ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Sumur gali yang berada di Karungan RT. 08 Kelurahan Mamburungan Timur Kota Tarakan adalah air baku yang digunakan masyarakat untuk keperluan sehari-hari. Berdasarkan uji pendahuluan kandungan logam besi pada air sumur didapatkan hasil 1,2 mg/L artinya tidak memenuhi baku mutu yang ditetapkan. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan kandungan logam besi pada air sumur gali setelah dilakukan pengolahan menggunakan adsorben kitosan dan filter termodifikasi. Filter termodifikasi merupakan kombinasi ijuk, pasir silika, cangkang kapah, kerikil dan arang aktif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen skala laboratorium. Tahapan pengolahan air sumur yaitu sedimentasi, adsorpsi dan filtrasi. Parameter yang diuji yaitu logam Fe dan parameter kualitas air lainnya. Hasil pengujian kandungan Fe setelah sedimentasi adalah 0,21 mg/L dan setelah filtrasi menggunakan filter termodifikasi yaitu 0,09 mg/L. Hasil pengujian parameter fisika untuk TDS awal yaitu 297 mg/L, nilai TDS setelah sedimentasi 262 mg/L dan nilai TDS setelah filtrasi 248 mg/L. Hasil pengukuran untuk parameter fisika kekeruhan air sumur 12,64 NTU, setelah sedimentasi 12,20 NTU, setelah filtrasi 12,25 NTU. Hasil pengukuran parameter warna air awal setelah sedimentasi dan setelah filtrasi yaitu 5 TCU. Nilai pH air awal setelah sedimentasi dan setelah filtrasi yaitu 5,2-5,8. Parameter kimia nitrat air sumur awal 0,100 mg/L, nilai nitrat setelah sedimentasi 0,098 mg/L dan nilai nitrat setelah filtrasi 0,084 mg/L. Nilai nitrit air sumur dan setelah sedimentasi 0,012 mg/L, nilai nitrit setelah filtrasi 0,012 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan air sumur setelah di filtrasi mengalami peningkatan kualitas air untuk parameter logam besi sehingga media tersebut efektif untuk pengolahan air baku. Namun secara keseluruhan parameter kualitas air sumur belum memenuhi baku mutu untuk keperluan higiene sanitasi berdasarkan Permenkes RI No. 02 Tahun 2023.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Abstrak Sekitar 30 rumah tangga masyarakat Karungan Kelurahan Mamburungan Timur RT 8 dan RT 9 masih bergantung pada air sumur gali sebagai sumber air bersih. Namun, sumur yang berada di tepi jalan dan di tengah permukiman padat penduduk menjadikannya rentan terhadap berbagai sumber kontaminasi bakteri, seperti bakteri Escherichia coli (E. coli) yang berasal dari septic tank, kandang ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan kitosan dan filter termodifikasi dalam menurunkan kandungan bakteri E. coli pada air sumur gali. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen mengunakan kitosan dan filter termodifikasi dengan bahan ijuk, pasir silika, cangkang kapah, arang aktif dan kerikil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah E. coli mengalami penurunan setelah proses sedimentasi, yaitu dari 100 CFU/100 mL menjadi 47 CFU/100 mL. Setelah melewati filtrasi didapatkan nilai rata-rata pada kandungan bakteri E. coli sekitar 74 CFU/100 mL. Filter termodifikasi belum efektif dalam menurunkan kandungan E.coli pada air sumur gali di Karungan RT 08, Kelurahan Mamburungan Timur, Kota Tarakan, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 2 Tahun 2023.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Kota Tarakan memiliki potensi air tanah untuk kebutuhan air bersih. Namun untuk pemanfaatannya perlu dilakukan perlakuan terlebih dahulu agar kualitasnnya sesuai dengan baku mutu yang dipersyaratkan. Diantaranya melalui teknologi filtrasi dengan memanfaatkan limbah cangkang Kerang Temberungun ( Telescopium telescopium). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektifitas dari penggunaan Cangkang Kerang Temberungun sebagai filter air tanah di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL), dengan tiga kali ulangan. Bahan yang digunakan adalah cangkang kerang temberungun dengan level filter 30, 60 dan 100 cm dengan kombinasi penggunaan arang aktif, pasir kuarsa dan kerikil untuk menentukan komposisi terbaik. Parameter yang diuji adalah berdasarkan pada Peraturan Menteri Kesehatan No.32 Tahun 2017 (Standar Baku Mutu Air untuk Kebutuhan Higiene Sanitasi) yaitu kekeruhan, warna, bau, pH, suhu, TSS, TDS, nitrat, nitrit, Fe dan mangan (Mn). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas filter untuk masing-masing parameter berbeda-beda. Untuk parameter mangan efektif pada level filter 30 cm yaitu 94%. pH, TDS, dan Warna efekif pada level 60 cm dengan nilai berturut-turut 49, 41 dan 8%. Parameter nitrit, nitrat, TSS dan kekeruhan efektif pada level filter 100 cm yaitu, 95, 31, 71 dan 13%. Penggunaan kerang tembungurun sebagai filter air tanah efektif meningkatkan kualitas air baku terutama secara fisik dan memenuhi persyaratan sesuai baku mutu yang digunakan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
STUDI PEMANFAATAN CANGKANG KEPITING (Scylla sp.) UNTUK FILTER AIR TANAH DI KOTA TARAKAN Abstrak Kota Tarakan memiliki potensi air tanah untuk kebutuhan air bersih. Namun untuk pemanfaatannya perlu dilakukan perlakuan terlebih dahulu agar kualitasnnya sesuai dengan baku mutu yang dipersyaratkan. Perlakuan dalam pengolahan air diantaranya melalui teknologi filtrasi dengan memanfaatkan limbah cangkang kepiting (Scylla sp.). Tujuan dari penelitian ini untuk studi efektifitas dari penggunaan cangkang kepiting sebagai filter air tanah di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL). Pengulangan dilakukan sebanyak tiga kali. Bahan yang digunakan adalah cangkang kepiting dengan level filter 30, 60 dan 100 cm. Cangkang kepiting dikombinasikan dengan penggunaan arang aktif, pasir kuarsa dan kerikil untuk menentukan komposisi terbaik. Parameter yang diuji sesuai Peraturan Menteri Kesehatan No.32 Tahun 2017 (Standar Baku Mutu Air untuk Kebutuhan Higiene Sanitasi) yaitu kekeruhan, warna, bau, pH, suhu, TSS, TDS, nitrat, nitrit, besi (Fe) dan mangan (Mn). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas cangkang kepiting sebagai filter sangat kecil. Untuk parameter pH, nilai efektifitasnya meningkat berturut berdasarkan level filter 30, 60 dan 100 cm yaitu 54, 71, 80% dan parameter Mn berturut-turut adalah 74, 92, 81%. Sementara parameter kekeruhan, warna, TDS, TSS, nitrit, nitrat dan besi justru menurunkan nilai kualitas air, bila dibandingkan dengan nilai air baku.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kota Tarakan memiliki potensi air tanah untuk kebutuhan air bersih. Namun untuk pemanfaatannya perlu dilakukan perlakuan terlebih dahulu agar kualitasnya sesuai dengan baku mutu yang dipersyaratkan. Diantaranya melalui teknologi filtrasi, dengan memanfaatkan limbah cangkang Kerang darah (Anadara granosa). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektivitas dari penggunaan cangkang Kerang darah (Anadara granosa) sebagai filter air tanah di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL), dengan tiga kali pengulangan. Bahan yang digunakan adalah cangkang Kerang darah (Anadara granosa) dengan level filter 30 cm,60 cm, dan 100 cm dengan kombinasi penggunaan arang aktif, pasir kuarsa dan kerikil untuk menentukan komposisi terbaik. Parameter yang diuji adalah menurut peraturan Menteri Kesehatan No.32 Tahun 2017 (Standar Baku Mutu Air untuk Kebutuhan Higiene Sanitasi) yaitu kekeruhan, warna, pH, suhu, TSS, TDS, nitrat, nitrit, logam berat Fe dan Mn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas filter untuk masing-masing parameter berbeda- beda. Filter level 100 cm efektif meningkatkan nilai pH dan menurunkan kadar logam beratMn berturutturut yaitu 54% dan 83%. Filter level 60 cm efektif menurunkan kadar nitrit, TDS, kekeruhan dan warna yaitu berturut-turut 31%, 44%, 26% dan 54%. Sedangkan level filter 30 cm efektif menurunkan kadar TSS yaitu 75%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kota Tarakan memiliki potensi air tanah untuk kebutuhan air bersih. Namun untuk pemanfaatannya perlu dilakukan perlakuan terlebih dahulu agar kualitasnnya sesuai dengan baku mutu yang dipersyaratkan. Diantaranya melalui teknologi filtrasi dengan memanfaatkan limbah cangkang Kerang Kapah (Meretrix sp). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektifitas dari penggunaan cangkang Kerang Kapah sebagai filter air tanah di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL), dengan tiga kali ulangan. Bahan yang digunakan adalah cangkang kerang kapah dengan level filter 30, 60 dan 100 Cm dengan kombinasi penggunaan arang aktif, pasir kuarsa dan kerikil untuk menentukan komposisi terbaik. Parameter yang diuji adalah menurut peraturan Menteri Kesehatan No.32 Tahun 2017 (Standar Baku Mutu Air untuk Kebutuhan Higiene Sanitasi) yaitu kekeruhan, warna, bau, pH, suhu, TSS, TDS, nitrat, nitrit, Fe dan mangan (Mn). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas filter untuk masing-masing parameter berbeda-beda. Untuk parameter mangan efektif pada level filter 30 cm yaitu 36%. pH, TDS, dan Warna efekif pada level 60 cm dengan nilai berturut-turut 61, 42 dan 17%. Parameter nitrit, nitrat, TSS dan kekeruhan efektif pada level filter 100 cm yaitu, 95, 97, 84 dan 76%. Penggunaan kerang kapah sebagai filter air tanah efektif meningkatkan kualitas air baku terutama secara fisik dan memenuhi persyaratan sesuai baku mutu yang digunakan.