Abstrak
Proses pembelajaran harus menggunakan pendekatan saintifik, dalam pendekatan saintifik siswa diharapkan memiliki berbagai keterampilan salah satunya keterampilan berpikir kritis. Keterampilan berpikir kritis sangat penting untuk dilatih selama pembelajaran dikelas, karena siswa dengan kemampuan berpikir yang baik mampu memberi dampak dalam penyelesaian masalah dengan strategi yang tepat. Oleh karena itu, siswa membutuhkan model pembelajaran yang tepat pada proses peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa. Penggunaan model pembelajaran Open-Ended dapat menjadi inovasi bagi guru dan siswa. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana aktivitas guru, aktivitas siswa dan keterampilan berpikir kritis siswa melalui model pembelajaran Open-Ended di kelas IV SDN Utama 1 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang meliputi empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi yang dilakukan dalam dua siklus dengan subjek penelitian berjumlah 28 siswa. Teknik pengumpulan data mengenai keterampilan berpikir kritis dengan menggunakan instrument tes, lembar observasi dan lembar wawancara. Hasil tes keterampilan berpikir kritis siswa dalam aspek kognitif pada siklus I yang diperoleh sebesar 53,57%, hasil pengamatan aktivitas siswa dalam aspek afektif dan psikomotorik siklus I dengan jumlah presentase keseluruhan adalah 81,47%, hasil pengamatan aktivitas guru siklus I dengan presentase 81,25%. Masuk pada siklus II hasil tes keterampilan berpikir kritis siswa dalam aspek kognitif sebesar 98,85%, hasil pengamatan aktivitas siswa dalam aspek afektif dan psikomotorik siklus II dengan presentase 89,81%, hasil pengamatan aktivitas guru siklus II dengan presentase 91,07% terdapat peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa dari siklus I ke siklus II. Peningkatan nilai hasil tes keterampilan berpikir kritis siswa dihitung secara klasikal sebesar 45,27%. Jadi dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran Open-Ended dinyatakan layak dan dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam proses pembelajaran.