ThesisOpen AccessMetadata saja
•
Telah dilakukan penelitian bioekologi kepiting batu (Menippe mercenaria) di perairan Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan di tiga stasiun perairan yaitu 1. Tanjung Pasir, 2. Pelabuhan Tengkayu 1 (SDF) dan 3. Muara Idec Mamburungan. Berdasarkan hasil penelitian di tiga perairan tersebut dapat disimpulkan bahwa pengamatan pada saat pasang tertinggi lebih banyak populasi kepiting batu (Menippe mercenaria) dibandingkan pengamatan pada saat surut terendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik morfometrik dan meristik serta bioekologi kepiting (Menippe mercenaria) yaitu parameter kualitas air yang terdiri dari parameter fisik dan kimia
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan media pembelajaran kartu DOMSIR (Domino Siklus Air), berdasarkan hasil validasi para ahli, serta menilai kemenarikan medianya melalui respon siswa dan mengetahui hasil belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan Research and Development (R&D) dengan mengacu pada model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data berupa lembar validasi, angkat respon siswa, dan hasil belajar siswa. Hasil validasi menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memperoleh persentase dari ahli media sebesar 90%, ahli materi sebesar 96%, dan ahli bahasa sebesar 86% dengan kategori sangat layak. Pada tahap uji coba terbatas, siswa memberikan respon kemenarikan berdasarkan hasil angket respon siswa sebesar 97,18%. Sementara itu, pada uji coba lapangan, hasil angket respon siswa menunjukkan tingkat kemenarikan sebesar 96,33% dengan kategori sangat menarik. Kemudian hasil belajar siswa pada uji coba lapangan berdasarkan hasil posttest sebanyak 27 siswa dari total 28 siswa yang secara klasikal telah mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Berdasarkan hasil validasi serta hasil uji coba terbatas berupa respon siswa dan uji coba lapangan berupa respon siswa dan hasil belajar siswa, pada media pembelajaran kartu DOMSIR (Domino Siklus Air) dinyatakan layak, menarik, dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran di kelas V-A SD Negeri 035 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang untuk mengontrol tekanan darah dan mencegah komplikasi. Keberhasilan pengobatan tidak hanya dipengaruhi oleh terapi yang diberikan, tetapi juga oleh keyakinan pasien terhadap kebutuhan dan penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keyakinan terhadap pengobatan pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo, Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei deskriptif dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 207 pasien hipertensi. Pengumpulan data menggunakan Beliefs About Medicines Questionnaire (BMQ) yang mengukur aspek kebutuhan atau manfaat dan kekhawatiran terhadap pengobatan. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin Perempuan (70,0%), dengan nilai Median 60 Tahun dan (min-max : 38-75 tahun) . Pendidikan terbanyak adalah Sekolah Dasar (58,0%), dan lama Masa Pengobatan dengan nilai Median 36 bulan (min-max : 3- 240 Bulan). Hasil pengukuran menunjukkan bahwa (66,7%) memiliki keyakinan tinggi terhadap pengobatan, sedangkan (33,3%) memiliki keyakinan rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki keyakinan yang baik terhadap pengobatan, namun masih terdapat pasien dengan kekhawatiran terhadap penggunaan obat. Disimpulkan bahwa keyakinan terhadap pengobatan pada pasien hipertensi sebagian besar tergolong tinggi. Disarankan untuk meningkatkan edukasi keperawatan kepada pasien Hipertensi untuk memperkuat pemahaman mengenai manfaat, kebutuhan, dan keamanan pengobatan jangka panjang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sungai Bengawan merupakan salah satu aliran sungai di Kota Tarakan yang dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk berbagai aktivitas, seperti kebutuhan rumah tangga, perikanan, dan sumber air baku. Tingginya intensitas pemanfaatan tersebut berpotensi menurunkan kualitas air sungai akibat masuknya bahan pencemar organik maupun anorganik, sehingga diperlukan upaya pemantauan kualitas air, salah satunya melalui pendekatan biologis menggunakan struktur komunitas plankton sebagai bioindikator. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas plankton sebagai bioindikator kualitas air di Sungai Bengawan Kota Tarakan, melalui pengukuran kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi plankton, serta mengkaji hubungannya dengan parameter kualitas air meliputi suhu, pH, Dissolved Oxygen (DO), Biochemical Oxygen Demand (BOD), nitrat, fosfat, dan Total Suspended Solid (TS). Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga Maret 2026. Penelitian ini dilakukan pada lima stasiun pengamatan yang mewakili bagian hulu, tengah, dan hilir sungai. Sampel plankton diambil menggunakan plankton net dan diidentifikasi menggunakan mikroskop cahaya dengan bantuan Sedgwick–Rafter Counting Chamber. Hasil penelitian menunjukan jumlah spesies pada 5 stasiun berkisar antara 8 hingga 16 spesies plankton. Pada setiap stasiun, didominasi fitoplankton terdiri dari kelompok Bacillariophyceae, Dinoflagellata, dan beberapa jenis zooplankton seperti Rotifera dan Vorticella. Kelimpahan plankton di Sungai Bengawan berkisar antara 55-95 ind/L, dengan nilai tertinggi pada stasiun IV dan terendah pada stasiun 1 dan V. Rata-rata kelimpahan plankton seluruh stasiun yaitu 68 ind/L. Nilai Indeks Keanekaragaman (H') berkisar antara 1,972–2,653 dengan nilai rata-rata 2,398 yang menunjukkan kategori keanekaragaman sedang. Nilai indeks dominansi berkisar antara 0,086-0,1570 dengan rata-rata seluruh stasiun 0,103 termasuk dalam kategori dominansi rendah. Indeks ke seragaman (E) berkisar antara 0,901–1,000 dengan nilai rata-rata 0,975 menunjukkan kategori keseragaman tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, kondisi perairan Sungai Bengawan secara umum tergolong tercemar ringan hingga sedang dengan indikator keanekaragaman sedang, keseragaman tiggi, dan dominansi rendah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hiu sungai (Glyphis fowlerae) merupakan spesies hiu langka dengan distribusi terbatas pada perairan tawar hingga estuari. Keterbatasan informasi mengenai ekologi dan pola penyebarannya menyebabkan penelitian mengenai habitat dan distribusinya penting dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi spasial dan temporal Glyphis fowlerae serta mengetahui karakteristik habitat berdasarkan kondisi kualitas perairan di Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei lapangan dengan penentuan lokasi secara purposive sampling. Data yang dikumpulkan meliputi jumlah individu, lokasi tangkapan, waktu pengamatan, laju tangkap, serta parameter kualitas perairan berupa suhu, pH, salinitas, dan oksigen terlarut (DO). Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 40 individu Glyphis fowlerae ditemukan pada tiga stasiun pengamatan, dengan jumlah tertinggi pada Stasiun 1 sebanyak 16 individu (40%). Distribusi temporal selama periode Oktober 2025 hingga April 2026 menunjukkan variasi jumlah individu setiap bulan, dengan jumlah tertinggi ditemukan pada April 2026 sebanyak 8 individu (20%) dan terendah pada Desember 2025 sebanyak 4 individu (10%). Nilai laju tangkap Glyphis fowlerae selama penelitian berkisar antara 1,26–2,94 kg/jam, dengan nilai tertinggi pada April 2026 sebesar 2,94 kg/jam dan terendah pada Maret 2026 sebesar 1,26 kg/jam. Kondisi kualitas perairan selama penelitian menunjukkan suhu 31,05–31,61°C, pH 6,48–6,95, salinitas 1,19–8,24 ppt, dan DO 5,12–5,83 mg/l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi spasial dan temporal Glyphis fowlerae berkaitan dengan dinamika habitat Perairan Sesayap, terutama perubahan kondisi lingkungan perairan. Informasi ini dapat menjadi dasar dalam pengelolaan habitat dan upaya konservasi hiu sungai di Perairan Sesayap.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
KOMPOSISI JENIS IKAN PADA SAAT PASANG PURNAMA DAN PASANG PERBANI PADA AREA BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI KELURAHAN PANTAI AMAL, KOTA TARAKAN Abstak Pantai Amal, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, merupakan salah satu wilayah pesisir yang dimanfaatkan mansyarakat untuk budidaya rumput laut. Selain ideal untuk pertumbuhan rumput laut, kawasan ini secara ekologis memiliki peran sebagai habitat asuhan (Nursery ground) dan mencari makan (Feeding grounnd) untuk berbagai jenis ikan di area tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana komposisi jenis ikan di area budidaya rumput laut dengan membanding hasil tangkapan pada pasang tinggi dan pasang rendaah, serta mengetahui bagaiaman peran pasang perairan terhadap kompisis ikan dengan melakukan uji Anovad dan kontribusi faktor. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling dengan pertimbangan lokasi penelitian di area budidaya rumput laut dan menggunakan alat tangkap jenis jaring insang (gillnet). Berdasarkan hasil tangkapan penelitian, diperoleh sebanyak 122 individu yang tergolong kedalam 13 spesies. Pada pasang tinggi diperoleh 9 jenis dengan total 93 individu (76,23%) dan pasang rendah 6 jenis dengan total 29 individu (23,77%). Komposis jenis ikan yang paling dominan pada pasang tinggi yaitu julung – julung (Hemirafus far) dengan 62 individu (68,48%) dan jenis ikan yang dominan saat pasang rendah yaitu Kipar (Scatophagus argus) degan 10 individu (37,04%). Hasil uji anova menunjukkan perbedaan rata rata kelimpahan jenis ikan yang signifikan antara pasang yaitu F-hitung = 24,48 > F-crit =5,99 dan nilai P = 0,02 0,05 yang menegaskan bahwa adanya pengaruh nyata kondisi pasang perairan terhadap hasil tangkapan. Dengan perhitungan kontribusi faktor, kondisi pasang perairan memberikan pengaruh sebesar 80,31% terhadap keberadaan ikan. Dengan hasil tersebut dapat menegaskan adanya pengaruh pasang tinggi dan pasang rendah terhadap komposisi jenis ikan yang berasosiasi dengan rumput laut di perairan Pantai Amal Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kualitas air merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan budidaya udang windu (Penaeus monodon), terutama pada tambak tradisional yang pengelolaan airnya bergantung pada pasang surut alami. Penelitian ini bertujuan mengkaji kondisi kualitas air pemeliharaan udang windu pada tambak tradisional di Pulau Tekolang, Desa Sajau Hilir, Kabupaten Bulungan, yang dilaksanakan pada Januari–Maret 2026 di tiga petak tambak menggunakan metode survei deskriptif kuantitatif. Parameter yang diamati meliputi suhu, salinitas, kecerahan, oksigen terlarut (DO), pH, alkalinitas, amonia, nitrit, nitrat, dan fosfat, yang dibandingkan dengan baku mutu budidaya udang windu berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 75 Tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata suhu 30,1–30,4 °C, salinitas 15,6 ppt, dan kecerahan 33–34 cm masih mendukung budidaya. Nilai rata-rata pH berkisar 7,6–8,1 dan DO 4,6–4,8 mg/L, meskipun DO minimum pada beberapa pengamatan mencapai 2,8 mg/L. Alkalinitas berfluktuasi cukup tinggi, khususnya pada Petak 1 dan Petak 3. Amonia menjadi parameter paling kritis dengan rata-rata 0,24 mg/L (Petak 1), 0,09 mg/L (Petak 2), dan 0,06 mg/L (Petak 3), sehingga seluruh petak melebihi baku mutu 0,01 mg/L. Nitrit juga melampaui baku mutu pada sejumlah periode pengamatan, terutama di Petak 2 dan Petak 3. Rata-rata nitrat sebesar 0,57 mg/L (Petak 1), 0,39 mg/L (Petak 2), dan 0,81 mg/L (Petak 3), dengan Petak 3 menunjukkan akumulasi tertinggi. Sebaliknya, rata-rata fosfat relatif rendah (0,062–0,086 mg/L) dan umumnya belum mencapai standar minimal 0,1 mg/L. Secara umum, kondisi fisik air mendukung pemeliharaan udang windu, sedangkan akumulasi senyawa nitrogen, fluktuasi alkalinitas, rendahnya DO pada periode tertentu, dan rendahnya fosfat menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan tambak tradisional. Pengelolaan bahan organik dasar, pengapuran sesuai kebutuhan, pergantian air pasang surut terencana, serta pemantauan kualitas air rutin diperlukan untuk menjaga kestabilan lingkungan budidaya. Kata kunci: kualitas air; udang windu; tambak tradisional; senyawa nitrogen; Pulau Tekolang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitiian inii bertujuian untiuk meneintukan tiniigkat kelaiyaikan miediia pembelajiiaran diiorama siiklus aiir berdasarikan peniilaian darii ahili maiteri dian aihli meiidia, serta unituk melihat bagaimana respon siswa terhadap daya tarik media yang telah dikembangkan pada mata pelajaran IPAS kelas V di SDN 023 Tarakan. penielitian iini menggiunakan metode penelitian dan pengembanigan (R&D), dengan menggunakan model Borig aind Gall, yang terdiri dari enam tahap: penelitian dan pengumpulan data, perencanaan, pengambangan produk awal, uji coba lapangan awal, revisi produk, dan uji coba lapangan utama. Lembar validasi ahli media, lembar validasi ahli materi, dan angket respon siswa digunakan untuk mengumpulkan data. Berdasarkan kedua hasil validasi, dari ahli mediia sebesar 98,6%, ahli matieri 90,6% dengan kategori sangat layak. Sehingga diperoleh persentase Aspek kelayakan sebesar 94,6% dengan kategori Sangat layak. Pada uji coba lapangan awal dengan hasil angket respon siswa sebesar 89,17%, sementara itu, pada uji coba lapangan utama menunjukkan tingkat kemenarikan 86,15% dengan kategori sangat menarik. Sehingga diperoleh persentase Aspek kemenarikan 87,65% dengan kategori Sangat Menarik. Berdasarkan hasil validasi ahli dan respon siswa, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran diorama siklus air sangat layak dan menarik untuk digunakan dalam proses pembelajaran oleh di Kelas V SDN 023 Tarakan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Makrozoobentos merupakan organisme bentik yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan serta dapat digunakan sebagai bioindikator kualitas lingkungan. Padang lamun merupakan salah satu ekosistem pesisir yang menyediakan habitat bagi berbagai jenis makrozoobentos. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas makrozoobentos, kondisi kualitas air, serta keterkaitan antara organisme makrozoobentos dengan kualitas air pada padang lamun di Perairan Pulau Derawan dan Pulau Panjang. Penelitian dilakukan menggunakan metode purposive sampling pada lima stasiun pengamatan di setiap lokasi. Pengambilan sampel makrozoobentos dilakukan menggunakan transek kuadrat 1×1 m, sedangkan pengamatan lamun menggunakan transek kuadrat 0,5×0,5 m. Parameter kualitas air yang diukur meliputi suhu, pH, salinitas, oksigen terlarut (DO), nitrat, fosfat, dan tipe substrat. Data dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman, kemerataan, dominansi, Indeks Kualitas Air Laut (IKAL), serta analisis Multi-Dimensional Scaling (MDS). Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 86 spesies makrozoobentos dari 6 kelas yang didominasi oleh Gastropoda, dengan nilai keanekaragaman berkisar 0,75–3,62 kategori sedang- tinggi, nilai kemerataan berkisar 0,67–0,96 kategori labil-stabil, nilai dominansi berkisar 0,03–0,59 kategori rendah akibat kerapatan lamun yang jarang. Seluruh parameter kualitas air masih berada dalam batas baku mutu, dengan nilai IKAL berkisar 86,85–94,64 (kategori baik hingga sangat baik). Ekosistem lamun terdiri atas 5 spesies dengan tutupan 13,4–27% dan kerapatan 53,6–108,8 ind/m², yang menunjukkan penurunan dibanding penelitian sebelumnya sebagai indikasi degradasi. Keberadaan padang lamun yang baik berkontribusi terhadap tingginya keanekaragaman organisme makrozoobentos. Dengan demikian, struktur komunitas makrozoobentos dapat digunakan sebagai indikator kondisi kualitas lingkungan perairan padang lamun di Pulau Derawan dan Pulau Panjang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sumur bor merupakan salah satu sumber air yang dimanfaatkan masyarakat di Kelurahan Mamburungan, Kota Tarakan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berdasarkan hasil pengamatan awal, air sumur bor memiliki nilai pH sebesar 5,5 yang menunjukkan kondisi asam sehingga diperlukan pengolahan untuk meningkatkan kualitas air, khususnya pada parameter pH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media filter termodifikasi yang dikombinasikan dengan kitosan dalam meningkatkan pH air sumur bor. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan tahapan koagulasi dan filtrasi. Kitosan digunakan sebagai bahan koagulan dengan variasi dosis 1 mL, 2 mL, dan 3 mL, sedangkan media filtrasi terdiri atas cangkang kerang kapah, arang aktif, pasir silika, dan kerikil. Pengukuran pH dilakukan sebelum perlakuan, setelah proses koagulasi, dan setelah proses filtrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pH awal pada perlakuan kontrol sebesar 5,53. Setelah proses koagulasi menggunakan kitosan, rata-rata pH meningkat menjadi 6,29 dengan efektivitas sebesar 51,51%. Setelah proses filtrasi menggunakan media filter termodifikasi, rata-rata pH meningkat menjadi 6,89 dengan efektivitas sebesar 92,42%. Perlakuan kontrol memiliki efektivitas sebesar 0% karena tidak diberikan proses pengolahan. Hasil uji ANOVA menunjukkan nilai F sebesar 5,918 dengan nilai signifikansi 0,038 (p 0,05), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antarperlakuan terhadap nilai pH air sumur bor. Berdasarkan hasil penelitian, filtrasi menunjukkan efektivitas lebih tinggi dibandingkan koagulasi dalam meningkatkan pH menuju target 7,0. Dengan demikian, kombinasi kitosan dan media filter termodifikasi berpotensi digunakan sebagai metode alternatif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Udang windu (Penaeus monodon) merupakan komoditas penting dalam budidaya tambak tradisional di Kabupaten Bulungan yang keberhasilan produksinya sangat bergantung pada kualitas air sumber. Sungai Riyap merupakan sumber utama air tambak di Desa Sajau Hilir, namun kondisi perairannya berpotensi dipengaruhi oleh aktivitas pertambakan, perkebunan, permukiman, serta dinamika pasang surut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fisika-kimia air Sungai Riyap sebagai sumber baku air tambak udang windu dan menentukan status mutu air menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP). Penelitian dilaksanakan pada Januari–Maret 2026 di empat stasiun yang mewakili bagian hulu, depan pintu tambak, area setelah aktivitas tambak, dan muara sungai. Pengambilan sampel dilakukan pada kondisi pasang dan surut. Parameter yang diamati meliputi suhu, salinitas, kecerahan, kecepatan arus, pH, oksigen terlarut (DO), amonia, nitrit, nitrat, dan fosfat. Hasil penelitian menunjukkan suhu berkisar 27–32 °C, salinitas 14–17 ppt, kecerahan 37–92 cm, kecepatan arus 0,6–0,9 m/detik, pH 5,7–7,0, DO 5,5–6,7 mg/L, amonia 0,045–0,467 mg/L, nitrit 0,063–0,374 mg/L, nitrat 0,618–0,949 mg/L, dan fosfat 0,023–0,038 mg/L. Suhu, salinitas, dan DO secara umum masih mendukung budidaya udang windu tradisional, sedangkan pH, amonia, nitrit, nitrat, fosfat, serta beberapa parameter fisik menunjukkan ketidaksesuaian terhadap kisaran yang dipersyaratkan. Nilai IP berkisar 2,7–11,0, terdiri atas 37,5% pengamatan tercemar ringan, 54,2% tercemar sedang, dan 8,3% tercemar berat. Rata-rata IP pada kondisi pasang sebesar 4,90, sedangkan pada kondisi surut meningkat menjadi 7,42, atau sekitar 51% lebih tinggi. Kondisi tercemar berat ditemukan pada Stasiun 3 dan Stasiun 4 saat surut bulan ketiga dengan IP masing-masing 10,1 dan 11,0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sungai Riyap masih berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber air tambak udang windu, tetapi memerlukan pengelolaan melalui pemilihan waktu pengambilan air saat pasang, penggunaan tandon atau kolam pengendapan, pengondisian pH, serta pemantauan kualitas air secara berkala. Kata kunci: indeks pencemaran; kualitas air; Sungai Riyap; tambak tradisional
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Korosi pada baja karbon rendah menjadi permasalahan penting karena dapat menurunkan kualitas dan umur pakai material, terutama pada lingkungan yang bersifat asam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju korosi dan perubahan kondisi permukaan baja karbon rendah pada media air aki murni konsentrasi H_2{SO}_4 30% dan air aki yang diencerkan dengan aquades hingga konsentrasi 0,5 M. Pengujian dilakukan dengan variasi waktu perendaman 144, 288, 432, dan 576 jam menggunakan metode kehilangan berat (weight loss). Analisis permukaan dilakukan melalui pengamatan visual, foto makro, dan pengolahan citra untuk mengetahui perkembangan porositas pada spesimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju korosi pada kedua media mengalami penurunan seiring bertambahnya waktu perendaman. Pada media air aki murni, laju korosi menurun dari 1,389 mpy menjadi 0,298 mpy, sedangkan pada media air aki + aquades 0,5 M menurun dari 0,578 mpy menjadi 0,147 mpy. Sebaliknya, persentase porositas permukaan mengalami peningkatan dengan dominasi ukuran pori 0–10 µm dan 10–50 µm. Berdasarkan hasil pengamatan permukaan, terjadi perubahan berupa peningkatan kekasaran, pengikisan, serta terbentuknya cekungan dan lubang kecil yang menunjukkan kecenderungan korosi merata dengan serangan lokal berupa korosi sumuran. Media air aki murni menghasilkan tingkat serangan korosi lebih tinggi dibandingkan media air aki + aquades 0,5 M.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
APLIKASI PROBIOTIK RICA DALAM MEREDUKSI UNSUR NITROGEN PADA TAMBAK UDANG WINDU (Penaeus monodon) DI KABUPATEN BULUNGAN Abstrak Budidaya udang windu (Penaeus monodon) pada tambak tradisional memerlukan pengelolaan kualitas air yang optimal, terutama terhadap senyawa nitrogen yang dapat terakumulasi selama masa pemeliharaan. Amonia, nitrit, dan nitrat merupakan bentuk senyawa nitrogen yang berkaitan dengan proses dekomposisi bahan organik dan transformasi nitrogen dalam perairan, sehingga keberadaannya perlu dikendalikan untuk mempertahankan kondisi lingkungan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan dinamika konsentrasi amonia (NH₃/NH₄⁺), nitrit (NO₂⁻), dan nitrat (NO₃⁻) antara tambak yang diaplikasikan probiotik RICA dan tambak tanpa probiotik pada budidaya udang windu sistem tradisional di Pulau Tanjung Karis, Kabupaten Bulungan. Penelitian dilakukan pada dua petak tambak masing-masing seluas 7 ha, terdiri atas satu petak dengan aplikasi probiotik RICA dan satu petak non-probiotik. Pengamatan dilakukan dari minggu ke-0 hingga minggu ke-12 dengan interval dua minggu. Parameter utama yang diamati meliputi amonia, nitrit, dan nitrat, sedangkan suhu, salinitas, oksigen terlarut (DO), pH, dan alkalinitas digunakan sebagai parameter pendukung. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan kisaran, rata-rata, pola perubahan, dan kecenderungan nilai antarpetak selama periode pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi amonia pada tambak probiotik berkisar 0,01–0,31 mg/L dengan rata-rata 0,077 mg/L, sedangkan tambak non-probiotik berkisar 0,03–0,34 mg/L dengan rata-rata 0,191 mg/L. Konsentrasi nitrit pada tambak probiotik berkisar 0,22–0,28 mg/L dengan rata-rata 0,247 mg/L, sedangkan tambak non-probiotik berkisar 0,25–0,36 mg/L dengan rata-rata 0,326 mg/L. Konsentrasi nitrat pada tambak probiotik lebih terkendali setelah minggu ke-4 dan mencapai 0,27 mg/L pada akhir pengamatan, sedangkan tambak non-probiotik mencapai 0,54 mg/L. Nilai DO, pH, dan alkalinitas pada tambak probiotik juga cenderung lebih stabil, sementara suhu dan salinitas pada kedua tambak masih mendukung budidaya udang windu. Secara deskriptif, aplikasi probiotik RICA berpotensi membantu mengendalikan dinamika senyawa nitrogen dan mempertahankan kestabilan kualitas air pada tambak tradisional udang windu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sungai Bengawan di Kota Tarakan merupakan salah satu sumber daya perairan yang dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai keperluan, meliputi aktivitas domestik, perikanan, dan kegiatan ekonomi lainnya. Peningkatan aktivitas masyarakat di sekitar daerah aliran sungai (DAS) dapat meningkatkan potensi masuknya limbah domestik dan sumber pencemar lainnya ke dalam badan perairan, sehingga berisiko menyebabkan penurunan kualitas air. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya dilakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat pencemaran dan status mutu air Sungai Bengawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air Sungai Bengawan berdasarkan parameter fisika dan kimia serta menentukan tingkat pencemarannya menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP) yang mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 27 Tahun 2021. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel air pada beberapa titik pengamatan yang mewakili wilayah hulu, tengah, dan hilir Sungai Bengawan. Parameter yang dianalisis meliputi suhu, pH, kecerahan, kekeruhan, Total Suspended Solids (TSS), Dissolved Oxygen (DO), Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), amonia total, dan ortofosfat. Hasil pengukuran kualitas air selanjutnya dibandingkan dengan baku mutu air kelas II sebagai dasar penentuan nilai Indeks Pencemaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas perairan Sungai Bengawan berada pada tingkat pencemaran ringan hingga sedang. Berdasarkan hasil perhitungan Indeks Pencemaran, nilai indeks pada bagian hulu sebesar 3,5, bagian tengah sebesar 3,5, dan bagian hilir sebesar 1,8. Hasil tersebut menunjukkan adanya variasi tingkat pencemaran antarwilayah pengamatan, dengan nilai Indeks Pencemaran yang lebih rendah pada bagian hilir dibandingkan dengan bagian hulu dan tengah.Hasil tersebut menunjukkan adanya pencemaran pada setiap wilayah pengamatan dengan tingkat pencemaran yang berbeda. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan dan pengendalian pencemaran secara berkelanjutan guna mempertahankan kualitas air serta menjaga keberlanjutan fungsi Sungai Bengawan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh konsumen terhadap Perumda Air Minum Tirta Alam Kota Tarakan, serta bentuk perlindungan hukum bagi pihak Perumda atas pelanggaran tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris yang dilaksanakan di Perumda Air Minum Tirta Alam Kota Tarakan. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam dengan pihak Perumda Air Minum Tirta Alam Kota Tarakan, serta studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh konsumen terhadap Perumda Air Minum Tirta Alam Kota Tarakan terdiri atas tujuh bentuk utama, yaitu: menimbun meter air tanpa izin petugas, menjual air tanpa izin petugas, memindahkan lokasi meter air tanpa izin, merusak jaringan pipa dan menghilangkan meter air, melakukan penyambungan kembali secara ilegal setelah pemutusan, menggunakan pompa hisap langsung dari pipa tanpa izin, serta menunggak pembayaran. Sementara itu, bentuk perlindungan hukum bagi Perumda Air Minum Tirta Alam Kota Tarakan dilaksanakan melalui penerapan kontrak Surat Permohonan Langganan, pengawasan berkala, sosialisasi, dan pendekatan persuasif, serta tindakan represif berupa penjatuhan sanksi administratif, sanksi denda, dan sanksi polisional yang terukur dengan mengedepankan mekanisme musyawarah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Edema ekstremitas bawah merupakan salah satu keluhan fisiologis yang sering dialami ibu hamil trimester III akibat perubahan sirkulasi dan peningkatan tekanan vena. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa berat, pegal, ketidaknyamanan saat beraktivitas, serta menurunkan kualitas hidup ibu hamil. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk membantu mengurangi edema adalah kombinasi foot massage dan rendam kaki air hangat. Tujuan: Mendeskripsikan penerapan asuhan keperawatan maternitas melalui kombinasi foot massage dan rendam kaki air hangat terhadap penurunan edema ekstremitas bawah pada ibu hamil trimester III. Metode: Karya Ilmiah Akhir Ners (KIAN) ini menggunakan metode studi kasus pada dua ibu hamil trimester III yang mengalami edema ekstremitas bawah fisiologis di Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut berupa foot massage selama 20 menit, dilanjutkan rendam kaki air hangat selama 15–20 menit. Evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan SOAP dan penilaian derajat edema. Hasil: Setelah pemberian intervensi selama tiga hari, kedua pasien mengalami penurunan derajat edema dari grade 2 menjadi grade 1. Selain itu, pasien melaporkan kaki terasa lebih ringan, pegal berkurang, lebih nyaman saat berjalan, serta lebih rileks. Hasil observasi menunjukkan pembengkakan berkurang tanpa ditemukan gangguan sirkulasi maupun tanda inflamasi. Kesimpulan: Kombinasi foot massage dan rendam kaki air hangat efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam menurunkan edema ekstremitas bawah pada ibu hamil trimester III dan dapat dijadikan tindakan keperawatan komplementer dalam pelayanan asuhan keperawatan maternitas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan hiu sungai (Glyphis fowlerae) merupakan salah satu spesies elasmobranch yang memiliki nilai ekologis penting dan keberadaannya perlu mendapat perhatian dalam upaya pengelolaan sumber daya perairan. Informasi mengenai pertumbuhan spesies ini masih terbatas, khususnya di Perairan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pertumbuhan ikan hiu sungai (Glyphis fowlerae) menggunakan model pertumbuhan Von Bertalanffy. Pengambilan data dilakukan melalui pengukuran panjang total terhadap 40 ekor sampel yang diperoleh dari hasil tangkapan nelayan di Perairan Sesayap. Analisis data dilakukan untuk mengestimasi parameter pertumbuhan yang meliputi panjang asimtotik (L∞), koefisien pertumbuhan (K), dan umur teoritis saat panjang ikan sama dengan nol (t₀). Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter pertumbuhan von Bertalanffy yang diperoleh adalah L∞ sebesar 117,48 cm, K sebesar 0,0097, dan t₀ sebesar 1,1274. Nilai L∞ menunjukkan panjang maksimum teoritis yang dapat dicapai oleh ikan hiu sungai, sedangkan nilai K mengindikasikan laju pertumbuhan yang relatif lambat. Hasil penelitian ini memberikan informasi dasar mengenai karakteristik pertumbuhan Glyphis fowlerae di Perairan Sesayap yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan dalam pengelolaan dan konservasi populasi hiu sungai secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, memiliki ekosistem perairan tawar yang penting bagi masyarakat dan berbagai jenis keanekaragaman hayati ikan, namun habitat alaminya terancam oleh aktivitas tambang batubara dan alih fungsi lahan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis ikan serta mengukur indeks kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi di Sungai Semendurut, Sembuak, dan Bengalun, Kabupaten Malinau. Penelitian berlangsung selama tiga bulan (Februari–April 2026) menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui survei dan observasi lapangan. Sampel ikan diambil dengan jala, pukat, pancing, dan speargun pada tiga lokasi pengamatan, sementara parameter lingkungan yang diukur meliputi suhu, pH, oksigen terlarut, kecepatan arus, dan kecerahan. Analisis data memakai indeks Shannon-Wiener (H'), indeks Odum (E), dan indeks Simpson (C). Hasil menunjukkan 262 individu ikan tertangkap, terdiri dari 20 spesies, 18 genus, dan 10 famili, dengan Cyprinidae sebagai famili terbanyak dan Purut (Lobocheilos falcifer) sebagai spesies dominan (64 individu). Nilai H' berkisar 1,11–2,06 (kategori sedang), E berkisar 0,49–1, dan C berkisar 0,20–0,32 (kategori rendah), menandakan ekosistem perairan di lokasi penelitian masih relatif baik tanpa dominansi spesies tertentu yang berlebihan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efektivitas kebijakan penagihan dan kepatuhan pelanggan terhadap penurunan penunggakan pembayaran air pada Perumda Air Minum Kota Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi penelitian adalah pelanggan Perumda Air Minum Kota Tarakan yang mengalami penunggakan pembayaran, sedangkan sampel berjumlah 95 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert. Analisis data meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), serta koefisien determinasi (R²) dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas kebijakan penagihan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penunggakan pembayaran air, yang berarti semakin efektif kebijakan penagihan diterapkan maka tingkat penunggakan pelanggan cenderung menurun. Kepatuhan pelanggan juga terbukti berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penunggakan pembayaran, sehingga semakin tinggi tingkat kepatuhan pelanggan dalam memenuhi kewajiban pembayaran rekening air, semakin rendah tingkat penunggakan yang terjadi. Secara simultan, efektivitas kebijakan penagihan dan kepatuhan pelanggan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penunggakan pembayaran air. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,896 mengindikasikan bahwa sebesar 89,6% variasi penunggakan pembayaran air dapat dijelaskan oleh kedua variabel independen tersebut, sedangkan sisanya sebesar 10,4% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Pasien hipertensi sering mengalami tekanan darah yang tidak terkontrol meskipun telah mendapatkan terapi farmakologis sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologis yang efektif dan aman. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis penerapan kombinasi terapi rendam kaki air hangat dan murottal Al-Qur'an Surah Ar-Rahman terhadap perubahan tekanan darah sistolik dan diastolik pada pasien hipertensi. Metode yang digunakan adalah penerapan asuhan keperawatan berbasis evidence-based practice pada dua pasien hipertensi grade II dengan pemberian terapi rendam kaki air hangat suhu 38–40°C disertai mendengarkan murottal Al-Qur'an Surah Ar-Rahman selama 15 menit, satu kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Hasil penerapan menunjukkan adanya penurunan tekanan darah secara bertahap pada kedua pasien. Pada Ny. M tekanan darah menurun dari 178/99 mmHg menjadi 156/92 mmHg, sedangkan pada Tn. A tekanan darah menurun dari 164/96 mmHg menjadi 153/88 mmHg setelah intervensi selama tiga hari. Selain itu, pasien juga melaporkan merasa lebih rileks, nyaman, segar, serta mengalami penurunan keluhan pusing dan nyeri tengkuk. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kombinasi terapi rendam kaki air hangat dan murottal Al-Qur'an Surah Ar-Rahman efektif sebagai terapi nonfarmakologis pendamping dalam membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Rekomendasi bagi perawat adalah menjadikan kombinasi terapi rendam kaki air hangat dan murottal Al-Qur'an Surah Ar-Rahman sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis pendamping dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien hipertensi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien.