EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VIII PADA MASA NEW NORMAL DI SMP NEGERI 1 TARAKAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran bahasa Indonesia kelas VIII pada masa new normal di SMP Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskripsi dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 127 siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tarakan serta guru mata pelajaran bahasa Indonesia, teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran bahasa indonesia pada masa new normal masuk kedalam kategori tinggi, kategori tinggi diperoleh berdasarkan hasil penelitian dan tabel penelitian yang dijabarkan secara rinci yaitu sebanyak 0 peserta didik (0%) masuk kategori sangat setuju, 89 peserta didik (70.1%) masuk kategori setuju, 3 peserta didik (2.4%) masuk kategori cukup setuju, 19 peserta didik (15%) masuk kategori tidak setuju, 16 peserta didik (12.6%) masuk kategori sangat tidak setuju. Hasil tersebut diartikan bahwa efektivitas pembelajaran bahasa indonesia kelas VIII pada masa new normal berada pada kategori setuju atau tinggi. Jadi dapat dikatakan bahwa pembelajaran pada masa new normal merupakan pembelajaran yang berada di antara pembelajaran daring dan luring (konvensional) pembelajaran pada masa new normal memang dilaksanakan di sekolah, hanya saja harus mematuhi batasan-batasan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan sekolah. Jika pembelajaran pada umumnya memiliki kebebasan berinteraksi antar siswa dengan siswa maupun siswa dengan guru, maka pada masa new normal ini warga sekolah harus mematuhi aturan yang telah ditetapkan, begitu pula dengan pembagian sesi dalam satu kelas dan waktu yang telah ditentukan menjadikan siswa yang tadinya dapat belajar lebih lama dan berkumpul atau membuat kelompok dalam mengerjakan tugas, kini segalanya harus dibatasi.