Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

14 hasil
Subjek: Ikan cupang
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENINGKATAN KUALITAS WARNA IKAN CUPANG (BETTA SP) MENGGUNAKAN PAKAN TEPUNG KEPALA UDANG

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan cupang adalah ikan hias yang mempunyai daya tarik terhadap warna yang dilihat pada bagian tubuh dan siripnya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis Peningkatan Kualitas Warna Ikan Cupang (Betta sp) Melalui Tepung Kepala Udang. Penelitian ini adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan lima perlakuan dan tiga kali ulangan, dengan persentase subsitusi tepung kepala udang yang berbeda. Hasil analisis uji statistic sidik ragam/anova menggunakan SPSS 27 tingkat kualitas warna ikan cupang diperoleh nilai F sebesar 0,761 dengan nilai signifikansi (α) 0,05 sebesar 0,574. Laju peningkatan warna ikan cupang yang paling tinggi diakhir penelitian ini adalah perlakuan E (20%) sebesar 10,33, kemudian perlakuan D (15%) laju peningkatan warna ikan cupang di akhir 8,33, lalu di perlakuan B (5%) laju peningkatan warna ikan cupang di akhir 7,67, dan di perlakuan C (10%) laju peningkatan warna ikan cupang di akhri 6,33, dan untuk perlakuan A (Kontrol) laju peningkatan warna ikan cupang di akhir 5,67. Dapat dikatakan terdapat peningkatan kualitas warna ikan cupang setelah diberikan perlakuan (pemberian dosis kepala udang). Terjadi peningkatan kualitas warna pada ikan cupang disebabkan adanya penambahan tepung kepala udang pada pakan buatan. Tepung kepala udang tersebut mengandung karatenoid yang dapat mempengaruhi secara nyata perubahan dalam peningkatan warna ikan cupang. Penambahan tepung kepala udang dosis 20% menghasilkan tingkat perubahan warna yang lebih baik pada ikan cupang dan lebih efektif dibandingkan dengan dosis tepung kepala udang yang lain.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN PAKAN ALAMI YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN WARNA IKAN CUPANG (Betta Sp)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan hias merupakan salah satu usaha budidaya perikanan yang memiliki potensi besar dan sudah dikenal masyarakat sejak era 60-an. Ikan cupang juga merupakan komoditas ikan hias yang potensial karena memiliki daya tarik tersendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan alami yang berbeda terhadap pertumbuhan dan warna ikan cupang (Betta Sp). Metode penelitian meliputi kegiatan pengukuran pertumbuhan bobot mutlak, panjang mutlak, SR, Kualitas Air dan Pengamatan Warna yang dianalisis menggunakan uji Anova. Hasil penelitian pada perlakuan 4 (Tubifex sp) memiliki berat mutlak terbesar yaitu 1,30 g dan panjang mutlak tertinggi yaitu 1,5 cm. Nilai tingkat kelangsuangan hidup (SR) pada semua perlakuan adalah 100%. Hasil pengukuran kualitas air yang meliputi suhu, pH, DO, dan Amonia berada dalam kondisi optimal untuk pemeliharaan ikan cupang. Kualitas warna terbaik diperoleh perlakuan P4 (Tubifex sp) dengan nilai 9. Berdasarkan penelitia ini, pemberian pakan alami Tubifex sp memiliki potensi lebih baik dalam meningkatkan pertumbuhan dan warna ikan cupang dibanding jenis pakan alami lainnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

pengaruh penambahan tepung wortel pada pakan dengan dosis yang berbeda terhadap peningkatan kualitas warna dan pertumbuhan ikan cupang (betta sp)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan hias merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki potensi perdagangan di dalam maupun di luar negeri. Salah satu jenis ikan hias yang mempunyai nilai ekonomis tinggi adalah ikan cupang (Betta sp). Salah satu bahan alami yang dapat digunakan untuk mendapatkan pigmen warna yang cerah adalah tepung wortel. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek penambahan tepung wortel kedalam pakan ikan dalam meningkatkan kualitas warna dan pertumbuhan ikan cupang. Perlakuan yang digunakan pada penelitian kali ini adalah 4 perlakuan dan 4 ulangan dengan persentase tepung wortel yang berbeda yang di campur pada pakan hingga mencapai berat pakan 100 gr. Perlakuan 1 (P1): Perlakuan komersial (control) Perlakuan 2 (P2): Perlakuan dengan 5,5% tepung wortel/ 100 g pakan Perlakuan 3 (P3): Perlakuan dengan 6% tepung wortel / 100 g pakan Perlakuan 4 (P4): Perlakuan dengan 6,5% tepung wortel/100 g pakan. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan panjang ikan tertinggi pada perlakuan 2 dengan nilai 1,5, cm, pertumbuhan berat ikan yang terbaik ikan cupang diperoleh pada perlakuan 2 dengan hasil pertumbuhan 0,44gr , nilai warna terbaik dihasilkan pada perlakuan 2, hasil pengukuran suhu 29,4-23,7C°, hasil pengukuran pH 6-7,8, hasil pengukuran DO 6,1- 12,2 (mg/L), hasil pengukuran amoniak 0,08-0,16. Tepung wortel yang mengandung karotenoid berperan dalam mempertahankan pertumbuhan disarankan 5,5%. Penelitian ini dapat meningkatkan kualitas warna dan pertumbuhan ikan cupang (Betta sp)

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) PADA PAKAN PELLET TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN CUPANG (Betta sp)

2023•

Kegiatan budidaya cupang umumnya mengandalkan pakan alamiah, namun terdapat kendala dengan jumlah yang terbatas sehingga pembudidaya memanfaatkan pakan pellet untuk menopang pertumbuhannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak daun karamunting pada pellet terhadap pertumbuhan ikan cupang (Betta sp). Penelitian ini terdiri dari empat perlakuan, pemberian pellet tanpa ekstrak 0 gr/kg (P1), pellet ditambahkan ekstrak 0,025 g (P2), pellet ditambahkan ekstrak 0,050 g (P3), pellet ditambahkan ekstrak 0,075 g (P4), dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi laju pertumbuhan spesifik (SGR), pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, sintasan (SR), dan kualitas air dan data di analisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan spesifik (SGR) ikan cupang pada perlakuan P1 (2,16), P2 (3,43), P3 (3,07), P4 (4,16) Hasil dari uji sidik ragam (ANOVA) berdasarkan analisis statistik dengan taraf kepercayaan 95% menunjukkan hasil yang berbeda nyata antara yang diberikan ekstrak dengan tanpa pemberian ekstrak berdasarkan rerata dari standar deviasi (P>0,05). Hasil pertumbuhan bobot mutlak ikan cupang pada perlakuan P1 (0,30 gr), P2 (0,57 gr), P3 (0,70gr), P4 (0,90 gr) Bobot ikan yang paling rendah yaitu P1 sedangkan bobot yang paling tinggi adalah P4. Hasil pertumbuhan panjang mutlak ikan cupang pada perlakuan P1 (0,53 cm), P2 0,97 cm), P3 (1,60 cm), P4 (2,13 cm) Pertumbuhan panjang mutlak ikan cupang yang diperkaya dengan ekstrak daun karamunting menunjukan bahwa semakin besar dosis ekstrak yang diberikan maka akan semakin tinggi tingkat pertumbuhannya artinya kebutuhan ikan cupang terhadap ekstrak daun karamunting memberikan nilai yang positif. Hasil kelangsungan hidup (SR) pada P1 (100%), P2 (89%), P3 (100%), P4 (100%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun karamunting pada pakan pellet terhadap pertunbuhan ikan cupang berpengaruh positif pada pertumbuhan ikan cupang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

BIOENRICHMENT Moina. Sp MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING UNTUK MENINGKATKAN LAJU PERTUMBUHAN BENIH IKAN CUPANG (Betta. Sp)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

BIOENRICHMENT Moina. Sp MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING UNTUK MENINGKATKAN LAJU PERTUMBUHAN BENIH IKAN CUPANG Betta. Sp Abstrak Ikan cupang (Betta sp.) adalah ikan air tawar yang habitat aslinya dibeberapa negara di Asia Tenggara. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui laju pertumbuhan benih ikan cupang (Betta sp.) yang diberikan pakan alami Moina sp yang telah diperkaya ekstrak daun karamunting dengan dosis yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap, yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga ulangan. Yaitu 1: Kontrol ( tanpa ekstrak daun karamunting), 2: Moina sp + 25 ppm ekstrak daun karamunting, 3: Moina sp + 50 ppm ekstrak daun karamunting dan ke3: Moina sp + 100 ppm ekstrak daun karamunting. Pertumbuhan bobot benih ikan cupang pada akhir penelitian dengan bobot 1,44 gr, menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun karamunting pada pakan Moina sp mampu meningkatkan nutrisi dari Moina sp yang berpengaruh pada laju pertumbuhan benih ikan cupang. nilai SGR tertinggi didapatkan pada perlakuan 3 dengan dosis 100 ppm, sebesar 4,00%, diikuti dengan perlakuan 2 dengan dosis 50 ppm sebesar 3,24% selanjutnya pada perlakuan 1 dengan dosis 25 ppm sebesar 2,85% dan nilai SGR terendah terdapat pada perlakuan kontrol sebesar 2,57%. Tingkat kelangsungan hidup benih ikan cupang (Betta sp.) dari total 20 ekor untuk tiap perlakuan yang dipelihara selama 30 hari masa perlakuan menunjukkan nilai tertinggi pada perlakuan 2 (50 ppm) yaitu 73%, kemudian pada perlakuan 3 (100 ppm) yaitu 72%, disusul oleh perlakuan 1 (25 ppm) yaitu 70% dan yang paling rendah terjadi pada perlakuan kontrol dengan tingkat kelangsungan hidup sebesar 67%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Moina sp yang diperkaya dengan ekstrak daun karamunting dengan bebagai dosis yang berbeda dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan benih ikan cupang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN PEMBERIAN PAKAN ALAMI YANG BERBEDA TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN CUPANG (Betta sp.)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Ikan cupang (Betta sp.) merupakan ikan hias air tawar yang memiliki nilai jual tinggi dengan prospek pasar yang menjanjikan selain itu potensi budidayanya juga banyak diminati konsumen mulai dari masyarakat kelas bawah hingga kelas atas. Ikan cupang memiliki beragam jenis dan varietas yang berbeda dengan prospek pasar dalam negeri dan luar negeri. permasalahan yang dihadapi pembudidaya rendahnya ketersediaan pakan alami yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih Ikan Cupang dengan pakan alami yang berbeda. metode penelitian bersifat eksperimental, dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan; Perlakuan A (Kontrol), Perlakuan B (Pemberian pakan Tubifex sp), Perlakuan C (Pemberian pakan Daphnia sp), dan Perlakuan D (Pemberian pakan A. salina). Data yang diperoleh dianalisis statistik dengan menggunakan sidik ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiap perlakuan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan berat mutlak, dan laju pertumbuhan (SGR), namun tidak berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup (SR) pada benih ikan cupang. Perlakuan B merupakan perlakuan terbaik menggunakan, pakan alami Tubifex sp dengan pertambahan panjang sebesar 1,6 cm dan berat sebesar 0,98 g dan kelangsungan hidup 100%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

BIOENRICHMENT VITERNA DAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING DENGAN DOSIS BERBEDA PADA CACING SUTERA (Tubifex sp.) TERHADAP PERTUMBUHAN Betta splendens

