Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Daun Karamunting.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

BIOENRICHMENT Moina. Sp MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING UNTUK MENINGKATKAN LAJU PERTUMBUHAN BENIH IKAN CUPANG (Betta. Sp)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

BIOENRICHMENT Moina. Sp MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING UNTUK MENINGKATKAN LAJU PERTUMBUHAN BENIH IKAN CUPANG Betta. Sp Abstrak Ikan cupang (Betta sp.) adalah ikan air tawar yang habitat aslinya dibeberapa negara di Asia Tenggara. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui laju pertumbuhan benih ikan cupang (Betta sp.) yang diberikan pakan alami Moina sp yang telah diperkaya ekstrak daun karamunting dengan dosis yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap, yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga ulangan. Yaitu 1: Kontrol ( tanpa ekstrak daun karamunting), 2: Moina sp + 25 ppm ekstrak daun karamunting, 3: Moina sp + 50 ppm ekstrak daun karamunting dan ke3: Moina sp + 100 ppm ekstrak daun karamunting. Pertumbuhan bobot benih ikan cupang pada akhir penelitian dengan bobot 1,44 gr, menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun karamunting pada pakan Moina sp mampu meningkatkan nutrisi dari Moina sp yang berpengaruh pada laju pertumbuhan benih ikan cupang. nilai SGR tertinggi didapatkan pada perlakuan 3 dengan dosis 100 ppm, sebesar 4,00%, diikuti dengan perlakuan 2 dengan dosis 50 ppm sebesar 3,24% selanjutnya pada perlakuan 1 dengan dosis 25 ppm sebesar 2,85% dan nilai SGR terendah terdapat pada perlakuan kontrol sebesar 2,57%. Tingkat kelangsungan hidup benih ikan cupang (Betta sp.) dari total 20 ekor untuk tiap perlakuan yang dipelihara selama 30 hari masa perlakuan menunjukkan nilai tertinggi pada perlakuan 2 (50 ppm) yaitu 73%, kemudian pada perlakuan 3 (100 ppm) yaitu 72%, disusul oleh perlakuan 1 (25 ppm) yaitu 70% dan yang paling rendah terjadi pada perlakuan kontrol dengan tingkat kelangsungan hidup sebesar 67%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Moina sp yang diperkaya dengan ekstrak daun karamunting dengan bebagai dosis yang berbeda dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan benih ikan cupang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERCEPATAN MOLTING PL-2 UDANG WINDU (Penaeus monodon) DENGAN MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) PADA LAMA WAKTU PERENDAMAN YANG BERBEDA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Udang windu merupakan golongan krustasea yang pertumbuhannya diikuti dengan pergantian kulit. Berdasarkan wawancara, salah satu permasalahan yang dialami oleh beberapa hatcheri di Pantai Amal Kota Tarakan adalah terhambatnya proses molting pada udang 2 fase pasca larva. Hal itu diduga terkait dengan ketersediaan pakan alami atau nutrisi. Pengaruh kualitas pakan alami yang diberikan mempengaruhi proses biosintesis hormon ekdisteroid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak daun karamunting terhadap percepatan molting pascalarva udang windu melalui waktu perendaman yang berbeda. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan 1 perendaman tanpa pemberian ekstrak daun karamunting, perlakuan kedua perendaman selama 4 jam, perlakuan ketiga perendaman selama 8 jam, dan perlakuan keempat perendaman selama 16 jam, dengan konsentrasi yang sama yaitu 50 ppm pada masing-masing perlakuan. Berdasarkan hasil yang diperoleh selama penelitian, persentase molting udang windu tertinggi adalah pada perlakuan perendaman 16 jam dengan persentase molting sebesar 62%. Tingkat kelangsungan hidup udang windu tertinggi juga diperoleh pada perlakuan perendaman 16 jam dengan nilai 86%. Dengan demikian perlakuan perendaman menggunakan ekstrak daun karamunting dengan konsentrasi 50 ppm pada benih udang berpengaruh nyata terhadap aktivitas molting dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Persentase molting tertinggi diperoleh pada perlakuan perendaman 16 jam.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail