ThesisOpen AccessMetadata saja
•
Udang windu (Panaeus monodon) merupakan salah satu produk ekspor yang mengalami penurunan produksi diakibatkan oleh penyakit yang disebabkan oleh bakteri Vibrio harveyi, menyebabkan penyakit luminescent Vibrio atau vibriosis. Usaha yang digunakan untuk menanggulangi penyakit ini dengan menggunakan antibiotik, namun pemberian dalam jangka panjang akan menyebabkan bakteri menjadi resisten. Penggunaan bahan alami merupakan solusi yang efektif untuk menggantikan antibiotik, salah satunya yaitu rumput laut (Kappaphycus alvarezii). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak rumput laut terhadap bakteri V. harveyi secara in-vitro. Alkohol 70% digunakan sebagai pelarut dalam proses ekstraksi. Pengujian antibakteri dengan menggunakan metode difusi kertas cakram, konsentrasi yang digunakan untuk uji antibakteri yaitu 5%, 10%, 15% dan 20%. Hasil penelitian uji antibakteri menunjukkan ekstrak rumput laut dengan konsentrasi 5% memiliki zona hambat sebesar 7 mm, 10% sebesar 7,1 mm, 15% sebesar 7,3 mm dan pada konsentrasi 20% memiliki zona hambat yang terbesar dengan diameter hambat 13,3 mm.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Kulit udang windu (Penaeus monodon) merupakan limbah hasil perikanan yang melimpah dan berpotensi sebagai sumber astaxanthin, sebuah senyawa karotenoid dengan aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Penelitian ini bertujuan mengekstraksi astaxanthin dari kulit udang windu yang ada di Kota Tarakan menggunakan pelarut hexana: isopropanol (3:2) serta menguji potensi antioksidannya. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan pelarut hexana: isopropanol (3:2 v/v) selama 3 hari, pada suhu ruang ekstrak dikarakterisasi kadar astaxanthinnya menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 476 nm, aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode ABTS (2,2'-azino-bis (3ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid)) pada panjang gelombang 741 nm dengan Trolox sebagai standar pembanding. Hasil penelitian menunjukkan kadar astaxanthin yang diperoleh dengan nilai rata rata 104,77 µg/g ± 11,93 µg/g. Pengujian aktivitas antioksidan dengan metode ABTS menunjukkan bahwa ekstrak astaxanthin dari kulit udang windu memiliki nilai % inhibisi sebesar 11,63% dengan nilai TEAC (Trolox Equivalent Antioxidant Capacity) sebesar 0,0721 µmol TE/g sampel kering. Kombinasi pelarut hexana dan isopropanol terbukti efektif mengisolasi astaxanthin dari limbah kulit udang. Penelitian ini memberikan informasi penting mengenai potensi pemanfaatan limbah kulit udang windu sebagai sumber antioksidan alami bernilai ekonomi tinggi, sekaligus solusi pengelolaan limbah perikanan yang lebih berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini didasari oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis di kalangan siswa, yang terlihat dari ketergantungan pada guru, masalah dalam analisis, serta urangnya keberanian untuk mengajukan pendapat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis para siswa yang terlibat dalam ekstrakurikuler pramuka di SMPN 4 Tarakan. Metode yang dipakai adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari pembina pramuka dan siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler pramuka, yang dipilih dengan cara purposive sampling. Data dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa tergolong baik dalam enam indikator, yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi, dan regulasi diri. Siswa menunjukkan kemampuan untuk memahami informasi melalui rangkuman dan pertanyaan, menganalisis masalah melalui diskusi, dan mengevaluasi informasi dengan cara melakukan verifikasi. Temuan baru menunjukkan bahwa kegiatan pramuka yang berfokus pada pengalaman nyata sangat efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa, khususnya dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa ekstrakurikuler pramuka dapat dijadikan pilihan strategi pendidikan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa secara kontekstual dan praktis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanaman Krisan (Chrysanthemum indicum L.) merupakan salah satu tanaman hias populer yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun perbanyakan melalui stek seringkali terkendala oleh pertumbuhan akar dan tunas yang lambat. Aplikasi zat pengatur tumbuh alami, seperti ekstrak kecambah kacang hijau, dapat menjadi alternatif yang aman dan ekonomis untuk memacu pertumbuhan vegetative tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai konsentrasi ekstrak kecambah kacang hijau sebagai zat pengatur tumbuh alami terhadap pertumbuhan stek pucuk krisan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan perlakuan ekstrak kecambah kacang hijau yang terdiri dari K0 : Kontrol, K1 : Konsentrasi 20%, K2 : Konsentrasi 40%, K3 : Konsentrasi 60%, K4 : Konsentrasi 80% dan K5 : konsentrasi 100% beserta zat pengatur tumbuh sintetis growtone, K+ : 10g/100 ml air. Terdapat 7 perlakuan dengan 4 ulangan, masing-masing ulangan terdapat 4 sampel sehingga diperoleh 112 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi pertambahan jumlah daun, pertambahan tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah bunga dan jumlah cabang yang di pantau hingga 12 minggu setelah tanam. Data hasil penelitian diuji menggunakan Uji Normalitas, data yang berdistribusi normal dianalisis dengan Sidik Ragam Anova (Analysis Of Variance) dan dilanjutkan dengan Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT), sedangkan data yang tidak berdistribusi normal dianalisis menggunakan analisis non-parametrik Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kecambah kacang hijau memberikan pengaruh terhadap setiap parameter pertumbuhan stek pucuk krisan. Perlakuan K1 dengan konsentrasi 20% mampu menghasilkan rata-rata pertambahan jumlah daun sebesar 19,00 dan rata-rata pertambahan tinggi tanaman sebesar 20,71, Perlakuan K3 dengan konsentrasi 60% menghasilkan rata-rata jumlah anakan tertinggi sebesar 3,25, sedangkan perlakuan K2 dengan konsentrasi 40% menghasilkan rata-rata jumlah bunga tertinggi sebesar 4,86 dan rata-rata jumlah cabang tertinggi sebesar 4,0.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Landasan pacu (runway) merupakan fasilitas utama pada bandar udara yang harus memenuhi persyaratan teknis perkerasan untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan operasi pesawat. Salah satu parameter penting dalam pengendalian mutu perkerasan lentur adalah kesesuaian kadar aspal pada lapisan Asphalt Concrete–Wearing Course (AC-WC) terhadap nilai yang direncanakan dalam Job Mix Design. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai kadar aspal hasil ekstraksi menggunakan metode sentrifugal dan metode refluks pada campuran AC-WC yang telah dihampar pada runway Bandar Udara Juwata Tarakan, membandingkan hasil kedua metode tersebut, serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan kadar aspal rencana berdasarkan spesifikasi Bina Marga. Sampel penelitian diperoleh dari hasil core drill lapisan AC-WC di lokasi runway. Pada penelitian menunjukkan nilai kadar aspal hasil ekstraksi sentrifugal memiliki rata-rata 5,68% dan refluks dengan rata-rata 5,70%, secara statistik tidak memiliki perbedaan secara signifikan terhadap JMD. Namun, metode refluks memiliki variasi data yang lebih kecil sehingga, dapat dinilai metode tersebut memiliki ketelitian yang lebih baik. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam pengendalian mutu pada campuran beraspal pada perkerasan runway serta menjadi referensi dalam pemilihan metode ekstraksi aspal dilaboratorium.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kadar aspal merupakan parameter krusial dalam menentukan kualitas perkerasan Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC) pada infrastruktur bandar udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kadar aspal aktual pada campuran AC- WC yang dihampar di Taxiway Bandar Udara Juwata Tarakan dengan membandingkan hasil pengujian melalui metode Sentrifugal dan metode Refluks terhadap Job Mix Design (JMD). Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan mengambil sampel lapangan melalui teknik core drill. Hasil ekstraksi secara statistik menggunakan uji t-test independen untuk membandingkan kedua metode tersebut, serta uji ANOVA untuk menilai kesesuaiannya dengan nilai JMD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar aspal menggunakan metode Sentrifugal adalah 4,99%, sedangkan metode Refluks adalah 5,68%, dibandingkan dengan nilai JMD sebesar 5,70%. Meskipun secara statistik tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua metode (p-value 0,25 > 0,05), evaluasi teknis berdasarkan Spesifikasi Bina Marga menunjukkan bahwa metode Refluks memiliki deviasi yang sangat kecil (0,02%) dan memenuhi batas toleransi ±0,3%. Sebaliknya, metode Sentrifugal menghasilkan deviasi sebesar 0,71% yang melampaui batas toleransi tersebut. Hasil Penelitian ini dapat menjadi dasar dalam pengendalian mutu pada campuran beraspal perkerasan taxiway serta menjadi referensi dalam pemilihan metode ekstraksi aspal dilaboratorium.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kulit udang Windu (Penaeus monodon) merupakan limbah hasil perikanan yang melimpah dan berpotensi sebagai sumber astaxanthin, sebuah senyawa karotenoid dengan aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi astaxanthin dari kulit udang windu asal Tarakan, mengkuantifikasi kadarnya, serta menguji aktivitas antioksidannya. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut aseton 100% selama 5 hari pada rasio bahan terhadap pelarut 1:10 (b/v). Kadar astaxanthin dianalisis secara spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 476 nm, sedangkan aktivitas antioksidan diuji dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) dan dinyatakan dalam nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak astaxanthin yang dihasilkan memiliki warna merah-oranye khas dengan kadar rata-rata sebesar 78,61±4,45 µg/g. Uji aktivitas antioksidan menghasilkan nilai IC50 sebesar 262,5±15.77 µg/mL, yang mengindikasikan bahwa ekstrak astaxanthin memiliki aktivitas antioksidan yang lemah. Dengan demikian, kulit udang windu (Penaeus monodon) dari perairan Tarakan terbukti berpotensi sebagai sumber astaxanthin alami dengan aktivitas antioksidan yang lemah, hasil lemah ini disebabkan oleh ekstrak yang belum murni sehingga perlu penelitian lanjutan dalam pemurnian astaxanthin untuk dapat dimanfaatkan lebih lanjut dalam industri pangan, farmasi, atau kosmetik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penyakit aeromoniasis yang disebabkan oleh bakteri A. hydrophila merupakan salah satu permasalahan utama dalam budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) yang sering menyebabkan kematian massal dan kerugian ekonomi. Penggunaan antibiotik sebagai pengendali infeksi memiliki dampak negatif seperti resistensi bakteri dan residu dalam lingkungan. Oleh karena itu, perlu dikembangkan alternatif pengendalian yang aman dan ramah lingkungan, salah satunya dengan pemanfaatan ekstrak daun sirih (Piper betle L.) sebagai imunostimulan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian ekstrak daun sirih melalui pakan terhadap ketahanan tubuh ikan nila terhadap infeksi Aeromonas sp. Penelitian menggunakan rancangan percobaan lengkap teracak (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari: K- (ikan terinfeksi Aeromonas tanpa pemberian ekstrak), K+ (ikan sehat tanpa infeksi dan tanpa ekstrak), C (infeksi + ekstrak 0,3 ml/100 g pakan), D (infeksi + ekstrak 0,6 ml/100 g pakan), dan E (infeksi + ekstrak 0,9 ml/100 g pakan). Parameter yang diamati meliputi kelangsungan hidup ikan (SR), respon makan, laku pertumbuhan Spesifik (SGR), gejala klinis dan perubahan bobot. Hasil penelitian diharapkan menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun sirih dapat meningkatkan respon imun non-Spesifik dan ketahanan tubuh ikan nila terhadap infeksi Aeromonas sp, dengan efek yang optimal pada dosis tertentu. Dosis 0,3 ml/100 g pakan diperkirakan memberikan perlindungan lebih baik dibandingkan dosis tinggi. Kesimpulannya, ekstrak daun sirih berpotensi sebagai imunostimulan alami yang efektif dalam meningkatkan ketahanan tubuh ikan nila, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai strategi pencegahan penyakit yang berkelanjutan dalam budidaya perikanan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RESPON PANJANG STEK MELATI PUTIH (Jasminum sambac) DENGAN MENGGUNAKAN EKSTRAK BAWANG MERAH Abstrak Melati putih (Jasminum sambac) merupakan salah satu tanaman bunga hias yang telah banyak dikenal masyarakat Indonesia yang berasal dari berbagai daerah di Asia, Afrika, dan Australia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan stek melati putih (Jasminum sambac) terhadap variasi panjang stek dengan aplikasi ekstrak bawang merah sebagai zat pengatur tumbuh alami. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu panjang stek yang terdiri dari lima taraf: 5 cm, 10 cm, 15 cm, 20 cm, dan 25 cm. Setiap perlakuan diulang empat kali. Metode penelitian meliputi perendaman stek melati putih dalam ekstrak bawang merah selama 2 jam sebelum ditanam pada media campuran tanah, arang sekam, dan pupuk kandang (2:1:1). Parameter pertumbuhan yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah tunas, jumlah akar, panjang akar, dan jumlah bunga pada periode waktu tertentu (15, 30, dan 45 Hari Setelah Tanam). Analisis data menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5% untuk mengidentifikasi perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan panjang stek 10 cm dengan aplikasi ekstrak bawang merah memberikan respon terbaik secara signifikan terhadap beberapa parameter pertumbuhan. Secara spesifik, pada pengamatan 45 HST, perlakuan stek dengan panjang 10 cm (P2) menunjukkan rerata tertinggi pada tinggi tanaman (23,50 cm), jumlah daun (12 helai), jumlah tunas (4,75), jumlah akar, panjang akar, dan jumlah bunga dibandingkan dengan perlakuan panjang stek lainnya. Dapat disimpulkan bahwa panjang stek 10 cm yang diberi perlakuan ekstrak bawang merah secara efektif meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan stek melati putih. Kata kunci: Melati Putih, Stek, Panjang Stek, Ekstrak Bawang Merah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH PROSES EKSTRAKSI KOH DAN PENAMBAHAN NACL TERHADAP STRUKTUR KAPPA KARAGENAN DARI Kappaphycus alvarezii Abstrak Pengolahan rumput laut di Tarakan masih dalam berbentuk kering sehingga memberikan peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan inovasi dan hirisasi produk akhir dari rumput laut seperti pembuatan tepung karagenan. Tepung karagenan yang dihasilkan melalui proses ektraksi memiliki berbagai manfaat dalam bidang industri makanan, obat-obatan dan kosmetik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh konsentrasi KOH terhadap presentasi rendemen yang dihasilkan dari rumput laut Kappaphycus alvarezii, mengidentifikasi ekstraksi KOH dan penambahan NaCl terhadap sifat fisik karagenan. Metode penelitian ini dibagi beberapa tahap yakni tahap pertama preparasi sampel, tahap kedua ekstraksi KOH menggunakan konsentrasi KOH 0,1N, 0,3N, 0,5N dan tahap ketiga penepungan. Pengujian yang diamati meliputi rendemen, kadar air, kadar abu, serat kasar, viskositas dan FTIR. Hasil pengujian karagenan dengan konsentrasi KOH 0,1N menghasilkan rendemen 23,6%, kadar air 6%, kadar abu 15%, serat kasar 20%, dan viskositas 8,00cP. Hasil pengujian karagenan dengan konsentrasi KOH 0,3N menghasilkan rendemen 41,6%, kadar air 6%, kadar abu 10%, serat kasar 30% dan viskositas 29,00cP. Hasil pengujian karagenan dengan konsentrasi KOH 0,5N menghasilkan rendemen 65%, kadar air 5%, kadar abu 12%, serat kasar 28% dan viskositas 32,00cP. Hasil pengujian Karagenan dengan konsentrasi NaCl 0,1N menghasilkan kadar air 6%, kadar abu 37%, serat kasar 5% dan viskositas 2,00cP. Hasil pengujian dengan konsentrasi NaCl 0,3N menghasilkan kadar air 5%, kadar abu 42%, serat kasar 11% dan viskositas 4,00cP. Hasil pengujian dengan konsentrasi NaCl 0,5N menghasilkan kadar air 4%, kadar abu 51%, serat kasar 3%, dan viskositas 3,5cP. Serapan FTIR konsentrasi KOH menghasilkan 847,5 cm-1 dan konsentrasi NaCl menghasilkan 848,5 cm-1.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Udang windu (Penaeus monodon) merupakan komoditas andalan perikanan yang sangat potensial di Kota Tarakan. Namun, keberhasilan budidaya udang ini kerap terkendala oleh rendahnya tingkat kelangsungan hidup pada fase Post Larva 10 (PL-10), terutama akibat proses moulting yang tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kombinasi ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum) dan probiotik terhadap pertumbuhan serta kelangsungan hidup benur udang windu. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri atas tiga perlakuan: kontrol (tanpa perlakuan), ekstrak daun karamunting (50 ppm), dan kombinasi ekstrak daun karamunting (50 ppm) dengan probiotik (5 ppm).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi ekstrak daun karamunting dan probiotik memberikan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan panjang, berat, laju pertumbuhan spesifik, dan kelangsungan hidup benur udang windu. Perlakuan kombinasi menghasilkan pertumbuhan panjang mencapai 2,4 cm,dan berat 0,111 g tertinggi dibandingkan kontrol maupun ekstrak daun karamunting. Selain itu, tingkat kelangsungan hidup tertinggi mencapai 67,5% pada kombinasi perlakuan dibandingkan dengan kontrol sebesar 48,7%. Pemberian pakan dengan penambahan ekstrak daun karamunting dan probiotik memberikan dampak positif terhadap kelangsungan hidup selain itu juga mampu memberikan pengaruh yang signifikan pada pertumbuhan udang windu dan kelangsungan hidup udang windu,sedangkan probiotik berperan dalam meningkatkan efesiensi pencernaan dan kesehatan post larva.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kolagen merupakan protein jaringan ikat silang yang tersusun oleh asam amino glisina, prolin dan hidroksiprolin yang banyak berada di kulit, tulang, sisik dan gelembung renang ikan. Gelembung renang diketahui memiliki kandungan kolagen yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengarakterisasi sifat fisiokimia gelembung renang ikan alu-alu (Sphyraena jello) dan kolagen yang dihasilkan melalui ekstraksi Acid Soluble Collagen (ASC). Penelitian ini terdiri dari tiga tahap yaitu preparasi sampel gelembung renang ikan alu-alu. Pre-treatment menggunakan NaOH 0,1M dan ekstraksi kolagen menggunakan asam asetat 0,50 M dengan rasio sampel dan larutan (1:10 b/v). Parameter yang dianalisis meliputi penentuan proporsi gelembung renang dari ikan alu-alu yang digunakan dan komposisi kimianya, penghitungan rendemen, nilai pH, pengujian FTIR dan analisis asam amino. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gelembung renang ikan alu-alu memiliki proporsi 1,06%, kadar protein 30,76±0,13. Rendemen kolagen yang diperoleh sebesar 6,67±0,30% dengan nilai pH 6,8±0,10. Kolagen gelembung renang ikan alu-alu menghasilkan karakteristik gugus amida (A, B, I, II, III) dan asam amino penciri glisin 10,78 mg/g, prolin 4,92 mg/g, alanin 4,60 mg/g. Gelembung renang ikan alu-alu terbukti memiliki potensi dijadikan sebagai sumber alternatif kolagen dari hasil perikanan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Ikan bulan-bulan (Megalops sp) merupakan jenis ikan hasil tangkapan sampingan (HTS). Umumnya, daging ikan ini diolah menjadi berbagai macam produk diversifikasi, tetapi limbah hasil samping olahan tidak dimanfaatkan. Padahal, limbah ikan bulan- bulan memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang bernilai ekonomis, seperti minyak ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi Magnesol XL terbaik pada proses bleaching minyak ikan dan menganalisis karakteristik kimia minyak ikan bulan-bulan yang dihasilkan, seperti nilai rendemen, nilai asam lemak bebas/free fatty acid (FFA), nilai peroksida/peroxide value (PV), dan profil asam lemak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 2 tahap, yaitu ekstraksi jeroan ikan bulan-bulan secara dry rendering pada suhu 60oC selama 1 jam dan pemurnian minyak ikan melalui proses bleaching dengan penambahan adsorben Magnesol XL 1%, 3% dan 5%. Hasil penelitian menunjukkan penambahan Magnesol XL terbaik pada konsentrasi 5%. Nilai rendemen minyak ikan bulan-bulan sebesar 72%. Karakteristik minyak ikan yang diperoleh, yaitu nilai asam lemak bebas 0,41%, nilai peroksida sebesar 3 mEq/kg, dan asam lemak dominan yaitu asam palmitat 32,20%. Kesimpulan penelitian ini adalah minyak ikan yang diberi adsorben Magnesol XL pada konsentrasi 5% memenuhi International Fish Oil Standard/IFOS (FFA: ≤ 1,50% dan PV: ≤ 5,00 mEq/kg).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Produksi tanaman kacang panjang pada tahun 2018 mencapai 19.415 ton. Sedangkan, pada tahun 2019 mencapai 18.658 ton, dan pada tahun 2020 mencapai 16.383 ton. Salah satu penyebab turunnya jumlah produksi kacang panjang di kota Tarakan adalah serangan organisme penganggu tanaman (OPT) sebagai dasar dilaksanakannya penelitian ini. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak tanaman sri rejeki sebagai pengendalian hama kutu daun dan mengetahui konsentrasi yang tepat dalam mengendalikan hama kutu daun pada tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.). Penelitian ini dilaksanakan di di Green House Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan, Pada Mei sampai dengan September 2023. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Analisis deskriptif kuantitatif dilakukan terhadap mortalitas kutu daun, deskripsi kerusakan tanaman, dan tingkat efikasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh data tentang pengaruh ekstrak sri rejeki terhadap mortalitas hama kutu daun pada tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.) di ukur berdasarkan mortalitas kutu daun, deskripsi kerusakan tanaman oleh kutu daun, dan tingkat efikasi. Perlakuan P4 dengan kosentrasi 80% menunjukkan mortalitas 73.50%, deskripsi kerusakan tanaman dan tingkat efikasi sebesar 81.33% selama 6 minggu waktu pengamatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Spodoptera litura (Lepidoptera: Noctuidae) merupakan serangga polifag yang menyebabkan kerusakan pada berbagai tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan. Produksi tanaman Hortikultura pada tahun 2016 sekitar 2.111,47 kuintal/hari dan mengalami penurunan sebesar 685,12 kuintal/hari pada tahun 2019, sehingga perlu dilakukannya pengendalian. Penelitian ini menggunakan Insektisida nabati yang senyawa bioaktifnya berasal dari ekstrak tanaman. Bahan insektisida nabati yang digunakan adalah kunyit (Curcuma domestica Val), khususnya pada bagian rimpangnya. Curcuma domestica adalah salah satu tumbuhan dari Famili Zingiberaceae yang mengandung curcumin, senyawa fenolik yang bertanggung jawab atas warna pada rimpangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak rimpang kunyit pada mortalitas dan aktivitas makan larva instar kedua dan ketiga Spodoptera litura F. Data mortalitas dianalisis dengan menggunakan uji non parametrik yaitu uji Friedman, Aktivitas makan dianalisis dengan menggunakan ANOVA selanjutnya uji lanjut Duncan dengan taraf kepercayaan 95%, sedangkan Gejala kematian disajikan dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak rimpang kunyit berpengaruh pada konsentrasi dan instar pada mortalitas larva S.litura. Perlakuan terbaik perlakuan K3I2 (ekstrak rimpang kunyit 8gr/1L aquades) karena dapat menurunkan aktivitas makan dibandingkan dengan perlakuan K1I2 dan K1I3.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Kegiatan budidaya cupang umumnya mengandalkan pakan alamiah, namun terdapat kendala dengan jumlah yang terbatas sehingga pembudidaya memanfaatkan pakan pellet untuk menopang pertumbuhannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak daun karamunting pada pellet terhadap pertumbuhan ikan cupang (Betta sp). Penelitian ini terdiri dari empat perlakuan, pemberian pellet tanpa ekstrak 0 gr/kg (P1), pellet ditambahkan ekstrak 0,025 g (P2), pellet ditambahkan ekstrak 0,050 g (P3), pellet ditambahkan ekstrak 0,075 g (P4), dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi laju pertumbuhan spesifik (SGR), pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, sintasan (SR), dan kualitas air dan data di analisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan spesifik (SGR) ikan cupang pada perlakuan P1 (2,16), P2 (3,43), P3 (3,07), P4 (4,16) Hasil dari uji sidik ragam (ANOVA) berdasarkan analisis statistik dengan taraf kepercayaan 95% menunjukkan hasil yang berbeda nyata antara yang diberikan ekstrak dengan tanpa pemberian ekstrak berdasarkan rerata dari standar deviasi (P>0,05). Hasil pertumbuhan bobot mutlak ikan cupang pada perlakuan P1 (0,30 gr), P2 (0,57 gr), P3 (0,70gr), P4 (0,90 gr) Bobot ikan yang paling rendah yaitu P1 sedangkan bobot yang paling tinggi adalah P4. Hasil pertumbuhan panjang mutlak ikan cupang pada perlakuan P1 (0,53 cm), P2 0,97 cm), P3 (1,60 cm), P4 (2,13 cm) Pertumbuhan panjang mutlak ikan cupang yang diperkaya dengan ekstrak daun karamunting menunjukan bahwa semakin besar dosis ekstrak yang diberikan maka akan semakin tinggi tingkat pertumbuhannya artinya kebutuhan ikan cupang terhadap ekstrak daun karamunting memberikan nilai yang positif. Hasil kelangsungan hidup (SR) pada P1 (100%), P2 (89%), P3 (100%), P4 (100%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun karamunting pada pakan pellet terhadap pertunbuhan ikan cupang berpengaruh positif pada pertumbuhan ikan cupang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berfokus tentang bagaimana Pelaksanaan dan Pengelolaan Ekstrakurikuler Olahraga. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan lokasi penelitian di SDN 013 Tarakan. Sumber data utama kepala sekolah dan pembina ekstrakurikuler. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumen. Proses analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian tentang pelaksanaan ekstrakurikuler olahraga di SDN 013 Tarakan terdapat ada 4 (empat) jenis kegiatan ekstrakurikuker olahraga yaitu : sepak bola, futsal, voli dan karate. Pembina yang ditetapkan sebagai penanggung jawab ekstrakurikuler hanya satu pembina. Jumlah keseluruhan siswa-siswi yang ikut dalam kegiatan olahraga adalah 25 peserta, yaitu dari kelas 4 sampai dengan kelas 5. Kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan pada hari selasa dan kamis pada jam 14.00-16.00. Jika pembina berhalangan hadir atau cuaca pada hari tersebut tidak baik, maka pelaksanaan ekstrakurikuler akan diganti ke hari yang lain sesuai arahan dari pembina. Berdasarkan hasil pengelolaan tentang sarana dan prasarana olahraga di SDN 013 Tarakan bahwa hasil menunjukan terdapat sarana yang kurang memadai yaitu peralatan bola voli dalam kategori kurang sekali dengan persentase 16,67% dan peralatan sepak bola dalam kategori kurang sekali dengan persentase 16,67%, kemudian peralatan atletik dalam kategori kurang dengan persentase 40% sedangkan untuk sarana yang memadai yaitu peralatan bola basket dengan kategori sedang dengan persentase 50%, dan peralatan senam dalam kategori baik dengan persentase 62,5%. Untuk prasarana atau lapangan yang ada di SDN 013 Tarakan hanya mengunakan halaman depan sekolah dalam melaksanakan olahraga dan bermian. Ekstrakurikuler olahraga memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk melatih dan menggembangkan bakat yang dimilikinya, diharapkan bagi pihak sekolah untuk memperhatikan pelaksanaan kegiatan, sarana dan prasarana yang mendukung proses ekstrakurikuler disekolah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan bulan – bulan (Megalops sp) merupakan salah satu jenis ikan pelagis yang hidup di perairan pantai dan muara sungai. Di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, daging ikan bulan – bulan banyak dikomsumsi oleh masyarakat, tetapi bagian jeroan ikan tidak termanfaatkan. Salah satu upaya untuk memanfaatkan jeroan ikan bulan – bulan agar tidak menajdi limbah, maka dibuatlah produk minyak ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan rendemen tertinggi minyak ikan yang diekstrak secara dry rendering, dan mengkaji karakteristik minyak ikan bulan – bulan berupa rendemen, nilai asam lemak bebas/free fatty acid (FFA), nilai peroksida/ peroxide value (PV), dan profil asam lemak. Metode yang digunakan dalam pembuatan minyak ikan bulan – bulan (Megalops sp.) yaitu ekstraksi secara dry rendering pada suhu 40oC, 50oC dan 60oC selama 1 jam. Data yang diperoleh dari hasil penelitian, selanjutnya diolah secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kadar lemak jeroan ikan bulan – bulan sebesar 17,8%. Rendemen minyak jeroan ikan bulan – bulan (megalops sp) yang tertinggi yaitu suhu 60oC sebesar 20,34%. Nilai asam lemak bebas/free faty acid (FFA) terendah yaitu pada perlakuan suhu 60oC sebesar 0,68%. Nilai peroksida/peroxide value (PV) yang terendah yaitu suhu 40oC sebesar 0,44%. Profil asam lemak minyak jeroan ikan bulan – bulan (megalops sp) diperoleh kandungan asam lemak jenuh/Saturated Fatty Acid (SFA) sebesar 49,6%, asam lemak tak jenuh tunggal/Monounsaturated Fatty Acids (MUFA) sebesar 32,97%, dan asam lemak tak jenuh ganda/Polyunsaturated Fatty Acids (PUFA) sebesar 17,39%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pulau Derawan memiliki keanekaragaman hayati yang sangat kaya, salah satunya adalah teripang. Teripang mengandung komponen bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, dan saponin yang bermanfaat untuk respon metabolisme tubuh, dan senyawa yang terdapat dalam teripang telah terbukti secara ilmiah memiliki sifat antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan rendemen ekstrak teripang, menganalisis aktivitas antioksidan, dan membandingkan komponen bioaktif dan toksisitas menggunakan pelarut metanol, etil asetat, n-heksana. Metode penelitian ini menggunakan proses ekstraksi dengan maserasi bertingkat pelarut metanol, etil asetat, dan n-heksana. Uji aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) dengan analisis Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang dilanjutkan uji lanjut duncan. Analisis komponen bioaktif menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Uji Toksisitas menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Tets (BSLT). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rendemen ekstrak pasta teripang pada pelarut metanol sebesar 2,43%, etil asetat sebesar 0,66% dan n-heksana sebesar 0,47%. Aktivitas antioksidan ekstrak teripang menunjukkan ekstrak metanol sangat kuat (IC50 20,62 µg/mL), ekstrak etil asetat kuat (IC50 60,71 µg/mL), dan ekstrak n-heksana lemah (IC50 162,92 µg/mL). Hal ini didukung oleh komponen bioaktif yang terkandung pada ekstrak teripang yakni pada alkaloid, steroid, flavonoid, dan saponin. Uji Toksisitas mendapatkan nilai LC50 yaitu ekstrak metanol 109,63 µg/mL, ekstrak etil asetat 197,44 µg/mL, dan ekstrak n-heksana 499,22 µg/mL dikategorikan toksik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN MENGKUDU PADA PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DENGAN UJI TANTANG BAKTERI Aeromonas hydrophila Abstrak Ikan nila merupakan ikan yang banyak sukai oleh masyarakat Indonesia, karena rasa daging yang enak, dagingnya tebal serta kandungan gizi yang tinggi. Namun budidaya ikan nila terdapat beberapa masalah, salah satunya adalah infeksi bakteri Aeromonas hydrophila yang dapat mengakibatkan kematian. Oleh karena itu diperlukan bahan alami yang dapat meningkatkan imonustimulan pada ikan nila dengan menggunakan ekstrak daun mengkudu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan dengan penambahan ekstrak daun mengkudu (Morinda citrilofia) pada pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus) dengan uji tantang bakteri A. hydrophila. Penelitian ini terdiri dari empat perlakuan dan tigakali ulangan. Parameter yang diamati meliputi respon makan, aktivitas renang, warna ikan, kelangsungan hidup, panjang mutlak, bobot mutlak dan kualitas air. Data dianalisis secara deskriptif. Pemeliharaan ikan selama 30 hari selanjutnya diuji tantang dengan A. hydrophila selama 7 hari. Hasil peneitian menunjukkan bahwa Perlakuan yang terbaik terdapat pada perlakuan P3, dengan kelangsungan hidup, pertumbuhaan panjang dan berat mutlak memiliki nilai terbaik serta respon dan daya tahan tubuh terhadap infeksi bakteri juga baik. Berdasarkan hasil penelitian penambahan ekstrak daun mengkudu berpengaruh terhadap pertumbuhan bobot, panjang, dan kelangsungan hidup.