Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

24 hasil
Subjek: warna
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Laju Aliran Udara Terhadap Kinerja Kompor Berbahan Bakar Oli Bekas

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi laju aliran udara terhadap temperatur nyala api dan warna api, mengevaluasi pengaruhnya terhadap efisiensi termal pembakaran, serta menentukan laju aliran udara yang paling optimal dalam meningkatkan kinerja kompor berbahan bakar oli bekas. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan melakukan pengujian langsung pada kompor menggunakan variasi laju aliran udara sebesar 1,5 m/s, 2 m/s, dan 2,5 m/s. Parameter yang diamati meliputi temperatur nyala api, warna api, efisiensi termal, dan waktu pendidihan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi laju aliran udara berpengaruh signifikan terhadap karakteristik nyala api dan performa pembakaran kompor. Peningkatan laju aliran udara mampu meningkatkan suplai oksigen sehingga proses pembakaran menjadi lebih stabil dan lebih mendekati pembakaran sempurna yang ditandai dengan perubahan warna api dan peningkatan temperatur pembakaran. Rata-rata temperatur maksimal yang diperoleh sebesar 662,7°C. Efisiensi termal tertinggi dicapai pada laju aliran udara 2,5 m/s sebesar 6,3%, sedangkan waktu pendidihan air tercepat diperoleh dengan rata-rata waktu 592 detik. Berdasarkan hasil penelitian, laju aliran udara 2,5 m/s merupakan kondisi paling optimal dalam meningkatkan kinerja pembakaran kompor berbahan bakar oli bekas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI MIKROPLASTIK PADA KERANG DARAH (Anadara sp.), KERANG KAPAH (Meretrix meretrix) DAN KERANG BAKAU (Geloina sp.) YANG BERASAL DARI PERAIRAN KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mikroplastik merupakan fragmen plastik dengan ukuran panjang kurang dari 5 mm. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan serta karakteristik mikroplastik yang meliputi bentuk, warna, dan ukuran pada Kerang Darah (Anadara sp.), Kerang Kapah (Meretrix meretrix), dan Kerang Bakau (Geloina sp.) yang berasal dari perairan Kota Tarakan. Metode penelitian dilakukan melalui analisis karakteristik mikroplastik berdasarkan jenis, warna, dan ukuran partikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Kerang Darah (Anadara sp.) lokasi Pantai Jambsore terdapat 10 partikel mikroplastik yang terdiri atas bentuk fragmen, film, dan fiber. Warna mikroplastik yang teridentifikasi meliputi hijau tua, hijau muda, dan hitam, dengan ukuran berkisar antara 20–40 μm hingga 500 μm. Pada Kerang Kapah (Meretrix meretrix) lokasi Pantai Amal, terdapat 12 partikel mikroplastik dengan bentuk fragmen dan fiber. Warna mikroplastik yang dijumpai yaitu hijau tua, hitam, dan merah, dengan ukuran berkisar antara 20–40 μm hingga 5000 μm. Sementara itu, pada Kerang Bakau (Geloina sp.) lokasi Mangrove (KKMB) terdapat 6 partikel mikroplastik yang seluruhnya berbentuk fragmen. Warna mikroplastik yang teridentifikasi hanya hijau tua, dengan ukuran berkisar antara 40–60 μm hingga 500 μm.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENCEMARAN MIKROPLASTIK : IDENTIFIKASI DAN KELIMPAHAN MIKROPLASTIK DI PERAIRAN SUNGAI KAYAN KALIMANTAN UTARA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran kurang dari 5 mm yang banyak ditemukan di lingkungan perairan dan berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem serta kesehatan manusia. Sungai Kayan di Kalimantan Utara merupakan salah satu sungai utama yang dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas seperti transportasi, perikanan, dan kebutuhan domestik, sehingga berpotensi mengalami pencemaran mikroplastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan menentukan kelimpahan mikroplastik di perairan Sungai Kayan. Pengambilan sampel dilakukan pada empat stasiun menggunakan metode purposive sampling dengan volume air 10 liter setiap titik. Sampel kemudian disaring, dipreparasi menggunakan larutan H₂O₂ dan NaCl, serta dianalisis secara mikroskopis untuk menentukan bentuk, ukuran, dan warna mikroplastik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan mikroplastik bervariasi pada setiap stasiun, dengan nilai tertinggi di Stasiun 1 sebesar 12,5 partikel/L dan terendah di Stasiun 4 sebesar 6,4 partikel/L. Bentuk mikroplastik yang teridentifikasi paling dominan fragmen (35%), paling sedikit ditemukan bentuk mikroplastik pellet (14%). Berdasarkan warna, partikel hitam mendominasi dengan (30%), sedangkan merah paling sedikit dengan (1%). Dari segi ukuran, kelompok 100–500 µm merupakan yang terbanyak dengan (36%), sedangkan kelompok 1000–5000 µm hanya (1%). Temuan ini mengindikasikan bahwa Sungai Kayan telah tercemar mikroplastik dengan tingkat kelimpahan yang bervariasi, terutama dipengaruhi oleh aktivitas domestik dan antropogenik di sekitar sungai. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengelolaan lingkungan serta memberikan gambaran mengenai potensi risiko mikroplastik terhadap ekosistem dan kesehatan masyarakat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi keberadaan Mikroplastik di perairan kota Tarakan (studi kasus PDAM Tirta alam kota Tarakan)

2024•

Mikroplastik merupakan bahan pencemar yang berasal dari plastik dengan berbagai macam bentuk yang memiliki ukuran 5 um. Mikroplastik adalah jenis yang paling banyak telah mencemari fingkungan persiran karena ukurannya yang sangat kecil. Pada saat ini penduduk akan bertambah dari tahun ke tahun yang membuat aktivitas masyarakat akan semakin padat dan juga akan meningkatkan limbah plastik yang akan dilepaskan ke lingkungan. Dengan peningkatan jumlah penduduk memberikan dampak terhadap lingkungan, mutu air semakin menurun karena limbah dari aktivitas penduduk turut mempercepat menurunnya kualitas air. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui karakteristik mikroplastik di perairan Kota Tarakan (studi kasus PDAM Tirta Alam Kota Tarakan). Hasil identifikasi telah ditemukan karakteristik mikroplastik seperti bentuk, warna, dan ukuran. Terdapat 4 jenis mikroplastik yang ditemukan yaitu fiber, fragmen, film, dan pelet dan didominasi oleh bentuk fiber, sebanyak 55% partikel mikroplastik Kemudian warna dominan yang di temukan ialah warna transparan dengan persentase sebesar 32% dan yang terendah terdapat warna merah dengan persentase 0,1%. Berdasarkan ukurannya, ukuran 100-500 µm merupakan ukuran yang mendominasi yaitu sebesar 42% dan yang terendah terdapat ukuran 80-100 um dan ukuran 1000-2000 µm yang memiliki persentase yang sama yaitu sebesar 3%. Kelimpahan yang dominan terdapat pada lokasi Embung Bengawan yaitu sebesar 0,72 partikel/liter dan terendah lokasi Embung Indulung sebesar 0,37 partikel/liter.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN BETAKAROTEN PADA PAKAN TERHADAP PENINGKATAN WARNA DAN PERTUMBUHAN IKAN PEDANG (Xiphophorus helleri)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan pedang adalah ikas hias air tawar yang digemari masyarakat saat ini. Ikan platy pedang merupakan salah satu jenis ikan yang populer bagi para pecinta ikan hias. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan yang di kombinasikan dengan betakaroten pada pertumbuhan dan perubahan warna ikan pedang (Xiphophorus helleri). Metode penelitian meliputi kegiatan pengukuran pertumbuhan bobot mutlak, panjang mutlak, SR, Kualitas Air dan Pengamatan Warna data akan dianalisis dengan secara deskriptif kuantitatif dengan menggunakan softaware Ms.Excell 2013. Hasil penelitian pada perlakuan 4 (15% Betakaroten) memiliki berat mutlak terbesar yaitu 1,9 g dan panjang mutlak tertinggi yaitu 6,5 cm. Nilai tingkat kelangsuangan hidup (SR) pada semua perlakuan adalah 100%. Hasil pengukuran kualitas air yang meliputi suhu, pH, DO, dan Amonia berada dalam kondisi optimal untuk pemeliharaan ikan pedang. Kualitas warna terbaik diperoleh perlakuan P4 (15% Betakaroten) dengan nilai 18. Berdasarkan penelitia ini, pemberian betakaroten pada pakan memiliki potensi lebih baik dalam meningkatkan pertumbuhan dan warna ikan pedang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENINGKATAN KUALITAS WARNA IKAN CUPANG (BETTA SP) MENGGUNAKAN PAKAN TEPUNG KEPALA UDANG

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan cupang adalah ikan hias yang mempunyai daya tarik terhadap warna yang dilihat pada bagian tubuh dan siripnya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis Peningkatan Kualitas Warna Ikan Cupang (Betta sp) Melalui Tepung Kepala Udang. Penelitian ini adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan lima perlakuan dan tiga kali ulangan, dengan persentase subsitusi tepung kepala udang yang berbeda. Hasil analisis uji statistic sidik ragam/anova menggunakan SPSS 27 tingkat kualitas warna ikan cupang diperoleh nilai F sebesar 0,761 dengan nilai signifikansi (α) 0,05 sebesar 0,574. Laju peningkatan warna ikan cupang yang paling tinggi diakhir penelitian ini adalah perlakuan E (20%) sebesar 10,33, kemudian perlakuan D (15%) laju peningkatan warna ikan cupang di akhir 8,33, lalu di perlakuan B (5%) laju peningkatan warna ikan cupang di akhir 7,67, dan di perlakuan C (10%) laju peningkatan warna ikan cupang di akhri 6,33, dan untuk perlakuan A (Kontrol) laju peningkatan warna ikan cupang di akhir 5,67. Dapat dikatakan terdapat peningkatan kualitas warna ikan cupang setelah diberikan perlakuan (pemberian dosis kepala udang). Terjadi peningkatan kualitas warna pada ikan cupang disebabkan adanya penambahan tepung kepala udang pada pakan buatan. Tepung kepala udang tersebut mengandung karatenoid yang dapat mempengaruhi secara nyata perubahan dalam peningkatan warna ikan cupang. Penambahan tepung kepala udang dosis 20% menghasilkan tingkat perubahan warna yang lebih baik pada ikan cupang dan lebih efektif dibandingkan dengan dosis tepung kepala udang yang lain.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN PAKAN ALAMI YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN WARNA IKAN CUPANG (Betta Sp)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan hias merupakan salah satu usaha budidaya perikanan yang memiliki potensi besar dan sudah dikenal masyarakat sejak era 60-an. Ikan cupang juga merupakan komoditas ikan hias yang potensial karena memiliki daya tarik tersendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan alami yang berbeda terhadap pertumbuhan dan warna ikan cupang (Betta Sp). Metode penelitian meliputi kegiatan pengukuran pertumbuhan bobot mutlak, panjang mutlak, SR, Kualitas Air dan Pengamatan Warna yang dianalisis menggunakan uji Anova. Hasil penelitian pada perlakuan 4 (Tubifex sp) memiliki berat mutlak terbesar yaitu 1,30 g dan panjang mutlak tertinggi yaitu 1,5 cm. Nilai tingkat kelangsuangan hidup (SR) pada semua perlakuan adalah 100%. Hasil pengukuran kualitas air yang meliputi suhu, pH, DO, dan Amonia berada dalam kondisi optimal untuk pemeliharaan ikan cupang. Kualitas warna terbaik diperoleh perlakuan P4 (Tubifex sp) dengan nilai 9. Berdasarkan penelitia ini, pemberian pakan alami Tubifex sp memiliki potensi lebih baik dalam meningkatkan pertumbuhan dan warna ikan cupang dibanding jenis pakan alami lainnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK MIKROPLASTIK PADA IKAN NOMEI (Harpodon nehereus) DI PERAIRAN JUATA LAUT KOTA TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keberadaan mikroplastik diperairan sangat berbahaya bagi biota yang hidup didalamnya mikroplastik dapat merusak saluran pencernaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan kelimpahan mikroplastik yang terdapat pada ikan nomei di Perairan Juata Laut. Penelitian ini dilaksanakan selama 6 bulan yaitu dari bulan Mei sampai bulan Oktober 2023. Sampel ikan diperoleh dari nelayan Juata Laut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Identifikasi mikroplastik dilakukan dibawah Mikroskop di Laboratorium LSIH. Hasil menunjukkan bahwa dari 10 ekor ikan nomei teridentifikasi mikroplastik dengan rata-rata jumlah mencapai 70 partikel/sampel. Kelimpahan total mikroplastik yang ditemukan sebanyak 4 bentuk yaitu fiber, film, fragmen, dan pellet. Bentuk mikroplastik yang paling dominan adalah fragmen sebanyak 252 partikel. Ditemukan 8 warna yaitu hitam, biru, merah, coklat, hijau, kuning, jingga, dan transparan. Paling dominan adalah transparan sebanyak 309 partikel. Berdasarkan ukuran mikroplastik yang paling dominan berukuran >20-500 πm. Kata kunci: Bentuk, Kelimpahan, Mikroplastik, Ukuran, Warna, Ikan Nomei

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

pengaruh penambahan tepung wortel pada pakan dengan dosis yang berbeda terhadap peningkatan kualitas warna dan pertumbuhan ikan cupang (betta sp)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan hias merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki potensi perdagangan di dalam maupun di luar negeri. Salah satu jenis ikan hias yang mempunyai nilai ekonomis tinggi adalah ikan cupang (Betta sp). Salah satu bahan alami yang dapat digunakan untuk mendapatkan pigmen warna yang cerah adalah tepung wortel. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek penambahan tepung wortel kedalam pakan ikan dalam meningkatkan kualitas warna dan pertumbuhan ikan cupang. Perlakuan yang digunakan pada penelitian kali ini adalah 4 perlakuan dan 4 ulangan dengan persentase tepung wortel yang berbeda yang di campur pada pakan hingga mencapai berat pakan 100 gr. Perlakuan 1 (P1): Perlakuan komersial (control) Perlakuan 2 (P2): Perlakuan dengan 5,5% tepung wortel/ 100 g pakan Perlakuan 3 (P3): Perlakuan dengan 6% tepung wortel / 100 g pakan Perlakuan 4 (P4): Perlakuan dengan 6,5% tepung wortel/100 g pakan. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan panjang ikan tertinggi pada perlakuan 2 dengan nilai 1,5, cm, pertumbuhan berat ikan yang terbaik ikan cupang diperoleh pada perlakuan 2 dengan hasil pertumbuhan 0,44gr , nilai warna terbaik dihasilkan pada perlakuan 2, hasil pengukuran suhu 29,4-23,7C°, hasil pengukuran pH 6-7,8, hasil pengukuran DO 6,1- 12,2 (mg/L), hasil pengukuran amoniak 0,08-0,16. Tepung wortel yang mengandung karotenoid berperan dalam mempertahankan pertumbuhan disarankan 5,5%. Penelitian ini dapat meningkatkan kualitas warna dan pertumbuhan ikan cupang (Betta sp)

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENENTUAN KELIMPAHAN DAN IDENTIFIKASI MIKROPLASTIK PADA SEDIMEN DI PERAIRAN KOTA TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penggunaan plastik di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat yang mengakibatkan semakin meningkat pula potensi penncemaran lingkungan yang berasal limbah plastik bagi lingkungan. Sampah plastik ukuran besar yang tersebar di laut dan dibiarkan terus-menerus akan terdegedasi oleh sinar matahari (fotodegradasi) sehingga membentuk partikel-partikel plastik berukuran ≤ 5 mm yang disebut dengan mikroplastik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk, warna dan ukuran mikroplastik serta mengetahui kelimpahan mikroplastik pada sedimen di wilayah perairan Kota Tarakan. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, metode penentuan stasiun sampling menggunakan purposive sampling dengan 5 stasiun. Identifikasi mikroplastik menggunakan mikroskop Nikon Ecllips Ti2 dengan parameter yang diamati yaitu bentuk, warna dan ukuran mikroplastik. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan kelimpahan mikroplastik paling dominan terdapat di stasiun 2 Muara Sungai dengan jumlah mikroplastik sebanyak 129 partikel/150 g dengan persentase 31%. Bentuk mikroplastik yang teridentifikasi pada sedimen di perairan Kota Tarakan adalah fragmen, film, fiber, dan pellet. Bentuk mikroplastik yang paling dominan adalah pellet sebanyak 171 partikel/150 g. Warna mikroplastik yang teridentifikasi adalah transparan, kuning, cokelat, biru, hitam, merah dan putih. Warna yang paling dominan adalah hitam sebanyak 186 partikel. Untuk ukuran mikroplastik yang paling dominan yaitu pada ukuran 20 µm sebanyak 95 partikel, sedangkan ukuran yang paling sedikit teridentifikasi adalah pada ukuran >1000 µm yaitu 8 partikel.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi Mikroplastik pada sedimen di perairan pesisir sngai kayan kalimantan utara

2023•

Mikroplastik adalah plastik berukuran sangat kecil ≤ 5 mm, dan merupakan limbah yang dapat mencemari lingkungan perairan dan menimbulkan efek toksik. Ketika mikroplastik masuk ke dalam sedimen, hal ini dapat mengganggu rantai makanan bagi organisme. Penelitian bertujuan mengidentifikasi keberadaan mikroplastik pada sedimen di Perairan Pesisir Sungai Kayan, Kalimantan Utara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2023 dengan melakukan pengambilan sampel sebanyak tiga kali. Terdapat 6 stasiun pengambilan sampel di wilayah perairan pesisir Sungai Kayan, Kalimantan Utara. Pengambilan sampel sedimen dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling di keennam stasiun pengamatan dengan tiga kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan ada empat bentuk mikroplastik yang teridentifikasi, yaitu fragmen, film, fiber, dan pellet. Bentuk mikroplastik yang dominan adalah fragmen 69%. Ukuran yang paling dominan sekitar 100-500 μm, dengan persentase sebesar 60%. Ditemukan warna mikroplastik yaitu warna hitam, biru, merah, transparan, coklat dan warna kuning dimana warna coklat mendominasi (53%). Keberadaan mikroplastik berasal dari kegiatan pemukiman, fragmnetasi kantong plastik dan sampah makro yang terpapar sinar ultraviolet dan terpengaruh oleh arus. Variabilitas warna dikaitkan dari berbagai sumber dan berubah warna seiring dengan terjadinya pelapukan di alam. Rentang ukuran disebabkan oleh fisik dan kimia yang berpengaruh terhadap degradasi mikroplastik sehingga memiliki ukuran yang beragam.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK MIKROPLASTIK PADA AIR DI PERAIRAN SUNGAI KAYAN KALIMANTAN UTARA

2023•

Mikroplastik merupakan hasil turunan dari produk-produk berbahan plastik yang mengalami fragmentasi dengan ukuran 5 mm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mikroplastik pada air diperairan sungai Kayan Kalimantan Utara. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode Random Sampling pada 6 stasiun yang berbeda. Air sampel kemudian dipisahkan dari partikel organik menggukan larutan hidrogen peroksida (H2O2) dengan konsentrasi 30% setalah itu disaring menggunakan kertas whatman dengan pore zise 1,5 µm kemudian diidentifikasi menggunakan mikroskop Nikon Eclipse Ti2 dan bantuan software NIS-Elements. Hasil identifikasi menunjukan bahwa bentuk mikroplastik yang ditemukan pada perairan sungai Kayan didominasi oleh jenis fragmen dengan persentase mencapai 42% dan jumlah paling sedikit ditempati oleh jenis pellet dengan sekitar 14%. Berdasarkan warnanya mikroplastik yang ditemukan pada keseluruhan stasiun didominasi oleh warna coklat dengan persentase sebasar 32,4% dan warna dengan jumlah terkecil yakni warna ungu dengan hanya menempati 0,1%. Berdasarkan ukurannya didominasi oleh kelompok ukuran dengan rentang 100-500 µm sebanyak 57,7% dan jumlah terkecil ditempati oleh kelompok ukuran 20-40 µm sebanyak 0,9%. Sedangkan berdasarkan kelimpahannya didominasi oleh stasiun 4 dengan rata-rata kelimpahan sekitar 8 partikel/liter dan kelimpahan terkecil ditempati oleh stasiun 3 dengan jumlah 2,9 partikel/liter.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi Mikroplastik Pada Saluran Pencernaan Ikan Patin (Pangasius rheopilus) Di Perairan Sungai Kayan Kalimantan Utara

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

IDENTIFIKASI MIKROPLASTIK PADA SALURAN PENCERNAAN IKAN PATIN (Pangasius rheopilus) DI PERAIRAN SUNGAI KAYAN KALIMANTAN UTARA Abstrak Indonesia adalah negara dengan pemasok sampah plastik terbesar ke-2 di dunia yaitu sebesar 187,2 ton/tahun. Sampah plastik yang berada dilingkungan perairan akan mengalami fragmentasi menjadi partikel-partikel plastik berukuran 5 mm yanng disebut sebagai mikroplastik. Keberadaan mikroplastik dalam lingkungan perairan menyebabkan terjadinya pencermaran sehingga biota yang mengkonsumsinya beresiko mendapatkan dampak negatif dari adanya mikroplastik tersebut terutama pada biota yaitu dapat merusak saluran pencernaan, mengurangi tingkat pertumbuhan, menghambat produksi enzim, menurunkan kadar hormon steroid, dan mempengaruhi reproduksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan dan kelimpahan serta mengidentifikasi bentuk, warna, dan ukuran mikroplastik pada saluran pencernaan ikan patin di Perairan Sungai Kayan Kalimantan Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai juli 2023. Metode pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan mengambil ikan patin sebanyak 15 ekor kemudian dilakukan pengujian untuk mengidentifikasi mikroplastik di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 ekor ikan patin di Perairan Sungai Kayan Kalimantan Utara telah teridentifikasi mikroplastik dengan rata-rata jumlah mencapai 22 partikel/sampel. Kelimpahan total mikroplastik yang ditemukan pada saluran pencernaan ikan patin sebanyak 330 partikel. Bentuk mikroplastik yang teridentifikasi pada saluran pencernaan ikan patin di Perairan Sungai Kayan berdasarkan bentuk ditemukan 4 bentuk mikroplastik yaitu fiber, film, fragmen dan pelet. Mikroplastik yang dominan adalah fiber sebanyak 143 partikel. Berdasarkan warna ditemukan 7 warna yaitu hitam, biru, merah, coklat, hijau, putih dan transparan. Warna yang paling dominan yaitu hitam sebanyak 143 partikel. Berdasarkan ukuran mikroplastik yang paling dominan ditemukan yaitu berukuran 100-500 µm.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISASI MIKROPLASTIK PADA SEDIMEN DI WILAYAH PERAIRAN KOTA TARAKAN

2023•

Penggunaan plastik di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat yang mengakibatkan semakin meningkat pula potensi volume limbah plastik yang di hasilkan. Limbah plastik yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi sumber pencemar bagi lingkungan. Sampah plastik besar yang tersebar di laut jika dibiarkan terus-menerus akan terdegredasi oleh sinar matahari (fotodegredasi) sehingga membentuk partikel-partikel plastik berukuran 5 mm yang disebut dengan mikroplastik. Keberadaan mikroplastik di lingkungan perairan dapat menjadi ancaman bagi biota perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk, warna dan ukuran mikroplastik serta mengetahui kelimpahan mikroplastik pada sedimen di wilayah perairan Kota Tarakan. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Metode sampling yang digunakan yaitu purposive sampling dengan 5 lokasi sampling. Keberadaan mikroplastik di identifikasi menggunakan mikroskop dengan parameter yang diamati yaitu bentuk, warna dan ukuran mikroplastik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan mikroplastik paling dominan terdapat di Lokasi 1 (Juata Laut) yaitu rata-rata 63,3 dengan persentase kelimpahan sebesar 28,79%. Bentuk mikroplastik yang teridentifikasi pada sedimen di perairan Kota Tarakan adalah fragmen, film, fiber, dan pellet. Bentuk mikroplastik yang paling dominan adalah fragmen sebanyak 303 partikel. Warna mikroplastik yang teridentifikasi adalah transparan, kuning, cokelat, biru, ungu, hitam dan merah. Warna yang paling dominan adalah transparan sebanyak 195 partikel. Untuk ukuran mikroplastik yang paling dominan yaitu pada ukuran 20 µm sebanyak 220 partikel, sedangkan ukuran yang paling sedikit teridentifikasi adalah pada ukuran >1000 µm yaitu hanya memperoleh 4 partikel.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIIDENTIFIKASI KEBERADAAN MIKROPLASTIK DI PERAIRAN TAMBAK KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA

2023•

Mikroplastik adalah fragmen dari plastik yang terdegradasi dengan ukuran partikel kurang dari 5 mm. Mikroplastik memiliki dampak yang berbahaya bagi makhluk hidup yang ada di perairan. Mikroplastik dapat berada dilingkungan dan terakumulasi di perairan salah satunya adalah tambak. Tambak adalah kolam buatan yang biasanya berada di daerah pantai yang diisi air dan dimanfaatkan sebagai budidaya perairan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui keberadaan, bentuk, warna, dan ukuran mikroplastik pada perairan Tambak Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan 5 bulan yaitu pada bulan April-Agustus 2022, pada Lima lokasi tambak yang ada di Kota Tarakan yaitu Tambak Juata Permai, Stasiun Bandara, Tenguyun, Islamic Center dan Tambak Mamburungan. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan 3 ulangan. Sampel yang diidentifikasi adalah sampel air diperairan tambak, yang diidentifikasi menggunakan mikroskop trinokuler. Hasil pengamatan ditemukan keberadaan mikroplastik pada perairan tambak. Empat bentuk mikroplastik yaitu fiber, film, filamen dan fragmen. Bentuk mikroplastik paling dominan yaitu fiber 78%, film 10%, fragment 11% dan bentuk filamen 0,1%. Ukuran mikroplastik paling dominan yaitu ukuran 500-1000 μm sebanyak 96 partikel dan ditemukan paling sedikit dengan ukuran 20-40 μm sebanyak 2 partikel. Teridentifikasi 8 jenis warna mikroplastik yaitu hitam, coklat, merah, orange, biru, putih, bening dan hijau.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kelimpahan Mikroplastik Pada Perairan Selumit Pantai Kota Tarakan Kalimantan Utara

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mikroplastik merupakan bahan pencemar yang berasal dari plastik dengan berbagai macam bentuk serta memiliki ukuran kurang dari 5 mm. Mikroplastik berbahaya dibandingkan dengan material plastik yang berukuran besar. Mikroplastik di perairan dapat dimakan oleh organisme laut dan dapat dicerna karena ukurannya yang kecil menyerupai makanan. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu mengidentifikasi mikroplastik berdasarkan warna, ukuran dan bentuk serta menghitung kelimpahan mikroplastik pada perairan Selumit Pantai Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan selama 5 bulan dari bulan Juli sampai dengan November 2022 di perairan Selumit Pantai. Metode penelitian titik sampling menggunakan teknik purposive sampling dengan 3 stasiun pengamatan. Sampel yang diidentifikasi adalah sampel air di 3 stasiun Perairan Selumit Pantai. Sampel kemudian diidentifikasi menggunakan mikroskop Nikon eclipse ti² dengan perbesaran 10x. Data hasil Identifikasi mikroplastik berupa penampakan karakteristik, morfologi partikel mikroplastik meliputi warna, dan bentuk partikel pada masing-masing sampel. Hasil penelitian yang didapatkan, mikroplastik yang ditemukan pada sampel air di perairan Selumit Pantai memiliki kisaran 142 partikel/ 15 liter dengan rata-rata kelimpahan 9,46/15 liter, 141 partikel/ 15 liter dengan rata-rata kelimpahan 9,40/ 15 liter, sampai dengan 140 partikel/ 15 liter dengan rata-rata kelimpahan 9,33/ 15 liter. Bentuk mikroplastik yang teridentifikasi yaitu fiber, film, fragmen, dan pelet dengan warna biru, coklat, hijau, hitam, merah, kuning, transparan, dan ungu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI KEBERADAAN MIKROPLASTIK DI SUNGAI KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keberadaan sampah anorganik berupa plastik dapat membahayakan bagi kehidupan perairan. Plastik dapat terpecah menjadi ukuran mikro yang dikenal dengan mikroplastik. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi keberadaan dan jenis mikroplastik berdasarkan ukuran, bentuk dan warna di Sungai Kota Tarakan Kalimantan Utara. Pengambilan sampel dilakukan di 5 titik lokasi yaitu Sungai Mamburungan, Sungai Bandara, Sungai Sebengkok, Sungai Pasar Batu dan Sungai Jembatan Bongkok. Pengambilan sampel air dilakukan dengan menggunakan plankton net mesh size 25 µm. Pengolahan sampel dilakukan dengan pengeringan sampel menggunakan oven dengan suhu 80˚C selama 24 jam. Setelah itu diberikan larutan H2O2 30% sebanyak 10 ml untuk memisahkan mikroplastik dengan bahan organik, selanjutnya ditutup menggunakan aluminium foil dan diinkubasi di dalam waterbath sampai terlihat bening dengan suhu 80˚C. Selanjutnya sampel disaring menggunakan kertas Whatman nomor 41 diameter 90 mm ukuran pori 20 µm dengan bantuan vacum pump. Sampel kemudian diidentifikasi dengan menggunakan mikroskop. Hasil identifikasi ditemukan 4 jenis mikroplastik disemua lokasi penelitian yaitu jenis fragment, film, fiber dan filament yang didominasi oleh fiber yaitu 35%. Pada Penelitian ini ada 10 jenis warna mikroplastik yang ditemukan yaitu merah, hijau, biru, kuning, coklat, putih,bening, hitam,orange dan ungu yang didominasi oleh warna bening yaitu 45%. Ukuran mikroplastik yaitu 20-5000 μm, dimana ukuran 100-500 μm lebih banyak ditemukan. Sumber mikroplastik ini diduga berasal dari limbah cat kapal, sampah yang dibuang nelayan seperti jaring, benang pancing dan tali temali dan sampah dari kegiatan antropogenik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI KEBERADAAN MIKROPLASTIK PADA BIOTA IKAN BANDENG (Chanos-chanos) DI TAMBAK KOTA TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mikroplastik adalah fragmen dari plastik yang terdegradasi, ukuran partikel dari mikroplastik yaitu kurang dari 5 mm. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui keberadaan, bentuk, warna, dan ukuran mikroplastik pada Ikan Bandeng (Chanos-chanos) di tambak Kota Tarakan. Metode penelitian dilakukan dengan cara identifikasi karakteristik mikroplastik berupa Jenis, Warna dan Ukuran Mikroplastik. Hasil yang ditemukan pada lokasi Juwata Permai ada 152 parrtikel mikroplastik diantaranya bentuk fiber, film, fragmen, dan filamen. Ukuran yang ditemukan yaitu mulai dari 40-60 µm sampai >5000 µm. Hasil yang ditemukan pada lokasi Belakang Bandara ada 79 parrtikel mikroplastik diantaranya bentuk fiber, film, fragmen, dan filamen. Ukuran yang ditemukan yaitu mulai dari 40-60 µm sampai >5000 µm. Hasil yang ditemukan pada lokasi Islamic Center ada 94 parrtikel mikroplastik diantaranya bentuk fiber, film, fragmen, dan filamen. Ukuran yang ditemukan yaitu mulai dari 100-500 µm sampai >5000 µm. Dari tiga lokasi tambak yaitu tambak Juwata Permai, tambak Belakang Bandara, dan Tambak Islamic Center masing-masing ditemukan warna mikroplastik yang sama diantaranya warna biru, coklat, hijau, hitam, merah, kuning, putih, dan putih bening.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji efektivitas perangkap botol plastik berwarna terhadap hama lalat buah Bactrocera spp. (Diptera: Tephritidae) pada areal budidaya tanaman cabai

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UJI EFEKTIVITAS PERANGKAP BOTOL PLASTIK BERWARNA TERHADAP HAMA LALAT BUAH Bactrocera spp. (DIPTERA: TEPHRITIDAE) PADA AREAL BUDIDAYA TANAMAN CABAI Abstrak Faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas tanaman cabai yakni adanya gangguan organisme pengganggu tanaman (OPT). Hama Bactrocera spp merupakan hama yang menyerang buah-buahan musiman, dan memiliki dinamika populasi sepanjang tahun. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas perangkap berwarna terhadap hama lalat buah, dan membandingkan perangkap berwarna yang efektif untuk mengendalikan hama lalat buah pada tanama cabai, serta menguraikan peran zat pemikat yang ditambahkan kertas berwarna dalam memikat lalat buah jika ditambahkan. Penelitian ini menggunakan metode uji perbandingan perangkap berwarna, serta pengujian perangkap berwarna yang ditambahkan senyawa pemikat dengan masing-masing ulangan sebanyak 15 kali pada tiga lokasi tanaman cabai yang berbeda. Perbandingan jumlah individu lalat per perangkap dianalisis menggunakan Uji-F dan Uji Duncan (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 2 (dua) spesies lalat buah yakni Bractocera dorsalis dan Bractocera umbrosa pada pengujian perangkap berwarna. Perangkap warna kuning lebih memerangkap lalat buah lebih tinggi dibandingkan dengan warna hijau dan putih, dengan rata-rata 0.24 individu/perangkap/hari. Penambahan senyawa pemikat lalat buah (methyl eugenol) pada perangkap berwarna mampu meningkatkan jumlah lalat buah yang terperangkap, dengan rata-rata 2.84 individu/perangkap/hari. Sedangkan, perangkap kuning yang ditambahkan senyawa pemikat memerangkap lalat buah lebih tinggi dari perangkap lainnya. Hasil ini menunjukkan faktor yang mempengaruhi kehadiran lalat buah lebih utama disebabkan faktor kimia (adanya senyawa pemikat) dibandinhgkan faktor fisik berupa cahaya yang ditimbulkan dari warna. Kata Kunci: Lalat Buah, Perangkap Warna. Tanaman Cabai

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

INDIKATOR TINGKAT KEKERINGAN RUMPUT LAUT MENGGUNAKAN SENSOR WARNA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pelaku bisnis rumput laut di Indonesia rata-rata mengalami masalah tingkat kekeringan rumput laut yang dibeli dari Petani. Produk yang dibeli dari Petani tingkat kekeringannya masih jauh dibawah standar yang dibutuhkan oleh Industri pengolahan rumput laut. Pengumpul local biasanya membeli rumput laut dengan kadar air masih berada pada level 38% ke atas sehingga ketika rumput laut akan dijual baik untuk keperluan industry local maupun export harus dilakukan penjemuran dan proses pembersihan ulang. Kekeringan ideal yang dikehendaki oleh Industri pengolahan rumput laut maksimal adalah 35%. Pada kasus di Tarakan petani melakukan pengeringan rumput laut sebelum dijual ke pengepul. Indikator yang digunakan oleh petani untuk mengetahui suatu kekeringan dari rumput laut adalah warnanya. Berdasarkan hasil wawancara salah satu petani mengatakan bahwa tingkat kekeringan rumput laut yang baik jika warnanya berubah menjadi putih tulang. Indikator inilah yang digunakan petani untuk menentukan tingkat kekeringan rumput laut. Kelemahan dari indikator tersebut adalah petani tidak mengetahui standar kandungan kadar air pada rumput laut tersebut. Maka dari itu peneliti membuat alat agar Pengepul rumput laut dapat mengetahui tingkat kekeringan rumput laut dengan menggunakan alat. Dimana tingkat kering rumput laut yang dimiliki pengepul rumput laut kota Tarakan sudah memenuhi SNI bernilai kisaran 41%. Dengan menggunakan alat pengepul dapat mengkategorikan rumput laut dikategori kering dengan nilai pembaca sensor dengan rentang nilai warna R dari 195 – 170, G dari 213 – 200, dan nilai B dari 168 – 152. Rumput laut dikategori sedang dengan nilai pembaca sensor dengan rentang nilai warna R dari 152 – 115, G dari 170 – 122, dan nilai B dari 111 – 150. Rumput laut dikategori basah dengan nilai pembaca sensor dengan rentang nilai warna R dari 163 – 148, G dari 190 – 178, dan nilai B dari 150 – 130

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail