Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: mixed-methods
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Demotivation in Learning English Faced by Eighth Grade Students at SMP Negeri 11 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Demotivasi kerap kali menjadi sebuah tantangan yang dialami oleh siswa dalam belajar bahasa inggris di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan siswa mengalami demotivasi dalam belajar bahasa Inggris serta menyelidiki tantangan yang memengaruhi motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 11 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode mixed-methods dengan desain Explanatory Sequential Design. Data kuantitatif diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada siswa kelas VIII, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap enam siswa yang dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan nilai akhir bahasa Inggris terendah. Teknik pengumpulan data meliputi kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan SPSS 25, sedangkan data kualitatif dianalisis menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa demotivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal yang saling berkaitan. Faktor internal meliputi kesulitan dalam mempelajari bahasa Inggris, kurangnya minat belajar, dan rasa bosan, sedangkan faktor eksternal mencakup pengaruh lingkungan belajar, metode pengajaran, serta dukungan sosial yang terbatas. Selain itu, siswa menghadapi tantangan linguistik, afektif, instruksional, dan sosiokultural, dengan tantangan sosiokultural sebagai faktor yang paling dominan. Temuan penelitian juga menunjukkan adanya hubungan yang erat antara demotivasi dan tantangan belajar, di mana berbagai kesulitan yang dialami siswa berkontribusi terhadap menurunnya kepercayaan diri dan partisipasi mereka dalam pembelajaran bahasa Inggris. Demotivation is often a challenge faced by students when learning English at school. This study aimed to identify the factors causing students to experience demotivation in learning English and to investigate the challenges affecting students' motivation in learning English among eighth-grade students at SMP Negeri 11 Tarakan. This study employed a mixed-methods approach using an explanatory sequential design. Quantitative data were collected through a questionnaire distributed to eighth-grade students, while qualitative data were obtained through in-depth interviews with six students selected using purposive sampling. Data collection techniques included questionnaires, interviews, and documentation. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics, while qualitative data were analyzed using an interactive model comprising data reduction, data presentation, and concluding. The results of the study indicated that students' demotivation in learning English was influenced by interrelated internal and external factors. Internal factors included difficulties in learning English, a lack of interest in learning, and boredom, while external factors included the influence of the learning environment, teaching methods, and limited social support. In addition, students faced linguistic, affective, instructional, and sociocultural challenges, with sociocultural challenges being the most dominant factor. The research findings also revealed a strong correlation between demotivation and learning challenges, wherein the various difficulties experienced by students contributed to a decline in their self-confidence and participation in English language learning.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SMA: STUDI MIXED-METHODS DI SMA NEGERI 2 TARAKAN

2026•

Pemahaman konsep matematika (PKM) merupakan kemampuan kognitif fundamental yang mendukung siswa dalam memahami, menghubungkan, dan menerapkan konsep matematika secara bermakna. Realistic Mathematics Education (RME) dipandang relevan untuk mengembangkan PKM karena mengaitkan konsep matematika dengan konteks kehidupan nyata, namun kajian mengenai efektivitas RME dengan pendekatan mixed-methods masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas RME terhadap PKM siswa melalui perbandingan hasil pretest dan posttest antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, serta menelaah pengalaman belajar siswa melalui data kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-methods dengan desain embedded-experimental. Data kuantitatif diperoleh melalui tes PKM, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara pada kelas eksperimen. Analisis kuantitatif meliputi statistik deskriptif, analisis n-gain, dan uji independent sample t-test, sementara data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor PKM kedua kelompok relatif serupa, dengan perbedaan yang tidak signifikan secara statistik inferensial. Akan tetapi, di sisi lain, nilai rata-rata n-gain kelompok eksperimen sebesar 0,43 dan kelompok kontrol sebesar 0,42 berada pada kategori sedang. Secara deskriptif, kelompok eksperimen menunjukkan capaian yang sedikit lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Hasil penelitian kualitatif juga mendukung hasil analisis statistik deskriptif tersebut bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran RME memiliki persepsi positif terhadap pendekatan tersebut dan merasakan manfaat dalam memahami konsep matematika. Dengan demikian, RME memberikan kontribusi positif terhadap proses PKM siswa, meskipun efektivitasnya secara kuantitatif belum menunjukkan perbedaan yang signifikan dibandingkan pembelajaran konvensional.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Realistic Mathematics Education Terhadap Berpikir Kritis Siswa: Studi Mixed-Methods di Kelas 7 SMP Negeri 10 Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan berpikir kritis matematis (KBKM) merupakan kemampuan yang sangat dibutuhkan dan penting dalam pembelajaran Matematika. Sejumlah penelitian menyatakan bahwa Realistic Mathematics Education (RME) efektif dalam meningkatkan kemampuan matematis, termasuk KBKM. Penelitian tersebut umumnya menggunakan pendekatan kuantitatif, sementara di sisi lain pendekatan mixed-methods untuk mengeksplorasi dan memahami efektivitas RME terhadap KBKM masih langka. Untuk mengisi kesenjangan tersebut, penting dilakukan penelitian dengan mempertimbangkan desain penelitian yang mengumpulkan dan menganalisis data kuantitatif dan kualitatif sekaligus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas RME terhadap KBKM siswa yang dibelajarkan dengan RME dengan cara membandingkan pretest dan posttest siswa yang dibelajarkan dengan RME dengan pembelajaran konvensional, dan untuk memahami persepsi siswa terhadap efektivitas RME. Pengumpulan data pada studi embedded-experimental mixed methods mengumpulkan data kuantitatif melalui tes, sementara data kualitatif melalui wawancara bersama siswa kelompok eksperimen. Hasil analisis terhadap data kuantitatif menggunakan independent sample t-test dan uji n-gain score menunjukkan bahwa RME lebih efektif meningkatkan KBKM dibandingkan pembelajaran konvensional. Hasil analisis kualitatif sejalan dengan hasil analisis kuantitatif tersebut, menunjukkan bahwa RME dapat meningkatkan KBKM siswa. Selain itu, hasil analisis kualitatif menghasilkan tema utama, yaitu: persepsi siswa terhadap matematika dan pembelajarannya, kesan terhadap RME, peningkatan KBKM, keterlibatan siswa pada pembelajaran, persepsi terhadap masalah realistik, dan kesulitan selama implementasi RME.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail