Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Anggota Ekstrakurikuler Pramuka di SMPN 4 Tarakan.
Penelitian ini didasari oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis di kalangan siswa, yang terlihat dari ketergantungan pada guru, masalah dalam analisis, serta urangnya keberanian untuk mengajukan pendapat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis para siswa yang terlibat dalam ekstrakurikuler pramuka di SMPN 4 Tarakan. Metode yang dipakai adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari pembina pramuka dan siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler pramuka, yang dipilih dengan cara purposive sampling. Data dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa tergolong baik dalam enam indikator, yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi, dan regulasi diri. Siswa menunjukkan kemampuan untuk memahami informasi melalui rangkuman dan pertanyaan, menganalisis masalah melalui diskusi, dan mengevaluasi informasi dengan cara melakukan verifikasi. Temuan baru menunjukkan bahwa kegiatan pramuka yang berfokus pada pengalaman nyata sangat efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa, khususnya dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa ekstrakurikuler pramuka dapat dijadikan pilihan strategi pendidikan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa secara kontekstual dan praktis.