BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan bunyi interferensi bahasa Bugis terhadap bahasa Indonesia di desa Sei Batang Kecamatan Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pada penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah teknik simak libat cakap, teknik rekam dan teknik catat. Data pada penelitian ini berupa tuturan lisan masyarakat, sedangkan sumber datanya yaitu masyarakat desa Sei batang Kecamatan Sebatik kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Berdasarkan hasil dari penelitian ini ditemukan tiga belas bentuk interferensi. Bentuk interferensi tersebut yaitu Interferensi fonem vokal /a/ (2 kata), Interferensi fonem vokal /e/ (7 kata), Interferensi fonem vokal /i/ (1 kata), Interferensi fonem vokal /o/ (2 kata), Interferensi fonem vokal /u/ (1 kata), Interferensi Asimilasi Fonem (2 kata), Interferensi Fonem Monoftongisasi (7 kata), Interferensi Fonemis Zerosiasi (4 kata), Interferensi fonem glotal stop /?/ (57 kata), Interferensi fonem /n/ diubah menjadi /ng/ (56 kata), interferensi fonem /m/ diubah menjadi /ng/ (16 kata), Interferensi penggantian vokal dan konsonan (5 kata), dan Interferensi penambahan fonem (13 kata), sehingga jumlah kata yang mengalami interferensi ini sebanyak 173 data. Bentuk interferensi ini berupa interferensi fonologi, yaitu pada pengurangan bunyi fonem, penambahan fonem, perubahan fonem /n/ menjadi /ŋ/, perubahan fonem /m/ menjadi /ŋ/, dan perubahan bunyi vokal. Faktor penyebab terjadinya interferensi karena terbawanya kebiasaan atau masih adanya pengaruh dari bahasa Bugis. This research aimed to describe changes in the sound of Bugis language interference with Indonesian in Set Batang village, Sebatik District, Nunukan Regency, North Kalimantan. This research used descriptive qualitative methods In this research, the data collection techniques used by the author were skillful listening, recording and note-taking techniques The data in this research is in the form of oral speech from the community, while the data source is the community of Sei Batang village, Sebatik subdistrict, Nunukan district, North Kalimantan Based on the results of this research, thirteen forms of interference were found. The forms of interference were vowel phoneme interference /a/ (2 words), vowel phoneme interference /e/ (7 words), vowel phoneme interference /i/ (1 word), vowel phoneme interference /o/ (2 words), phoneme interference vowel /u/ (1 word), Phoneme Assimilation Interference (2 words), Monophthongization Phoneme Interference (7 words), Zerosiation Phonemic Interference (4 words), Glottal stop phoneme interference/7/ (57 words), Phoneme interference /n/ changed to /n/ (56 words), phoneme interference /m/ changed to /n/ (16 words), Vowel and consonant replacement interference (5 words), and Phonetne addition interference (13 words). So, the number of words experiencing interference was 173 The interference was in the form of phonology, namely reducing phoneme sounds, adding phonemes, changing the phoneme /n/ to /p/, changing the phoneme /m/ to /n/, and changing vowel sounds. Factors causing interference were carried over by habits or the influence of the Bugis language
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan bunyi interferensi bahasa Bugis terhadap bahasa Indonesia di desa Sei Batang Kecamatan Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pada penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah teknik simak libat cakap, teknik rekam dan teknik catat. Data pada penelitian ini berupa tuturan lisan masyarakat, sedangkan sumber datanya yaitu masyarakat desa Sei batang Kecamatan Sebatik kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Berdasarkan hasil dari penelitian ini ditemukan tiga belas bentuk interferensi. Bentuk interferensi tersebut yaitu Interferensi fonem vokal /a/ (2 kata), Interferensi fonem vokal /e/ (7 kata), Interferensi fonem vokal /i/ (1 kata), Interferensi fonem vokal /o/ (2 kata), Interferensi fonem vokal /u/ (1 kata), Interferensi Asimilasi Fonem (2 kata), Interferensi Fonem Monoftongisasi (7 kata), Interferensi Fonemis Zerosiasi (4 kata), Interferensi fonem glotal stop /?/ (57 kata), Interferensi fonem /n/ diubah menjadi /ng/ (56 kata), interferensi fonem /m/ diubah menjadi /ng/ (16 kata), Interferensi penggantian vokal dan konsonan (5 kata), dan Interferensi penambahan fonem (13 kata), sehingga jumlah kata yang mengalami interferensi ini sebanyak 173 data. Bentuk interferensi ini berupa interferensi fonologi, yaitu pada pengurangan bunyi fonem, penambahan fonem, perubahan fonem /n/ menjadi /ŋ/, perubahan fonem /m/ menjadi /ŋ/, dan perubahan bunyi vokal. Faktor penyebab terjadinya interferensi karena terbawanya kebiasaan atau masih adanya pengaruh dari bahasa Bugis. This research aimed to describe changes in the sound of Bugis language interference with Indonesian in Set Batang village, Sebatik District, Nunukan Regency, North Kalimantan. This research used descriptive qualitative methods In this research, the data collection techniques used by the author were skillful listening, recording and note-taking techniques The data in this research is in the form of oral speech from the community, while the data source is the community of Sei Batang village, Sebatik subdistrict, Nunukan district, North Kalimantan Based on the results of this research, thirteen forms of interference were found. The forms of interference were vowel phoneme interference /a/ (2 words), vowel phoneme interference /e/ (7 words), vowel phoneme interference /i/ (1 word), vowel phoneme interference /o/ (2 words), phoneme interference vowel /u/ (1 word), Phoneme Assimilation Interference (2 words), Monophthongization Phoneme Interference (7 words), Zerosiation Phonemic Interference (4 words), Glottal stop phoneme interference/7/ (57 words), Phoneme interference /n/ changed to /n/ (56 words), phoneme interference /m/ changed to /n/ (16 words), Vowel and consonant replacement interference (5 words), and Phonetne addition interference (13 words). So, the number of words experiencing interference was 173 The interference was in the form of phonology, namely reducing phoneme sounds, adding phonemes, changing the phoneme /n/ to /p/, changing the phoneme /m/ to /n/, and changing vowel sounds. Factors causing interference were carried over by habits or the influence of the Bugis language
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Nelayan di Mamburungan menggunakan alat tangkap trammel net yang berbentuk empat persegi panjang berlapis tiga sebagai alat tangkap utama untuk menangkap udang dan ikan yang cukup efektif. Penelitian bertujuan untuk mengetahui aspek teknis dan komposisi hasil tangkapan pada pengoperasian trammel net di perairan Mamburungan Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2020 sampai Maret 2020. Berdasarkan hasil penelitian secara teknis, keragaan trammel net terdiri atas jaring lapis dalam dan lapis luar, jaring serampad atas dan serampad bawah, tali ris atas dan bawah, palampung utama, pemberat utama, tali pelampung, tali pemberat, pemberat batu dan pelampung tanda. Ukuran kapal penangkapan pada trammel net yaitu panjang 8 m, lebar 1 m dan tinggi 1 m, dengan mesin kapal merk Yamaha kekuatan 15 PK. Hasil tangkapan utama (HTU) terdapat 2 spesies udang yaitu P. merguensis dan P. monodon. Hasil Tangkapan Sampingan (HTS) terdapat 4 spesies yaitu Pseudocienna amovensis, Ilisha elongata, Anodontostoma chacunda, dan Caesionidae malaricus. Hasil Tangkapan Buangan (HTB) terdapat 8 spesies yaitu Psettodes erumeri, Arius sp., Tetraodon nigroviridis, Dasyatis sp., Cynoglossus lingua, Ilisha elongata, Stomatopoda sp. dan Portunus sp.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nelayan di Mamburungan menggunakan alat tangkap trammel net yang berbentuk empat persegi panjang berlapis tiga sebagai alat tangkap utama untuk menangkap udang dan ikan yang cukup efektif. Penelitian bertujuan untuk mengetahui aspek teknis dan komposisi hasil tangkapan pada pengoperasian trammel net di perairan Mamburungan Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2020 sampai Maret 2020. Berdasarkan hasil penelitian secara teknis, keragaan trammel net terdiri atas jaring lapis dalam dan lapis luar, jaring serampad atas dan serampad bawah, tali ris atas dan bawah, palampung utama, pemberat utama, tali pelampung, tali pemberat, pemberat batu dan pelampung tanda. Ukuran kapal penangkapan pada trammel net yaitu panjang 8 m, lebar 1 m dan tinggi 1 m, dengan mesin kapal merk Yamaha kekuatan 15 PK. Hasil tangkapan utama (HTU) terdapat 2 spesies udang yaitu P. merguensis dan P. monodon. Hasil Tangkapan Sampingan (HTS) terdapat 4 spesies yaitu Pseudocienna amovensis, Ilisha elongata, Anodontostoma chacunda, dan Caesionidae malaricus. Hasil Tangkapan Buangan (HTB) terdapat 8 spesies yaitu Psettodes erumeri, Arius sp., Tetraodon nigroviridis, Dasyatis sp., Cynoglossus lingua, Ilisha elongata, Stomatopoda sp. dan Portunus sp.