2022•

Viterna merupakan suplemen pakan ternak yang berperan untuk meningkatkan nafsu makan dan daya tahan tubuh, memacu enzim-enzim pencernaan serta mempercepat pertumbuhan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengkayaan tubifex sp. dengan viterna dan ekstrak daun karamunting pada kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan cupang. Metode penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap dengan 4 perlakukan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diujicobakan adalah pemberian Tubifex sp tanpa viterna dan ekstrak (kontrol), P1= Pemberian Tubifex sp. yang diperkaya viterna sebanyak 10ml + ekstrak dengan konsentrasi 250 ppm, P2= pemberian Tubifex sp yang diperkaya viterna sebanyak 15ml dan ekstrak dengan konsentrasi 250 ppm, dan perlakuan P3 yaitu pemberian Tubifex sp yang diperkaya viterna sebanyak 20ml + ekstrak dengan konsentrasi 250 ppm. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan pemberian Tubifex sp. yang diperkaya viterna sebanyak 15ml + ekstrak dengan konsentrasi 250 ppm menunjukan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Uji statistic menunjukkan beda nyata pada pertumbuhan panjang dan berat mutlak serta SGR (Specific Growth Rate) pada perlakuan pengkayaan cacing sutera menggunakan viterna dan ekstrak daun karamunting pada pertumbuhan ikan cupang (Betta splendens) dibandingkan perlakuan kontrol. Data pengukuran kualitas air yaitu suhu 27-280C, nilai pH 6-7 dan nilai amoniak 2,55 mg/l, menunjukkan masih dalam ambang normal. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penambahan Tubifex sp dan ekstrak karamunting dapat meningkatkan pertumbuhan ikan cupang (Betta splendens).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGKAYAAN MOL PADA Artemia salina DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN CUPANG (Betta sp) DI KOTA TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan cupang merupakan ikan hias yang mempunyai nilai komersial yang cukup tinggi baik untuk pasar dalam negeri maupun pasar ekspor. Meningkatkan pertumbuhan ikan cupang diperlukan pakan yang berkualitas. Pakan adalah salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan karena pakan berfungsi sebagai pemasok energi untuk meningkatkan pertumbuhan dan mempertahankan kelangsungan hidup. Pertumbuhan adalah pertambahan panjang atau berat dalam kurun waktu tertentu. Pertumbuhan dalam individu diperoleh dari penambahan jaringan akibat penambahan sel secara mitosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengkayaan MOL pada Artemia salina dengan konsentrasi yang berbeda terhadap pertumbuhan ikan cupang (Betta sp). Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap, yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga pengulangan. Pemberian pakan Artemia salina yang diperkaya dengan perendaman MOL selama 3 jam dengan konsentrasi yang berbeda (20%, 40% dan 60%). Parameter yang diamati meliputi; Pengamatan pertambahan berat, kelangsungan hidup ikan (SR) dan kualitas air (pH dan suhu). Perlakuan penambahan perendaman MOL pada Artemia salina dengan konsentrasi 20, 40 dan 60 % menunjukan hasil yang tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap pertumbuhan berat mutlak larva ikan cupang bila dibandingkan dengan kontrol yang tidak diperkaya MOL. Kelangsungan hidup larva ikan cupang selama pemeliharaan 30 hari menunjukan hasil SR yang baik disetiap perlakuan dengan jumah larva 12 ekor. Kelangsungan hidup larva ikan cupang pada akhir penelitian adalah 100%. Kualitas air yang didapatkan masih dalam kisaran normal pada suhu 27 - 28°C dan Ph 6 – 7. Penambahan perendaman MOL pada Artemia salina dapat dijadikan sumber pakan alternatif untuk kegiatan pertumbuhan pada ikan cupang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGKAYAAN MOL Maja PADA ARTEMIA Sp DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN CUPANG (Betta Sp) DI KOTA TARAKAN

2022•

Ikan cupang dengan nama ilmiah (Betta Sp) merupakan salah satu jenis ikan hias yang berasal dari Asia Tenggara. Ikan hias ini sangat diminati oleh masyarakat karena memiliki prospek pasar yang cukup menjanjikan salah satunya ikan cupang (Betta Sp) merupakan jenis ikan air tawar dengan nilai jual tinggi dan ikan cupang memiliki bentuk ekor yang beragam seperti ekor yang bertipe mahkota, ekor penuh dan tipe slayer dengan sirip panjang dan berwarna-warni. Mikroorganisme lokal (MOL) yang digunakan dalam penelitian ini berupa mol maja dimana mol maja ini dibuat dengan menggunakan bahan rumah tangga buah maja, air cucian beras dan air gula yang mengandung bakteri (Bacillus sp, Azospirillum sp dan Azotobacter sp). Penggunaan mol dalam penelitian ini karena mengandung hormon yang berfungsi sebagai perangsang pertumbuhan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengkayaan MOL maja pada Artemia dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan ikan cupang (Betta Sp). Penelitian ini meggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga pengulangan. Perlakuan terdiri dari kontrol, dosis mol 100ppm, 300ppm, 500ppm. Parameter yang diamati meliputi; bobot mutlak, kelangsungan hidup dan kualitas air ( suhu, pH). Hasil penelitian menggunakan analisis ragam (Anova), menunjukan bahwa setiap perlakuan uji tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap pertumbuhan bobot mutlak dan kelangsungan hidup larva ikan cupang. Pertumbuhan bobot mutlak tertinggi terjadi pada P3 (dosis mol 500ppm). Nilai kelangsungan hidup semua perlakuan adalah 100%. Hasil pengukuran kualitas air menunjukkan kelayakan untuk semua parameter.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGGUNAAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) SEBAGAI AGEN MASKULINISASI PADA IKAN CUPANG (Betta sp.)

2022•

Presentase jantan pada ikan cupang memiliki tingkat keberhasilan yang rendah. Jumlah benih jantan yang diperoleh setiap pemijahan sangat rendah dan kualitasnya tidak sesuai dengan yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ekstrak daun karamunting pada proses pembentukan jenis kelamin jantan (maskulinisasi) pada ikan cupang plakat (Betta sp). Penelitian ini dilakukan secara eksperimental, terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diujicoba adalah sebagai berikut; kontrol (tanpa pemberian ekstrak karamunting), P1, yaitu perendaman dengan konsentrasi ekstrak karamunting 1 mg/ 200 ml, P2, yaitu perendaman dengan konsentrasi ekstrak karamunting 2 mg/ 200 ml, P3 yaitu perendaman dengan konsentrasi ekstrak karamunting 4 mg/ 200 ml. Dilakukan peroses perendaman larva ikan cupang yang berumur 7 hari, menggunakan ekstrak karamunting dengan dosis yang berbeda, selama 24 jam. Hasil Penelitian nemunjukkan persentase ikan cupang jantan tertinggi diperoleh pada perlakuan P1 sebesar 68 %, untuk persentasi kelangsungan hidup tertinggi terdapat pada perlakuan P0 (kontrol) dengan nilai 100%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan ektrak daun karamunting (Melastoma malabathrichum) dengan dosis yang berbeda mampu menjadi agen dalam pembalikan jenis kelamin jantan (maskulinisasi) pada ikan cupang (Betta sp).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN PAKAN ALAMI YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN CUPANG (Betta sp)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Saat ini usaha budidaya ikan hias sangat diminati oleh masyarakat, karena memiliki prospek pasar yang cukup menjanjikan. Salah satu ikan hias yang memiliki prospek yang menjanjikan adalah ikan cupang (Betta sp). Usaha pembudidaya ikan cupang dimasyarakat saat ini masih belum optimal. Salah satu penyebab diantaranya yaitu penyediaan pakan yang berkualitas dan berprotein tinggi agar menghasilkan benih ikan yang berkualitas unggul. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemanfaatan pakan alami yang ada di lingkungan perairaan sampai ke makanan. Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini diharapkan dapat mengetahui pengaruh pemberian pakan alami yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan cupang (Betta sp). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 3 (tiga) perlakuan dan 5 (lima) ulangan. Perlakuan pada penelitian ini yaitu P1 pemberian pakan alami berupa cacing sutera, P2 diberikan pakan alami berupa maggot, dan P3 diberikan pakan alami berupa jentik nyamuk. Data yang dianalisa yaitu, Pertambuhan bobot mutlak dan survival rate (SR). Ikan cupang yang diberikan pakan cacing sutera dan maggot menunjukkan hasil pertumbuhan yang signifikan yaitu sebesar 0,28% dan 0,24% dibandingkan dengan pemberian pakan jentik nyamuk hanya sebesar 0,21%. Berdasarkan pemeliharaan selama 28 hari, diperoleh nilai kelangsungan hidup (SR) yang baik pada setiap perlakuan dengan jumlah 15 ekor yaitu 100%. Dari hasil penelitian yang telah sudah dilaksanakan, Pemberian pakan alami cacing sutera menunjukkan hasil Pertumbuhan terbaik dengan bobot rata-rata 0,28 serta dapat meningkatkan kelangsungan hidup benih ikan cupang dengan presentase 100%. Perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang uji proksimat pada ketiga pakan tersebut untuk mengetahui kandungan nutrien yang ada pada pakan alami.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERFORMA REPRODUKSI IKAN CUPANG (Betta sp) YANG DIBERIKAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabatrhicum)

2021•

Tingginya nilai ekonomis ikan hias cupang (Betta sp), mendorong pembudidaya untuk membudidayakan ikan cupang. Untuk menghasilkan indukan matang gonad dan siap memijah setiap saat, diperlukan solusi dalam meningkatkan kinerja reproduksi ikan cupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak daun karamunting sebagai agen stimulator maturasi gonad pada performa reproduksi ikan cupang (Betta sp). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan desain penelitian rancangan acak lengkap (RAL), terdiri dari empat perlakukan dan tiga ulangan. Pemberian ekstrak daun karamunting yang digunakan dalam penelitian ini adalah Perlakuan A : (Kontrol) Perlakuan B: penyuntikan dosis ekstrak daun karamunting (1 µg/g BB) Perlakuan C: penyuntikan dosis ekstrak daun karamunting (5 µg/g BB) Perlakuan D: penyuntikan dosis ekstrak daun karamunting (10 µg/g BB). Parameter yang diamati meliputi; Tingkat kematangan gonad, kelangsungan hidup ikan (SR), Fekunditas dan kualitas air (suhu pH dan amoniak). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian ekstrak daun karamunting pada perlakuan D dan B dapat mempercepat pematangan ovari induk ikan cupang (Betta sp). Nilai GSI tertinggi terdapat pada perlakuan 10 µg/g dengan nilai 12,52% dan nilai GSI yang terendah pada perlakuan kontrol dengan nilai 7,31%. Fekunditas tertinggi diperoleh pada perlakuan dengan dosis ekstrak daun karamunting 10 µg/g yaitu 1.628 butir dan fekunditas terendah padaperlakuan kontrol yaitu 1.375 butir. Tingkat kelangsungan hidup ikan cupang 100% disetiap perlakuan. Pemberian ekstrak daun karamunting mampu meningkatkan kinerja reproduksi ikan cupang, meliputi tingkat kematangan gonad, nilai GSI, fekunditas, serta kelangsungan hidup dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Due to its high economic value, many pepole are encouraged to cultivate the Siamese fighting fish (Betta sp). To produce broodstock with mature gonad and ready to spawn, a solution is required to improve the reproductive performance of Siamese fighting fish (Betta sp). This research aimed to figture out the potential of karamuntingleaf extract as a gonad-maturation stimulator relatedto the reproductive performance of siamese fighting fish (Betta sp). The research was conduvted using an experimental method with a comletely randomized desugn (CRD) consiting of four treaments with three repetitions. The karamunting leaf extract in this research was administered through traemnt A: (control), Treament B: karamunting leaf extract injection with the dosage of 1 g/g BW, Traement C: karamunting leaf extract injection with dosage of 5 g/g BW, and Treament D: karamunting leaf extract injection with dosage of 10 g/g BW. The observed parameters included; Gonad maturity level, fish survival (SR), fecundity, and water quality (pH temperature and ammonia). The research results show that the administration of karamunting leaf extract in treatments D and b could accelerate the ovary maturation of siamese fighting fish (Betta sp). The highest GSI value (12.52%) was found in the treatment with the dosage of 10 g/g, while the lowes GSI value (7.31%) was found in the control treatment . The highest fecundity (1628 grains) was obtained in the treatment with administration of karamunting leaf extract at the dosage of 10 g/g, while the lowes fecundity (1375 grains) was obtained in the control treatment. The survival rate of siamese fighting fish (Betta sp) was 100% in each treatment. The administration of karamunting leaf extract could improve the reproductive performance of siamese fighting fish (Betta sp), including the gonad maturity, GSI value, fecundity, and survival level when compared to those in the control treatment.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KINERJA REPRODUKSI IKAN CUPANG (Betta sp) YANG DIBERIKAN PAKAN ALAMI YANG TELAH DIPERKAYA EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabatrhicum)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan cupang (Betta sp) mempunyai daya tarik pada warna yang dimunculkan dari tubuhnya. Saat ini harga ikan cupang bisa bernilai jutaan rupiah perekornya, tergantung kualitas warna, jenis dan ukurannya. Sehingga permintaan pasar semakin meningkat, para pembudidaya berlomba melakukan budidaya ikan hias cupang. Untuk menghasilkan benih diperlukan indukan matang gonad yang selalu tersedia. Penelitian ini bertujuan menguji tubifex yang diperkaya dengan ekstrak daun karamunting, terhadap kinerja reproduksi ikan cupang (Betta sp). Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap, yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga pengulangan. Pemberian cacing sutra diperkaya dengan ekstrak daun karamunting selama 4 jam dengan dosis yang berbeda (25 mg/L, 50 mg/L dan 75 mg/L). Parameter yang diamati meliputi; Tingkat kematangan gonad, Gonad Somatik Indeks (GSI), Spesific Growth Rate (SGR), kelangsungan hidup ikan (SR) dan kualitas air (pH, suhu dan amoniak). Perlakuan penambahan ekstrak pada pakan cacing sutra dengan dosis 25, 50 dan 75 mg/L menunjukkan morfologi ovari yang lebih berkembang dibandingkan perlakuan kontrol. Nilai GSI tertinggi terdapat pada perlakuan 25 mg/L dengan nilai 18,17% dan nilai GSI yang terendah pada perlakuan kontrol dengan nilai 7,65%. Fekunditas tertinggi diperoleh pada perlakuan perendaman cacing sutra melalui penambahan ekstrak daun karamunting dengan dosis 25 mg/L, yaitu 2051 butir. Nilai pertumbuhan bobot spesifik terbesar yaitu pada perlakuan 75 mg/L, terjadi penambahan berat yang lebih tinggi sebesar 1,56 dan yang paling rendah pada 25 mg/L sebesar 0,67. Tingkat kelangsungan hidup ikan cupang 100% disetiap perlakuan. Ekstrak daun karamunting dapat dijadikan sumber hormon alternatif untuk kegiatan pematangan gonad pada ikan cupang. Betta fish (Betta sp) has an attraction to the color that emerges from its body. Currently the price of betta fish can be worth millions of rupiah per head, depending on the quality of color, type and size. So that market demand is increasing, cultivators are competing to cultivate betta fish. To produce seeds, mature gonads are needed which are always available. This study aimed to test tubifex enriched with karamunting leaf extract,on the reproductive performance off betta fish (Betta sp). This study used a completely randomized design experimental design, which consisted of four treatments and three repetitions. Giving silk worms enriched with karamunting leaf extract for hours with different doses (25 mg/ L, 50 mg/L dan 75 mg/L). Parameters observed include: Gonad maturity level, Gonad Somatic Index (GSI), Spesific Growth Rate (SGR), Survival Rate (SR) and water quality (pH, suhu dan ammonia). The addition of extracts to silkworm feed at doses of 25, 50, and 75 mg/L showed a more developed ovarian morphology than the control treatment. The highest GSI value was found in the 25 mg/L treatment with a value of 18,17% and the lowest GSI value was in the control treatment with a value of 7.65%. The highest fecundity was obtained in the silkworm immersion treatment through the addition of karamunting leaf extract at a dose of 25 mg/L, which was 2051 grains. The highest specific growth rate value was in the 75 mg/L treatment, the higher weight gain was 1,56 and the lowest was at 25 mg/L at 0,67. The survival rate of betta fish is 100% in each treatment. Karamunting leaf extract can be used as an alternative hormone source for gonadal maturation activities in betta fish.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MASKULINISASI IKAN CUPANG (Betta sp) MENGGUNAKAN EKSTRAK SELEDRI (Apium graveolens)

2020•

Penggunaan ekstrak seledri dalam proses maskulinisasi ikan cupang diharapkan akan meningkatkan hormon testosteron. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak seledri terhadap persentase ikan cupang jantan dengan cara maskulinisasi. Penelitian ini menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan. Biota uji dalam penelitian ini adalah larva ikan cupang umur 7 hari yang direndam dalam media yang mengandung ekstrak seledri dengan konsentrasi berbeda selama 8 jam. Perlakuan terdiri dari penambahan ekstrak seledri sebanyak 5 mg/L (P1), 10 mg/L (P2), 20 mg/L (P3), 40 mg/L (P4), 80 mg/L (P5), dan tanpa penambahan ekstrak seledri sebagai kontrol (P0). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak seledri dengan perbedaan konsentrasi berpengaruh signifikan terhadap persentase ikan cupang jantan, tetapi tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kelangsungan hidup. Perlakuan P2 dengan konsentrasi 10 mg/L adalah perlakuan terbaik, menghasilkan 73,33% ikan cupang jantan setelah dua bulan masa pemeliharaan. Nilai kelangsungan hidup tertinggi diperoleh pada perlakuan Kontrol (P0) yaitu sebesar 100%, sedangkan nilai kelangsungan hidup terendah diperoleh pada perlakuan P5 yaitu sebesar 63,33%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail