ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Spons laut merupakan sumber senyawa bioaktif yang potensial dalam antibakteri, antikanker, antiinflamasi dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifika kandungan bioaktif bakteri simbion spons Clathria sp. melalui uji fitokimia dan menemukan bakteri simbion Clathria sp, yang berpotensi menghasilkan senyawa antioksidan. Penenlitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Uji fitokimia menunjukkan bahwa dari 23 isolat bakteri simbion Clathria sp, mengandung saponin. Uji antioksidan dengan metode DPPH diperoleh aktivitas terbaik dengan persentase inhibisi rata-rata diatas 50% pada isolat C1 (56,46%), C3 (53,17%), C13 (54,49%), dan C15 (53,06%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bakteri simbion Clathria sp, berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif dan antioksidan, dan membuka peluang pengembangan obat antimikroba dan antioksidan di masa depan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan buntal (Tetraodontidae sp.) merupakan ikan yang sering ditemukan di desa Teluk Semanting Kepulauan Derawan Kabupaten Berau Kalimatan Timur. Potensi ikan buntal dapat dikembangkan pada bidang pangan maupun non pangan. Tujuan penelitian ini adalah mengkarasteristik kandungan kimia ikan buntal segar, menentukan nilai rendemen ikan buntal, kadar toksisitas dan komponen bioaktif. Metode penelitian ini terbagi menjadi 4 tahapan yakni tahapan pertama karasteristk kimia meliputi pengukuran morfometrik, tahapan kedua uji ekstraksi ikan buntal mengunakan 3 jenis pelarut etanol, etil asetat, dan n-heksan, tahapan ketiga yakni penentuan senyawa aktif ikan buntal segar, tahapan keempat penentuan kandungan toksisitas pada ikan buntal segar mengunakan metode Brine Shirmp Lethality Test (BSLT) mengunakan larva udang Artemia Salina. Hasil penelitian menujukkan bahwa pengukuran morfometrik terdiri dari panjang 32,80±7,82 cm, diameter 31,00±7,75 cm, berat total 1205,80±845,32 gr, berat daging 544,80±320,67 gr, rendemen daging 10.22%. Rendemen ekstrak daging etanol 1,50, ekstrak daging etil asetat 1,15, ekstrak daging n-heksan 0,81, ekstrak etanol kulit 1,81, dan ektrak etanol jeroan 0,56. Komponen bioaktif ekstrak etanol, etil asetat, dan n-heksan mengandung alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, fenol hidrokuinon, dan steroid. Kandungan toksisitas pada ekstrak etanol daging, etil asetat daging, n-heksan daging, etanol kulit dan etanol jeroan mengandung toksik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pulau Kalimantan merupakan salah satu pulau terbesar yang ada di Indonesia dan memiliki pulau-pulau kecil salah satunya adalah pulau Derawan. Pulau derawan dikenal juga sebagai daerah episenter kehidupan laut yang memiliki keragaman biota laut salah satunya adalah bulu babi. Bulu babi dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan obat-obatan yang berkhasiat, selain itu gonad bulu babi memiliki kandungan omega 3. Tujuan dari penelitian ini mengidentifikasi pengukuran morfometrik, memperoleh rendemen ekstrak kasar menggunakan larutan metanol, etil asetat, dan n-heksana, menganalisis aktivitas antioksidan dan antibakteri dari gonad bulu babi, dan memperoleh senyawa bioaktif dan nilai toksisitas dari ekstrak gonad bulu. Penelitian diawali dengan pengujian morfometrik yang meliputi pengukuran panjang, diameter, berat daging, dan berat cangkang dengan hasil morfometrik didapatkan panjang total 6,48 cm, diameter 4,99 cm, berat total 51,90 gram, berat gonad 4,33 gram, berat cangkang kosong 33,63 gram, dan rendemen gonad 4,32%. gonad bulu babi diekstrak melalui proses maserasi dengan 3 pelarut. Hasil rendemen ekstrak didapatkan metanol sebanyak 2,41%, etil asetat sebanyak 0,85%, dan n-heksana sebanyak 0.28%. uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1 Diphenyl-2-Pikrylhydrazyl) hasil yang didapatkan nilai IC50 dengan ekstrak metanol 2,14 µg/mL, etil asetat 2,59 µg/mL, n-heksana 1,83 µg/mL, asam askorbat 1,55 µg/mL. Uji aktivitas antibakteri menggunakan bakteri E. coli, dan S.aereus hasil yang didapatkan dari ketiga ekstrak metanol, atil asetat, n-heksana mendapatkan hasil yang sama yakni 6,00 mm dengan gram positif dan gram mendapatkan hasil bakteri E.coli 24,69 mm dan bakteri S.aereus 25,31 mm untuk gram negative mendapatkan hasil yang sama yakni 6,00 mm sehingga tidak memiliki aktivitas antibakteri. Dan uji toksisitas menggunakan metode BSLT mendapatkan hasil metanol 171,56 µg/mL, etil asetat 159,84 µg/mL, n-heksana 354,10 µg/mL. Pengujian fitokimia ekstrak gonad bulu babimenggunakan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, fenol, steroid mendapatkan hasil yang kuat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pulau Derawan memiliki keanekaragaman hayati yang sangat kaya, salah satunya adalah teripang. Teripang mengandung komponen bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, dan saponin yang bermanfaat untuk respon metabolisme tubuh, dan senyawa yang terdapat dalam teripang telah terbukti secara ilmiah memiliki sifat antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan rendemen ekstrak teripang, menganalisis aktivitas antioksidan, dan membandingkan komponen bioaktif dan toksisitas menggunakan pelarut metanol, etil asetat, n-heksana. Metode penelitian ini menggunakan proses ekstraksi dengan maserasi bertingkat pelarut metanol, etil asetat, dan n-heksana. Uji aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) dengan analisis Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang dilanjutkan uji lanjut duncan. Analisis komponen bioaktif menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Uji Toksisitas menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Tets (BSLT). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rendemen ekstrak pasta teripang pada pelarut metanol sebesar 2,43%, etil asetat sebesar 0,66% dan n-heksana sebesar 0,47%. Aktivitas antioksidan ekstrak teripang menunjukkan ekstrak metanol sangat kuat (IC50 20,62 µg/mL), ekstrak etil asetat kuat (IC50 60,71 µg/mL), dan ekstrak n-heksana lemah (IC50 162,92 µg/mL). Hal ini didukung oleh komponen bioaktif yang terkandung pada ekstrak teripang yakni pada alkaloid, steroid, flavonoid, dan saponin. Uji Toksisitas mendapatkan nilai LC50 yaitu ekstrak metanol 109,63 µg/mL, ekstrak etil asetat 197,44 µg/mL, dan ekstrak n-heksana 499,22 µg/mL dikategorikan toksik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tumbuhan herbal memiliki senyawa bioaktif yang mampu berperan dalam meningkatkan laju pertumbuhan organisme budidaya. Kandungan senyawa bioaktif pada tumbuhan karamunting seperti falavonid, tanin, saponin, dan isoflavonid, berpotensi meningkatkan laju pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pengkayaan Artemia Salina Menggunakan Ekstak Daun Karamunting (Melastoma malabathricum) Dengan Dosis Yang Berbeda Pada Laju Pertumbuhan Post Larva (PL2) Udang Windu (Penaeus monodon). Desain penelitian terdiri 4 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu kontrol (tanpa perendaman ekstrak), dan perendaman ekstrak daun karamunting dengan dosis yang berbeda (50, 100 dan 150 ppm). Parameter yang diamati adalah Pertumbuhan panjang mutlak, survival rate dan Kualitas air. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan ANOVA dan software SPSS hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ekstrak daun karamunting dengan dosis 100 ppm merupakan perlakuan terbaik dengan laju pertumbuhan panjang dan tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Pengkayaan Artemia salina menggunakan ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum) dengan dosis yang berbeda pada dosis 100 ppm memberikan hasil berbeda dengan signifikan terhadap laju pertumbuhan benur udang windu pada stadia post larva.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kerang balelo (Conomurex sp.) merupakan moluska yang banyak ditemukan di kepulauan Derawan, Kalimantan timur. potensi kerang balelo dapat dikembangkan pada bidang pangan maupun non pangan. Tujuan penelitian ini adalah mengkarakteristik kandungan kimia kerang balelo rebus, menentukan aktivitas antioksidan dan komponen bioaktif. Metode penelitian ini terbagi mejadi 3 tahapan yakni tahapan pertama karakterisasi kimia meliputi pengukuran morfometrik, uji proksimat, asam amino, asam lemak, mineral dan logam, tahapan kedua uji ekstraksi kerang balelo menggunakan 3 jenis pelarut yaitu metanol, etil asetat dan n-heksan, tahapan ketiga yakni penentuan aktivitas antioksidan kerang balelo rebus menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan uji lanjut Duncan dan penentuan senyawa aktif kerang balelo rebus. Hasil penelitain menunjukkan bahwa pengukuran morfometrik terdiri dari panjang 5,17 cm, diameter 2,87 cm, dan rendemen daging sebesar 13,06%. Kerang balelo rebus memiliki kandungan protein sebesar 35,5%, abu 13,13%, lemak 1,39% dan karbohidrat 34,98%. Total asam amino esensial sebesar 34,79% dan asam amino non esensial sebesar 16,85%. Total asam lemak jenuh (SFA) sebesar 17,58, asam lemak tak jenuh (MUFA) 1,79%, asam lemak tak jenuh ganda (PUFA) 1,34%, omega-3 2,84% dan omega-6 0,85%. Mineral tertinggi terdapat pada iron (Fe) sebesar 1301,20 mg/kg dan logam terdapat pada mercury sebesar 0,17%. Rendemen daging kerang balelo rebus sebesar 10,04%, dan rendemen ekstrak metanol 10,04±1,24, etil asetat 1,27±0,37 dan n-heksan 0,34±0,03. Aktivitas antioksidan kerang balelo rebus menunjukkan ekstrak metanol, etil asetat dan n-hexan memiliki aktivitas yang berpotensi sebagai antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 74,96 μg/mL pada ekstrak metanol, 43,57 μg/mL ekstrak etil asetat, 163,08 μg/ mL ekstrak n-hexan. Komponen bioaktif ekstrak metanol, etil asetat dan n-hexan mengandung alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, fenol hirokuinon dan steroid.