh masyarakat karena memiliki prospek pasar yang cukup menjanjikan salah satunya ikan cupang (Betta Sp) merupakan jenis ikan air tawar dengan nilai jual tinggi dan ikan cupang memiliki bentuk ekor yang beragam seperti ekor yang bertipe mahkota, ekor penuh dan tipe slayer dengan sirip panjang dan berwarna-warni. Mikroorganisme lokal (MOL) yang digunakan dalam penelitian ini berupa mol maja dimana mol maja ini dibuat dengan menggunakan bahan rumah tangga buah maja, air cucian beras dan air gula yang mengandung bakteri (Bacillus sp, Azospirillum sp dan Azotobacter sp). Penggunaan mol dalam penelitian ini karena mengandung hormon yang berfungsi sebagai perangsang pertumbuhan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengkayaan MOL maja pada Artemia dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan ikan cupang (Betta Sp). Penelitian ini meggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga pengulangan. Perlakuan terdiri dari kontrol, dosis mol 100ppm, 300ppm, 500ppm. Parameter yang diamati meliputi; bobot mutlak, kelangsungan hidup dan kualitas air ( suhu, pH). Hasil penelitian menggunakan analisis ragam (Anova), menunjukan bahwa setiap perlakuan uji tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap pertumbuhan bobot mutlak dan kelangsungan hidup larva ikan cupang. Pertumbuhan bobot mutlak tertinggi terjadi pada P3 (dosis mol 500ppm). Nilai kelangsungan hidup semua perlakuan adalah 100%. Hasil pengukuran kualitas air menunjukkan kelayakan untuk semua parameter.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BIOENRICHMENT (Artemia salina) DENGAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN POST LARVA UDANG WINDU (Penaeus monodon)

2022•

Pengkayaan artemia menggunakan ekstrak daun karamunting memberikan respon positif pada pertumbuhan benur udang windu yang dilakukan dalam skala laboratorium. Perlunya pengujian lebih lanjut pada skala tambak tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bioenrichment Artemia salina dengan ekstrak daun karamunting terhadap laju pertumbuhan benur udang windu (Penaeus monodon) yang dipelihara di tambak tradisional. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada pembudidaya mengenai potensi Artemia salina dengan ekstrak karamunting untuk meningkatkan pertumbuhan dengan keunggulan ramah lingkungan sehingga mendukung kegiatan akuakultur berkelanjutan. Rancangan penelitian ini merupakan eksprimental, terdiri dari 2 perlakuan 5 kali ulangan. Perlakuan K0 (Kontrol) Pemberian pakan tanpa perendaman ekstrak Perlakuan P1 (100 ppm) Pemberian pakan dengan perendaman ekstrak selama 8 jam. Pengukuran parameter kelangsungan hidup benur udang windu (Spesific Growth Rate) dan Analisis data. Hasil statistik menunjukkan bahwa Spesific Growth Rate dengan pemberian ekstrak karamunting menunjukkan berbeda nyata (P˂0,05). Spesific Growth Rate pada Kontrol (12,93%), dan Perlakuan (13,39%). Bioenrichment Artemia menggunakan daun karamunting pada Artemia selama 8 jam memberikan pertumbuhan panjang dan berat mutlak sangat signifikan pada post larva udang windu

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BIOENRICHMENT Artemia salina DENGAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN PADA PL-20 UDANG WINDU (Penaeus monodon) YANG DIPELIHARA DITAMBAK TRADISIONAL

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengkayaan Artemia salina sebagai pakan alami dalam kegiatan pembenihan udang windu telah banyak dilakukan untuk meningkatkan nilai nutrisinya. Pengkayaan artemia melalui penambahan berbagai senyawa, seperti vitamin, mineral, dan tumbuhan herbal. Salah satu herbal yang berpotensi sebagai imunostimulan alamiah adalah tumbuhan karamunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bioenrichment Artemia salina dengan ekstrak daun karamunting terhadap laju pertumbuhan benur udang windu (Penaeus monodon) yang dipelihara di tambak tradisional. Rancangan penelitian merupakan penelitian eksperimental yang terdiri dari dua perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan Kontrol, pemberian pakan tanpa perendaman ekstrak dan perlakuan pemberian pakan artemia yang diperkaya dengan ekstrak selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan laju pertumbuhan spesifik tertinggi diperoleh pada pelakuan yang diberi pengkayaan ekstrak daun karamuntin, sebesar 12,65%. Sedangkan untuk laju pertumbuhan spesifik terendah didapatkan pada perlakuan kontrol sebesar 11,80%. Tingkat kelangsungan hidup pada semua perlakuan berkisar 10-16%. Bioenrichment Artemia salina menggunakan ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum) memberikan hasil yang signifikan terhadap laju pertumbuhan lebih tinggi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH LAMA PERENDAMAN BIOENRICHMENT EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) PADA Artemia salina TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN BENUR WINDU (Penaeus monodon)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH LAMA PERENDAMAN BIOENRICHMENT EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) PADA Artemia salina TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN BENUR WINDU (Penaeus monodon) Abstrak Tumbuhan herbal memiliki senyawa bioaktif yang mampu berperan sebagai agen dalam meningkatkan laju pertumbuhan organisme budidaya. Kandungan senyawa bioaktif pada tumbuhan karamunting seperti falavonid, tanin, saponin, fenolik dan isoflavonid, berpotensi sebagai agen yang mampu meningkatkan laju pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama bioenricment Artemia salina dengan ekstrak daun karamunting terhadap laju pertumbuhan benur udang windu (Penaeus monodon). Desain pada penelitian ini terdiri 4 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu; kontrol (tanpa perendaman ekstrak), dan perendaman ekstrak daun karamunting dengan lama waktu perendaman yang berbeda daun karamunting dengan (24,48 dan 72 jam). Hasil penelitian ini menujukkan bahwa pemberian ekstrak daun karamunting dengan lama perendaman 72 jam memberikan nilai pertumbuhan berat spesifik tertinggi yaitu 11,31%. Hasil ini juga menunjukkan bahwa pemeliharaan hari ke 0 sampai hari ke 14, benur dengan perlakuan mengalami perubahan panjang lebih dominan dibandingkan kontrol. Tingkat kelangsungan hidup benur untuk semua perlakuan, berkisar antara 46-60%. Kesimpulan bahwa bioenricment Artemia salina mengunakan ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum) dengan dengan lama perendaman yang berbeda memberikan hasil yang signifikan pada pertumbuhan spesifik benur udang windu PL 15. Perlakuan Bioenrichment Artemia dengan lama perendaman 72 jam memberikan hasil pertumbuhan terbaik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH LAMA PERENDAMAN BIOENRICHMENT EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) PADA Artemia salina TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN BENUR UDANG WINDU (Panaeus monodon)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tumbuhan herbal memiliki senyawa bioaktif yang mampu berperan sebagai agen dalam meningkatkan laju pertumbuhan organisme yang dibudidayakan. Kandungan senyawa bioaktif dari herbal karamunting seperti flavonoid, tanin, saponin, fenolik dan isoflavonoid, berpotensi sebagai agen yang mampu meningkatkan laju pertumbuhan dan sebagai tonik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan alami Artemia salina yang telah diperkaya dengan ekstrak daun karamunting terhadap laju pertumbuhan benur udang windu (Panaeus monodon). Desain penelitian ini terdiri 4 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu; kontrol (tanpa perendaman ekstrak), dan perendaman ekstrak daun karamunting dengan lama waktu perendaman yang berbeda (8, 16 dan 24 jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ekstrak dengan lama perendaman 24 jam memberikan nilai pertumbuhan berat spesifik tertinggi. yaitu 11,92%. Hasil ini juga menunjukkan bahwa pada pemeliharaan hari ke 0-20, benur dengan perlakuan mengalami perubahan panjang lebih dominan dibandingkan kontrol. Tingkat kelangsungan hidup benur untuk semua perlakuan, berkisar antara 70-83%. Kesimpulan bahwa bioenrichment Artemia salina menggunakan ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum) dengan lama perendaman memberikan hasil yang signifikan terhadap pertumbuhan spesifik benur udang windu PL 20. Ekstrak daun karamunting memiliki potensi sebagai growth promotor.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail