Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

31 hasil
Subjek: berpikir kritis
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK SMP PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel. Penelitian menggunakan pendekatan kuasi eksperimen dengan desain penelitian nonequivalent control group design. Sampel penelitian merupakan peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Tarakan yang terbagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelas VIII-A sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII-C sebagai kelompok kontrol. Pembelajaran pada kelas eksperimen dilaksanakan dengan menerapkan model Problem Based Learning, sedangkan pembelajaran pada kelas kontrol menggunakan pendekatan pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui tes keterampilan berpikir kritis yang terdiri atas 6 soal uraian dan disusun berdasarkan 3 indikator keterampilan berpikir kritis. Tes tersebut diberikan sebelum dan sesudah pembelajaran dalam bentuk pretest dan posttest. Data penelitian selanjutnya diolah melalui analisis deskriptif dan analisis inferensial. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan independent samples t-test dengan tingkat signifikansi sebesar 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata skor posttest peserta didik pada kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran dengan model Problem Based Learning lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata skor peserta didik pada kelas kontrol yang mengikuti pembelajaran konvensional, yaitu (79,54>69,43). Hasil pengujian menggunakan independent samples t-test memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,0150,05, yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara keterampilan berpikir kritis peserta didik pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan hasil tersebut, penerapan model Problem Based Learning berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik SMP Negeri 2 Tarakan pada mata pelajaran matematika.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PJBL) TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran Biologi pada materi ekosistem. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Sebatik Tengah pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment berupa Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas 68 siswa, yaitu 34 siswa kelas XC sebagai kelas kontrol dan 34 siswa kelas XD sebagai kelas eksperimen yang dipilih melalui Purposive Sampling. Instrumen penelitian meliputi tes uraian keterampilan berpikir kritis dan angket respon siswa. Data dianalisis menggunakan Uji ANCOVA. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai Pretest kelas kontrol dan eksperimen masing-masing sebesar 42,44 dan 41,65. Setelah perlakuan, rata-rata nilai Posttest kelas kontrol sebesar 56,38, sedangkan kelas eksperimen sebesar 73,74. Hasil ANCOVA menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p 0,05), yang mengindikasikan bahwa model PjBL berpengaruh signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Hasil angket respon siswa memperoleh persentase 85,82% dengan kategori sangat baik, yang menunjukkan respon positif terhadap penerapan model PjBL dalam pembelajaran Biologi. Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terbukti meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran Biologi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN OPERASI HITUNG PECAHAN DI KELAS V SDN 014 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran matematika sangat dibutuhkan, khususnya dalam memahami dan menyelesaikan soal operasi pecahan, terutama pada soal cerita yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan operasi hitung pecahan di kelas V SDN 014 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggali secara mendalam proses berpikir siswa melalui jawaban dan penalaran autentik. Peneliti berperan sebagai instrumen utama dalam pengumpulan data yang dilakukan secara alamiah. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa siswa kelas V-B SDN 014 Tarakan memiliki kemampuan berpikir kritis dengan kategori tinggi, sedang dan rendah. Siswa dengan kategori kemampuan tinggi mampu memenuhi dua indikator berpikir kritis yaitu interpretasi dan penjelasan, karena subjek belum mampu memenuhi seluruh indikator kemampuan berpikir kritis secara konsisten dan terdapat kesalahan pemahaman terhadap soal. Siswa kategori sedang hanya memenuhi satu indikator berpikir kritis yaitu penjelasan, karena masih mengalami kesalahan pada interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi dan regulasi diri. Sementara itu, subjek dengan kemampuan berpikir kritis rendah tidak mampu memenuhi keenam indikator berpikir kritis. Subjek mengalami kesulitan pada indikator interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, penjelasan dan regulasi diri. Penelitian ini dapat memberikan pemahaman mengenai pentingnya kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah matematika. Dengan demikian, kemampuan berpikir kritis siswa masih bervariasi dan perlu ditingkatkan melalui pembelajaran yang efektif dan terarah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PECAHAN KONTEKS BUDAYA DI JURUSAN PGSD UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal pecahan, khususnya soal cerita yang bersifat kontekstual dan memerlukan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam menyelesaikan soal pecahan konteks budaya di Jurusan PGSD Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Instrumen yang digunakan adalah tes yang diberikan kepada 20 calon subjek dan kemudian dikategorikan dalam kemampuan berpikir kritis baik, sedang, dan rendah. Peneliti selanjutnya melakukan wawancara untuk mengonfirmasi hasil jawaban dengan perwakilan masing-masing kategori kemampuan sebagai bentuk triangulasi. Berdasarkan hasil tes dan wawancara, dapat disimpulkan bahwa subjek baik mampu memenuhi seluruh indikator kemampuan berpikir kritis, subjek sedang masih belum konsisten dalam memenuhi seluruh indikator kemampuan berpikir kritis karena masih mengalami miskonsepsi dalam memahami soal. Subjek tidak memahami makna “bagian dari bagian” dan mengalami kesulitan pada soal dengan tipe penyelesaian masalah yang lebih kompleks. Sedangkan subjek rendah hanya mampu memenuhi indikator interpretasi, penjelasan, dan regulasi diri secara terbatas. Hal ini disebabkan oleh kesulitan dalam memahami maksud soal terutama pada soal dengan tipe penyelesaian masalah yang lebih kompleks. Subjek juga tidak menuliskan informasi secara lengkap dalam langkah penyelesaian, sehingga model matematika yang digunakan menjadi tidak tepat. Selain itu, subjek juga mengalami kesulitan dalam mengerjakan pembagian yang melibatkan bilangan asli, sehingga tidak mampu melanjutkan langkah penyelesaian hingga tahap akhir.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Anggota Ekstrakurikuler Pramuka di SMPN 4 Tarakan.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini didasari oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis di kalangan siswa, yang terlihat dari ketergantungan pada guru, masalah dalam analisis, serta urangnya keberanian untuk mengajukan pendapat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis para siswa yang terlibat dalam ekstrakurikuler pramuka di SMPN 4 Tarakan. Metode yang dipakai adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari pembina pramuka dan siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler pramuka, yang dipilih dengan cara purposive sampling. Data dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa tergolong baik dalam enam indikator, yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi, dan regulasi diri. Siswa menunjukkan kemampuan untuk memahami informasi melalui rangkuman dan pertanyaan, menganalisis masalah melalui diskusi, dan mengevaluasi informasi dengan cara melakukan verifikasi. Temuan baru menunjukkan bahwa kegiatan pramuka yang berfokus pada pengalaman nyata sangat efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa, khususnya dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa ekstrakurikuler pramuka dapat dijadikan pilihan strategi pendidikan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa secara kontekstual dan praktis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Instrumen Asesmen Diagnostik Kemampuan Berpikir Kritis Matematis pada Materi Persamaan Garis Lurus

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen asesmen diagnostik kemampuan berpikir kritis matematis (KBKM) pada materi persamaan garis lurus. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pengembangan dengan model Design and Development (D&D). Tahapan penelitian mengacu pada model Oriondo dan Antonio yang terdiri dari, 1) perancangan instrumen tes, 2) Focus Group Discussion (FGD), 3) pembuktian validitas isi, 4) uji coba instrumen, 5) estimasi koefisien reliabilitas, 6) interpretasi skor hasil pengukuran, dan 7) deskripsi profil KBKM peserta didik. Subjek uji coba instrumen penelitian terdiri dari 55 orang peserta didik kelas IX di SMPN 1 Tarakan. Penelitian dan pengembangan menghasilkan, 1) instrumen asesmen diagnostik KBKM terdiri dari konstruk instrumen, kisi-kisi, kartu soal, butir tes, pedoman penskoran, dan pembahasan. Konstruk instrumen terdiri dari kemampuan mengidentifikasi inti permasalahan soal (Focus), pemberian alasan logis (Reason), penarikan kesimpulan (Inference), mempertimbangkan faktor penyelesaian soal (Situation), menjelaskan cara menyelesaikan soal (Clarity), dan peninjauan kembali proses penyelesaian soal (Overview), 2) instrumen asesmen yang dikembangkan terdiri dari 5 butir soal uraian, 3) kelima butir instrumen asesmen diagnostik KBKM dinyatakan valid dengan indeks V Aiken sebesar 1,0 (𝑉𝑇𝑎𝑏𝑒𝑙 sebesar 0,8), 4) Koefisien reliabilitas diestimasi berdasarkan pendekatan Politomous Rasch Model dengan hasil pengukuran berada pada rentang -1.547 hingga -0.524, 5) tingkat kesulitan butir memiliki rata-rata -1,778 yang berarti bahwa butir tes tergolong baik dan dapat diandalkan, dan 6) diperoleh bahwa sebanyak 25 peserta didik termasuk ke dalam kategori rendah dengan presentase 45,45%, 9 peserta didik termasuk ke dalam kategori sedang dengan presentase 16,36%, dan 21 peserta didik termasuk ke dalam kategori tinggi dengan presentase 38,18%. Dengan demikian, instrumen asesmen diagnostik KBKM dapat digunakan oleh pendidik untuk kebutuhan pembelajaran dan mengasah kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI PERAN GURU DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V-B DI SDN 006 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi ini ditujukan guna mendeskripsikan peran guru dalam upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V-B Di SDN 006 Tarakan. Kemampuan berpikir kritis siswa ialah salah satu keterampilan penting yang harus di kuasai dan dipahami oleh siswa dalam menghadapi tantangan pada abad ini. Guru memegang peranan strategis dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui proses pembelajaran. Studi ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di salah satu sekolah dasar kota Tarakan. Temuan studi menjunkan bahwa guru memegang peran krusial untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui strategi pembelajaran yang efektif, seperti penggunaan pertanyaan terbuka, didkusi, dan permainan yang merujuk pada pemecahan masalah. sebagai demonstrator, guru menunjukan sikap-sikap yang dapat menginspirasi siswa agar mempratikkan hal-hal yang sama bahkan semakin baik. Sebagai pembimbing, guru mengorientasikan agar suasana kelas menjadi ruang diskusi/debat, menggunakan pendekatan studi kasus dalam memberikan materi dan mengembangkan kemampuan analisis. Sebagai motivator, guru memberikan dorongan, pujian dan penghargaan kepada siswa yang aktif. Guru perlu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, menyenangkan serta memotivasi siswa untuk berpikir kritis. Guru wajib mempunyai kompetensi pedagogik dan professional yang mumpuni guna mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGGUNAAN TEKNOLOGI ARTIFICIAL INTELLIGENT (AI) DALAM PROSES PEMBELAJARAN TEKS BERITA TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI AKUNTANSI SMK NEGERI 1 TARAKAN.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan kondisi rendahnya keterampilan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran teks berita, khususnya pada kemampuan mengkaji struktur teks, membedakan fakta dan opini, serta menyusun simpulan secara runtut dan logis. Dominasi metode pembelajaran konvensional menyebabkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran belum berjalan secara optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran teks berita terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode quasi eksperimen menggunakan desain Pre-Test Post-Test Control Group Design. Subjek penelitian terdiri atas dua kelas XI Akuntansi SMK Negeri 1 Tarakan yang masing-masing berjumlah 35 siswa. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran berbantuan Artificial Intelligence, sedangkan kelompok kontrol mengikuti pembelajaran dengan metode konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui tes pilihan ganda berbasis Google Form. Data penelitian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test dan uji Mann–Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Artificial Intelligence memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa. Selain itu, terdapat perbedaan yang bermakna antara keterampilan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan demikian, penggunaan Artificial Intelligence terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada pembelajaran teks berita.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas V B Di SDN 006 Tarakan Pada Materi Pengolahan Data Matematika

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keterampilan berpikir kritis merupakan aktivitas mental yang digunakan untuk membuat keputusan dalam kegiatan masalah yang dilakukan melalui kegiatan atau metode ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana keterampilan berpikir kritis siswa kelas V B di SDN 006 Tarakan dalam materi pengolahan data matematika. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dan subjek penelitian dipilih berdasarkan kategori tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan tes berpikir kritis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis dan wawancara terstruktur untuk menggali kemampuan berpikir siswa secara mendalam. Instrumen penelitian terdiri dari tiga soal pengolahan data matematika yang dirancang berdasarkan indikator berpikir kritis, yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, kesimpulan, penjelasan, dan pengaturan diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kategori tinggi mampu menunjukkan keenam indikator berpikir kritis. Siswa dengan kategori sedang hanya mampu menunjukan empat indikator berpikir kritis yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, dan pengaturan diri. Sementara itu, siswa dengan kategori rendah tidak dapat memunculkan semua indikator berpikir kritis. Temuan ini menunjukan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa pada materi pengolahan data masih bervariasi dan dipengaruhi oleh tingkat kemampuan masing-masing.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MEDIA DIGITAL BERBASIS FLIPBOOK UNTUK MELATIH KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP FRATER DON BOSCO TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media digital berbasis flipbook sebagai media layanan bimbingan kelompok dalam bimbingan dan konseling yang dapat melatih kemampuan berpikir kritis pada siswa di SMP Frater Don Bosco Tarakan. Masalah yang diangkat adalah ketidakpahaman siswa dalam pembelajaran yang ditandai dengan sulit dalam menganalisis suatu materi pembelajaran, sulit dalam merespon pembelajaran, membuat solusi dan kesimpulan dalam menghadapi kesulitan, serta kurang mampu dalam mengevaluasi keadaan. Mengatasi permasalahan tersebut, media digital berbasi flipbook dihadirkan sebagai pendekatan kontekstual yang menyenangkan. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Borg and Gall yang terdiri dari 7 tahapan yaitu, potensi dan masalah, pengumpulan data dan studi literatur, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk dan revisi produk. Validasi dilakukan oleh ahli materi dan ahli media untuk menilai kelayakan isi dan tampilan media. Sementara itu, uji kepraktisannya diuji oleh guru bimbingan dan konseling serta siswa kelas VIII SMP Frater Don Bosco Tarakan untuk menilai kemudahan penggunaan dan efektivitas media. Hasil rata-rata validasi memperoleh nilai dengan persentase sebesar 83,45% dikategorikan “Layak” dan hasil uji kepraktisan memperoleh nilai dengan persentase sebesar 80,76% dikategorikan “Praktis”. Hal tersebut menunjukkan bahwa media digital flipbook ini layak dan praktis digunakan di dalam layanan bimbingan dan konseling. Dengan demikian, media digital berbasis flipbook diharapkan dapat menjadi alternatif yang menarik dan edukatif dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DENGAN CERTAINTY OF RESPONSE INDEX SISWA SMK PAGUNTAKA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemahaman konsep matematika siswa yang rendah menjadi salah satu permasalahan dalam pembelajaran, yang ditunjukkan oleh ketidaksesuaian antara jawaban dengan tingkat keyakinan siswa dalam menyelesaikan soal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kemampuan berpikir kritis dengan Certainty of Response Index (CRI) siswa SMK Paguntaka Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional yang melibatkan seluruh siswa SMK Paguntaka Tarakan tahun ajaran 2025/2026 yang berjumlah 19 orang sebagai sampel dengan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan berpikir kritis yang mencakup indikator interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi, serta dilengkapi dengan skala CRI dengan rentang skor 0–5. Data yang diperoleh dianalisis melalui statistik deskriptif dan statistik inferensial, dengan uji prasyarat normalitas menggunakan Shapiro-Wilk, serta pengujian hipotesis menggunakan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen memiliki reliabilitas tinggi dengan nilai Alpha Cronbach's sebesar 0,747. Hasil analisis menunjukkan bahwa 73,7% siswa termasuk dalam kategori kemampuan berpikir kritis sedang. Selain itu, terdapat hubungan positif dan signifikan antara kemampuan berpikir kritis dengan CRI, ditunjukkan oleh nilai r_(s hitung)=0,649>r_(s tabel)=0,460. Koefisien determinasi yang diperoleh sebesar R^2=0,539, yang mengindikasikan bahwa kemampuan berpikir kritis berkontribusi sebesar 53,9% terhadap variasi nilai CRI. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kemampuan berpikir kritis siswa, maka semakin tinggi pula tingkat keyakinannya terhadap kebenaran jawaban dalam menyelesaikan soal matematika, sehingga penting bagi guru untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis dalam proses pembelajaran matematika melalui pendekatan yang mendorong siswa berpikir logis, mengevaluasi strategi penyelesaian, dan menarik kesimpulan yang tepat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Model Pembelajaran Open-Ended Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas IV SDN Utama 1 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Proses pembelajaran harus menggunakan pendekatan saintifik, dalam pendekatan saintifik siswa diharapkan memiliki berbagai keterampilan salah satunya keterampilan berpikir kritis. Keterampilan berpikir kritis sangat penting untuk dilatih selama pembelajaran dikelas, karena siswa dengan kemampuan berpikir yang baik mampu memberi dampak dalam penyelesaian masalah dengan strategi yang tepat. Oleh karena itu, siswa membutuhkan model pembelajaran yang tepat pada proses peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa. Penggunaan model pembelajaran Open-Ended dapat menjadi inovasi bagi guru dan siswa. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana aktivitas guru, aktivitas siswa dan keterampilan berpikir kritis siswa melalui model pembelajaran Open-Ended di kelas IV SDN Utama 1 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang meliputi empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi yang dilakukan dalam dua siklus dengan subjek penelitian berjumlah 28 siswa. Teknik pengumpulan data mengenai keterampilan berpikir kritis dengan menggunakan instrument tes, lembar observasi dan lembar wawancara. Hasil tes keterampilan berpikir kritis siswa dalam aspek kognitif pada siklus I yang diperoleh sebesar 53,57%, hasil pengamatan aktivitas siswa dalam aspek afektif dan psikomotorik siklus I dengan jumlah presentase keseluruhan adalah 81,47%, hasil pengamatan aktivitas guru siklus I dengan presentase 81,25%. Masuk pada siklus II hasil tes keterampilan berpikir kritis siswa dalam aspek kognitif sebesar 98,85%, hasil pengamatan aktivitas siswa dalam aspek afektif dan psikomotorik siklus II dengan presentase 89,81%, hasil pengamatan aktivitas guru siklus II dengan presentase 91,07% terdapat peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa dari siklus I ke siklus II. Peningkatan nilai hasil tes keterampilan berpikir kritis siswa dihitung secara klasikal sebesar 45,27%. Jadi dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran Open-Ended dinyatakan layak dan dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam proses pembelajaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP DENGAN METODE ACTIVE LEARNING DI SMP NEGERI 12 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALYSIS OF STUDENTS' CRITICAL THINKING SKILLS ON THE TOPIC OF LIVING ORGANISMS CLASSIFICATION THROUGH THE ACTIVE LEARNING METHOD Abstract This study aims to analyze the critical thinking skills of seventh-grade students at SMP Negeri 12 Tarakan on living organisms classification topics by implementing the active learning method. Critical thinking is one of the essential 21st-century skills that should be nurtured in the learning process, particularly in science education. The Active Leaming method was chosen because it allows students to be directly involved in experiencing, analyzing, and drawing conclusions about the concepts they study through hands-on learning This research employed a descriptive design with a quantitative approach. The study subjects were students of classes VII.1 and VII.2 at SMP Negeri 12 Tarakan in the 2024/2025 academic year. Data collection techniques were through observations, interviews, and open-ended test questions designed to assess various indicators of critical thinking skills, including interpretation, analysis, evaluation, inference, explanation, and self-regulation The findings revealed that students' critical thinking skills fall into the good to very good category, with an average indicator achievement rate of 82.3%. The use of active learning methods has proven effective in increasing students' active participation and supporting the development of critical thinking skills, especially in understanding the material on the classification of living things. This study recommends the application of active learning methods consistently in order to create a fun and meaningful learning atmosphere. Keywords: critical thinking, classification of living organisms, active learning April 24th,2025 This abstract was translated by, Проброво Farid Helmi Setyawan, S.Pd., M.Pd Translator Verified by UBT Language Centre Shif Dr. Syarifa Rafiqa, M.Pd Head ANALYSIS OF STUDENTS' CRITICAL THINKING SKILLS ON THE TOPIC OF LIVING ORGANISMS CLASSIFICATION THROUGH THE ACTIVE LEARNING METHOD Abstract This study aims to analyze the critical thinking skills of seventh-grade students at SMP Negeri 12 Tarakan on living organisms classification topics by implementing the active learning method. Critical thinking is one of the essential 21st-century skills that should be nurtured in the learning process, particularly in science education. The Active Leaming method was chosen because it allows students to be directly involved in experiencing, analyzing, and drawing conclusions about the concepts they study through hands-on learning This research employed a descriptive design with a quantitative approach. The study subjects were students of classes VII.1 and VII.2 at SMP Negeri 12 Tarakan in the 2024/2025 academic year. Data collection techniques were through observations, interviews, and open-ended test questions designed to assess various indicators of critical thinking skills, including interpretation, analysis, evaluation, inference, explanation, and self-regulation The findings revealed that students' critical thinking skills fall into the good to very good category, with an average indicator achievement rate of 82.3%. The use of active learning methods has proven effective in increasing students' active participation and supporting the development of critical thinking skills, especially in understanding the material on the classification of living things. This study recommends the application of active learning methods consistently in order to create a fun and meaningful learning atmosphere. Keywords: critical thinking, classification of living organisms, active learning

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Matematis Siswa di Kelas VIII SMPN 2 Pulau Bunyu

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap keterampilan berpikir kritis matematis siswa di kelas VIII SMPN 2 Pulau Bunyu. Penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 2 Pulau Bunyu tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling jenuh sehingga diperoleh sampel pada penelitian ini 63 siswa yaitu 32 siswa kelas VIII-A sebagai kelas kontrol dan 31 siswa kelas VIII-B sebagai kelas eksperimen. Pengumpulan data keterampilan berpikir kritis matematis menggunakan tes yaitu pretest dan posttest yang masing-masing terdiri dari 5 soal uraian dengan soal yang berbeda. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif, uji Independent Sample T-Test dan uji N-Gain Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap keterampilan berpikir kritis matematis siswa di kelas VIII SMPN 2 Pulau Bunyu, hal ini sesuai dengan hasil perhitungan uji Independent Sample T-Test diperoleh nilai 𝑡 ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 : 1,950 > 𝑡 𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 : 1,67022 pada taraf signifikansi 5%. Kemudian dilakukan uji lanjut menggunakan uji N-Gain Score diperoleh nilai rata-rata untuk kelas eksperimen sebesar 0,58 lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata untuk kelas kontrol sebesar 0, 32. Hasil ini diperkuat dengan nilai rata-rata hasil tes keterampilan berpikir kritis matematis pada kelas yang menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata hasil tes keterampilan berpikir kritis matematis pada kelas yang menerapkan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap keterampilan berpikir kritis matematis siswa di kelas VIII SMPN 2 Pulau Bunyu. This study examines the impact of the Problem-Based Learning (PBL) model on students' mathematical reasoning and critical thinking skills in eighth grade at SMPN 2 Pulau Bunyu. A quasi-experimental design was employed, with the population comprising all eighth-grade students at SMPN 2 Pulau Bunyu in the 2024/2025 academic year. A total sampling technique was used, resulting in a sample of 63 students, consisting of 32 students in class VIII-A as the control group and 31 students in class VIII-B as the experimental group. Data were collected through preliminary and final assessments comprising five open-ended mathematical problems. The data were analyzed using descriptive statistics, an independent sample t-test, and an N-gain score test. The results indicate that the PBL model significantly affected students' mathematical reasoning and critical thinking skills. The independent sample t-test showed a statistically significant difference between the experimental and control groups (t = 1.950, p 0.05). Additionally, the N-gain score analysis revealed that the experimental group (0.58) outperformed the control group (0.32), indicating a moderate improvement in mathematical reasoning. Furthermore, students in the PBL-based classroom consistently demonstrated higher post-test scores than those taught using conventional instructional methods. These findings suggest that Problem-Based Learning (PBL) is a practical pedagogical approach for fostering students' mathematical reasoning, problem-solving abilities, and critical thinking skills in secondary education.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Proyek untuk Meningkatkan Ketrampilan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Sistem Pernapasan Manusia di SMP Negeri 4 Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan lembar kerja siswa (LKS) berbasis proyek untuk meningkatkan ketrampilan berpikir kritis siswa pada materi sistem pernapsan manusia di SMP Negeri 4 Tarakan yang layak berdasarkan penilaian para ahli dan mengetahui respons siswa terhadap lembar kerja siswa (LKS) berbasis proyek untuk meningkatkan ketrampilan berpikir kritis siswa pada materi sistem pernapasan manusia. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan desain penelitian model Borg & Gall (1983). Adapun langkah-langkah model model Borg & Gall (1983) yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dimulai dari penelitian dan pengumpulan data awal, perencanaan, pengembangan prouk awal, uji coba produk awal dan revisi produk. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil pengembangan produk lembar kerja siswa (LKS) mendapatkan hasil validasi dari ahli media memperoleh presentase sebesar 100% dengan kriteria sangat layak, ahli materi memperoleh presentase sebesar 96% dengan kriteria sangat layak, dan praktisi memperoleh presentase sebesar 95% dengan kriteria sangat layak. Penelitian uji coba produk dilakukan dengan uji terbatas dan jumlah sampel sebanyak 6 orang siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan. Hasil respons siswa yang diperoleh rata-rata sebesar 88% dengan kriteria siswa sangat tertarik terhadap lembar kerja siswa (LKS) yang dikembangkan. Dari hasil yang diperoleh lembar kerja siswa (LKS) yang berjudul “Sistem Pernapasan Manusia” sangat layak digunakan sebagai sumber belajar siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Model Problem Based Learning Berbasis Blended Learning terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI IPA MA YIIPS Sebatik Timur

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh model problem based learning berbasis blended learning terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas XI IPA MA YIIPS Sebatik Timur. Jenis penelitian ini adalah pre-experimental dengan menggunakan desain penelitian one group pretest-posttest design. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh. Sampel penelitian yaitu kelas XI IPA. Variabel yang diukur yaitu keterampilan berpikir kritis siswa. Data pada penelitian ini dikumpulkan menggunakan tes tertulis yang telah disesuaikan dengan indikator berpikir kritis. Data dianalisis menggunakan bantuan aplikasi software SPSS version 25 for windows. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 43,24 dan nilai rata-rata posttest sebesar 63,05. Hasil uji t dua sampel berpasangan pada taraf signifikansi α 0,05 diperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 yang berarti 0,000 0,05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian perlakuan model problem based learning berbasis blended learning terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Namun, berdasarkan hasil uji N-Gain yang telah dilakukan memperoleh skor 0,36 dengan klasifikasi skor 0,7 N-Gain ≤ 0,3, pengaruh model model problem based learning berbasis blended learning terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas XI IPA MA YIIPS Sebatik Timur tergolong ke dalam kategori sedang. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, yaitu sumber belajar yang terbatas, siswa tidak terbiasa dengan soal pemecahan masalah, siswa kurang aktif selama proses pembelajaran, dan media belajar yang kurang memadai.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Pembelajaran Outdoor Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa

2024•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Pembelajaran Outdoor Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Frater Don Bosco. Penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan design penelitian posttest only control design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X. Pemilihan sampel dilakukan secara Purposive sampling yaitu dengan melihat nilai rata-rata ulangan harian biologi. Sampel pada penelitian ini adalah kelas X-A sebagai kelompok eksperimen dan kelas X-B sebagai kelompok kontrol. Data diambil dengan cara memberikan soal essay yang terdiri dari 7 soal. Data dianalis menggunakan uji independent t-test. Berdasarkan hasil analisis dengan taraf signifikansi 5%, nilai Sig 2-tailed sebesar 0,243 sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran outdoor tidak efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Hal ini mungkin disebabkan oleh beberapa penghambat seperti sulitnya pengelolaan siswa ketika belajar di luar ruangan, lebih lamanya waktu pembelajaran efektif sehingga menyebabkan konsentrasi siswa menjadi terganggu dikarenakan banyaknya objek luar yang dapat menganggu perhatian siswa. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat memengaruhi efektivitas pembelajaran outdoor terhadap keterampilan berpikir kritis siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Realistic Mathematics Education Terhadap Berpikir Kritis Siswa: Studi Mixed-Methods di Kelas 7 SMP Negeri 10 Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan berpikir kritis matematis (KBKM) merupakan kemampuan yang sangat dibutuhkan dan penting dalam pembelajaran Matematika. Sejumlah penelitian menyatakan bahwa Realistic Mathematics Education (RME) efektif dalam meningkatkan kemampuan matematis, termasuk KBKM. Penelitian tersebut umumnya menggunakan pendekatan kuantitatif, sementara di sisi lain pendekatan mixed-methods untuk mengeksplorasi dan memahami efektivitas RME terhadap KBKM masih langka. Untuk mengisi kesenjangan tersebut, penting dilakukan penelitian dengan mempertimbangkan desain penelitian yang mengumpulkan dan menganalisis data kuantitatif dan kualitatif sekaligus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas RME terhadap KBKM siswa yang dibelajarkan dengan RME dengan cara membandingkan pretest dan posttest siswa yang dibelajarkan dengan RME dengan pembelajaran konvensional, dan untuk memahami persepsi siswa terhadap efektivitas RME. Pengumpulan data pada studi embedded-experimental mixed methods mengumpulkan data kuantitatif melalui tes, sementara data kualitatif melalui wawancara bersama siswa kelompok eksperimen. Hasil analisis terhadap data kuantitatif menggunakan independent sample t-test dan uji n-gain score menunjukkan bahwa RME lebih efektif meningkatkan KBKM dibandingkan pembelajaran konvensional. Hasil analisis kualitatif sejalan dengan hasil analisis kuantitatif tersebut, menunjukkan bahwa RME dapat meningkatkan KBKM siswa. Selain itu, hasil analisis kualitatif menghasilkan tema utama, yaitu: persepsi siswa terhadap matematika dan pembelajarannya, kesan terhadap RME, peningkatan KBKM, keterlibatan siswa pada pembelajaran, persepsi terhadap masalah realistik, dan kesulitan selama implementasi RME.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA PGSD UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN DALAM MENYELESAIKAN MASALAH GEOMETRI

2023•

Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di jurusan PGSD FKIP Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini berfokus pada menganalisis kemampuan berpikir kritis mahasiswa PGSD Universitas Borneo Tarakan dalam menyelesaikan masalah geometri. Sumber data dalam penelitian ini berupa sumber data primer dengan partisipan yaitu mahasiswa lokal A3 PGSD angkatan 2021 yang telah menempuh mata kuliah geometri. Indikator kemampuan berpikir kritis yang digunakan yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, kesimpulan, eksplanasi dan regulasi diri. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes berpikir kritis dan wawancara. Menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data hasil tes dikelompokkan berdasarkan 3 kategori yaitu baik, sedang dan rendah. Kemudian dipilih 6 perwakilan subjek berdasarkan kategori baik, sedang dan rendah untuk diwawancarai. Hasil penelitian menunjukkan subjek kategori berpikir kritis baik mampu memenuhi 6 indikator kemampuan berpikir kritis dengan benar. Subjek dengan kemampuan berpikir kritis sedang hanya mampu memenuhi 4 indikator berpikir kritis karena kurang memahami masalah dan konsep soal. Subjek dengan kemampuan berpikir kritis rendah tidak mampu memenuhi semua indikator berpikir kritis dengan benar. This type of study carried out at PGSD Department FKIP Universitas Borneo Tarakan was a qualitative descriptive. The purpose of this study was to examine how PGSD Universitas Borneo Tarakan students employed critical thinking to solve geometric problems. The participants in this study were local A3 PGSD students from the class of 2021 who had completed geometry courses, and the data source was a primary data source. The markers of critical thinking were self-regulation, conclusion, conclusion, analysis, and evaluation. Critical thinking exams and interviews were two of the data collection methods employed. Utilizing methods for qualitative data analysis, including data reduction, data visualization, and conclusion-making. Data on test results were divided into three categories: good, medium, and low. Following that, six representative participants were chosen for interviews based on the good, medium, and low categories. The findings demonstrated that those who fell into the group of "excellent critical thinking" were able to accurately respond to each of the six markers of critical thinking skill. Because they did not comprehend the topic and its concept, subjects with moderate critical thinking skill could only satisfy 4 signs of critical thinking. Low critical thinking skill prevented students from accurately demonstrating all critical thinking signs.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA KEMAMPUAN AKADEMIK SISWA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V GUGUS V TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab tiga pertanyaan terkait perbandingan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada kemampuan akademik siswa terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Pertama, apakah terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung? Kedua, apakah terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa antara kelompok siswa yang memiliki kemampuan akademik yang tinggi dengan yang sedang? Ketiga, apakah terdapat interaksi antara model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan model pembelajaran langsung siswa yang memiliki kemampuan akademik yang tinggi dengan sedang terhadap kemampuan berpikir kritis siswa? Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: pertama, hasil uji Mann-Whitney test antara model pembelajaran diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,456>0,05. Maka hipotesis ditolak sehingga dapat dikatakan bahwa tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung. Kedua, hasil uji Mann-Whitney test antara kemampuan akademik siswa diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,0010,05. Maka hipotesis diterima sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara kelompok siswa yang memiliki kemampuan akademik sedang dan kelompok siswa yang memiliki kemampuan akademik tinggi. Ketiga, hasil uji kruskal-wallis test diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,0070,05. Maka hipotesis diterima sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat interaksi antara model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan model pembelajaran langsung dengan siswa yang memiliki kemampuan akademik sedang dan siswa yang memiliki kemampuan akademik tinggi terhadap kemampuan berpikir kritis. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw, Kemampuan Berpikir Kritis

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail