Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

24 hasil
Subjek: Antioksidan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS ANTIOKSIDAN DAN ANTIMIKROBIAL ALAMI PADA BEBERAPA TUMBUHAN HUTAN PENELITIAN BORNEO

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia memiliki keanekaragaman sumber daya hayati yang melimpah salah satunya adalah Hutan Penelitian Universitas Borneo Tarakan di Kota Tarakan Kalimantan Utara. Tumbuhan memiliki kemampuan sebagai antioksidan, antimikroba, antivirus, antiradang, antialergi dan antikanker karena adanya senyawa metabolit sekunder yang terkandung pada tumbuhan tersebut seperti alkaloid, flavonoid, saponin dan steroid. Oleh karena itu, tumbuhan hutan penelitian Borneo diduga memiliki potensi yang sama sebagai antibacterial agent dan Antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konsentrasi paling efektif dari ekstrak tumbuhan Hutan Penelitian Borneo yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen dan potensi sebagai Antioksidan. Pada uji antimikroba mengunakan metode difusi agar sumuran dengan mengunakan beberapa jenis tumbuhan dengan variasi konsentrasi 2500 ppm, 5000 ppm dan 10000 ppm. Kontrol positif mengunakan Chloramphenicol dengan konsentrasi 100 ppm dan kontrol negatifnya etanol 40%. Pada uji antioksidan mengunakan DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) dengan variasi konsentrasi 25 ppm, 50 ppm dan 100 ppm. Kontrol positif mengunakan vitamin C. Hasil penelitian menunjukan aktivitas antioksidan tertinggi ditunjukkan ekstrak daun P. alternifolium konsentrasi 25 ppm hingga 100 ppm pada konsentrasi 100 ppm nilai persentase hambat sebesar 87,19%. tidak berbeda nyata dengan vitamin C sehingga aktivitas antioksidan ekstrak daun hutan Borneo diindikasi sama dengan vitamin C. Hasil yang diperoleh pada uji antimikroba penghambatan tertinggi ditunjukkan oleh ekstrak daun F. fulgens memiliki aktivitas penghambatan tertinggi ditunjukkan pada konsentrasi 10000 ppm terhadap bakteri S. sobrinus, P. acne dan S. mutans tetapi konsentrasi paling efektif yaitu 2500 ppm secara berturut-turut sebesar 58,4%, 57,6% dan 50%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Aktivitas Antioksidan Senyawa Astaxanthin Yang Diisolasi Dari Kulit Udang Windu ( Penaeus monodon) Menggunakan Pelarut Hexana: isopropanol

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Kulit udang windu (Penaeus monodon) merupakan limbah hasil perikanan yang melimpah dan berpotensi sebagai sumber astaxanthin, sebuah senyawa karotenoid dengan aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Penelitian ini bertujuan mengekstraksi astaxanthin dari kulit udang windu yang ada di Kota Tarakan menggunakan pelarut hexana: isopropanol (3:2) serta menguji potensi antioksidannya. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan pelarut hexana: isopropanol (3:2 v/v) selama 3 hari, pada suhu ruang ekstrak dikarakterisasi kadar astaxanthinnya menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 476 nm, aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode ABTS (2,2'-azino-bis (3ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid)) pada panjang gelombang 741 nm dengan Trolox sebagai standar pembanding. Hasil penelitian menunjukkan kadar astaxanthin yang diperoleh dengan nilai rata rata 104,77 µg/g ± 11,93 µg/g. Pengujian aktivitas antioksidan dengan metode ABTS menunjukkan bahwa ekstrak astaxanthin dari kulit udang windu memiliki nilai % inhibisi sebesar 11,63% dengan nilai TEAC (Trolox Equivalent Antioxidant Capacity) sebesar 0,0721 µmol TE/g sampel kering. Kombinasi pelarut hexana dan isopropanol terbukti efektif mengisolasi astaxanthin dari limbah kulit udang. Penelitian ini memberikan informasi penting mengenai potensi pemanfaatan limbah kulit udang windu sebagai sumber antioksidan alami bernilai ekonomi tinggi, sekaligus solusi pengelolaan limbah perikanan yang lebih berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, TOKSIKSITAS, DAN KOMPONEN BIOAKTIF EKSTRAK Sargassum sp DARI PERAIRAN NUNUKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sargassum sp merupakan makroalga cokelat yang keberadaannya cukup melimpah di perairan Nunukan, Kalimantan Utara, dan diketahui berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengevaluasi aktivitas antioksidan, kandungan senyawa bioaktif, serta tingkat toksisitas pada berbagai ekstrak Sargassum sp. Proses ekstraksi dilakukan melalui metode maserasi dengan menggunakan empat jenis pelarut, yakni etanol 96%, etil asetat, n-heksana, dan petroleum eter. Aktivitas antioksidan dianalisis menggunakan metode DPPH, identifikasi senyawa bioaktif dilaksanakan melalui uji fitokimia, sementara pengujian toksisitas dilakukan dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) menggunakan larva Artemia salina. Hasil pengujian antioksidan menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat memiliki aktivitas tertinggi dengan nilai IC50 sebesar 3,93 ppm, diikuti oleh ekstrak n-heksana dan etanol dengan nilai IC50 masing-masing 55,49 ppm dan 64,20 ppm, serta petroleum eter sebesar 4.032,33 ppm. Uji fitokimia mengkonfirmasi keberadaan senyawa alkaloid, flavonoid, steroid, dan saponin dalam ekstrak. Adapun hasil uji toksisitas menunjukkan nilai LC50 petroleum eter sebesar 219,7475 ppm, n-heksana 257,8258 ppm, etil asetat 559,898 ppm, dan etanol 478.300.000.000 ppm, yang mengindikasikan bahwa ekstrak petroleum eter memiliki tingkat toksisitas tertinggi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Formulasi Masker Wajah (Kappaphycus alvarezii) Terhadap Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jenis rumput laut Kappaphycus alvarezii memiliki kandungan senyawa yang bermanfaat untuk melindungi kulit dari penuaan dini dan diduga dapat menghambat perkembangan bakteri yang dapat menimbulkan jerawat. Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruhnya terhadap rendemen, aktivitas antioksidan, kemampuan antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes, serta tingkat penerimaan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rendemen rumput laut kering sebesar 20,57%, yang menunjukkan bahwa proses pengeringan yang dilakukan telah berlangsung secara efektif dan sesuai dengan karakteristik bahan baku rumput laut. Aktivitas antioksidan terbesar terdapat pada konsentrasi 25 mg/L sebesar 41,55% dengan perlakuan 40:60, sedangkan aktivitas terendah muncul pada konsentrasi 75 mg/L sebesar 7,14% pada perlakuan 60:40. Berdasarkan uji antibakteri hasil pengukuran diameter zona hambat (mm), seluruh formulasi masker dengan variasi rasio (20:80, 40:60, 60:40, dan 80:20) termasuk dalam kategori sedang, dengan diameter zona hambat berkisar antara 6 hingga 9 mm. Secara spesifik, formulasi 20:80 menunjukkan nilai tertinggi yaitu 9 mm, diikuti oleh 40:60 (8 mm), 60:40 (7 mm), dan 80:20 (6 mm). Berdasarkan uji organoleptik terhadap 30 panelis. Pada uji organoleptik formula 20:80 paling disukai dari segi warna, tekstur, dan aroma. Secara keseluruhan, masker wajah berbahan dasar rumput laut dengan kombinasi bahan alami ini berpotensi menjadi produk perawatan kulit yang aman, efektif, dan dapat menjadi alternatif pengganti produk berbahan kimia sintetis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENELUSURAN SENYAWA POLIFENOL SEBAGAI ANTIOKSIDAN ALAMI DARI EKSTRAK DAUN DAN BUAH MANGROVE ASOSIASI Glochidion zeylanicum

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hutan mangrove Indonesia dikenal memiliki keanekaragaman hayati tinggi dengan potensi besar sebagai sumber senyawa bioaktif alami. Salah satu tumbuhan asosiasi mangrove yang menarik untuk diteliti adalah Glochidion zeylanicum, karena diketahui mengandung metabolit sekunder yang berperan dalam aktivitas biologis, khususnya antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa bioaktif, khususnya polifenol, serta menguji aktivitas antioksidan dari ekstrak daun dan buah tumbuhan tersebut.Sampel daun dan buah diperoleh dari kawasan pesisir Kota Tarakan, Kalimantan Utara, kemudian diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol 96%. Analisis yang dilakukan mencakup penentuan kadar air, kadar abu, uji fitokimia, uji polifenol, serta pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH berdasarkan nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan kadar air pada daun sebesar 33% dan pada buah sebesar 71%, dengan kadar abu masing-masing 5%. Uji fitokimia mendeteksi adanya alkaloid, fenol, flavonoid, saponin, dan tanin, sementara senyawa steroid tidak ditemukan. Uji kualitatif polifenol menggunakan FeCl3 menunjukkan perubahan warna menjadi kehitaman hingga biru tua, menandakan adanya polifenol dalam ekstrak. Pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan ekstrak daun memiliki nilai IC50 sebesar 2,2574 ppm, sedangkan ekstrak buah sebesar 5,585 ppm. Kedua nilai ini tergolong sangat kuat (IC50 50 ppm), sehingga mengindikasikan potensi tinggi sebagai sumber antioksidan alami. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa ekstrak daun dan buah G. zeylanicum dapat dijadikan dasar pengembangan produk herbal atau formulasi obat tradisional modern. Penelitian lanjutan direkomendasikan untuk isolasi senyawa spesifik dan uji aktivitas biologis lain guna memperluas pemanfaatannya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENENTUAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERTA KANDUNGAN FLAVONOID DAN FENOLIK PADA EKSTRAK ETIL ASETAT BUAH ECENG PADI (Monochoria vaginalis)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Eceng padi (Monochoria vaginalis) yang sering dianggap sebagai gulma, dilaporkan memiliki potensi bioaktif, namun eksplorasi pada bagian buah masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan serta kandungan total fenolik dan flavonoid pada ekstrak etil asetat buah eceng padi. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etil asetat. Aktivitas antioksidan diuji dengan metode DPPH dan ABTS, yang hasilnya dinyatakan dalam nilai IC50, sementara kadar fenolik dan flavonoid total dianalisis secara spektrofotometri menggunakan reagen Folin-Ciocalteu dan kompleksisasi AlCl₃.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat buah eceng padi memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dan konsisten pada kedua metode uji, dengan nilai rata rata IC50 sebesar 52,78 ± 14,792 µg/mL (DPPH) dan 51,01 ± 21,19 µg/mL (ABTS). Kandungan senyawa fenolik total yang terukur adalah 137,03 ± 6,523 mg GAE/g ekstrak, sedangkan flavonoid total sebesar 175,54 ± 9,889 mg QE/g ekstrak. Meskipun kadar fenolik dan flavonoid totalnya tergolong lebih rendah jika dibandingkan dengan bagian herba dari tanaman yang sama, ekstrak buah justru menunjukkan aktivitas antioksidan yang lebih poten. Kesimpulan dari penelitian ini adalah buah eceng padi merupakan sumber antioksidan alami yang potensial. Pemanfaatan buah yang selama ini sering terbuang dapat memberikan nilai tambah dan kontribusi dalam pengembangan bahan baku untuk industri pangan fungsional maupun farmasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERTA PENETAPAN KADAR FLAVONOID DAN FENOLIK EKSTRAK ETANOL KUNCUP BUNGA ECENG PADI (Monochoria sp.)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Eceng padi (Monochoria sp.) meskipun dikenal sebagai tumbuhan pengganggu (gulma), memiliki potensi sebagai sumber senyawa antioksidan alami. Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis kapasitas antioksidan serta mengkuantifikasi kandungan total flavonoid dan senyawa fenolik dalam ekstrak etanol kuncup bunga Monochoria sp. Proses ekstraksi menggunakan teknik maserasi dengan pelarut etanol 96%. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) yang hasilnya diekspresikan dalam nilai IC50, sementara analisis fenolik total dan flavonoid total masing-masing menggunakan reagen Folin-Ciocalteu dan metode pembentukan kompleks AlCl3 secara spektrofotometri. Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak etanol kuncup bunga eceng padi memiliki aktivitas antioksidan dengan IC50 136,7 ± 24,905 μg/mL, yang termasuk dalam kategori sedang. Kandungan total fenolik terukur sebesar 28,030 ± 7,838 mg GAE/g ekstrak, dan total flavonoid sebesar 23,788 ± 5,040 mg QE/g ekstrak. Disimpulkan bahwa kuncup bunga eceng padi menunjukkan aktivitas antioksidan sedang dengan kandungan fenolik yang cukup tinggi, sehingga berpeluang untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber antioksidan alami.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EKSTRAKSI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SENYAWA ASTAXANTHIN DARI KULIT UDANG WINDU (Penaeus monodon)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kulit udang Windu (Penaeus monodon) merupakan limbah hasil perikanan yang melimpah dan berpotensi sebagai sumber astaxanthin, sebuah senyawa karotenoid dengan aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi astaxanthin dari kulit udang windu asal Tarakan, mengkuantifikasi kadarnya, serta menguji aktivitas antioksidannya. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut aseton 100% selama 5 hari pada rasio bahan terhadap pelarut 1:10 (b/v). Kadar astaxanthin dianalisis secara spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 476 nm, sedangkan aktivitas antioksidan diuji dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) dan dinyatakan dalam nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak astaxanthin yang dihasilkan memiliki warna merah-oranye khas dengan kadar rata-rata sebesar 78,61±4,45 µg/g. Uji aktivitas antioksidan menghasilkan nilai IC50 sebesar 262,5±15.77 µg/mL, yang mengindikasikan bahwa ekstrak astaxanthin memiliki aktivitas antioksidan yang lemah. Dengan demikian, kulit udang windu (Penaeus monodon) dari perairan Tarakan terbukti berpotensi sebagai sumber astaxanthin alami dengan aktivitas antioksidan yang lemah, hasil lemah ini disebabkan oleh ekstrak yang belum murni sehingga perlu penelitian lanjutan dalam pemurnian astaxanthin untuk dapat dimanfaatkan lebih lanjut dalam industri pangan, farmasi, atau kosmetik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENINGKATAN KUALITAS MINYAK IKAN BANDENG (Chanos chanos) DENGAN PENAMBAHAN BUBUK BAWANG DAYAK (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) SEBAGAI ANTIOKSIDAN

2025•

Minyak ikan bandeng (Chanos chanos) merupakan salah satu produk hasil perikanan perikanan yang bernilai gizi tinggi, terutama kaya akan EPA dan DHA, namun sangat rentan mengalami oksidasi selama penyimpanan. Oksidasi ini menyebabkan penurunan mutu minyak melalui peningkatan kadar asam lemak bebas dan nilai peroksida. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas minyak ikan bandeng dengan penambahan bubuk bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.) sebagai antioksidan alami selama penyimpanan. Minyak diekstrak dari jeroan ikan bandeng menggunakan metode dry rendering pada suhu 60°C selama 1 jam dan dianalisis nilai rendemennya. Selanjutnya, sampel diberi beberapa perlakuan yaitu 0 gram (tanpa penambahan bubuk bawang dayak) sebagai kontrol, penambahan 1 gram bubuk bawang dayak, dan penambahan 2 gram bubuk bawang dayak per 100 gram minyak. Sampel disimpan selama 16 hari dan dianalisis nilai asam lemak bebas dan nilai peroksidanya. Hasil penelitian menunjukkan rendemen yang diperoleh dari hasil ekstraksi jeroan ikan bandeng sebesar 4,1%. Penambahan bubuk bawang dayak berpengaruh dalam menekan laju oksidasi dengan perlakuan terbaik yaitu pada penambahan bubuk bawang dayak sebanyak 2 gram dengan nilai parameter oksidasi asam lemak bebas sebesar 0,44% dan nilai peroksida 1,3 mEq/kg. Nilai ini telah memenuhi International Fish Oil Standard/IFOS (FFA ≤ 1,5 % dan PV ≤ 5 mEq/kg). Dengan demikian, penggunaan bubuk bawang dayak berpotensi dalam menjaga stabilitas minyak ikan bandeng selama penyimpanan dan berpotensi dikembangkan sebagai bahan antioksidan alami dalam industri pengolahan hasil perikanan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK KOMBUCHA DARI TEH BUAH Rhizophora mucronata SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kombucha adalah minuman berkarbonasi alami non-alkohol yang dibuat dengan cara memfermentasi larutan teh dan gula dengan kultur kombucha yang mengandung bakteri dan ragi yang dikenal sebagai SCOBY. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik kombucha berbahan dasar teh buah Rhizophora mucronata sebagai minuman fungsional, ditinjau dari analisis senyawa fitokimia, aktivitas antioksidan, pH, dan kadar alkohol. Rhizophora mucronata diketahui mengandung senyawa aktif seperti tanin, flavonoid, saponin, dan alkaloid yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Proses fermentasi dilakukan selama 11 hari menggunakan kultur simbiotik antara bakteri dan ragi SCOBY. Identifikasi senyawa fitokimia dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Aktivitas antioksidan diuji dengan metode DPPH menggunakan lima variasi konsentrasi, nilai pH diukur dengan pH meter, dan kadar alkohol diuji menggunakan alcohol hydrometer. Hasil pengujian menunjukkan bahwa teh kombucha dari buah R. mucronata mengandung senyawa alkaloid, saponin, tanin, dan flavonoid. Aktivitas antioksidan kuat tercatat sebesar 4,3446 ppm dan asam askorbat 0,0004 ppm. Nilai pH akhir berada di bawah 3, menandakan terbentuknya asam organik selama fermentasi. Kadar alkohol tidak terdeteksi, menunjukkan produk ini aman dikonsumsi dan memenuhi standar halal menurut Majelis Ulama Indonesia. Berdasarkan hasil tersebut, teh kombucha buah R. mucronata memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai minuman fungsional yang alami, sehat, dan bernilai komersial.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK MINUMAN FUNGSIONAL POPPING BOBA DARI Spirulina sp. MENGGUNAKAN TEKNIK REVERSE SPHERIFICATION

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Minuman fungsional merupakan jenis minuman yang diformulasikan untuk memberikan manfaat kesehatan karena diperkaya dengan bahan-bahan alami seperti probiotik, vitamin, mineral dan bahan-bahan dengan aktivitas biologis tertentu seperti antioksidan. Popping boba merupakan bola-bola kecil yang terdiri dari lapisan tipis berbahan dasar alginat yang mengelilingi cairan inti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minuman fungsional berbentuk popping boba berbasis Spirulina sp. menggunakan teknik reverse spherification berdasarkan nilai proksimat, aktivitas antioksidan serta uji hedonik (kesukaan). Spirulina sp yang dikenal sebagai mikroalga yang kaya akan protein, vitamin, mineral, dan pigmen bioaktif yang memiliki potensi sebagai antioksidan alami. Pembuatan popping boba dilakukan melalui proses enkapsulasi larutan Spirulina sp. ke dalam larutan natrium alginat untuk membentuk bola dengan tekstur kenyal. Analisis yang dilakukan meliputi uji proksimat (kadar air, abu, dan protein), aktivitas antioksidan (metode DPPH), serta uji hedonik (kenampakan, aroma, tekstur, dan rasa). Hasil menunjukkan bahwa popping boba mengandung kadar air 96,47%, kadar abu 0,95%, dan kadar protein 21,18%. Aktivitas antioksidan dikategorikan sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 3,028559 ppm. Uji hedonik terhadap 30 panelis menunjukkan tingkat kesukaan yang tinggi pada kenampakan (3,57), aroma (3,60), dan tekstur (3,60), namun cenderung netral pada rasa (2,60), disebabkan oleh rasa khas Spirulina. Secara keseluruhan, popping boba Spirulina sp. memiliki potensi sebagai produk minuman fungsional bergizi tinggi dengan aktivitas antioksidan yang kuat, meskipun masih diperlukan perbaikan formulasi rasa untuk meningkatkan penerimaan konsumen.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Inovasi permen berbahan baku daun kelor dan rumput laut sebagai sumber protein dan antioksidan.

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Permen merupakan salah satu produk pangan yang banyak tersebar di indonesia, yang banyak disukai semua orang dari kalangan anak-anak hingga dewasa. Permen pada umumnya dibuat dari bahan dasar agar-agar dengan penambahan gelatin sebagai pengenyal. Permen memiliki tekstur lunak yang diproses dengan penambahan komponen hidrokoloid seperti agar, gum, pektin, pati, karagenan, gelatin, dan lain-lain yang digunakan untuk memodifikasi tekstur sehingga menghasilkan produk yang kenyal. Jenis permen yang beredar di pasar saat ini pada umumnya hanya mengutamakan kualitas rasa saja. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui kandungan permen berbahan baku daun kelor dan rumput laut. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) 2 faktor yaitu konsentrasi daun kelor yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu KI = 0 gram, K * 2 = 10 gram, dan K * 3 = 20 gram. Sedangkan konsentrasi rumput laut yang terdiri dari 4 perlakuan RI = 150 gram, R * 2 = 300 gram, R * 3 = 450 gram dan R * 4 = 600 gram. %. Parameter pengamatan dalam penelitian ini terdiri dari kadar air, kadar protein dan aktivitas antiosidan. Berdasarkan hasil perhitungan kadar air memiliki nilai paling tinggi KIR3 (bubuk daun kelor 0 g, dan bubur rumput laut 300g) sebesar 14,88%, parameter kadar protein paling tinggi K3R1 (bubuk daun kelor 20 g. dan bubur rumput laut 150 g) sebesar 17,83%, dan parameter kadar antioksidan memiliki nilai tertinggi KIRI (bubuk daun kelor 0 g, dan bubur rumput laut 150 g). Pengujian tingkat kesukaan terhadap produksi seperti warna, tekstur, aroma dan rasa. Nilai tertinggi organoleptik warna 4,40% KIR4 (bubuk daun kelor 0 g, dan bubur rumput laut 600 g). Nilai tertinggi organoleptik tekstur 4,73% K3R4 (bubuk daun kelor 20 g, dan bubur rumput laut 600 g). Nilai tertinggi organoleptik aroma 4,50% KIR4 (bubuk daun kelor 0 g, dan bubur rumput laut 600 g), dan nilai tertinggi organoleptik rasa 4,40% K3R4 (bubuk daun kelor 20 g, dan bubur rumput laut 600 g).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI SENYAWA FITOKIMIA DAN POTENSI ANTIOKSIDAN DARI SUPERNATAN BEBAS SEL ISOLAT BAKTERI SIMBION SPONS Clathria sp.

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Spons laut merupakan sumber senyawa bioaktif yang potensial dalam antibakteri, antikanker, antiinflamasi dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifika kandungan bioaktif bakteri simbion spons Clathria sp. melalui uji fitokimia dan menemukan bakteri simbion Clathria sp, yang berpotensi menghasilkan senyawa antioksidan. Penenlitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Uji fitokimia menunjukkan bahwa dari 23 isolat bakteri simbion Clathria sp, mengandung saponin. Uji antioksidan dengan metode DPPH diperoleh aktivitas terbaik dengan persentase inhibisi rata-rata diatas 50% pada isolat C1 (56,46%), C3 (53,17%), C13 (54,49%), dan C15 (53,06%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bakteri simbion Clathria sp, berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif dan antioksidan, dan membuka peluang pengembangan obat antimikroba dan antioksidan di masa depan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIBAKTERI ANTIOKSIDANDAN TOKSISITAS EKSTRAK GONAD BULU BABI(Diadema sp.) DARI PERAIRAN PULAU DERAWAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pulau Kalimantan merupakan salah satu pulau terbesar yang ada di Indonesia dan memiliki pulau-pulau kecil salah satunya adalah pulau Derawan. Pulau derawan dikenal juga sebagai daerah episenter kehidupan laut yang memiliki keragaman biota laut salah satunya adalah bulu babi. Bulu babi dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan obat-obatan yang berkhasiat, selain itu gonad bulu babi memiliki kandungan omega 3. Tujuan dari penelitian ini mengidentifikasi pengukuran morfometrik, memperoleh rendemen ekstrak kasar menggunakan larutan metanol, etil asetat, dan n-heksana, menganalisis aktivitas antioksidan dan antibakteri dari gonad bulu babi, dan memperoleh senyawa bioaktif dan nilai toksisitas dari ekstrak gonad bulu. Penelitian diawali dengan pengujian morfometrik yang meliputi pengukuran panjang, diameter, berat daging, dan berat cangkang dengan hasil morfometrik didapatkan panjang total 6,48 cm, diameter 4,99 cm, berat total 51,90 gram, berat gonad 4,33 gram, berat cangkang kosong 33,63 gram, dan rendemen gonad 4,32%. gonad bulu babi diekstrak melalui proses maserasi dengan 3 pelarut. Hasil rendemen ekstrak didapatkan metanol sebanyak 2,41%, etil asetat sebanyak 0,85%, dan n-heksana sebanyak 0.28%. uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1 Diphenyl-2-Pikrylhydrazyl) hasil yang didapatkan nilai IC50 dengan ekstrak metanol 2,14 µg/mL, etil asetat 2,59 µg/mL, n-heksana 1,83 µg/mL, asam askorbat 1,55 µg/mL. Uji aktivitas antibakteri menggunakan bakteri E. coli, dan S.aereus hasil yang didapatkan dari ketiga ekstrak metanol, atil asetat, n-heksana mendapatkan hasil yang sama yakni 6,00 mm dengan gram positif dan gram mendapatkan hasil bakteri E.coli 24,69 mm dan bakteri S.aereus 25,31 mm untuk gram negative mendapatkan hasil yang sama yakni 6,00 mm sehingga tidak memiliki aktivitas antibakteri. Dan uji toksisitas menggunakan metode BSLT mendapatkan hasil metanol 171,56 µg/mL, etil asetat 159,84 µg/mL, n-heksana 354,10 µg/mL. Pengujian fitokimia ekstrak gonad bulu babimenggunakan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, fenol, steroid mendapatkan hasil yang kuat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, KOMPONEN BIOAKTIF DAN TOKSISITAS PADA EKSTRAK TERIPANG (Holothuria sp.) DARI PERAIRAN PULAU DERAWAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pulau Derawan memiliki keanekaragaman hayati yang sangat kaya, salah satunya adalah teripang. Teripang mengandung komponen bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, dan saponin yang bermanfaat untuk respon metabolisme tubuh, dan senyawa yang terdapat dalam teripang telah terbukti secara ilmiah memiliki sifat antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan rendemen ekstrak teripang, menganalisis aktivitas antioksidan, dan membandingkan komponen bioaktif dan toksisitas menggunakan pelarut metanol, etil asetat, n-heksana. Metode penelitian ini menggunakan proses ekstraksi dengan maserasi bertingkat pelarut metanol, etil asetat, dan n-heksana. Uji aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) dengan analisis Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang dilanjutkan uji lanjut duncan. Analisis komponen bioaktif menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Uji Toksisitas menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Tets (BSLT). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rendemen ekstrak pasta teripang pada pelarut metanol sebesar 2,43%, etil asetat sebesar 0,66% dan n-heksana sebesar 0,47%. Aktivitas antioksidan ekstrak teripang menunjukkan ekstrak metanol sangat kuat (IC50 20,62 µg/mL), ekstrak etil asetat kuat (IC50 60,71 µg/mL), dan ekstrak n-heksana lemah (IC50 162,92 µg/mL). Hal ini didukung oleh komponen bioaktif yang terkandung pada ekstrak teripang yakni pada alkaloid, steroid, flavonoid, dan saponin. Uji Toksisitas mendapatkan nilai LC50 yaitu ekstrak metanol 109,63 µg/mL, ekstrak etil asetat 197,44 µg/mL, dan ekstrak n-heksana 499,22 µg/mL dikategorikan toksik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Ekstrak Daun dan Biji Jarak pagar ( Jatropha curcas L.) Sebagai Antibakteri dan Antioksidan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN DAN BIJI JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) SEBAGAI ANTIBAKTERI DAN ANTIOKSIDAN Abstrak Tanaman jarak pagar mengandung senyawa bioaktif dan telah banyak perhatian karena manfaatnya sebagai antimicrobial, antiinflamasi, antikanker, serta antioksidan. Tanaman jarak pagar memiliki kandungan senyawa kimia seperti saponin, alkaloid, tannin, terpenoid, yang dimana senyawa tersebut memiliki potensi sebagai antibakteri dan antioksidan. Tujuan penelitian ini mengetahui potensi ekstrak daun dan biji jarak pagar sebagai antibakteri dan antioksidan, mengetahui konsentrasi yang paling efektif untuk digunakan sebagai antibakteri dan antioksidan serta mengetahui bagian tumbuhan yang memberikan hasil terbaik sebagai antibakteri dan antioksidan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan 10 perlakuan yaitu K(+)B1, K(+)B2, K(-)B1, K(-)B2, K1B1, K1B2, K2B1, K2B2, K3B1 dan K3B2. Parameter pengamatan penelitian adalah persentase rendemen dan persentase penghabatan. Hasil penelitian menunjukkan pada perlakuan K3B1 memiliki nilai tertinggi dari beberapa prlakuan yaitu 53.53%. Bagian tanaman jarak pagar yang memiliki potensi sebagai antibakteri dan antioksidan adalah pada bagian daun.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMANFAATAN DAUN TANAMAN KELOR (Moringa oleifera) MENJADI OLAHAN MAKANAN YANG KAYA AKAN ANTIOKSIDAN DAN PROTEIN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PEMANFAATAN DAUN TANAMAN KELOR (Moringa oleifera) MENJADI OLAHAN MAKANAN YANG KAYA AKAN ANTIOKSIDAN DAN PROTEIN Abstrak Diversifikasi pangan menjadi salah satu solusi dalam mempertahankan kedaulatan pangan. Usaha yang dapat dilakukan melalui diversifikasi pangan yaitu dengan memanfaatkan potensi tanaman kelor (Moringa oleivera) menjadi olahan makanan yang kaya akan antioksidan dan protein. Daun kelor (Moringa oleifera) memiliki fungsi yang sangat baik terhadap kesehatan seperti anti-hipertensi, anti kanker dan antimikroba. Penggunaan tepung daun kelor dapat digunakan sebagai prevensi untuk penyakit diabetes mellitus. Serbuk daun kelor berperan dalam memperbaiki sistem imun dan kandungan zat-zat bioaktif kelor yang telah dianalisa adalah beta carotene yang berfungsi sebagai phagocitotic activity. penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan daun kelor menjadi olahan makanan (kue kering) yang kaya antioksidan dan sumber protein. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Pangan Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian satu faktor dengan total 4 perlakuan yang di ulang sebanyak 6 kali, sehingga terdapat 24 satuan percobaans. Perlakuannya yaitu P0 = control (Tanpa penambahan tepung kelor), P1 = 30 gram tepung daun kelor + 200 gram terigu, P2 = 60 gram tepung daun kelor + 200 gram terigu, P3 = 90 gram tepung daun kelor + 200 gram terigu. Data yang diperoleh dianalis sidik ragam dan di uji lanjut dengan uji beda nyata jujur taraf 5%. Berdasarkan hasil uji protein membuktikan dengan penambahan tepung kelor menambah nilai protein dan aktivitas antioksidan dari kue kering.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK KERANG BALELO REBUS (Conomurex sp) DARI PERAIRAN PULAU DERAWAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE DPPH

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kerang balelo (Conomurex sp.) merupakan moluska yang banyak ditemukan di kepulauan Derawan, Kalimantan timur. potensi kerang balelo dapat dikembangkan pada bidang pangan maupun non pangan. Tujuan penelitian ini adalah mengkarakteristik kandungan kimia kerang balelo rebus, menentukan aktivitas antioksidan dan komponen bioaktif. Metode penelitian ini terbagi mejadi 3 tahapan yakni tahapan pertama karakterisasi kimia meliputi pengukuran morfometrik, uji proksimat, asam amino, asam lemak, mineral dan logam, tahapan kedua uji ekstraksi kerang balelo menggunakan 3 jenis pelarut yaitu metanol, etil asetat dan n-heksan, tahapan ketiga yakni penentuan aktivitas antioksidan kerang balelo rebus menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan uji lanjut Duncan dan penentuan senyawa aktif kerang balelo rebus. Hasil penelitain menunjukkan bahwa pengukuran morfometrik terdiri dari panjang 5,17 cm, diameter 2,87 cm, dan rendemen daging sebesar 13,06%. Kerang balelo rebus memiliki kandungan protein sebesar 35,5%, abu 13,13%, lemak 1,39% dan karbohidrat 34,98%. Total asam amino esensial sebesar 34,79% dan asam amino non esensial sebesar 16,85%. Total asam lemak jenuh (SFA) sebesar 17,58, asam lemak tak jenuh (MUFA) 1,79%, asam lemak tak jenuh ganda (PUFA) 1,34%, omega-3 2,84% dan omega-6 0,85%. Mineral tertinggi terdapat pada iron (Fe) sebesar 1301,20 mg/kg dan logam terdapat pada mercury sebesar 0,17%. Rendemen daging kerang balelo rebus sebesar 10,04%, dan rendemen ekstrak metanol 10,04±1,24, etil asetat 1,27±0,37 dan n-heksan 0,34±0,03. Aktivitas antioksidan kerang balelo rebus menunjukkan ekstrak metanol, etil asetat dan n-hexan memiliki aktivitas yang berpotensi sebagai antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 74,96 μg/mL pada ekstrak metanol, 43,57 μg/mL ekstrak etil asetat, 163,08 μg/ mL ekstrak n-hexan. Komponen bioaktif ekstrak metanol, etil asetat dan n-hexan mengandung alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, fenol hirokuinon dan steroid.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji bioaktivitas akar kuning (Arcangelisia flava merr) dan laos (alpinia galanga) sebagai antibakteri dan antioksidan

2021•

Abstrak Akar kuning dan laos sebagai obat tradisional masyarakat indonesia. Oleh karena itulah perlu membuktikan secara ilmiah terkait khasiat kedua bahan tersebut melalui uji bioaktivitas. Tujuan penelitian ini yaitu menguraikan persentase rendeman yang didapatkan dari masing-masing ekstrak akar kuning dan laos yang dihasilkan, mengidentifikasi kandungan senyawa metabolit sekunder dengan fitokimia, menguji kosentrasi ekstrak akar kuning dan laos sebagai antibakteri serta menguji potensi ekstrak akar kuning dan laos sebagai antioksidan. Pada penelitian ini menggunakan metode maserasi suksesif bertingkat, skrining fitokimia, agar difusi sumuran dan DPPH. Hasil yang didapatkan yaitu sampel akar kuning heksan, etil asetat dan metanol masing-masing memiliki persentase rendeman sebesar 0,16% , 0,18%, 1,44 %. Kemudian untuk sampel laos heksan, etil asetat dan metanol memiliki persentase rendeman sebesar 1,77%, 0,64%, 2,37%. Selanjutnya hasil skrining fitokimia yaitu pada akar kuning metanol mengandung alkaloid, fenol, saponin, tanin dan flavanoid. Disamping itu laos heksan dan etil asetat mengandung alkaloid dan steroid, untuk laos metanol yaitu alkaloid dan tanin. Selain itu, aktivitas antibakteri terdapat pada kosentrasi 2000 ppm yaitu ekstrak akar kuning metanol di bakteri uji Sterptococcus aureus, Sterptococcus sobrinus, Ralstonia solanacearum dan Propionibacterium acnes dengan masing-masing daya hambat sebesar 34%, 32%, 32% dan 28% dan 1000 ppm pada R. Solanacearum sebesar 24%. Kemudian pada laos etil asetat di bakteri uji S. Sobrinus dan R. Solanacearum yakni masing-masing daya hambat sebesar 29% dan 36% di 2000 ppm dan 1000 ppm sebesar 29%, 36%. Terakhir berdasarkan hasil pengujian DPPH didapatkan ekstrak laos metanol memiliki aktivitas antioksidan tertinggi sebesar 95,01%. Abstract Yellow root (Arcangelisia jlava Merr) and Laos (Alpinia galanga) are used as traditional medicine for Indonesian people. Therefore, it is necessary to scientifically prove the efficacy of these two materials through bioactivity tests. The purposes of this study were to describe the percentage of soaking of each of the extracts of the Yellow Roots and Laos, identify the content of secondary . metabolites with phytochemicals, test the concentration of extracts of the Yellow Roots and Laos as antibacterial, and test the potential of extracts of the Yellow Roots and Laos as antioxidants. This study used the methods of stratified successive maceration, phytochemical screening, agar well diffusion and DPPH. The results showed that the Yellow Root samples of hexane, ethyl acetate and methanol each had soaking percentage of 0.16%, 0.18%, and 1.44%. Then, for the Laos hexane, ethyl acetate, and methanol samples, the soaking percentages were 1.77%, 0.64%, and 2.37%. Furthermore, the results of phytochemical screening, namely methanol Yellow Roots contained alkaloids, phenols, saponins, tannins and flavonoids. Besides, Laos hexane and ethyl acetate contained alkaloids and steroids, for Laos methanol were alkaloids and tannins. In addition, antibacterial activity was found at a concentration of 2000 ppm, namely methanol Yellow Root extract in the test bacteria Staphylococcus aureus, Streptococcus sobrinus, Ralstonia solanacearum and Propionibacterium acnes with inhibitory powers of 34%, 32%, 32% and 28% and 1000 ppm, respectively, in R. Solanacearum by 24%. Then on Laos ethyl acetate in the test bacteria S. Sobrinus and R. Solanacearum, 29% and 36% inhibition were at 2000 ppm and at 1000 ppm were 29%, 36%, respectively. Finally, based on the results of the DPPH test, it was found that the Laos methanol extract had the highest antioxidant activity of 95.01 %.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Eksplorasi Kandungan Antioksidan dan Antibakteri pada Dua Tumbuhan Mangrove di Kota Tarakan

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tumbuhan mangrove merupakan tumbuhan yang tumbuh subur dikawasan pesisir salah satunya di pesisir Kota Tarakan diantaranya adalah Bruguiera parviflora dan Bruguiera cylindrica. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi yang efektif dari dua tumbuhan mangrove tersebut sebagai antibakteri dan antioksidan. Metode uji antioksidan menggunakan metode DPPH menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang 517 nm, pada uji antibakteri menggunakan metode difusi agar sumuran dengan konsentrasi 2000, 1000, dan 500 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan tumbuhan mangrove B. parviflora tertinggi dihasilkan oleh ekstrak daun metanol dengan nilai persentase hambat sebesar 86,66%, sedangkan pada B. cylindrica aktivitas antikosidan tertinggi dihasilkan oleh ekstrak batang metanol dengan nilai persentase hambat sebesar 78, 30%. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri B. parviflora tertinggi dihasilkan oleh ekstrak batang etil asetat pada konsentrasi 2000 ppm dengan nilai persentase hambat sebesar 57, 6% terhadap bakteri Ralstonia solanacearum, sedangkan pada B. cylindrica aktivitas antibakteri tertinggi dihasilkan oleh ekstrak batang etil asetat pada konsentrasi 2000 ppm dengan nilai persentase hambat sebesar 45% terhadap bakteri R. solanacearum. ABSTRACK Mangrove plants that thrive in coastal ares are of Tarakan city include Bruguiera parviflora and Bruguiera cylindrica. This study aimed to determine teh effective concentration of the two mangrove plants as antibacterial and antioxidant. The antioxidant test was carried out through the DPPH method using a spectrophotometer with a wavelength 0f 517 nm. The antibacterial test was carried out through the agar diffusion method with a concentration of 2000, 1000, and 500 ppm. The results showed that the highest antioxidant activity of mangrove B. parviflora was produced by methanol leaf extract with an anhibitory percentage value of 8.66%, while in B. cylindrica the highest antioxidant activity was produced by methanol stem extract with an inhibitory percentage value of 78.30%. the results of the antibacterial test showed that the highest antibactrial activity of B. parviflora was produced by ethyl acetate stem extract at a concentration of 2000 ppm with an inhibitory percentage value of 57.6% against the bacterium Ralstonia solanacearum, while in B. cylndrica the highest antibacterial activity was produced by ethyl acetate stem extract at concentration of 2000nppm with a percentage of inhibtion value of 45% against the bacteria R. solanacearum.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail