Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Rasch Model
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Instrumen Asesmen Diagnostik Kemampuan Berpikir Kritis Matematis pada Materi Persamaan Garis Lurus

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen asesmen diagnostik kemampuan berpikir kritis matematis (KBKM) pada materi persamaan garis lurus. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pengembangan dengan model Design and Development (D&D). Tahapan penelitian mengacu pada model Oriondo dan Antonio yang terdiri dari, 1) perancangan instrumen tes, 2) Focus Group Discussion (FGD), 3) pembuktian validitas isi, 4) uji coba instrumen, 5) estimasi koefisien reliabilitas, 6) interpretasi skor hasil pengukuran, dan 7) deskripsi profil KBKM peserta didik. Subjek uji coba instrumen penelitian terdiri dari 55 orang peserta didik kelas IX di SMPN 1 Tarakan. Penelitian dan pengembangan menghasilkan, 1) instrumen asesmen diagnostik KBKM terdiri dari konstruk instrumen, kisi-kisi, kartu soal, butir tes, pedoman penskoran, dan pembahasan. Konstruk instrumen terdiri dari kemampuan mengidentifikasi inti permasalahan soal (Focus), pemberian alasan logis (Reason), penarikan kesimpulan (Inference), mempertimbangkan faktor penyelesaian soal (Situation), menjelaskan cara menyelesaikan soal (Clarity), dan peninjauan kembali proses penyelesaian soal (Overview), 2) instrumen asesmen yang dikembangkan terdiri dari 5 butir soal uraian, 3) kelima butir instrumen asesmen diagnostik KBKM dinyatakan valid dengan indeks V Aiken sebesar 1,0 (𝑉𝑇𝑎𝑏𝑒𝑙 sebesar 0,8), 4) Koefisien reliabilitas diestimasi berdasarkan pendekatan Politomous Rasch Model dengan hasil pengukuran berada pada rentang -1.547 hingga -0.524, 5) tingkat kesulitan butir memiliki rata-rata -1,778 yang berarti bahwa butir tes tergolong baik dan dapat diandalkan, dan 6) diperoleh bahwa sebanyak 25 peserta didik termasuk ke dalam kategori rendah dengan presentase 45,45%, 9 peserta didik termasuk ke dalam kategori sedang dengan presentase 16,36%, dan 21 peserta didik termasuk ke dalam kategori tinggi dengan presentase 38,18%. Dengan demikian, instrumen asesmen diagnostik KBKM dapat digunakan oleh pendidik untuk kebutuhan pembelajaran dan mengasah kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENDETEKSIAN DIFFERENTIAL ITEM FUNCTIONING (DIF) GENDER MENGGUNAKAN RASCH MODEL PADA SOAL PENILAIAN TENGAH SEMESTER GENAP MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS VII SMP NEGERI 13 TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengestimasi tingkat kesukaran butir, 2) menentukan tingkat kesesuaian butir, dan 3) mendeteksi butir yang mengandung Differential Item Functioning (DIF) Gender pada soal Penilaian Tengah Semester (PTS). Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuantitatif dengan metode ex-post facto. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 13 Tarakan, dengan populasi penelitian adalah 137 respon peserta didik kelas VII terhadap paket soal PTS Matematika tahun ajaran 2022/2023. Paket soal terdiri dari 10 butir soal pilihan ganda terkait materi perbandingan dan aritmetika sosial. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling total dimana jumlah sampel sama dengan jumlah populasi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah Rasch Model. Rasch Model merupakan metode analisis data yang digunakan untuk mendapatkan butir soal yang fit. Analisis data dengan Rasch Model meliputi tingkat kesukaran butir (item measure), tingkat kesesuaian butir (item fit), dan differential item functioning (DIF). Rasch Model dipilih karena memiliki keunggulan, yaitu mampu memprediksi data hilang, memberikan ukuran yang linear dengan interval yang sama, melakukan proses estimasi yang tepat, dan telah memenuhi syarat pengukuran yang objektif dibanding metode lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) dari 10 butir soal PTS memiliki tingkat kesukaran yang bervariasi, yaitu kategori sangat sulit 2 butir soal, kategori sulit 4 butir soal, kategori mudah 2 butir soal, dan kategori sangat mudah 2 butir soal, 2) berdasarkan tingkat kesesuaian butir, terdapat 1 butir soal yang mengalami misfit, 3) berdasarkan nilai probabilitas, terdeteksi 1 butir soal yang mengandung DIF dengan nilai probabilitas kurang dari 0,05. Hal ini berarti terdapat 1 butir yang mengandung DIF gender, yaitu butir soal nomor 9 dengan nilai probabilitas 0,0258. Butir soal nomor 9 cenderung memberikan keuntungan bagi laki-laki karena memiliki tingkat kesukaran pada kategori mudah pada kelompok subjek laki-laki, sedangkan pada kelompok subjek perempuan soal tersebut memiliki tingkat kesukaran pada kategori sulit.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail