ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Mikroplastik adalah fragmen dari plastik yang terdegradasi dengan ukuran partikel kurang dari 5 mm. Mikroplastik memiliki dampak yang berbahaya bagi makhluk hidup yang ada di perairan. Mikroplastik dapat berada dilingkungan dan terakumulasi di perairan salah satunya adalah tambak. Tambak adalah kolam buatan yang biasanya berada di daerah pantai yang diisi air dan dimanfaatkan sebagai budidaya perairan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui keberadaan, bentuk, warna, dan ukuran mikroplastik pada perairan Tambak Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan 5 bulan yaitu pada bulan April-Agustus 2022, pada Lima lokasi tambak yang ada di Kota Tarakan yaitu Tambak Juata Permai, Stasiun Bandara, Tenguyun, Islamic Center dan Tambak Mamburungan. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan 3 ulangan. Sampel yang diidentifikasi adalah sampel air diperairan tambak, yang diidentifikasi menggunakan mikroskop trinokuler. Hasil pengamatan ditemukan keberadaan mikroplastik pada perairan tambak. Empat bentuk mikroplastik yaitu fiber, film, filamen dan fragmen. Bentuk mikroplastik paling dominan yaitu fiber 78%, film 10%, fragment 11% dan bentuk filamen 0,1%. Ukuran mikroplastik paling dominan yaitu ukuran 500-1000 μm sebanyak 96 partikel dan ditemukan paling sedikit dengan ukuran 20-40 μm sebanyak 2 partikel. Teridentifikasi 8 jenis warna mikroplastik yaitu hitam, coklat, merah, orange, biru, putih, bening dan hijau.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Plankton merupakan komponen utama dalam rantai makanan ekosistem perairan yang terdiri dari fitoplankton dan zooplankton. Meningkatnya aktivitas pada daerah pesisir akan mempengaruhi perairan dan berdampak pada produktivitas tambak tradisional. Tujuan penelitian untuk mengetahui kelimpahan, keanekaragaman, dan dominansi fitoplankton dan zooplankton pada perairan tambak tradisional Kelurahan Pamusian Kota Tarakan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan April 2021. Penelitian menggunaan metode deskriptif kuantitatif dengan penentuan lokasi menggunakan teknik purpossive sampling. Identifikasi plankton dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Pakan Ikan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Hasil penelitian ditemukan Fitoplankton berjumlah 3 kelas yaitu Bacillariophyceae, Cynophyceae, dan Dinophyceae. Zooplankton berjumlah 5 kelas yaitu Crustacea, Rotifera, Polychaeta, Tunicata, dan Pisces. Kelimpahan zooplankton yaitu berkisar antara 0,9-15,1 ind/L, kelimpahan Fitoplankton yaitu berkisar antara 1,33–6,69 ind/L, hal ini menunjukkan bahwa kelimpahan zooplankton tergolong rendah (oligotrofik). Keanekaragaman Zooplakton berkisar antara 0,91-1,60, sedangkan keanekaragaman Fitoplankton berkisar antara 1,96-3,38. Keanekaragaman termasuk dalam komunitas rendah, dan indeks dominansi zooplaknton yang didapatkan berkisar antara 0,43-0,52 indeks dominansi pada pagi hari berkisar antara 0,12-0,37 sedangkan indeks dominansi Fitoplankton berkisar antara 0,07-1,23. kondisi komunitas tersebut terdapat jenis yang mendominasi yaitu kelas crustacea jenis Bacillariophyceae..
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•
Peranan zooplankton sebagai mata rantai makanan antara produsen primer dengan karnivora besar dan kecil dapat mempengaruhi kompleksitas rantai makanan dalam ekosistem perairan. Tujuan penelitian untuk mengetahui kelimpahan, keanekaragaman, dan dominansi zooplankton pada perairan tambak tradisional Kelurahan Karang Harapan Kota Tarakan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2019 sampai dengan Januari 2020. Penelitian menggunaan metode deskriptif kuantitatif dengan penentuan lokasi menggunakan teknik purpossive sampling. Hasil penelitian ditemukan berjumlah 5 spesies yaitu Brancionus sp, Oithona sp, Nauplius sp, Zoea Kepiting dan Larva Glaycera sp, dengan komposisi zooplankton yang terdiri dari 3 kelas di antaranya Crustacea, Rotifera dan Polychaeta. Kelimpahan zooplankton yaitu berkisar antara 3,80–13,43 ind/L, kelimpahan zooplankton pada pagi hari berkisar antara 5,48-13,43 ind/L, sedangkan kelimpahan pada siang hari berkisar antara 3,80-6,99 ind/L, hal ini menunjukkan bahwa kelimpahan zooplankton tergolong rendah (oligotrofik). Keanekaragaman berkisar antara 0,72-0,86, keanekaragaman pada pagi hari berkisar antara 0,79-0,86 sedangkan keanekaragaman pada siang hari berkisar antara 0,72-0,83, Keanekaragaman termasuk dalam komunitas rendah, dan indeks dominansi yang didapatkan berkisar antara 0,43-0,52 indeks dominansi pada pagi hari berkisar antara 0,43-0,52 sedangkan pada siang hari berkisar antara 0,42-0,51 kondisi komunitas tersebut terdapat jenis yang mendominasi yaitu kelas crustacea jenis Nauplius sp.