ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan kondisi rendahnya keterampilan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran teks berita, khususnya pada kemampuan mengkaji struktur teks, membedakan fakta dan opini, serta menyusun simpulan secara runtut dan logis. Dominasi metode pembelajaran konvensional menyebabkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran belum berjalan secara optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran teks berita terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode quasi eksperimen menggunakan desain Pre-Test Post-Test Control Group Design. Subjek penelitian terdiri atas dua kelas XI Akuntansi SMK Negeri 1 Tarakan yang masing-masing berjumlah 35 siswa. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran berbantuan Artificial Intelligence, sedangkan kelompok kontrol mengikuti pembelajaran dengan metode konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui tes pilihan ganda berbasis Google Form. Data penelitian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test dan uji Mann–Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Artificial Intelligence memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa. Selain itu, terdapat perbedaan yang bermakna antara keterampilan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan demikian, penggunaan Artificial Intelligence terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada pembelajaran teks berita.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dirancang untuk menguraikan hubungan antara minat baca dan kemampuan menulis kreatif pada siswa kelas VII saat mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia di SMPN 2 Tarakan. Dengan metode kuantitatif yang mengandalkan pendekatan korelasi, penelitian ini berlangsung di SMPN 2 Tarakan pada bulan Agustus 2025, tepat di semester ganjil tahun pelajaran 2024/2025. Kelompok utama penelitian melibatkan seluruh siswa kelas VII di sekolah tersebut, yang mencapai 352 orang, tapi sampel akhir dipilih melalui teknik purposive sampling, yaitu 32 siswa dari kelas VII C. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner untuk mengukur minat membaca serta tes untuk menilai kemampuan menulis kreatif. Untuk memastikan kualitas instrumen, validitas diuji menggunakan korelasi Product Moment Pearson, sementara reliabilitas diperiksa melalui koefisien Alpha Cronbach, dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 30. Dalam analisis data, menerapkan teknik statistik deskriptif dan inferensial, di mana pengujian hipotesis dilakukan lewat uji korelasi Pearson pada tingkat signifikansi 5%. Hasil deskriptif mengungkapkan bahwa skor rata-rata minat membaca siswa mencapai 57,44, dan skor rata-rata kemampuan menulis kreatif adalah 69,31, keduanya termasuk dalam kategori sedang. Dari analisis inferensial, terlihat adanya korelasi sebesar 0,459 antara minat membaca dan kemampuan menulis kreatif dalam pelajaran Bahasa Indonesia, yang masuk ke tingkat korelasi sedang. Temuan ini menunjukkan hubungan yang signifikan, karena nilai \mathbit{r}_{\mathbit{hitung}} (0,459) lebih besar dibandingkan nilai \mathbit{r}_{\mathbit{tabel}} (0,349) untuk ukuran sampel 32 pada taraf signifikansi 5%. Dengan demikian, semakin kuat minat membaca siswa, maka semakin meningkat pula kemampuan mereka dalam menulis secara kreatif. Secara praktis, penelitian ini mengidentifikasi bahwa minat baca menyumbangkan pengaruh atau kontribusi yaitu sebesar 21,1%, terhadap peningkatan kemampuan menulis kreatif siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan sikap peserta didik terhadap pembelajaran bahasa Indonesia pada masa transisi daring ke luring di SMA Negeri 2 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 35 siswa serta 1 (satu) guru mata pelajaran bahasa Indonesia pada kelas XI. IPS 2 di SMA Negeri 2 Tarakan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode statistik deskriptif dengan menggunakan persentase dan tabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia pada masa transisi daring ke luring masuk kedalam kategori tinggi, kategori tinggi diperoleh berdasarkan hasil penelitian dan tabel penelitian yang dijabarkan secara rinci yaitu sebanyak 2 peserta didik (6%) dengan kategori sangat setuju, 14 peserta didik (40%) dengan kategori setuju, 10 peserta didik (29%) dengan kategori cukup setuju, 6 peserta didik (17%) dengan kategori tidak setuju, dan 3 peserta didik (9%) dengan kategori sangat tidak setuju, oleh karena itu dapat dikatakan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia pada masa transisi daring ke luring sangat jauh berbeda dari anggapan yang pernah melekat dalam benak peserta didik yang mana dapat dilihat bahwa peserta didik merasa sangat senang dan antusias terhadap pembelajaran bahasa Indonesia secara luring yang diberlakukan di SMA Negeri 2 Tarakan dengan pembelajaran luring siswa lebih mudah mendapatkan sumber pembelajaran, dapat lebih aktif bertanya serta mengeluarkan argumen kemudian siswa lebih leluasa untuk berinteraksi satu sama lain, serta siswa lebih menjaga pola sehat di lingkungan sekolah. Namun yang disayangkan ada beberapa siswa yang memang masih ketergantungan dan sulit menghilangkan kebiasaannya dalam pelaksanaan proses belajar-mengajar seperti; tertidur saat proses pembelajaran berlangsung, kedapatan bermain game online, dan menganggap guru sebagai teman sebaya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ragam Bahasa Indonesia yang muncul serta mendeskripsikan karakteristik dari ragam Bahasa Indonesia yang digunakan oleh siswa terhadap guru pada proses pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VIII SMP Nasional Plus Indo Tionghoa Tarakan dengan Kajian Sosiolinguistik. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data yang di peroleh dari penelitian ini berupa tuturan siswa terhadap guru dalaam proses pembelajaran bahasa Indonesia kelas VIII SMP Nasional Plus Indo Tionghoa Tarakan. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Nsional Plus Indo Tionghoa Tarakan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu metode simak dan teknik lanjutannya yaitu teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC), teknik sadap, teknik rekam dan teknik catat. Hasil penelitian ini berupa tuturan yang termasuk dalam ragam resmi, ragam santai, ragam akrab serta karakteristik dalam ragam resmi, ragam santai dan ragam akrab. Data dalam penelitian ini berjumlah 41 data, diantaranya yaitu: ragam resmi terdiri dari 3 data, ragam santai terdiri dari 37 data dan ragam akrab terdiri dari 1 data. Pemahaman dan kesadaran siswa dalam menggunakan ragam resmi dalam proses pembelajaran masih sangat kurang. Ragam santai paling sering digunakan karena ragam ini dapat membangun suasana percakapan yang santai sehingga proses komunikasi tidak berlangsung kaku.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran bahasa Indonesia kelas VIII pada masa new normal di SMP Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskripsi dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 127 siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tarakan serta guru mata pelajaran bahasa Indonesia, teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran bahasa indonesia pada masa new normal masuk kedalam kategori tinggi, kategori tinggi diperoleh berdasarkan hasil penelitian dan tabel penelitian yang dijabarkan secara rinci yaitu sebanyak 0 peserta didik (0%) masuk kategori sangat setuju, 89 peserta didik (70.1%) masuk kategori setuju, 3 peserta didik (2.4%) masuk kategori cukup setuju, 19 peserta didik (15%) masuk kategori tidak setuju, 16 peserta didik (12.6%) masuk kategori sangat tidak setuju. Hasil tersebut diartikan bahwa efektivitas pembelajaran bahasa indonesia kelas VIII pada masa new normal berada pada kategori setuju atau tinggi. Jadi dapat dikatakan bahwa pembelajaran pada masa new normal merupakan pembelajaran yang berada di antara pembelajaran daring dan luring (konvensional) pembelajaran pada masa new normal memang dilaksanakan di sekolah, hanya saja harus mematuhi batasan-batasan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan sekolah. Jika pembelajaran pada umumnya memiliki kebebasan berinteraksi antar siswa dengan siswa maupun siswa dengan guru, maka pada masa new normal ini warga sekolah harus mematuhi aturan yang telah ditetapkan, begitu pula dengan pembagian sesi dalam satu kelas dan waktu yang telah ditentukan menjadikan siswa yang tadinya dapat belajar lebih lama dan berkumpul atau membuat kelompok dalam mengerjakan tugas, kini segalanya harus dibatasi.